Mar 242019
 

Fregat Admiral Essen meluncurkan rudal jelajah © Kemhan Rusia

JakartaGreater.com – Fregat Armada Laut Hitam Rusia Laksamana Essen telah melakukan tindakan balasan untuk mengusir serangan rudal secara besar-besaran oleh armada laut musuh dalam latihan di laut Mediterania, kata layanan pers armada kepada TASS di hari Kamis.

“Kru pertahanan udara fregat Admiral Essen dari Armada Laut Hitam, telah melakukan langkah-langkah untuk melindungi fasilitas serta pangkalan dari serangan rudal dan udara besar-besaran musuh di Mediterania. Target virtual diidentifikasi dan diklasifikasikan serta berhasil di eliminasi sebagai simulasi  peluncuran elektronik”, sebut pernyataan itu.

Admiral Essen adalah fregat laut biru kedua dari Proyek 11356R/M dan merupakan kapal pertama yang dibangun secara massal dari proyek ini. Admiral Essen telah menjadi bagian dari kelompok permanen Rusia di Laut Mediterania sejak Maret 2019.

Fregat dirancang untuk menghancurkan kapal permukaan dan kapal selam serta instalasi darat, melakukan patroli dan mempertahankan jalur laut. Fregat dipersenjatai dengan 8 peluncur rudal jelajah Kalibr-NK yang mampu menyerang target permukaan, pantai dan bawah air pada jarak hingga 2.600 km.

Kapal perang kelas ini memiliki bobot sekitar 4.000 ton, kecepatan 30 knot dan daya tahan 30 hari. Admiral Essen dipersenjatai dengan rudal jelajah Kalibr, sistem pertahanan rudal Shtil-1, artileri 100 mm A-190, artileri pertahanan udara, peluncur roket dan juga torpedo RBU-6000 serta membawa helikopter Ka-27 (Ka -31).

  2 Responses to “Fregat Armada Laut Hitam Berlatih Perang di Laut Mediterania”

  1.  

    sepertinya persiapan untuk menghadapi koalisi US, inggris, prancis di medit jika skenario serangan jat kimia kembali di gulirkan oleh koalisi ketika dimulainya serangan pemerintah suriah utk merebut idlib

    •  

      Cuma sekedar tau aja, bahwa ISIS adalah aset berharga yg dimiliki USA utk menjaga pengaruhnya di Timteng agar tetap langgeng.

      USA menggunakan isu senjata kimia utk menjegal Assad agar ISIS dan kroni2nya lebih mudah menguasai Suriah.