Fregat Gepard Canggih Vietnam, Hanya Sayang……Berasap

Fregat Gepard pesanan Angkatan Laut Vietnam saat ini sedang menjalani uji laut di Laut Hitam. Fregat dengan kemampuan lebih pada peperangan bawah air ini terlihat dilengkapi dua peluncur torpedo ditengah badan kapal.

Sebelumnya, media Rusia mengungkapkan fregat Gepard 3.9 Vietnam akan dilengkapi dengan sonar dan persenjataan anti kapal selam yang belum diketahui jenisnya. Diharapkan kedua fregat untuk Angkatan Laut Rakyat Vietnam akan diserahkan pada pertengahan tahun 2017.

Meski berukuran lebih besar dari Gepard lawas, Gepard 3.9 Project 11661E terbaru memiliki sistem otomatisasi lebih baik sehingga memungkinkan pengoperasian dengan menggunakan awak kapal yang lebih sedikit.

Selain dipersenjatai dengan tambahan rudal anti kapal selam , Project 11661E juga dilengkapi persenjataan meriam utama AK-176M, senjata pertahanan jarak dekat AK-630, meriam dan rudal anti pesawat Palma-SU dan rudal anti kapal Kh-35 Uran-E.

Selain tambahan sistem otomatisasi pengoperasian, Gepard juga dilengkapi mesin kombinasi diesel dan gas (CODOG) yang lebih baik karena mampu melaju hingga 29 knot (Gepard seri lawas 28 knot).

Hanya sayang, seperti menjadi kelemahan dari produk Rusia, hasil pembakaran mesin fregat Gepard terlihat sangat berasap. Meski menggunakan mesin kombinasi diesel or gas (CODOG) yang baru, cerobong mesin Gepard Vietnam mengeluarkan asap putih yang sangat pekat meski belum melaju dengan kecepatan penuh.

Kapal perang tua Rusia seperti kapal induk Admiral Kuznetsov dan destroyer Sovremenny class lazim mengeluarkan asap hitam pekat karena masih menggunakan mesin tua berbahan bakar minyak, tapi bagaimana dengan kapal perang ‘sangat’ baru yang ternyata juga mengeluarkan asap pekat?

Writer : Muhidin