Fregat Pertama Filipina BRP Jose Rizal Resmi Diluncurkan

10
133
Fregat BRP Jose Rizal (Foto : FRANCES MANGOSING)

Fregat rudal pertama yang dibangun untuk Angkatan Laut Filipina dipindahkan ke air untuk pertama kalinya, tujuh bulan setelah peletakan lunas pertamanya. Fregat BRP Jose Rizal (FF-150) diluncurkan pada hari Kamis dalam sebuah upacara di galangan kapal Hyundai Heavy Industries (HHI).

Kapal perang sepanjang 107 meter ini merupakan kapal perang terbaru Angkatan Laut Filipina yang mampu melakukan perang anti serangan udara, perang anti-permukaan, perang anti-kapal selam, dan peperangan elektronik.

Pemerintah Filipina menandatangani perjanjian dengan galangan kapal HHI untuk pembelian dua fregat seri ini seharga 16 miliar Peso pada 2016.

Wakil Menteri Pertahanan Raymundo Elefante, Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Benjamin Madrigal Jr., Panglima Angkatan Laut Wakil Laksamana Robert Empedrad, dan komandan Armada Filipina Laksamana Muda Giovanni Carlo Bacordo termasuk di antara delegasi Filipina yang menyaksikan tradisi angkatan laut.

Acara tersebut bertepatan dengan upacara peletakan lunas untuk fregat kedua, BRP Antonio Luna (FF-151).

Fregat pilihan Filipina dirancang berdasarkan fregat multi-role Incheon / FFX-I / HDF-3000 class milik Angkatan Laut Korea Selatan. Fregat akan dipersenjatai dengan canon super cepat Oto Melara 76mm dan canon otomatis SMASH 30mm.

Kapal-kapal akan dilengkapi dengan rudal permukaan-ke-udara dan permukaan-ke-permukaan, torpedo, peluncur dan sistem senjata untuk peperangan empat dimensi.

Setiap kapal mampu mengangkut lebih dari seratus perwira dan awak, juga dilengkapi dengan dek penerbangan di buritan untuk satu helikopter medium dengan berat hingga 12 ton. Hanggar juga akan dipasang untuk mengakomodasi helikopter.

Fregat juga akan dilengkapi dengan dua perahu karet cepat untuk operasi militer dan darurat di laut.

Kedua kapal akan memiliki kecepatan maksimum 25 knot, dan jangkauan operasi 4.500 mil laut dengan kecepatan jelajah 15 knot, dengan daya tahan operasional selama 30 hari.

Diharapkan fregat akan dikirim ke Filipina pada 6 September 2020 dan 6 Maret 2021.

Laksamana Empedrad mengatakan, kapal-kapal itu akan memperkuat pertahanan laut Filipina dan kemungkinan akan berpatroli di Laut Filipina Barat dan Filipina Rise.

“Memiliki fregat dulu hanyalah mimpi,” kata Elefante, yang membaca pidato yang dipersiapkan Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana yang tidak hadir di acara tersebut.

“Fregat yang kami peroleh akan berfungsi sebagai simbol yang bersinar dari orang-orang kami yang berasal dari ras pelaut yang bangga dan meningkatkan kemampuan kami untuk mempertahankan laut dan wilayah kami,” tambahnya.

Proyek akuisisi fregat untuk Angkatan Laut Filipina menarik perhatian pada akhir 2017 setelah Wakil Ketua Angkatan Laut saat itu Ronald Joseph Mercado dipecat karena mendorong merek sistem manajemen tempur tertentu untuk fregat (CMS).

Malacanang diduga melakukan intervensi dalam pemilihan sistem tempur CMS, mendorong Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat untuk menyelidiki masalah ini. Presiden Rodrigo Duterte kemudian mengungkapkan bahwa dia bertindak atas pengaduan oleh HHI.

Berbicara kepada wartawan di markas besar HHI di Seoul pada hari Selasa, chief executive officer dan presiden Sam Ka membantah mendukung pemilihan system CMS, menurutnya perusahaannya tidak memiliki pengaruh untuk melakukannya.

News.Info

10 KOMENTAR

  1. Indonesia Belum Punya Pregat Destoyer Sama sekali… 1 ( satu ) pun belum ada Batang hidungnya , Padahal Indonesia Negeri Kepulauan dan sangat membutuhkan Kapal perang Destoyer yg Cangggih…Minimal Indonesia Punya Destoyer sebanyak 100….Apabila ada ancaman Invasi di Perairan Indonesia , Maka Destoyer inilah momok yg menakutkan ,,,,Apalagi dibantu sama KCR juga sangat menakutkan

  2. Sangat mendukung jika angkatan laut Filipina makin kuat bisa bahu membahu dengan TNI AL memperkuat maritim kawasan, Filipina sepertinya ingin spt Indonesia tidak mau terlalu tergantung Barat, ingin bersahabat juga dengan Rusia dan memperkuat diri dari arogansi Cina di LCS

    • Tapi dah full armory tu bang jadi misal duel dengan sigma walau lebih good looking bisa jadi sigma gelagepan juga tuh, senapan mesin 30 mm nya ja otomatis bandingkan dengan senapan mesin Vector G12 amunisi 20 mm milik sigma class kita masih manual, rudalnya 8 VLS dan 2×2 ASM sementara sigma hanya 4 MBDA Excocet, sepertinya jujur harus kita akui lebih lethal ni fregat Filipina

      • Sigma 10514 itu PKR, dimensinya nya aja lebih besar kok gan, kl dari persenjataan jg lebih baik terutama dari sisi AAW krn udah ada 12cell vls mica & ciws millenium gun, bandingin dg brp jose rizal yg hanya dilengkapi 8vls itupun cuma mistral isinya. Kl yg lain +- sama spt 2×4 exocet mm40, main cannon otmel 76mm super rapid gun. Kl dr sisi radar & sensor ane kurang ngerti.

      • Sigma 10514 itu PKR, dimensinya nya aja lebih besar kok gan, kl dari persenjataan jg lebih baik terutama dari sisi AAW krn udah ada 12cell vls mica & ciws millenium gun, bandingin dg brp jose rizal yg hanya dilengkapi 8vls itupun cuma mistral isinya. Rudal anti permukaan PKR jg lebih banyak 2×4 exocet mm40 bandingin brp jose rizal yg hanya 2×2 , main cannon otmel 76mm super rapid gun sama. Dr sisi radar & sensor ane kurang ngerti.