Dec 052016
 

Iver Huitfeldt (Mtlarsen)

EDISI 2: Pilihan untuk Akuisisi

Program peremajaan dan peningkatan kapal perang TNI AL terus berlanjut.  Setelah sukses dengan akuisisi  dan TOT kapal korvet Sigma, Diponegoro Class, kini Departemen Pertahanan mencari pengganti frigat Van Speijk Class (produksi belanda tahun 1967). Program pengadaan frigatakan ditenderkan awal tahun 2017 ini.Saat ini TNI AL mengoperasikan 6 frigat Van Speijk Class (salah satunya KRI OWA yang berhasil diinstal rudal Yakhont/P-800 Oniks).

Tekat pemerintah untuk membeli alutsista baru lengkap dengan persenjataan dan berdasarkan kebutuhan user beberapa kali disampaikan Presiden. Amanat undang-undang mengharuskan TOT dan atau offset mencapai 35%, memberikan tantangan bagi Departemen Pertahanan untuk menyeleksi alutsita yang akan dibeli. Dalam artikel ini, penulis mencoba untuk menyajikan beberapa tipe frigat yang kemungkinan salah satunya akan diakuisisi TNI AL.

Setiap produk pasti ada kelebihan dan kekurangannya.Pilihan frigat yang penulis tampilkan didasarkan pada efek penggentar dan kemungkinan akuisisi dikarenakan sudah adanya tawaran dari pihak produsen ataupun adanya hubungan baik antara NKRI dengan negara produsen. Sehingga fungsi imbangan kekuatan dengan negara-negara di kawasan dan proyek kemandirian alutsista dalam hal ini frigat akan tercapai.

I. Iver Huitfeld Class (Denmark)

image001

Frigat ini paling banyak divaforitkan untuk diakuisisi TNI AL. Kemampuannya yang disebut –sebut sebagai Light Destroyer ini diakui sebagai peringkat keempat frigat paling mematikan versi Defencecyclopedia. Fleksibilitas untuk melakukan TOT mulai dari perancangan hingga produksi di galangan kapal dalam negeri memberi nilai plus. Plug & Play persenjataan dan sensor dibangun melalui modul-modul dengan “isi” sesuai keinginan TNI AL. Plug & Play modul juga mempersingkat waktu perbaikan. Perkiraan harganya 325 juta USD kapal saja dan diperkirakan 650 juta USD  full armament.

Diproduksi oleh galangan kapal Odense Staalskibsvaert Baltija Shipbuilding Yard, Denmark, memiliki bobot 6.645 ton, panjang 138,7 m, lebar 19,75 m. Mengandalkan 4 mesin diesel MTU 800 20V M70, masing-masing berkekuatan 8,2 MW mampu melaju hingga 30 knot, jelajah hingga 9.000 mil (17.000 km) pada kecepatan 18 knot. Dilengkapi hangar dan dek untuk helicopter hingga 20 ton (dek Sigma class hanya 10 ton).

Sensor dan processing system yang digunakan:

  1. Radar permukaan dan udara jarak jauh Thales Nederland Smart-L
  2. Radar penjejak dan pengarah permukaan dan udara Thales Nederland APAR (L band).
  3. Radar survailans dan pengarah helicopter Terma SCANTER 6000.
  4. Atlas ASO 94 hull mounted sonar.
  5. SAAB CEROS 200 fire control radar`
  6. ES-3701 Tactical Radar ESM.

Pertempuran Elektronic dan Pengecoh (decoy):

  1. 4×12 barreled Terma DL-12T 130 mm decoy launchers.
  2. 2×6 barreled Terma DL-6T 130mm decoy launchers
  3. Seagnat Mark 36 SRBOC.

Persenjataan

  1. 4x Mk41 VLS dengan lebih dari 32 SM-2 IIIA SAM (rudal anti pesawat).
  2. 2x Mk56 VLS dengan lebih dari 24 RIM-162 ESSM.
  3. 8-16 Harpoon Block II SSM.
  4. 1 Oerlikon Millenium 35 mm Naval Revolver Gun System CIWS.
  5. 2 OTO Melara 76 mm.
  6. 2x dual MU90 Impact ASW (anti kapal selam) torpedo launchers.

II. Gowind Class atau Aquitaine Class (DCNS Perancis).

Perusahaan DCNS, Perancis sudah menyatakan akan mengikuti tender dengan menawarkan Gowind Class. Belum ada informasi tentang frigat yang akan ditawarkan, apakah memiliki spek yang mirip dengan yang dipesan Malaysia atau lebih tinggi speknya. Untuk spek Gowind yang dipesan Malaysia, bisa dilihat di tulisan edisi 1. Untuk TOT, DCNS sanggup membangun kapal di galangan Indonesia.

DCNS sebenarnya memiliki frigat multi misi FREMM Aquitaine Class yang dikembangkan bersama Italia (Carlo Bergamini Class).Perbedaannya, versi Perancis lebih kuat pada serangan misil balistik untuk serangan darat (jarak hingga lebih dari 1.000 km), sedangkan versi Italia kuat di anti kapal selam. Menurut penulis, pilihan DCNS menawarkan Gowind kurang menarik, karena negara tetangga juga mengakusisi dan mendapat tawaran untuk produksi lokal.

image002

Angkatan Laut Perancis memesan 11 kapal Aquitaine Class ini hingga tahun 2020.9 kapal dengan spek multi misi dan 2 kapal dengan spek lebih kuat pertahanan udara dengan mengurangi kemampuan serang darat.Memiliki bobot 6.000 ton dengan panjang 142 m dan lebar 20 m.Propulsi menggunakan kombinasi diesel-elektrik dan turbin gas (CODLOG) yang mutakhir. 2×2,5 MW motor elektrik yang senyap untuk anti deteksi kapal selam dan 1×32 MW turbin gas LM2500 mampu melaju dengan kecepatan 27 knot dan mampu berlayar hungga 6.000 nm (11.000 km).

Sistem radar dan sensor:

  1. Thales Herakles passive array yang beroperasi pada S band dengan jangkauan 250 km untuk deteksi udara dan permukaan serta control penembakan rudal SAM Aster.
  2. Vigy MM electro optic untuk control penembakan kanon 76 mm.

Sistem persenjataan:

  1. 16 VLS A43 untuk rudal medium SAM Aster-15.
  2. 16 VLS A70 untuk rudal jelajah Scalp untuk serangan darat dengan jangkauan lebih dari 1.000 km.
  3. 8 Exocet Blok 3 rudal anti kapal dengan jangkauan lebih dari 200 km.
  4. 2 tabung kembar untuk torpedo MU90.
  5. 1 kanon Oto Melara SRGM 76 mm untuk tembakan permukaan dan udara dengan jangkauan 15 km.
  6. 3 Nexter Narwhal 20B 20 mm RWS untuk tembakan jarak dekat.

Selain kemampuannya membawa rudal balistik, Aquitaine dan Carlo Bergamini Class memiliki radar tunggal yang di fregat lain memerlukan minimal 2 radar untuk operasional pelacakan dan mengarahkan rudal ke target. Mungkinkah TNI AL mengakuisisinya mengingat harganya yang 745 juta USDdan merupakan senjata terbaru NATO.

 

III. Admiral Gorshkov Class (Severnoye Design Bureau, Rusia).

image003

Admiral Gorshkov Class (Project 22350) disebut-sebut sebagai kapal perang paling seimbang antara persenjataan dan sensor dan merupakan contoh yang sempurna dari Multi Role Frigat modern. Mempunyai kelebihan pada tiga matra sekaligus yaitu anti serangan udara, anti kapal selam dan pertempuran kapal perang serta kemampuannya meluncurkan rudal balistik. Rusia berencana membangun 15 kapal untuk armadanya, 1 unit selesai dibangun dan 3 unit masa konstruksi. Untuk versi ekspor, kemungkinan masih menunggu beberapa tahun kedepan. Informasi harga tanpa persenjataan adalah 320-400 juta USD.

Berat sekitar 5.000 ton, panjang 135 m, lebar 15 m. Mengandalkan kombinasi disel dan turbin gas terdiri dari 2 mesin disel yang masing-masing menghasilkan 3,9 MW dan 2 turbin gas M90FR masing-masing menghasilkan 20,5 MW. Total tenaga yang dihasilkan 49 MW, melaju dengan kecepatan max 29,5 knot dan jelajah hingga 8.980 km.

Sensor dan processing yang digunakan:

  1. Poliment 5P-20K, radar AESA multi fungsi (S-band) untuk mencari target udara dan permukaan sekaligus mengarahkan rudal SAM.
  2. Furke-4 radar yang ditempatkan pada bagian atas radar utama untuk mengetahui volume target.
  3. Monolit 34K1 radar pencari target permukaan dan mengarahkan rudal anti kapal.
  4. Puma radar pengontrol tembakan untuk kanon 130 mm dan Palash CIWS.
  5. Zarya M dan Vinyekta mounted array sonar yang terintegrasi dengan helicopter Ka-27 untuk pencarian kapal selam.

Sistem Persenjataan:

  1. 1 buah kanon A-192M 130mm
  2. 16 VLS sel multi fungsi yang dapat diisi dengan rudal anti kapal P-800 Oniks (jangkauan 300-500 km), rudal Kalibr-Nk rudal permukaan ke darat (jangkauan 2.500 km), rudal anti kapal selam 91RTE2 (jangkauan lebih dari 50 km),
  3. Pertahanan udara jarak jauh dengan 32 Redut VLS sel untuk 32 rudal 9M96E dengan jangkauan 40-120 km.
  4. 2 Palash CIWS dengan Gatling gun 30 mm yang terintegrasi dengan system pengontrol tembakan elektro-optik dan 8 rudal SAM jarak pendek,
  5. 2 senjata otomatis 14,5 mm.
  6. 2×4 tabung torpedo anti kapal selam Paket-NK.

 

IV. De Zeven Provincien (Belanda)

image004

Frigat yang sangat kuat untuk pertahanan udara ini pernah didemonstrasikan oleh NATO untuk mencegat rudal balistik yang ditembakkan oleh kapal perang USA dari jarak lebih dari 500 km. Dengan berat 6.000 ton, panjang 144,24 m, lebar 18,8 m mengandalkan tenaga dari kombinasi disel dan turbin gas. 2 buah diesel Wartsila masing-masing menghasilkan 4,2 MW dan 2 buah turbin gas Rolls Royce Spey masing-masing menghasilkan 18,5 MW. Totalnya meghasilkan 45,4 MW.Mampu melaju dengan 30 knot dan jelajah hingga 4.000 nm (7.400 km).Harganya diperkirakan 532 juta USD belum termasuk persenjataan dan sekitar 825 juta USD dengan persenjataan. Dilengkapi dengan 1 buah helicopter NH-90.

Sensor dan Procesing

  1. Sensor utama 4 muka APAR. Radar AESA multifungsi (X -band) mampu melakukan deteksi 360 ?.
  2. Thales SMART-L, radar AESA L-band untuk mendeteksi dan mencari obyek diudara serta rudal balistik dangan jangkauan lebih dari 400 km (versi terbaru hingga 2.000 km) mampu menjejak hingga 1.500 target bersamaan.
  3. Atlas Elektronik DSQS-24C hull mounted sonar untuk deteksi kapal selam.

Persenjataan

  1. 40 sel Mk41 VLS berisi 32 SM-2 IIIA rudal SAM (1 rudal setiap sel) dan 32 rudal anti kapal Sea Sparrow (4 rudal setiap sel).
  2. 1 kanon Oto Melara 127 mm.
  3. 2 buah Goalkeeper CIWS dengan Gatling gun 30 mm mampu menembak 3000 rpm.
  4. 2×4 peluncur untuk 8 Harpoon anti kapal.
  5. 2x peluncur torpedo kembar MK46 anti kapal selam.

 

V. Sachsen Class (Thyssen Krupp Marine, Jerman)

Pertama kali dibangun oleh Blohm and Voss Shipyard di Hamburg November 2004, kapal kedua oleh Howardwelke-Deutsche Werft dan kapal ketiga dibuat oleh Thyssen Nordseewerke.Frigat ini dibangun dengan perjanjian trilateral untuk pengerjaan di masing-masing negara. Royal Schelde, Belanda berupa De Zeven Provincien Class dan Navantia, Spanyol yaitu  Alvaro de Bazan Class. Sachsen Class harganya mencapai 1,06 milyard USD.

Sachsen Class memiliki berat 5.800 ton, panjang 143 m, lebar 17,4 m. Sistem propulsi menggunakan kombinasi diesel dan turbin gas (CODAG). Mampu melaju hingga 29 knot dan jelajah hingga 4.000 nm.

 

image005

Sensor :

  1. Thales SMART-L (L/D band) radar udara permukaan 3D jangkauan lebih dari 400 km mampu melacak 1.000   target   udara dan 100 target permukaan.
  2. Thales APAR I/X-band mengcover area pertahanan hingga 150 km dengan ICWI memandu 32 rudal sekaligus saat menyerang lawan.
  3. Rheinmetall Multi Sensor Platform MSP 500 radar dan pemandu tembakan siang dan malam, jangkauan hingga 40 km.
  4. STN Atlas Marine Elektronik 9600 M radar navigasi dan sensor elektronik terkoordinasi dengan CIWS untuk control penembakan perang asimetrik hingga 40 target.

Pertempuran elektronik:

  1. FL 1800S-II EADS System & Defence Electronic.
  2. SAM Electronics DSQS-24B bow-mounted sonar.

Combat Management System:

  1. Thales TACTICOS AAW cluster yang mengkombinasikan SMART-L, APAR, SIRIUS, peluncur Mk41 untuk ESSM dan SM-2 serta CIWS.

Persenjataan:

  1. 3×8 VLS Raytheon Mk41 diisi 24 SM-2 Block IIIA SAM (RIM-66M-2) dengan jangkauan 167 km dan kecepatan Mach 3,5.
  2. 1×8 VLS Raytheon Mk41 diisi 4×8 Evolved Sea Sparrow Missile (ESSM) jangkauan 50 km kecepatan mach 4 untuk mencegat rudal anti kapal lawan.
  3. 2×21 Mk49 Guided Missile Launching System (GMLS) dengan misil RIM 116 RAM untuk anti pesawat dan rudal jangkauan mencapai 9 km dan kecepatan mach 2.
  4. 2×4 peluncur Mk141 untuk rudal anti kapal Harpoon RGM-84D jangkauan 120 km, kecepatan sub sonic mach 0,9.
  5. 2×3 peluncur torpedo Eurotorp B515 324 mm untuk torpedo MU90 anti kapal selam konvensional maupun nuklir dengan kecepatan 29-50 knots jangkauan 12-25 km, kedalaman 1.000 m.
  6. 1 kanon Oto Melara Compatto 3in 76,2 mm jangkauan hingga 16 km kecepatan hingga 100 tembakan per menit. Tipe terbaru menggunakan Oto Melara 12764 LW- Vulcano.
  7. 2 senapan Rheinmetall MLG 27 RWS (remote weapon system) 27 mm kecepatan hingga 1.700 tembakan per menit jarak efektif 2.500 nm.
  8. 1 unit senapan berat M2HB 12,7 mm jarak efektif 1.830 nm dan kecepatan tembakan 600 per menit.
  9. 1 unit senapan ringan Rheinmetall MG3 7,62 mm jarak efektif 1 km dan kecepatan 1.000-1,300 tembakan per menit.

Pengecoh (decoy):

10. 4 peluncur Mk137 dengan BAE System Mk36 SRBOC.

11. Hangar dan deck untuk  helicopter Sea Lynx Mk 88A atau 2 helikopter NH90. Helikopter dapat dilengkapi dengan torpedo MU90 atau rudal ASM Sea Skua dengan jangkauan tembakan 25 km.

Dari lima frigat di atas, apabila persenjataan sesuai standart Admiral Gorshkov adalah pilihan utama. Kemampuannya menyerang daratan hingga 1.500 km, memberikan alternative serangan balik apabila ada ancaman dari negara lain. Persenjataan lengkap dan seimbang, mobilitas bagus, harga kompetitif dan hubungan baik antar dua negara dan keinginan Rusia meningkatkan eksport alutsista merupakan pilihan rasional untuk akuisisi. Namun, periode ini belum ada pembelian alutsita yang signifikan dari Rusia menimbulkan tanda tanya hambatan apa yang terjadi. Apakah syarat TOT ataukah hal lain.

Pilihan kedua adalah De Zeven Provincien, Belanda atau Sachsen, Jerman. Alasan logisnya adalah frigat yang sangat “berotot” apabila konfigurasinya standart dan hubungan baik dua negara. Dengan Belanda, sudah ada TOT Sigma Class, sedangkan dengan Jerman beberapa kali terjadi transaksi alutsista kelas berat. Namun harganya relatif mahal dan kemungkinan protes oleh NATO. Parlemen Belanda juga pernah menentang pembelian Leopard MBT dengan alasan HAM.

Pilihan ketiga adalah Iver Huitfeld. Tidak “sekekar” frigat yang lain, namun kemudahan proses akuisisi dan TOT baik dari pabrikan maupun pemerintah Denmark memberikan nilai positif. Harganyapun relatif kompetitif. Hanya saja “isinya” yang merupakan produk negara lain bisa menghambat akuisisi. Jalan keluarnya tentu kemampuan mencangkok persenjataan dari negara alternatif.

Penulis tidak memilih Aquitaine karena kabarnya DCNS hanya menawarkan Gowind untuk fregat. Perlu juga diperhatikan produk China, India dan Korea Selatan yang bisa juga menjadi alternatif. Produk China terkenal karena murah. Korea Selatan hubungan yang sangat baik untuk TOT alutsista kelas berat. Shivalik Class India yang sudah diinstal Brahmos.

Jadi, Frigat apa yang menurut anda akan diakusisi Indonesia ? Mari kita diskusikan di forum ini.

Penulis : Pak Dhe

(Dikutip dari berbagai sumber)

  119 Responses to “Frigat Apa Yang Akan Diakusisi TNI AL ? (2)”

  1. Pertamax

  2. Iver…
    Melihat Dr segi kemudahan…hehehe

    • Iver menu wajib. Kalau setelah Iver masih bisa beli lainnya, beli yg TOT-nya segambreng, berkualitas, tanpa syarat (gak neko-neko)

    • Kalo saya pertama fregat KDX korea sesama negara asia apalagi kita sudah banyak kerjasama militer kapal KDX sudah dipasang RIM 116 ram serta rudal VLS ada depan dan belakang sangat kuat untuk pertahanan udara mengingat kapal kita soal pertahanan udara masih lemah, yg kedua belanda kita sudah ada kerjasama fregat sigma selanjutnya rusia demen dgn rudal kalibrnya serta denmark yg janji TOT.

  3. Yang dari Rusia kabarnya bukannya udah ada dimari

    Pas indodef kemaren ga dibawa pulang lagi kan? Langsung ganti ktp heheheh apa gimana?

  4. pilihan ane no 3 …

  5. de zeven provincien !

  6. Kenapa indonesia tidak mengembangkan sendiri contohnya saja kelewang, bisa saja dikasih jeroan dan senjata yg mempuni si jago mogok amrik mungkin dak ada apa apanya… terus kalau kita beli banyak kaprang kenapa kita harus pusing sama tetangga sedangkan tetangga pada borong alutsista kita pun diam karena mau beli tidak cukup uang….

    • jaman sekarang udah gak lagi mikirin belanja tetangga bung, yang jadi pikiran: DUITE SOPO??? 😆

      • ini orang masih aja mengikuti pola lama…duite sospo.

        lah lihat tuh zaman SBY bisa membeli kapal2…LPD, SIGMA korvet, bung tomo kelas korvet, sukoi 27/30, T50 GE, dll…itu duite negara…dan zaman itu SBY mampu melunasi hutang2 luar negeri.

        lah kalau zaman sekarang hutang aja bejibun….masak gak bisa beli yg gahar2?

        negeri ini seluas daratan eropa barat lhoh…..dan lebih kaya SDA nya dibandingkan mereka.

  7. Mungkin pilih Iver class dengan adanya penawaran ToT serta plug & play dari Produsen nya bisa jadi alternatif utk mengganti isian kapal misalnya rudal dari MBDA ato Saab

  8. Tanyai satu satu mana yg mau kasi TEOTE yang paling banyak…mana yg paling flexible bisa dg senjata barat dg timur..

    Kalo ada bau bau rudal balistik itu kayaknya sangar..

  9. Kita sbg warjag pengennya admiral gorshkov, tetapi spt yg kita tau, bahwa apa yg selalu jd keinginan rakyat, pasti ditolak mentah2, jadi menurut sy jika melihat kekuatan dan persenjataannya, gorshkov lah yg paling pantas utk diakuisisi….sekian dan trimakasih…

  10. Ane pilih iver …

  11. @Pakdhe
    Anda butuh jawaban fansboy atau jawaban realistis??xixixixixi

  12. Mengingat yg dikejar adalah jumlah maka yg saya pilih adalah fregat jenis :

    Iver Huitfeld sebanyak 4 unit..

    Van Speijk class ada 6 unit dan mau diganti.

    Jika Iver Huitfeld adalah penggantinya maka 6 Van Speijk class ini akan diganti oleh :

    1 unit Iver mengganti 1 unit Van Speijk.
    1,5 unit PKR mengganti 1 unit Van Speijk (lihat hitungan di seri 18 : 1 unit fregat adalah setara dengan 1,5 unit Light fregat).

    Jadi :

    1 Iver x 4 Van Speijk = 1 × 4 = 4 Iver.

    1,5 PKR x 2 Van Speijk = 1,5 × 2 = 3 PKR.

    Sekarang yg sudah jadi adalah 2 unit PKR.

    Jadi kurang 1 unit PKR lagi sehingga bisa mendapat 3 unit PKR untuk mengganti 2 unit Van Speijk.

    Maka menurut Kontan terdapat anggaran untuk 1 unit PKR lagi di periode ini.

    Sedang menurut Kontan terdapat USD 780 juta pinjaman luar negeri untuk pembelian fregat.

    Jika USD 780 juta itu adalah 60%nya maka :

    780 ÷ 0,6 = 1300

    Total pembelian fregat usd 1300 juta.

    Harga Iver kosongan tanpa senjata USD 325 juta per unit.

    1300 ÷ 325 = 4

    Jadi 4 unit Iver Huitfeld dan 3 unit PKR Sigma adalah pengganti 6 unit Van Speijk Class.

    Lho berarti 4 unit Iver itu kosongan ?

    Ya. Sementara kosongan saja. Khan kapalnya belum dibangun. Makanya dibuat sistem plug and play. Senjata (rudal)nya menyusul supaya tidak cepat expired.

    Lha Van Speijk Class akan dikemanakan ?

    Tetap akan dipelihara dan akan jadi kapal fregat cadangan saja.

  13. Mengingat yg dikejar adalah jumlah maka yg saya pilih adalah fregat jenis :

    Iver Huitfeld sebanyak 4 unit..

    Van Speijk class ada 6 unit dan mau diganti.

    Jika Iver Huitfeld adalah penggantinya maka 6 Van Speijk class ini akan diganti oleh :

    1 unit Iver mengganti 1 unit Van Speijk.
    1,5 unit PKR mengganti 1 unit Van Speijk (lihat hitungan di seri 18 : 1 unit fregat adalah setara dengan 1,5 unit Light fregat).

    Jadi :

    1 Iver x 4 Van Speijk = 1 × 4 = 4 Iver.

    1,5 PKR x 2 Van Speijk = 1,5 × 2 = 3 PKR.

    Sekarang yg sudah jadi adalah 2 unit PKR.

    Jadi kurang 1 unit PKR lagi sehingga bisa mendapat 3 unit PKR untuk mengganti 2 unit Van Speijk.

    Maka menurut Kontan terdapat anggaran untuk 1 unit PKR lagi di periode ini.

    Sedang menurut Kontan terdapat USD 780 juta pinjaman luar negeri untuk pembelian fregat.

    Jika USD 780 juta itu adalah 60%nya maka :

    780 ÷ 0,6 = 1300

    Total pembelian fregat usd 1300 juta.

    Harga Iver kosongan tanpa senjata USD 325 juta per unit.

    1300 ÷ 325 = 4

    Jadi 4 unit Iver Huitfeld dan 3 unit PKR Sigma adalah pengganti 6 unit Van Speijk Class.

    Lho berarti 4 unit Iver itu kosongan ?

    Ya. Sementara kosongan saja. Khan kapalnya belum dibangun. Makanya dibuat sistem plug and play. Senjata (rudal)nya menyusul supaya tidak cepat expired.

    Lha Van Speijk Class akan dikemanakan ?

    Tetap akan dipelihara dan akan jadi kapal fregat cadangan saja.

    Xixixixi

  14. beli groskhov aje pak memteri

  15. BBOORROONGH..SEMUANYAAA…BELI 100 UNIT MASING2 MERK..SEDIAKAN DANA 3000 TRILIUN KALO NKRI PENGEN KUAATT…

  16. tidak pernah disebutkan TNI AL berminat terhadap Admiral Gorshkov, padahal cuma fregat ini yg paling pas dimiliki harga kompetitif sudah full armament semua perlengkapan dibuat di satu negara Rusia bukan negara gado-gado jadi tinggal beli satu paket selesai sudah, tapi kalau kita mempersulit diri sendiri dengan TOT sampai lebaran kuda (maaf) jangan berharap kita bakal memiliki fregat kuat, pasrah saja lah dengan nasib yang kita rencanakan buat kita sendiri, khas bangsa ini meremehkan ancaman nyata lagian memang aslinya juga gak punya dana buat beli pastinya ya

  17. Beli 6 iver huitfeltd plus 4 groskhov itu baru mantap

  18. Semua pilihan diatas sama baik bagus menurut saya,tapi kalau boleh saya kasih sedikit saran,kenapa gak di manfaatkan design yang sudah ada,seperti PKR Sigma 105 kita.tinggal di design ulang panjang dan lebarnya.bentuknya juga sangat sangat bagus.akan tetapi kembali lagi kepada pemerintah,khususnya Kemenhan,Frigat yang mana nanti yang akan di akuisi oleh Kemenhan.

    • @Antu Banyu
      Sigma seri mau dimelarin teknologinya mentok bung.. sementara user maunya kapal yg lebih gede.. kalopun mau ngikutin yg user mau tuh Sigma banyak yg berubah,, ujung2nya yg ditawarin DZP.. sementara mau beli DZP mentok lg di budget.. makanya ngelirik yg lebih murah tp teknologinya kagak jauh beda sama yg sebelumnya dipesen..

      Sementara yg kemarin dilirik sambil selfie ada minusnya juga,, trutama masalah desain hull yg bantet bngt sama armamentnya,, bisa dicantelin apa kagak tuh dikapal.. makanya masih galau..

      Sebenernya kalo udah dpt teknologinya itu minus bisa diatasin,, dgn pengembangan kapal selanjutnya di MEF 3..

      kalo ada budget gede mah itu buyan M sama Admiral Gorshkov udah diborong dipindahin ama pabrik2nya dimari dari kemarin.. kagak pake galau2an lagi..

  19. Kayanya punya om putin adalah pilihan tepat seandainy memungkinkn untuk tot sbb hrg yg ckup kmpettif dn sangar mengingat persenjataan yg di usung dn kelebihn ny di tiga matra skligus.
    Yg kedua iver clss pilihan ckup logis sbgmn yg udah di babar diatas.
    Kandidat trahir adalah adlh de zeven sbgi hrga mati jika ssuai stndar..

  20. Pakdhe….kok KDX nggak masuk nominasi.bukankah kita & korsel telah lama menjalin hubungan pertahanan atas dasar kesetaraan serta saling menguntungkan?????piye to…

    • Yup Bung Tempakul.
      KDX menurut saya adalah kuda hitam dalam pacuan ini (catatan paling bawah).
      Jadi, Bung Tempakul jagonya yang mana?

      • Bagi ane sich…adalah sebuah dilema,pakdhe.disatu sisi iver huitfeld sistem plug & playx mantap.tot sudah pasti dari denmark ke kita.cman persenjataannya itu loh.kurang gahar.sedang KDX class persenjataan nggak usah ditanyakan lagi(gudang amunisi yg berjalan ditengah lautan).cman atu yg ane sesalkan.secara ini destro kan pengejawantahan dari Arleigh burke class.ini kan tekno ameriki tumplek smua dalam destro tersebut.apa iya ASU mau berbagi tekno dengan kita yg notabene bukan sekutunya????monggo pakdhe..wess dibabar

  21. Masing2 beli 1 dulu….

  22. Beli Iver lebih hemat

  23. Keinginan saya pribadi kaprang Frigatnya yang extra besar, agar dapat di instal minimalnya SM-2 Block IIIB dan Club-S, jangan lupa radar + avionicnya yang ber-range jauh dengan teknologi yang terbaik.
    Mengenai brands it’s up to you.
    ToT Ofset di alihkan ke rudalnya.
    Thats it…

  24. klo menurut ane sih,

    Iver Huitfeld Class KREEN apa lagi sudah dijamin atas penawaran TOT dan instalasi dimana semua pihak bekerja dengan mengacu pada database yang sama, sehingga memaksimalkan proses ToT dari mulai tahap perancangan hingga tahap perakitan kapal di Indonesia. minusnya apakah ilmu yg sudah diserap jika di mix teknologi sigma bisa diterapkan pada iver nantinya lompatan menuju destroy atau frigat made in RI?

    De Zeven Provincien MANTAP apa lagi basic yg terserap sdh ada dr PKR SIGMA, agar tidak sulit dlm penyesuaian teknologi dan instalasi jd tinggal rancang, sesuaikan, kemudian bangun prototype destroy made in RI utk kedepan. minusnya apakah damen masih mau ngasi ToT lagi sprti SIGMA?kmarenkan alot sampai2 RI di PHPin si nyonya mneeer. (sakitnya tuh disini)

    Admiral Gorshkov Class he..cuma bisa nelen aer liur ngeliatnya apalagi lototin tentengannya.. STRONG!!
    minusnya apakah yakin Rusky mo ngasi ToT kalo beli cuma 2-4 unit?

    Gowind??? sorrrrrry la yaw..

  25. Kalau yg paling realistis memang iver class, harga tdk mahal dan gahar plus teknologi yg terbaru,
    Kalau gorshkov class mah saya ragu kita bisa di kasih t.o.t.
    Nah kalo dananya ada dan pemerintah mau sih ya DZP class aja, lebih baik dari iver, dan T.O.T kemungkinan besar pasti dikasih oleh belanda jika kita beli 4 unit, 2 unit diproduksi di belanda dan 2 unit sisanya di produksi di indonesia,

  26. ane kira pendapat si @meong garong ada benarnya kombinasi barat dan timur sesuai foreign policy kita lagi pula Gorshkov class adalah gestur TNI AL yg sebenarnya , kalo saya lebih flexible iver Danish min dengan system plug and play & TOT itu kita bakal bikin kapal 2 biji dalam 2,5 tahun ya berkaca dari PKR & LPD, dan bisa bikin 20 biji untuk proporsi kebutuhan MEF. mudah2 an bisa realisasi

  27. Susah amat sih, ubah aja UUnya biar kalo beli ketengan gak perlu minta syarat ToT. Kan mayoritas fraksi sekarang jadi pendukung pemerintah. Satu lagi, Karena ada MTCR maka batasan rudal yg bisa diekspor jangkauannya cuma 500km saja. Gak usah bayangin bisa beli Kalibr yg jangkauannya 2.500km krn ntar juga bakal disunat jangkauannya ampe 300km aja. RBS masih lumayan karena jangkauannya pas di 500km. Kalo mw ToT kapal dan senjata khususnya rudal ya sama Korsel aja. KDX III Sejong de Great, itu udah gak lagi kelas heavy fregate/light destroyer tapi dah Destroyer murni. Nah, kalo brahmos/yakhont buat nambah2 aja. Itu kalo ngejar ToT, kalo UUnya bisa diubah dan gak terlalu maksa harus ToT ya baru deh borong Ghorskov atw Peter The Great sekalian aja biar maknyuss..

  28. Coba kalo KRI Irian masih ada, bisa minta diganti turetnya sama Rusia buat dipasang VLS rudal S300 PMU, Yakhont, OSA MA, radar AESA, RBU 6000, meriam kaliber 130, sama mesinnya pake nuklir biar manteb. Sayang udah keburu ilang.

  29. Sachsen, De Zeven Provincien, Admiral Gorshkov dan Iver Huitfeld.
    Mohon maaf, saya tidak vote Gowind Class atau Aquitaine.

    Untuk Frigat Sachsen, DZP dan Iver H, lebih dahsyat jika di instal SM-2 Block IIIB.
    Untuk Admiral Gorshkov rudal Club-S variant export rangenya di batasi hanya 300 km.

    Pertanyaannya “All in / full armament” atau “Kosongan”…???
    PKR Sigma kita saja armament-nya masih belum lengkap.

  30. Borong semuanya…. utk diletakan masing masing pulau, disumatra freegat dari Rusia, dikalimantan fregatnya France, dijawa freegatnya netherland, ditimur fregatnya Denmark, utk Korvet tiap Provinsi diletakin satu korvet bung tomo Clas dan dicampur dgn Puluhan KCR….. jossss toooh

  31. Menurut saya pribadi intinya gini…yang menjadi efek GENTAR jika orang berkelahi bukan dia bisa mengimbangi…TAPI BISA SERANG BALIK..jika orang berkelahi lho…jika kamu dipukul jangan ditangkis aja..PUKUL BALIK..KALO PERLU PUKULAN YG VITAL…KARENA POSISI KITA BERKELAHI…woke kita minim anggaran..pengen kapal yg lebih gede,untuk kemajuan perkapalan kita..jadi sekali lempar kena 2..pilih beli kosongan yg paling murah dan yg bisa digarap di Indonesia,isiannya bebas harus sesuai selera Indonesia..saya yakin isiannya paling bagus setara gorshkov..tapi kita lihat juga isian PKR 105 kita apakah benar2 mumpuni jika untuk mengawal Gorshkov..itu juga harus dipersiapkan..karena Gorshkov pembawa aset mahal..sayang kalo pelindung2 nya tidak kuat..bisa amblas ditengah jalan waktu mengantar paketan ke negara yg dituju…jadi kemampuan PKR 105 sebagai kuncinya..kenapa Gorshkov kecepatannya diatas 25 Knot untuk kapal Segede dia…menurut saya untuk mengejar waktu lewat pintu belakang… kalo real Gorshkov diciptakan untuk bergerak sendiri,dan mungkin cukup ditemani 1-2 kapal selam saja..jadi atas bawah air sama2 bergerak saling menutup..jika salah satu hancur..paketan tetep datang..dari atas bisa dari bawah bisa….kenapa tadi sore saya beropini..tentang pembelian korvet saja..karena keterbatasan anggaran kita..jadi menurut saya sekali lagi kita harus memikirkan SERANGAN BALASAN jangan nangis doang!…itu lebih menggetarkan daripada beli kapal bermerk mahal…perbanyaklah dulu PKR 105,buatlah mumpuni persenjataannya untuk kelas dia…satu lagi ini penting juga..kalo kita menyatakan ingin beli Gorshkov..pasti kita ditekan secara politik dan diserang secara ekonomi..KEMAMPUAN TEMPUR KITA SECARA KESELURUHAN AKAN NAEK LEVEL JIKA KITA BISA MEMBALAS SERANGAN..TIDAK CUMAN BISA NANGKIS AJA..

  32. Iver mdh TOT,,tp armamennya ribet,hrs ambil dari ttgga sblh,,,,dari bang Ruski az,sy rasa klo kta lobi nya bgs psti di kasih.
    Apasih yang ga di ksh ke RI dari Rusia,,,
    Zaman dulu az kpl sekelas KRI Irian az kta dapat,,,,betul ga

  33. Kok saya lebih suka DZP yg diakuisisi. Dng harapan pd saat selesai dibangun, sdh rampung proyek rudal nasional yg utk anti kapal. Hubungan baik dng si londo meneer jg bagus, terbukti dng pembangunan PKR Martadinata class. Disamping itu selama ini pengadaan KRI terbaru yg buatan luar paling banyak dan sdh ada TOT nya hanya dr 2 negara saja yaitu negara londo meneer dan korsel. Itupun dari Korsel hanya kapal angkut. Jd jika ingin dikerucutkan sbg alasan pilihan jatuh pada DZP adalah selama ini KRI nya pake Meneer Londo Style. Kalo menyangkut harganya, pasti Meneer Londo kasi yg paket hemat punya tp moncer dan gahar.

  34. INDONESIA DARURAT KAPAL PERANG TYPE DESTROYER!!

  35. beli aja yg bisa kebeli boss..jgn berangan angan terlalu berlebihan,,,kita beli sja ivan class 6 unit plus tot…

  36. pilihan ane semua diambil (duwite sopo) utk totnya kan nggk mungkin salah satunya ngasih full tot kwkwkwkwkwk edisi ngimpi

  37. Pikirkan 3 armada TNI AL. Armabar saingannya sama 6 formidable singapura dan Destro China (palagan Natuna). Armateng saingannya Gowind 2500 Malaysia (front Ambalat) dan diperbantukan ke Natuna untuk menghadapi Destro dan AU China. Armatim saingannya adalah Anzac Class Australia.

    Flagship TNI AL jaman ORLA adalah KRI Irian dari Sovyet. Saya kira ini cocok digantikan dengan 2 Gorshkov Class. Kesamaan produk dengan sukhoi memudahkan komunikasi antara AL dan AU yang akan meningkatkan letalitas diatas laut.

    Sedangkan Armateng sebaiknya diisi dengan 2 kapal DZP dengan jarak jangkau relatif jauh, bisa diperbantukan ke Barat atau ke Timur. Berbasis di Surabaya yang sudah terkenal dengan pangkalan AL utama cocok untuk menyimpan kapal-kapal mahal. Keseimbangan antar armamen dan sensor cocok untuk misi multirole.

    Armabar yang dekat dengan pusat komando TNI sebaiknya dijaga dengan 2 kapal Iver Class. Jarak jangkau panjang sangat cocok jika diperbantukan ke timur. Untuk meningkatkan daya gempurnya sebaiknya diinstal NSM seperti Gowind. Jangkauan jauh juga cocok untuk perondaan dan misi SAR di samudra hindia yang terkenal berombak sangat tinggi.

  38. Pilihan nya sangat banyak…
    Semua nya bagus ….
    Bingung pilih nya ….

  39. Ada ujar-ujar yang menarik: Kapal dari Rusia kuat di serangan (attack), kapal dari blok barat kuat dipertahanan (defence)….

    • sbg negara non blok memang seharusnya kita adopsi sista gado² :

      1. beli buatan Rusia buat nimpuk buatan sekutu.
      2. beli buatan Sekutu (Europa) buat nimpuk buatan Rusia.
      3. buat mandiri yg mampu nimpuk semua produk manapun.

      ga usah khawatir ttg urusan link CMS utk 3 system berbeda, yg penting semua bisa komunikasi ke komando pusat sbg hub utk management semua sista.

      salam pak Dhe …

    • Digabungkan dalam sebuah formasi atau produk pak Dhe.kalo yg paling efisien??..,kalo pendapat saya dalam sebuah formasi..salken pak Dhe..

    • Salam hangat Bung den bdg dan bung INDO ELITE.
      Setuju dengan gado-gado Bung. Saya berpendapat, ketika sebuah negara menjual alutsista gaharnya, tentu sudah siap antidotnya. Gado-gado meminimalkan resiko.
      System pertempuran modern membutuhkan datalink yang realtime diantara semua matra. Penggabungan dalam formasi memiliki banyak nilai plus.

  40. Dari dulu beli Alutsista gahar NKRi selalu pusing 7 keliling. Pusing karena kurang duit,gak ada tot dll..intinya cuman basa basi doang..Plesiran..ujung2 nya gk jadi..beritanya ditelan bumi

  41. APAPUN KAPALNYA YG PENTING SENJATA DAN RADARNYA GAK MINUS!!!

    jd jangan hanya membeli kemeja tanpa kancingnya!!

    • III. Admiral Gorshkov Class…paling cocok…gimana gak cucok, mereka mau jualan rudal juga…tapi ada ndak duit nya…kalau dagang sama mas Putin itu enak….ibaratnya kita beli busur, mereka juga nawarkan anak panah yg banyak sekalian….coba kalau negara spt AS dan Eropa….ribettt…telinga mereka sangat sesitif kalau denger HAM, buntutnya embargo….

  42. 1. Iver…
    Sebab mudah
    2. Admiral gorshkov
    Sebab paling gahar

  43. 1

  44. Ya Kalo minta milih yang Mana,masing2 kapal ada kelebihan masing2 yg Membuat menggiurkan,& bisa Membuat labil. Tapi ya lebih baik milih kapal buatan Russia aja,sekiranya nanti mau TOT rudal kalbr :v haha

  45. Admiral Gorshkov Class (Severnoye Design Bureau, Rusia).
    Beli Jngan Nanggung

  46. Katanya dok yg baru selesai bikin kapal philipin sdh dipersiapkan utk bikin si iver…..xixixi.

  47. Hasil vote sementara Warjager:
    Admiral Gorshkov : 21 vote (39%)
    Iver Huifeld. : 19 vote (36%)
    DZP. : 7 vote (13%)
    KDX. : 3 vote (6%)
    Sigma. : 2 vote (4%)
    Sachsen. : 1 vote (2%)
    Gowind. : 0 vote
    Yang menarik, walaupun KDX dan Sigma tidak diulas, ternyata ada yang memilih. Tq.

    • Saya ga vote lah @pakdhe , nanti di demo lg. . . eeehhh… Maksudnya terserah pemerintah aja…yg penting beli, trus dpt TOT. … Itu aj cukup kok…heeeeee

    • Admiral gorshkov class mah bakalan bernasib sama seperti su35, yaitu terkendala di masalah t.o.t ,,, iver class jauh lebih baik, karna berani menawarkan t.o.t yg tdk main2….
      eropa memang tdk pelit klo masalh t.o.t, contohnya gripen dan typhoon.

  48. Setelah proyek bikin SSV Philipin selesai bulan Maret 2017, galangannya ganti utk bikin IVER…ngarep.com xixixi.

  49. Ane pilih admiral gorskov aja mantab abis efek gentarnya sangat tinggi plus hub Russia n kita erat Rudal kalibr nya itu betel plupen mak nyosss deh amin smg pak jokowi beli ini lwt tni al.

  50. 3 Iver Huitfeld full armanent udah hampir 30 trilyun rupiah,,
    paket bayar 3 tahun pemerintahan jokowi,,

    uang sisa jatah AL bagian beli kaprang buat PKR Sigma,,
    asik asik joss

  51. Kenapa gak ambil Bremen Class … 6 unit .. second tetapi masih punya “Nyali” …paket hemat ala Indonesia.

  52. Kita sudah punya, sudah berenang dimari bukan hanya frigat, tapi juga destroyer, kaprang penjelajah dan kapal selam nuklir, …….. ( lihat List A1 bung N***Y*** ), …… xixixi !!!

  53. Beli iver huitfeld aja lalu instal yakhont ama brahmos biar seteroongg

  54. Kalau saja bangsa ini sudah benar2 menguasai 100% pembuatan rudal/roket baik itu jarak dekat, menengah dan jauh, tentu kita tidak akan lagi pernah bingung dalam memilih kapal perang dari jenis apa? Dan class apa? Karena menurut saya persoalan nya ini bukan pada kapalnya melainkan jenis armament atau persenjataan nya..
    Kalau itu sudah di kuasai 100%, saya sangat yakin kapal sekelas sigma saja akan mampu menandingi kapal sekelas destroyer..
    Dan intinya kembali lagi ke pemerintah kita, seberapa jauh dan seberapa besar pemerintah kita mau mendanai program2 kemandirian seperti itu… Agar bangsa ini tidak selalu bergantung dengan pihak2 tertentu. ..
    Salam

  55. Salam buat soudara – soudara !!! warjagers sekalian ada surat dari ibu pertiwi #sayasendiri katanya mau beli mainan banyak buat abang NKRI saya bantu saran buat proyeksi EF 2024 – 2030 s/d 1000 KRI ini listnya, Destroyer KDX III : 12 biji , admiral gorshkov : 24 biji , iver huitfledt : 24 biji , PKR 105 : 24 biji , Buyan M : 24 biji , heavy KCR 60 : 120 , trimaran : 120 , & Amur 1650/950 : 22. $ekian terima kasih #janganserius

  56. Terimakasih Bung Diego, ada poolingnya.

  57. Ujung2nya pengadaan kapal2 mini terus spt PC 28/32/40 & KCR 40. Ada yg bilang katanya sbg teori serangan lebah, ha ha ha …. coeloen !

  58. menurut saya De Zeven Provincien (Belanda) salah satu pilihan yang tepat pengalaman kerjasama korvet sigma akan menjadi nilai plus dan tentunya masalah persenjataan bisa kita tambahkan sendiri tentunya

  59. Test

  60. Admiral Gorshkov is the Best
    Rudalnya gila banget…sadiiiiizz..

    Yang lain rawan embargo rudal SM-2 Block IIIA nya, gak mungkin di kasih AS

  61. Sepertix iver class aja d samping teknologi sdh hampir menyamai sigma class yg terpenting sisi aerodinamis dan simple beda dgn yg lain

  62. jakartagreater.com is really interesting, but why it is on 18th place in google’s search results. It deserves to be in top 5. Many bloggers think that seo is dead in 2016, but it’s not true. There is sneaky method to reach google’s top 5 that not many people know. Just search for: pandatsor’s tools

    • Thats no problem when the site’s ratting is rise or drown. Too much raised the political news/article, It can reduce military site’s viewer.
      Let this site rise and down By it’s way. In the other way, The military transaction and milltary issue, also can infuencing news and public’s military interest. There’s no profit to selling the kind of sneaky tools to rising the interest on military site.

 Leave a Reply