Frigat Filipina Disiapkan Ladeni Frigat Ultra Canggih China

46
24
South Korean Navy Incheon-class guided missile frigate
South Korean Navy Incheon-class guided missile frigate

Angkatan Laut Filipina akhirnya terbangun dari tidurnya untuk merebut kembali Scarborough Shoal, atau Mischief Reef, salah satu gugus karang yang menjadi sengketa di pulau-pulau Spratly. Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, Filipina serius mengakuisisi frigat baru, alias frigat berpeluru kendali, yakni kombatan permukaan modern yang setidaknya dapat memiliki kesempatan untuk bertahan hidup, saat pertemuan permusuhan dengan frigat ultra-canggih dan kapal perusak dari Armada Laut Selatan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China. Lebih penting lagi, dengan kemungkinan menimbulkan kerusakan nyata untuk setiap satuan angkatan laut musuh, membuat frigat baru ini akan membawa nilai deteren bagi Angkatan Laut Filipina. Dua fregat tidak akan cukup untuk melawan seluruh armada Laut Selatan China, tetapi merupakan langkah ke arah yang benar.

Frigate multi-purpose HDF-3000 adalah desain kapal pemenang dari Hyundai Heavy Industries ‘untuk program Future Frigate eksperimental (FFX) Angkatan Laut Republik Korea (ROKN). ROKN memiliki sejumlah persyaratan untuk menggantikan armada yang menua : light frigate Ulsan class, korvet Pohang class dan korvet pesisir Donghae class, total 37 kapal semua ditugaskan di awal tahun delapan puluhan dan sedang mendekati akhir kehidupan pelayanan mereka.

Rencana awal Korea Selatan akan membangun sejumlah kecil kapal untuk menggantikan kapal tua, yaitu 24 frigat berpandu rudal (FFG) di kelas 3000 ton. Dan seperti sebelumnya pada proyek akuisisi program Korean Destroyer eXperimental(KDX), ROKN memutuskan untuk membagi pengadaan frigat masa depan menjadi 3 batch, dengan setiap generasi menggabungkan pelajaran selama pembangunan batch sebelumnya.

Program FFX dimulai pada awal 2000-an. Pada saat desain Batch I (FFX-I) diselesaikan, tonase kapal berkurang menjadi 2.300 ton. Sebanyak 6 kapal diproduksi dan pembangunan kapal pertama diberikan kepada Hyundai Heavy Industries (HHI) pada tahun 2010. Kini figate FFX Batch I dikenal sebagai FFG Incheon class mengikuti penamaan dari ROKS Incheon class yang pertama. Kapal ini diluncurkan pada 29 April 2011 dan ditugaskan pada 17 Januari 2013. HHI juga membangun kapal kedua dan ketiga, namun konstruksi ketiga kapal terakhir diberikan kepada STX Offshore And Shipbuilding. 5 frigat pertama telah dalam dinas aktif dengan ROKN sedangkan kapal terakhir akan ditugaskan pada akhir tahun. Setiap kapal perang Batch FFX I berharga USD 232 juta.

Frigate Filipina

Frigate model di ataslah yang ditawarkan oleh Hyundai Heavy Industries (HHI) kepada Filipina yang akhirnya memenangkan lelang mengalahkan : Navantia Spanyol yang menawarkan Avante 2200, STX Prancis yang menawarkan modifikasi Floreal-class dan Garden Reach Shipbuilds and Engineers dari Kolkata India yang menawarkan modifikasi Kamorta-class ASW corvette dan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering yang menawarkan FFX-II (?).

Hyundai Heavy Industries memenangkan tender dengan menawarkan modifikasi desain FFX HDF-3000 Incheon class.

Kemampuan FFX-I

Kapal HDF-3000 hanya memiliki sedikit kemampuan siluman di lambung dan desain suprastruktur dengan mengurangi akustik dan penjejakan dari inframerah karena kendala biaya. Dibandingkan dengan korvet tua dan frigat sebelumnya, frigat ini pasti jauh lebih mampu, terutama di bidang perlindungan diri. Pada Maret 2010, tenggelamnya kapal ROKS Cheonan oleh torpedo dari kapal selam Korea Utara menunjukkan tentang pentingnya sistem pertahanan kapal. Cheonan adalah korvet Pohang-clasa yang akan digantikan oleh program FFX.

ROKS Incheon ( FFG-811 ), FFX-I guided missile frigate class.  Photo : Korean DoD.
ROKS Incheon ( FFG-811 ), FFX-I guided missile frigate class. (Photo : Korean DoD)

Spesifikasi FFX I Incheon-class :

Displacement : 2300 Tons ( Empty )
3251 Tons ( Full Load )

Length : 114 meter
Beam : 14 meter
Draft 4 meter

Propulsion : Combined Diesel or Gas ( CODOG ), 2 Shafts
2 x MTU 12V 1163 TB83 Diesel Engines
2 x GE LM2500 Gas Turbine

Speed : 30 knots ( Maximum )
18 knots ( Cruising )
Range : 4500 nautical miles
Complement : 145 to 170

Sensors : SPS-550K Search Radar
SPG-540K Fire Control Radar
SQS-240K Hull-mounted sonar
Electro-Optical Targeting System
Infra-Red Search and Tract System

Processing Systems : Samsung Thales Naval Shield Integrated Combat Management System

Electronic Warfare : LIG Nex1 SLQ-200(V)K SONATA EW Suite

Decoys : KDAGAIE Mk2 decoys

Armament :

1 x Mk45 Mod 4 127mm/L62 Naval Gun
1 x 20mm Phalanx Block 1B CIWS
1 x RIM-116B Rolling Airframe Missile Launcher with 21 rounds
2 x 4 SSM-700K Hae Sung ( C-Star ) Anti-Ship Missiles
2 x 3 K745 Chung Sang Eo ( Blue Shark ) Torpedoes

Aircraft : Super Lynx or AW-159 Wildcat
Aviation Facilities : Flight Deck and Hangar for 1 x Medium Lift Helicopter.

Frigat Incheon class harganya USD 232 juta untuk masing-masing kapal. Sementara Filipina hanya membayar USD 341 juta untuk dua frigat, sehingga diduga beberapa fitur kapal ini akan dikurangi. Seperti apa konfigurasi final dari dua frigate ini, hanya Angkatan Laut Filipina dan Duterte yang tahu, untuk saat ini.

Sumber : Daisetsuzan.blogspot.co.id

46 KOMENTAR

  1. Dan PKR Sigma cuma light frigate panjang 105 m, bobotnya 2400 ton kurang ??? Gitu mau ngaku Poros Maritim Dunia ?? Ayo dong beli Destroyer aja sekalian. Beli dan minta TOT sama Korsel aja mumpung dia lagi baik hati sama kita… Kalah dari Vietnam, Singapur, Malaysia, Myanmar, Filiphina, Thailand aja punya kapal Induk, Apalagi lawan Australia atw China apalagi AS ??? Cuman menang lawan bekas provinsi sama negara kecil kaya minyak tapi gak niat perang yg di Kalimantan itu. Mau dimana naruh wajah ini,.. Pak Jokowiiii…!!!! Gitu bilang poros maritim Dunia,.. dunia anak2 kalii

    • @putra : Harga Destroyer itu 3 kali lipat PKR Sigma TNI AL.
      Setiap kapal perang Destroyer juga harus di dampingi kapal perang yang lebih kecil seperti Frigat atau Korvet.
      Membuat kapal perang bukan seperti membuat kapal angkut pelayaran seperti kapal PELNI.
      Bicara seperti anda memang lebih mudah.
      Negara Indonesia bukanlah negara agresor atau ada rencana perang seperti halnya Korea Selatan – Korea Utara.
      Lebi baik berlahan tapi pasti dari pada memaksakan diri.
      Suatu saat Indonesia pasti akan memiliki kapal perang Destroyer seperti keinginan kita semua, hanya saja mungkin bukan sekarang.

      • setuju….tidak perlu latah justru kita ikut senang jika Filipina kuat AL nya kita tidak terlalu capek lagian kita sangat bersahabat dengan Filipina tidak ada sengketa wilayah dll, kalau mereka kuat ASEAN akan kuat

  2. bicara mengenai alusista , pemerintah saat ini memang lamban dalam masalah peremajaan alusista, memang si infrastruktur itu penting tp masa iya pemerintah ga bisa mengusahakan , ancaman udah didepan mata, apalagi yg di tunda2, gerak cepat dikit dong , jgan udah kejadian diusik baru deh grasak grusuk ya model filipin gini,

  3. 341 juta US hany utk 2 fregat??….pasti bnyak fitur yg diilangin dr yg aslinya,…deh gitu beli ny cuman 2,…

    yg kmungkinan besar spek ditiadakan:
    – ciws phalanx
    – vls RIM 21 cells
    -torpedo diturunin spekny,..gak mungkin blackshark
    -bobot kapal pasti berkurang jg dari 3200 ton mungkin jd sekitar 2000 ton.

  4. wakakaka….fregat filipina downgrade….lihat aja hasil akhirnya….senjatanya kayak apa????dengan harga rendah bisa apa????kapal perang itu yg mahal ya aneka asesoris senjatanya….kalau hullnya aja murah…..real fregat rata2 harga 750-1milyar dollar dengan senjata lengkap……..pkr sigma kitapun sebenarnya juga bukan fregat…melainkan korvet

  5. Kalau lihat konsep Russia sekarang, ga penting kapal gede2 yg penting bs meluncurkan belasan rudal canggih.. mampu melihat lawan dari jarak lebih 500km. Cukup untuk bs merudal kapal induk lawan dari pelabuhan atau sungai dipedalaman…

    Inget2 rudal styx mesir vs kapal Elliath Israel.

    • karena bagi China, kehilangan pengaruh Amrik terhadap Philippine dan kedekatan pinoy ke tiongkok sudah berarti menang 1 babak bung…

      soal lcs dan minyak dibawahnya? toh selama ini mereka sangat mampu menguras minyak negara lain dengan harga murah, minimal nanti bisa fifty-fifty dengan pinoy…he..he…

  6. TNI mau punya alutsista gahar? Nanti..tunggu ganti rezim. Rezim skrang terlalu mengurusi hal yg ngga penting. Boro2 mikirin alutsista, lha ngontrol harga cabe aja ngga becus, ngurus harga daging ngga kelar2. Untung peninggalan pak BEYE mulai berdatangan. Changbogo, si leo cs, astros, caesar, pkr, f 16 (wlw bekas, lmyan buat menjaga skill penerbang.) dll nya.