Frigat Filipina Disiapkan Ladeni Frigat Ultra Canggih China

South Korean Navy Incheon-class guided missile frigate

Angkatan Laut Filipina akhirnya terbangun dari tidurnya untuk merebut kembali Scarborough Shoal, atau Mischief Reef, salah satu gugus karang yang menjadi sengketa di pulau-pulau Spratly. Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, Filipina serius mengakuisisi frigat baru, alias frigat berpeluru kendali, yakni kombatan permukaan modern yang setidaknya dapat memiliki kesempatan untuk bertahan hidup, saat pertemuan permusuhan dengan frigat ultra-canggih dan kapal perusak dari Armada Laut Selatan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China. Lebih penting lagi, dengan kemungkinan menimbulkan kerusakan nyata untuk setiap satuan angkatan laut musuh, membuat frigat baru ini akan membawa nilai deteren bagi Angkatan Laut Filipina. Dua fregat tidak akan cukup untuk melawan seluruh armada Laut Selatan China, tetapi merupakan langkah ke arah yang benar.

Frigate multi-purpose HDF-3000 adalah desain kapal pemenang dari Hyundai Heavy Industries ‘untuk program Future Frigate eksperimental (FFX) Angkatan Laut Republik Korea (ROKN). ROKN memiliki sejumlah persyaratan untuk menggantikan armada yang menua : light frigate Ulsan class, korvet Pohang class dan korvet pesisir Donghae class, total 37 kapal semua ditugaskan di awal tahun delapan puluhan dan sedang mendekati akhir kehidupan pelayanan mereka.

Rencana awal Korea Selatan akan membangun sejumlah kecil kapal untuk menggantikan kapal tua, yaitu 24 frigat berpandu rudal (FFG) di kelas 3000 ton. Dan seperti sebelumnya pada proyek akuisisi program Korean Destroyer eXperimental(KDX), ROKN memutuskan untuk membagi pengadaan frigat masa depan menjadi 3 batch, dengan setiap generasi menggabungkan pelajaran selama pembangunan batch sebelumnya.

Program FFX dimulai pada awal 2000-an. Pada saat desain Batch I (FFX-I) diselesaikan, tonase kapal berkurang menjadi 2.300 ton. Sebanyak 6 kapal diproduksi dan pembangunan kapal pertama diberikan kepada Hyundai Heavy Industries (HHI) pada tahun 2010. Kini figate FFX Batch I dikenal sebagai FFG Incheon class mengikuti penamaan dari ROKS Incheon class yang pertama. Kapal ini diluncurkan pada 29 April 2011 dan ditugaskan pada 17 Januari 2013. HHI juga membangun kapal kedua dan ketiga, namun konstruksi ketiga kapal terakhir diberikan kepada STX Offshore And Shipbuilding. 5 frigat pertama telah dalam dinas aktif dengan ROKN sedangkan kapal terakhir akan ditugaskan pada akhir tahun. Setiap kapal perang Batch FFX I berharga USD 232 juta.

Frigate Filipina

Frigate model di ataslah yang ditawarkan oleh Hyundai Heavy Industries (HHI) kepada Filipina yang akhirnya memenangkan lelang mengalahkan : Navantia Spanyol yang menawarkan Avante 2200, STX Prancis yang menawarkan modifikasi Floreal-class dan Garden Reach Shipbuilds and Engineers dari Kolkata India yang menawarkan modifikasi Kamorta-class ASW corvette dan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering yang menawarkan FFX-II (?).

Hyundai Heavy Industries memenangkan tender dengan menawarkan modifikasi desain FFX HDF-3000 Incheon class.

Kemampuan FFX-I

Kapal HDF-3000 hanya memiliki sedikit kemampuan siluman di lambung dan desain suprastruktur dengan mengurangi akustik dan penjejakan dari inframerah karena kendala biaya. Dibandingkan dengan korvet tua dan frigat sebelumnya, frigat ini pasti jauh lebih mampu, terutama di bidang perlindungan diri. Pada Maret 2010, tenggelamnya kapal ROKS Cheonan oleh torpedo dari kapal selam Korea Utara menunjukkan tentang pentingnya sistem pertahanan kapal. Cheonan adalah korvet Pohang-clasa yang akan digantikan oleh program FFX.

ROKS Incheon ( FFG-811 ), FFX-I guided missile frigate class. (Photo : Korean DoD)

Spesifikasi FFX I Incheon-class :

Displacement : 2300 Tons ( Empty )
3251 Tons ( Full Load )

Length : 114 meter
Beam : 14 meter
Draft 4 meter

Propulsion : Combined Diesel or Gas ( CODOG ), 2 Shafts
2 x MTU 12V 1163 TB83 Diesel Engines
2 x GE LM2500 Gas Turbine

Speed : 30 knots ( Maximum )
18 knots ( Cruising )
Range : 4500 nautical miles
Complement : 145 to 170

Sensors : SPS-550K Search Radar
SPG-540K Fire Control Radar
SQS-240K Hull-mounted sonar
Electro-Optical Targeting System
Infra-Red Search and Tract System

Processing Systems : Samsung Thales Naval Shield Integrated Combat Management System

Electronic Warfare : LIG Nex1 SLQ-200(V)K SONATA EW Suite

Decoys : KDAGAIE Mk2 decoys

Armament :

1 x Mk45 Mod 4 127mm/L62 Naval Gun
1 x 20mm Phalanx Block 1B CIWS
1 x RIM-116B Rolling Airframe Missile Launcher with 21 rounds
2 x 4 SSM-700K Hae Sung ( C-Star ) Anti-Ship Missiles
2 x 3 K745 Chung Sang Eo ( Blue Shark ) Torpedoes

Aircraft : Super Lynx or AW-159 Wildcat
Aviation Facilities : Flight Deck and Hangar for 1 x Medium Lift Helicopter.

Frigat Incheon class harganya USD 232 juta untuk masing-masing kapal. Sementara Filipina hanya membayar USD 341 juta untuk dua frigat, sehingga diduga beberapa fitur kapal ini akan dikurangi. Seperti apa konfigurasi final dari dua frigate ini, hanya Angkatan Laut Filipina dan Duterte yang tahu, untuk saat ini.

Sumber : Daisetsuzan.blogspot.co.id

Sharing

Tinggalkan Balasan