Agu 142018
 

USS Georgia Ohio Class. ( U.S. Navy via commons.wikipedia.org)

Jakartagreater.com  – Sebuah kapal perang Rusia di Mediterania dilaporkan melacak dan mengikuti kapal selam siluman bertenaga nuklir AS. Insiden itu terjadi pada bulan April 2018, sewaktu AS, Inggris, dan Perancis meluncurkan serangan udara terhadap Suriah, ujar laporan Izvestia, Jumat, 10-8-2018.

Frigate Admiral Essen dari Armada Laut Hitam Rusia berhasil melacak salah satu kapal selam “steel shark” kelas Ohio yang saat ini beroperasi dengan Angkatan Laut AS, ujar surat kabar Izvestia, mengutip sumber di Angkatan Laut Rusia.

Kapal Rusia meninggalkan Sevastopol, pelabuhan Laut Hitam utama yang terletak di Semenanjung Krimea, pada 13 Maret 2018 dan kembali pada 30 Juni 2018. Kapal itu dikerahkan paling lama di Laut Mediterania.

Pengejaran berlangsung lebih dari 2 jam, di mana kapal Rusia mencatat parameter dasar kapal selam Amerika, yang akan diuraikan dan ditambahkan ke karakteristik akustik kapal selam. Izvestia mengatakan USS Georgia, kapal selam Rudal jelajah, adalah salah satu yang mungkin telah dilacak oleh Angkatan Laut Rusia.

Menemukan kapal selam di laut adalah sukses besar, Vladimir Ambartsumyan, yang pernah menjabat sebagai Komandan pada Brigade Angkatan Laut di Armada Utara Rusia, mengatakan kepada Izvestia. “Kapal selam nuklir adalah objek yang kompleks untuk dideteksi,” katanya kepada koran itu.

Admiral Essen. (photo : Rubin16 via commons.wikipedia.org)

Angkatan Laut AS belum mengeluarkan komentar apa pun tentang laporan itu.

“Saya tidak punya apa-apa untuk menjawab laporan yang Anda tunjukkan,” kata US Sixth Fleet US Navy Cmdr Kyle Raines, kepada Sputniknews.com. “Kekuatan kapal selam kami tetap yang paling mematikan dan ditakuti di planet ini. Selain itu, pesawat dan kapal Angkatan Laut AS secara rutin berinteraksi dengan unit-unit Rusia di wilayah udara internasional dan laut dan sebagian besar interaksi aman dan profesional.”

Insiden itu terjadi pada bulan April 2018, sewaktu AS, Inggris, dan Prancis membom Suriah sebagai pembalasan atas dugaan serangan kimia oleh pemerintah Assad di kota Douma. Sistem pertahanan udara Suriah mencegat mayoritas Rudal jelajah dan Rudal permukaan udara dari sekutu pimpinan AS.

Menurut data militer AS, kapal selam kelas Ohio dipersenjatai dengan “Rudal taktis dan dilengkapi dengan kemampuan komunikasi yang unggul.” Kapal selam ini mampu meluncurkan “penghentian yang belum pernah terjadi sebelumnya” dari “platform rahasia, klandestin.” Mereka juga mampu ” meluncurkan serangan Rudal dan mendukung misi Pasukan Operasi Khusus (SOF). ”

Frigate Admiral Essen, yang membawa 8 Rudal jelajah Kalibr yang diluncurkan secara vertikal, adalah salah satu kapal perang paling modern Rusia. Kapal itu dikerahkan untuk menyerang ISIS target selama operasi Rusia di Suriah pada tahun 2017. Kapal perang itu berhasil menyerang pusat komando dan kontrol ISIS, serta depot amunisi pada beberapa waktu.

Bagikan:

  11 Responses to “Frigate Rusia Dilaporkan Lacak Kapal Selam Siluman AS”

  1.  

    Ternyata di Amerika ada jg sepur siluman berkamuflase jadi kapal selam yaa….weekk…weekkk…weeekkkkk.

    Ini AS pasti ngikutin jejak Rusia…..si Ntung Phd sama si Wan Gatol mana ya.? Suruh nonton yg ginian tuh. Sepor Amerika yg bisa nyilem….jng cuma bisanya merintih merana sedih guling2 yg dibanyakin….wkkkkkkkk….xixixixixix…xicixicixicixici

  2.  

    judule dadi lacak lacakan nih

  3.  

    Ternyata ada pejabat Russia keturunan ambarowo toh? Vladimir Ambartsumyan, anak e budhe ambar sama pakdhe sumian

  4.  

    Segera bungkus tuh admiral Essen. Jgn Cuman bungkus sigma class doang. Bangga dg sigma, kesalib yg lainnya.

  5.  

    rusia strooooong

 Leave a Reply