Frigate SIGMA 10514 Pertama Indonesia Selesai Melakukan Uji Laut

116
11
Indonesia Navy KRI Raden Eddy Martadinata-331. (defence.pk/mandala)

Kapal pertama dari dua frigate SIGMA 10514 Perusak Kawal Rudal (PKR) untuk Angkatan Laut Indonesia telah menyelesaikan uji laut pada tanggal 7 September lalu. Ini merupakan tonggak utama pada satu proyek yang baja pertamanya dipotong pada bulan Januari 2014.

Tahap penilaian dimulai dengan tujuh hari uji coba basin untuk memastikan bahwa penggerak dan keamanan sistem beroperasi penuh. Hal itu dilakukan sebelum kapal membuat bagian menantang dari galangan kapal PT PAL di Surabaya ke perairan terbuka di Laut Jawa. Kemudian, diikuti dengan percobaan laut selama dua minggu. Percobaan ini meliputi tes sistem persenjataan dan radar tempur serta commissioning sonar. Pengukuran kebisingan dan pengamatan kavitasi juga dilakukan.

Percobaan berjalan sukses, dengan hampir semua sistem melalui penilaiannya untuk pertama kali. Beberapa elemen, seperti akomodasi, membutuhkan modifikasi minor dan ini akan dilakukan tiga hari sebelum tes akhir pada akhir September.

Frigate PKR dengan bobot 2.365 ton ini dirancang untuk melakukan berbagai misi di wilayah perairan Indonesia. Misi utamanya adalah anti-udara, anti-permukaan dan peperangan anti-kapal selam. Namun, kapal ini juga dilengkapi kemampuan pengamanan maritim, search and rescue, dan tugas bantuan kemanusiaan.

Dua kapal telah / sedang dibangun menggunakan proses modular kolaboratif yang beroperasi secara simultan pada Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) di Belanda dan galangan kapal PT PAL di Indonesia. Masing-masing terdiri dari enam modul, dan untuk kapal pertama, empat ini dibangun di PT PAL. Dua lainnya dibangun dan diuji sepenuhnya oleh DSNS di Belanda, sebelum dikirim untuk perakitan akhir di PT PAL.

Keberhasilan program ini bertumpu pada dua yard bekerja sama dengan klien akhir operasi sebagai satu kesatuan. Hubungan yang kuat juga memungkinkan program transfer teknologi secara besar-besaran berjalan dengan lancar, baik di Indonesia maupun di Belanda.

Sigma 10514 pertama dijadwalkan dikirim pada akhir bulan Januari 2017, setelah menyelesaikan pelatihan awak selama tiga bulan. Sementara itu, pekerjaan saat ini adalah melanjutkan kapal kedua sesuai kontrak, yang dilakukan di Belanda dan Indonesia.

Sumber: Damen

116 COMMENTS

  1. Untuk kapal perang besutan belanda mantan penjajah negeri khatulistiwa ini, memang tidak di ragukan oleh TNI AL, mampu menyikirkan pesaing” ternama ketika tender di laksanakan yaitu ferancis,italia,serta rusia, klw menurut isu yg beredar kapal” bekas yg di beli TNI AL dari belanda terkenal ketangguhany serta kokoh tida goyang ketika mengarungi wilayah indonesia bagian timur yg terkenal keganasan ombaky yg tinggi, selain itu juga mesin yg awet serta bandel meskipun sudah 40 tahun umury / usiay masih berfungsi dengan baik dan masih layak di pakai TNI AL.
    Corvet sigma 90 m yg juga merupkan buatan belanda suatu ketika pernah hilang di layar radar kapal” perang pasukan perdamain PBB yg bertugas di lebanon padahal jaraky hanya puluhan meter saja, ketika kapal perang korvet sigma Tni Al ini sudah mendekat baru muncul di layar radar, atas peristiwa itu sontak membuat awak kapal perang pbb kaget dan tidak percaya dengan kejadian trsbut, dan sempat melapor atas peristiwa trsebut ke pihal Tni Al, Tni Al hanya tersenyum, korpet sigma 90 m memang di desain berkemampuan siluman,
    Bagaimana dengan generasiy sigma PKR 105 m, pasti tidak akan jawh berbeda dengan pendahuluy corvet sigma 90 m soal kecanggihany, bahkan PKR memiliki kemampuan 4D, dan yang mengagumkan adalah selain di desain siluman mampu menghadapi peperangan elektronik / pernika , mampu menjaming musuh..
    Ngupi bung.!

    • juragan bawang@
      “Corvet sigma 90 m yg juga merupkan buatan
      belanda suatu ketika pernah hilang di layar radar
      kapal” perang pasukan perdamain PBB yg bertugas
      di lebanon padahal jaraky HANYA PULUHAN METER SAJA”

      kalo di laut, jarak puluhan meter saya rasa masih bisa di liat pake radar moto alias mata manusia bro, jadi jangan terlalu lebay lah…malu sama kucing meong…meong…meong…

    • PKR 10514 lebih hebat lg silumannya bung. Tidak bisa terdeteksi radar kaprang musuh. Namun begitu musuh mengedipkan matanya, itu PKR 10514 sdh ada disamping kaprang mereka…xixixi
      Selamat pagi bung, jng terlalu serius pagi2. Salam sukses

    • Kaluw nulis di cek ulang brooo, meski bisa betul isinya artikel, namun tylisan “berjarak puluhan meter” itu lebay,,ya gak nampalk di radar krn bersebelaham kl,,tp mata telanjang melotot lihatnya..lekas direvisi jaraknya biar tak bikin heboooh

  2. Dipanjangin lg biar panjang dan bobotnya sekelas Kaprang Destroyer..tapi jangan di instal CIWS dan Rudal buatan China..td aja rudal C705 Gagal Tembak dan Meleset dilatihan Armada Jaya..trus gimana y nasib ToT rudal C705 kalau rudalnya aja gagal tembak..

    • Gak pa2 meleset bung, namanya jg produk chipeng. Yg penting dpt TOT nya, br nanti semua diupgrade setelang menguasai ilmu rudal.

      Walaupun itu rudal banyak melesetnya, ada gak ya sukarelawan yg mau berdiri di kaprang yg jd sasaran tembak.? Bayarannya gede tuh kalo ada. Toh rudalnya pasti melesetnya…..xixixi

  3. bikin kapal kerjasama dg anggotanya mami kok minta senjata lbh… g akan d kasih to… kecuali Indonesia mau jd anggotanya mami jg… entar kalo sdh masuk barisan AL d upgrade dg yg lbh garang…. kalo pake punya Nato palingya tetap pake exocet yg segitu itu….

  4. tambahan SIPRI 2016 …

    rudal MM-40 exocet dan TSM-2633 Sperion-B ASW Sonar for SIGMA PKR10514 juga sudah dipesan sejak 2013 … tapi belum dikirim …

    jadi soal senjata kapal ini, nyantai aja karena tinggal tunggu barangnya datang …

  5. Rudal C705 ngambek. Ogah meluncur dan delay 5 menit. Udah delay 5 menit meleset pula. Padahal nurut SUPRI ada 500 unit yg dibeli. Pembelian rudal ini di masa Pak Ndut.

    Delay 5 menit itu artinya buruk sekali. Kapal perang kita keburu meledak dihajar rudal musuh.

    Masa Pak Ndut adalah masa pembelian mainan yang benar2 mainan. Artinya mainan hanya bisa dipakai untuk bermain2 saja. Masakah perang mau pakai mainan ?

    Yang tinjau, pesan dan tanda tangan kontrak rudal ini harus ditangkap karena berkhianat kepada negara.

    Gelar Bapak Alutsista Indonesia harus dibatalkan demi hukum !

      • Bung Cumi,

        KCR kita akan jadi benteng andalan pertahanan laut kita.

        Rudal C705 akan diinstall seluruhnya di kapal2 KCR kita sehingga dapat dikatakan C705 akan jadi artileri andalan kita terhadap kapal2 perang musuh.

        Jika senjata yang kita andalkan tidak bisa diandalkan, bagaimana kita bisa pertahankan laut kita ?

        Kecuali jika C705 bukan senjata andalan maka saya tidak akan protes sekeras ini.

        Kelihatannya ada bau korupsi dalam pengadaan rudal C705 ini. Dan yang bertanggung jawab ya yg terlibat dalam pengadaannya. Siapa yang terlibat ? Yang tinjau, yang pesan, yang tanda tangan dan yang perintahkan untuk tanda tangan.

        Siapa yang perintahkan untuk tanda tangan ? Silakan bung jawab sendiri.

        Dulu saya pengagum Pak Ndut tetapi sekarang kagum saya hilang seiring ditemukannya beberapa fakta misal :

        Pembelian M113 bekas sebesar 2,7 milyar per unit. 2,7 milyar itu setaraf USD 200 ribu. Bayangkan USD 200 ribu per unit untuk M113 yang jauh lebih kecil daripada Leopard 2+ bekas yang dibeli Chile sebesar Euro 60 ribu (USD 66 ribu) per unit. Mengapa M113 harganya jauh lebih mahal daripada Leopard Chile ? Saya yakin makelar untungnya tidak banyak. Yang banyak itu adalah uang titipan fee untuk para pejabat yang dulu pesan.

        Pembelian Sukhoi via makelar sahabat dekat Pak Ndut. Cuitan curhat Pak Ndut untuk segera beli pespur (mungkin Sukhoi sebelum perjanjian antara Rosoboronexport dengan makelar sahabat Pak Ndut kadaluwarsa).

        Jadi apakah gelar itu perlu dicabut ? Silakan bung simpulkan sendiri.

        • bung Tukang hitung yth. bung harus buktikan dulu secara hitung hitungannya di atas kertas. kenapa harga yg kita beli lebih mahal dr negara lain “mau kampanye 2014 butuh modal” hehehehehe

          Jakarta – Ternyata lontaran Anas Urbaningrum kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal dugaan aliran dana bailout Bank Century digunakan untuk dana kampanye Partai Demokrat (PD) di pemilu 2009 telah diungkapkan kepada timwas Century.

          Sebelumnya, Anas Urbaningrum mengaku telah menyampaikan data kepada penyidik KPK perihal dugaan kecurangan dalam dana kampanye pemilihan presiden (pilpres) tahun 2009. Di mana, kuat dugaan menggunakan bailout (dana talangan) ke Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun.

          Kejelasan diperoleh dari pernyataan salah satu pengacara Anas, Firman Wijaya, yang menyatakan pihaknya yakin bahwa aliran dana bailout Bank Century digunakan oleh capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk kampanye pada tahun 2009.

          Firman juga menyatakan bahwa mencari dana kampanye tersebut merupakan tugas dari kliennya.

          Usai menjalani pemeriksaan selama hampir sembilan jam di KPK, Anas Urbaningrum mengaku telah menyerahkan informasi dan data terkait dana kampanye pilpres tahun 2009 yang diduga menggunakan sumber yang disamarkan, ke KPK.

          “Data itu berisi hasil audit akuntan independen tentang penerimaan dan pengeluaran dana kampanye pilpres 2009. Dari data awal itu tampak bahwa dari daftar penyumbang, apakah itu perseorangan atau korporasi yang jumlah totalnya Rp 232 miliar. Itu ada sebagian data penyumbang perseorangan dan korporasi yang sesunguhnya tidak menyumbang atau hanya dipakai namanya saja,” ungkap Anas.

          “Karena daftar penyumbang itu sesungguhnya tidak menyumbang, berartikan ada sumber dana lain yang sesungguhnya. Itulah yang perlu diselidiki.”

    • utk sementara saya positive thinking dulu, orang mau sekolah ada aja resikonya, masuk universitas ternyata abal2..

      dan semoga 500 itu baru opsi pembelian, belum dibayar dan dikirim.

      klo udah gini ya ditest aja lagi beberapa unit, klo masih ngadat / meleset, tegas aja : cari sekolah lain !

      masalah hidup-mati gak bisa coba2

    • Emang enak jadi bahan ejekan militer negara lain..pasti akan berdampak buruk bagi kredibilitas senjata produk china…

      Usa pasti juga akan berfikir ahh china senjatanya ecek ecek..

      Hayoo jangan salahkan pembeli saja penjual pertama kali harus disalahkan..

      Chino akan bertanggung jawab..kalo gak bakal malu dikata katain..

    • Bukang Tukang Ngitung,
      Ini ada beberapa fakta terkait seputaran mengenai c705.

      Awalnya CMS utk KCR 40 dan 60 akan memakai produk PT. LEN yang telah berhasil diinstall dan operasional di Van Speijk Class. Tetapi karena c705 yang dipilih dan pihak penjual mensyaratkan CMS harus dari China maka kalahlah CMS produk LEN tersebut.
      CMS sebagai pengendali tembakan Rudal sangat penting dalam hal ini. Jika melihat uji coba Mandala Jaya di atas, sepertinya delay 5 menit juga terkait dengan CMS China ini.

      Asal diketahui saja bahwa penembakan Yakhont oleh KRI OSW saat itu sangat mengejutkan karena berhasilnya cangkokan rudal timur dengan ssitem barat. Tetapi menurut saya penghargaan paling tinggi disematkan kepada CMS produk LEN di OSW.

      • Kalau delay berarti salah Combat Managemet Sistemnya ya bung @senopati, rudalnya buktinya masih bisa meluncur walau delay.. kalo misal ‘Bungsung’ dia akan g meluncur sama sekali.. Udah.. Pak KASAL, ganti CMS punyak LEN aja kalo gitu, daripada mubazir rudalnya.. 😀

      • suatu ketika sang Panglima tertinggi bapak presiden memberi aba-aba, 5,4,3,2,1….. awas siap tembak
        ( disuatu geladak kapal X terlibat pembicaraan kecil )
        CMS ( Cina ploduk ) : Sye sye Pak komendan …. perintah diterima .meluncur TKP 86
        baringan , set koordinat Ok …. Goggle maps .. Ok ( android x ) ….. eh Tong Giliran Elu ngaksep nih command GW ( sambil nepok Jidat sang C-705 )
        Rudal ( R ) : Apaan brur … wong lagi tidor ente bangunin di bangunan ,
        CMS : itu cepetan meluncurrrr
        R : Meluncur apaaan ? gigi Elu yang mluncur …..
        CMS : itu tuh perintah dari Komendan sudah Ane Aksih ke Ente ,
        R : Eike ogahhhh ….
        CMS : Loh , ogah apaaan , ini perintah Loh dari mandate tertinggi
        R : Ogah aja …. , masa Ane kawinin ama CMS buluk nih kaya Elu…. brur ….sorry Gw-nya nyaman ama pasangan CMS bule perancis , ntu tuhh tacticos namanya ,
        dari nama aja dah keren masa pakai CMS Kw3 kaya elu ….
        CMS : udah itu ceritanya ntar , malu lohhh . kita ga eksyen .. eksyen , tuh ditunggu ma pers ….
        R ( C-705) : Iyee iyeeee , Nguap dulu aahhh …. Whuaaammmm
        enjine starting … Whussssss ( 5 menit setelahnya )

        Story : diambil dari cuplikan AJ ,
        bahasa Nusantara & Melayu

    • tak usa berperasangka buruk pd yg mesan, sejatinya ambil hikmahnya. dari latihan ini kita bisa komplain dan menekan pihak china utk kelangsungan pemesanan alutsista ke mereka dan beralih ke saab!

      pernah ada pengalaman masalah kualitas barang made in china. yg namanya barang sampel pasti kualitasnya bagus supaya tertarik utk order. tp ketika datang dlm jumlah banyak biasanya ada sebagian yg kualitasnya kurang baik.

  6. seandainya pabrik exocet mau ToT alutsista dan harganya murah, tentu akan pilih rudal exocet, masalahnya mereka belum tentu mau …

    sewaktu rudal C-705 diujicoba 2 kali di selat Sunda tahun 2011, hasilnya memuaskan sehingga Indonesia setuju untuk membeli 500 rudal C-705 bulan Maret 2013 untuk mempersenjatai 16 KCR-60 dan 24 KCR-40 supaya semua kapal KCR rudalnya seragam … memudahkan perbekalan …

    perjanjian pembelian rudal C-705 ini berlaku selama 8 tahun …

    semua ini dilakukan untuk program rudal nasional, karena tidak mungkin ToT diberikan jika membeli rudal ketengan … itu pun China pelit … tidak seperti Korea Selatan …

    apa pun akan dilakukan demi memperoleh teknologi rudal nasional … jangan harap dapat ToT rudal kalau belinya cuma sedikit, apalagi teknologi rudal termasuk teknologi peka, sebisa mungkin negara maju menjaga jangan sampai ada negara berkembang yang mampu menguasainya, karena itu bisa berbahaya bagi periuk nasi produsen rudal …

    kalau sekarang ada rudal C-705 yang macet, apakah salah yang pembeli ? darimana pembeli bisa tahu akan terjadi hal seperti ini dikemudian hari ? ini kan barang sekali pakai … lagi pula ujicoba tahun 2015 di perairan Batam juga berhasil …

    pembeli hanya bisa membeli beberapa unit untuk diujicoba, dan kebetulan hasilnya memuaskan saat diujicoba 2 x tahun 2011 di selat Sunda …

    apa menurut anda pembeli harus mencoba 5 x menenggelamkan kapal di selat Sunda baru memutuskan untuk membeli rudal C-705 ? … anggota Dewan bakal teriak2 mubazir …

    • bung T50 Pakfa,
      Setahu saya uji coba 2011 tidak melibatkan c705. Sedangkan ujicoba di batam 2013 untuk c705 juga tidak dilaporkan secara transparan. Hanya disebutkan c705 berhasil diluncurkan, tetapi tepat disasaran atau tidak tidak diberitakan.

      c705 sangat setuju jika memang benar TOT berjalan baik.
      Tetapi tuntutan tambahan biaya, tahapan TOT yg bertele-tele, kenaikan quota pemesanan menyebabkan TOT c705 ini menjadi menjemukan. Apalagi hasil dari ujicoba tidak pernah di publish secara terbuka.

      Kembali positive thinking, jika memang ALIT serius memberikan ilmunya ke kita, maka mungkin ini pengorbanan yang harus kita lalui untuk mendapatkan teknologi kunci guiden rudal tersebut.

      BTW kenapa TOT RBS menjadi tenggelam dan tidak ada kelanjutannya yach ?

          • @tukang ngitung

            Kongsberg/norway yang mendesain sistemnya/main contractor (radar, wahana peluncur, modul pengendali tembakan), sementara rudalnya memang menggunakan rudal yang sdh exist dipasaran.

            Sampai saat ini nasams bisa meluncurkan 3 jenis rudal: amraaam, aim-9x dan irist…suatu saat rudal meteor sdh memasuki masa operasional, besar peluangnya rudal ini akan menambah daftar rudal yang bisa diluncurkan oleh sistim nasams.

      • Kalo saya sih ambil sisi positifnya aja, ngikut2 kawan yg satu itu. Dr pd memvonis sebelum ada evaluasinya. Saya ingin kupas dr aspek teknisnya saja.

        Kemungkinannya ada 2 :
        1) Kemungkinan mekanisme kontak pemicu antara tabung peluncur dng rudal yg menjadi hambatan.
        2) Arus Pemantik nyala motor roket masih rendah (tdk stabil) sehingga blom cukup kuat utk membakar bahan bakar roket.

        Kalo urusan tepat sasaran, rudal sekaliber Thaad atau Kalibr bahkan yakhont tingkat keberhasilannyapun tdk bisa 100%.
        Hanya saja utk C-705 ini tingkat keberhasilannya mencapai brp persen.?
        Kalo dari sepuluh kali uji coba dan yg gagal ada satu atau dua sangat wajar.

        Dibelikan rudal masih komplain. Masih kosongan, gak punya rudal jg tambah komplain. Jd maunya yg gmn.?

        Sluku…sluku batok…dst

  7. Kembali ingin positif thinking lg..he..he

    Andaikata peluncuran rudal ini emang ditemukan kendala, maka akan menjadi nilai tawar utk mengevaluasi kerjasama TOT rudal dng chipeng yg selama ini terkesan alot, sehingga chipeng bs setuju dng proposal yg diajukan Indonesia.

    Kemungknan lainnya, adalah pesan utk beralih TOT rudal ke Swedia.?
    Salam sukses c-705

  8. @senopati pamungkas

    5 Agustus 2012
    TNI AL PASTIKAN BELI RUDAL C-705 CHINA

    Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Hartind Asrin mengatakan misil dengan jarak tempuh 135 km ini telah diuji 2 kali di selat Sunda sejak 2011

    “misil ini terbukti efektif setelah diujicoba”, kata Hartind

    Wakil Ketua Komisi Pertahanan Tubagus Hasanuddin mengatakan pembelian misil C-705 telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat

    “sudah dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2010“, kata Hasanuddin

    • Itulah Bung PakFa,
      Berita-berita heboh tahun-tahun itu adalah hasil pengujian Yakhont.
      c705 pada saat yang sama akan diluncurkan , tetapi tidak jadi karena Kapal sudah tenggelam akibat yakhont.

      Pernyataan Kemhan di atas, sama misterinya dengan hasil uji coba c705 ini. Karena hasil tidak pernah di publish, terasuk uji coba 2013 juga tidak di publish.

      Beda yaa rasanya ketika ujicoba Yakhont, HArpoon atau exocet II yang diliput intensive oleh media berikut dokumentasinya.

      mungkin c705 ini termasuk senjata rahasia kala itu

  9. Seperti sudah ada syaiton datang
    Aku berlindung dr kebusukan jin, syaiton, ibhlis, mau ibhlis yg menyerupai manusia ataupun manusia yg menyerupai syaiton ….pergilah para syaiton dan ibhlis ke neraka asalmu.

    Yang merasa syaiton silahkan pergi…hmmm

  10. Sudah-sudah…jangan menyalahkan pak beye terus.

    Ada pihak2 lain yang lebih layak utk dijadikan sasaran tembak, yaitu pihak yang melakukan kajian/analisa thd rudal/TOT produk cina…..sementara MBDA dan Saab juga menawarkan TOT rudal anti kapal kpd Indonesia

  11. apa ndak aneh rudall2nya pada meleset???? di media beritanya ujicoba rudal. mgkn aja aslinya ujicoba jammer yg ditanam di karimata.. atau memang ajian lembu sekilan di karimata belum dicabut hehehe..hmmm pantes kapal2 tuwir msh jd andalan…ga bklan takut di rudal..biarpun lawannya sklas destro..hehehe…ghoib2

  12. sssssstttttt kalo lg kaya gini biasanya positive thinking maklum c705 bukan orderan yg sekarang..coba kalo pesenan pemimpin yg sekarang itu bekicot pd ngumpul mengumpat!!!!

    dulu mengagumi sekarang kecewa yh wajar..

    politik itu dinamis, hanya cinta yg bisa membuat buta..hahahhaha

  13. hal terbaik yang bisa dilakukan adalah introspeksi diri kita sendiri, rudal C705 cina ndak bermasalah koq toh setelah 5 menit tetap meluncur juga, mungkin operator TNI yang belum siap, atau memang rudalnya belum dipersiapkan dengan baik mungkin masih belum di load di peluncurnya juga bisa, atau mungkin memang kapal perangnya yang tidak sesuai spesifikasi, bagaimanapun rudal cina kebanggan kita tetap meluncur walau telat dan belum tahu juga kena sasaran atau tidak….atau malah mungkin meledak diudara,……. yang penting meluncur ….. makanya sebaiknya kita borong banyak persenjataan cina buat jaga kedaulatan NKRI, harganya murah, kwalitas tidak diragukan, mau TOT pula.. lumayanlah dari pada tidak punya rudal, minimal punya daftar rudal dan mirip kakeknya C705 yaitu silkworm dulu Irak punya banyak sekali buat meramaikan pertempuran dan rudal silkworm dulu sangat terkenal, terkenal sangat tidak akurat dan hasilnya Irak kalah selepas operasi Badai Gurun

  14. bener gak sih katanya rudal C-705 yang di pencet jokowi telat 5 menit untuk meluncur. kalo bener itu sangat memalukan.
    Mengenai frigat SIGMA 10514 maka kedepannya kita tidak butuh lagi kaprang jenis korvet Karena fungsinya bisa dialihkan ke light frigat SIGMA 10514 dan KCR/KCT 60 atau trimaran.

  15. [..Terima kasih atas strateginya TNI semoga kedepannya kita bisa memperbanyak penggunaan alutsista yang berkualitas bukan kw3 dari cina..]

    oh gitu ya ?

    1/ c-705 = kw3

    2/ rudal ngadat = strategi TNI untuk menolak alutsista kw 3

    ente cari tahu aja siapa yang beli !

  16. Delay c705 menguji kepemimpinan presiden sekarang ini …
    Karena pemimpin sesungguhnya hanya berkata “APA YANG SALAH” bukan “SIAPA YANG SALAH”

    “kan bukan hanya rudal ataupun operator-nya, masih banyak faktor lain yang harus di selidiki”

    Salam damai 🙂

    • sekedar ilustrasi bung,

      ..saat melihat industri pertahanan Polandia, delegasi anggota Komisi I sempat mempertanyakan soal tanggung jawab salah satu perusahaan Polandia, terkait pembelian alutsista oleh TNI berupa rudal anti serangan udara (Grom). Karena dari beberapa kali uji coba, ternyata gagal terus atau tidak berfungsi dengan baik…

      “APA YANG SALAH” = Grom
      tapi Grom kan gak ujug2 datang kemari, mesti ada yang beli ? -> “SIAPA YANG beli”

      mudah2an c-705 gak seperti grom, miris banget TNI ? ?

      • Kita tunggu perkembangannya lagi … jangan langsung mengambil keputusan terburu-buru karena kita tidak tahu hal apa yamg sebenarnya terjadi di lapangan

        Dan satu lagi teman-teman “jangan menghina karya orang lain jika kita belum mampu membuatnya”
        Salam damai 🙂

        • gak ada urusan hina-menghina bung,

          istilah komisi I yang al. membidangi pertahanan :

          ..dari beberapa kali uji coba, ternyata gagal terus atau tidak berfungsi dengan baik…

          dan perlu DITEGASKAN, GAK ADA TEPO SELIRO / EWUH PAKWUH SOAL PENILAIAN thd alutsista karena ini menyangkut :

          1/ nyawa prajurit di lapangan

          2/ dan ujung2nya kedaulatan RI

          • gak masalah, apapun penyebabnya ketika dikeluarkan penilaian (misal ‘keandalan sangat kurang’ atau ‘kualitas kurang’) jangan dinilai sebagai penghinaan..

  17. @ lingkar , ini forum militer bukan forum fitna atau forum membenci,fikiranmu kok buruk sekali ya,klu anda fanatik sby ya tak apalah itu hakmu,klu kau benci jokowi terserah tapi jangan kebencianmu kamu bawah2 terus di forum ini,hati busuk di tunjuk2kan orang

LEAVE A REPLY