Dec 022013
 
SIGMA 10514 Guided Missile Frigate (photo DSNS)

SIGMA 10514 Guided Missile Frigate (photo DSNS)

Thales Defence yang bermarkas di Perancis resmi ditunjuk oleh Damen Schelde Naval Shipbuilding Belanda untuk meng-install a full mission systems suite, untuk dua kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) Angkatan Laut Indonesia, setelah menandatangani kontrak pada November 2013. Kapal PKR yang dimaksud adalah Frigate SIGMA 10514 Guided Missile.

Thales akan memasok sejumlah sistem ke dalam frigate Sigma tersebut, antara lain: Sistem Manajemen Tempur TACTICOS, Radar surveillance SMART-S Mk2, Sistem Kontrol Penembakan STIR 1.2 Mk2 EO, Sonar Kingklip, Datalink LINK-Y, serta komunikasi angkatan laut dan sistem navigasinya. Pengiriman pertama modul-modul tersebut dijadwalkan akhir 2014 dan programnya tuntas pada tahun 2017.

Sebagai upaya transfer technologi yang disyaratkan Pemerintah Indonesia, Thales juga akan meningkatkan kerjasama industri dengan PT LEN Indonesia, untuk mengembangkan bagian dari perangkat lunak Sistem Manajemen Tempur (CMS). Thales juga akan melibatkan industri Indonesia dalam urusan service support dan terus mengembangkan kemitraan jangka panjang dengan industri Indonesia, baik di bidang militer maupun sektor sipil.

Kontrak ini melibatkan pembuatan sistem radar SMART-S Mk2 hingga 50 unit. Kontrak pertama kali dilakukan tahun 2003 dan operasional pada tahun 2006. Sistem radar SMART-S Mk2 berfungsi sebagai pengawasan laut, jarak menengah dan jauh.

SMART-S Mk2
Disain dan konstruksi Radar SMART-S Mk2 3D didasarkan pada standar NATO untuk peralatan kapal. SMART-S Mk2, merupakan radar multibeam tiga dimensi terbaru buatan Thales, yang beroperasi di S-band, untuk pemantauan/ pengawasan jarak menengah dan jauh, serta menjejak target di wilayah pesisir/ littoral.

Radar SMART-S Mk2 (thales)

Radar SMART-S Mk2 (thales)

Radar SMART-S Mk2 versi terakhir mampu memantau: laut, darat, pulau-pulau, pesisir pantai dalam kondisi hujan dan badai petir, serta berbagai target radar lainnya, termasuk target permukaan dalam bentuk kecil: helikopter dan rudal anti-kapal. SMART-S Mk2 3D dirancang agar cocok dipasangkan dengan rudal permukaan ke udara (SAM), seperti Evolved Sea Sparrow Missile (ESSM).

Modul ini merupakan one radar concept (1 module) yang sekaligus melacak sasaran udara dan permukaan yang didisain sebagai radar utama bagi: light frigate, korvet dan kapal seperti Docks Landing Platform (LPD).

Radar ini memiliki dua 2 mode utama dengan jangkauan 250 km, juga dilengkapi mode khusus helikopter untuk memantau target yang berada di over the horizon target (OTHT) / terhalang lengkung bumi. SMART-S Mk2 dilengkapi saluran penembakan rudal sasaran darat, sehingga tinggal menghubungkannya dengan sistem rudal darat yang dipilih.

Sistem Manajemen Tempur (CMS) TACTICOS
Sistem manajemen tempur merupakan jantung dari kapal angkatan laut. Alat ini mengintegrasikan semua sensor kapal dan informasi dari pihak lain untuk mengetahui situasi dan kondisi secara real time.

Tacticos bisa dikatakan CMS yang telah matang dan terkenal kehandalan serta kemampuannya untuk mengintegrasikan berbagai hal yang sulit. Tidak kurang 160 kapal berbagai jenis, dari 19 Angkatan Laut (baik NATO dan non-NATO) menggunakan CMS TACTICOS. Salah satu yanng baru berhasil dilakukan TACTICOS adalah mengintegrasikan rudal VL Mica yang saat ini telah beroperasi di Frigate Angkatan Laut Maroko, Tarek Ben Ziad tahun 2012.

CMS TACTICOS Thales

CMS TACTICOS Thales

VL Mica merupakan sistem rudal fire and forget jarak pendekance tingkat advance buatan MBDA missile system. Rudal ini mampu menggasak sasaran dari arah 360 derajat, untuk segala jenis ancaman. Prosesnya, CMS tacticos mengirim data yang diambil dari radar SMART-S Mk2, diteruskan kepada Sensor yang ada di dalam rudal, untuk membimbing rudal menuju ancaman.

STIR 1.2 EO Mk2

STIR 1.2 EO Mk2

STIR 1.2 EO Mk2

STIR 1.2 EO Mk2 merupakan sistem kontrol senjata dual band (I dan K) jarak menengah untuk mengendalikan penembakan rudal maupun senjata mesin. Alat ini kombinasi dari satu radar pengarah 1.2 m dilengkapi satu set electro-optic equipment (TV/IR/Laser), termasuk optronic tracking dan sebuah sensor seleksi otomatis. Tiga sumber data (I, K, EO) disiapkan untuk mengurangi kesalahan transmisi, meningkatkan performa dan sekaligus ketahanan ECCM. Singkatnya STIR 1.2 EO Mk2 mampu membimbing rudal homing semi- aktif seperti ESSM dan ASPIDE. STIR 1.2 EO Mk2 dilengkapi alat PreAction Calibration (PAC) and Miss Distance Indication (MDI).

LINK-Y Data Link
LINK-Y Data Link merupakan alat pertukaran data yang menjadi kepentingan utama untuk mengkoordinasikan tindakan yang harus dilakukan kapal, helikopter/ platform udara serta unit darat. Alat ini melakukan pertukaran data taktis antara beberapa platform militer.

DataLink

Dengan kemampuannya itu, data link biasa disebut “kekuatan pengganda”. Data taktis yang tersedia dibagi ke unit lain untuk tujuan antara lain: Over-The-Horizon Targeting support, Integrasi Combat Management System & Air Management System; serta posisi, status dan data target.

Kinglip Sonar
Kinglip Hull-Mounted Sonar (HMS) ini merupakan sonar yang menggunakan frkuensi aktif dan pasif.Piranti pemantau ancaman dari berbagai jenis kapal selam serta ancaman bawah laut lainnya, seperti torpedo ataupun ranjau laut. Kinglip Hull-Mounted Sonar (HMS) mampu menjejak secara akurat posisi dan jarak kapal selam, dengan bantuan helicopter/ airborne platform.

Thales sonars qualified at sea for French and Italian FREMM frigates

Thales sonars qualified at sea for French and Italian FREMM frigates

sonar-2

Kerjasama dengan PT PAL
Pembangunan Kapal PKR Sigma akan melibatkan Galangan Kapal PT PAL Indonesia. Sejumlah modul kapal rencananya dibangun di PT PAL Surabaya.

Pembagian pembangunan modul PKG Sigma, antara Damen Schelde dan PT PAL (photo: arc.web.id)

Pembagian pembangunan modul PKG Sigma, antara Damen Schelde dan PT PAL (photo: arc.web.id)

Berdasarkan diagaram ini, Modul 5: bridge kapal, sensor dan elektronik; akan digarap oleh Damen Vlissingen facility di Belanda.  Bridge adalah ruang Komando untuk mengontrol berbagai platform kapal.  Sementara Modul 3 yang merupakan  mid hull/engineering module akan dikerjakan Damen Rumanian facility.

Contoh Bridge Kapal Sipil

Contoh Bridge Kapal Sipil

4 modul sisanya termasuk hull depan dan belakang kapal, akan dibangun oleh PT PAL di Surabaya. Pada PKR ke 2 ditargetkan PT PAL akan mengerjakan 5 modul. Modul mid hull yang dikerjakan oleh Damen Rumania akan ditake over oleh PT PAL.  Pembuatan satu PKR Sigma diperkirakan memakan waktu 3 tahun. Dua tahun untuk pembuatan v modul dan satu tahun untuk mengintegrasikan dan finishing Kapal.

Persenjataan PKR Sigma
Persenjataan yang akan diusung oleh PKG Sigma 101514 ini kira kira seperti ini:
Guns:
» 1x Oto Melara 76/62 Compact 76mm Main Gun
» 1x Rheinmetall Millenium 35mm CIWS
Missiles:
» 8x MBDA MM40 Blk III antiship missiles
» 12x MBDA MICA VL surface to air missiles (in VLS)
Torpedoes:
» 2x Triple torpedo launchers

Rheinmetall Millenium 35mm CIWS

Rheinmetall Millenium 35mm CIWS

SIGMA 10514 Guided Missile Frigate (photo arc.web.id)

SIGMA 10514 Guided Missile Frigate (photo arc.web.id)

Namun dalam Defense Security and Equipment International/ DSEI 2013 di London DAMEN Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) memamerkan juga sebuah korvet Sigma yang mengusung RAM launchers buatan Rheinmetall Jerman.

Sigma Corvette with Integrated Mast Module, 8x anti-ship missiles, a 76mm main gun, a special mission container at the stern and two RAM launchers (photo: Navy Recognition)

Sigma Corvette with Integrated Mast Module, 8x anti-ship missiles, a 76mm main gun, a special mission container at the stern and two RAM launchers (photo: Navy Recognition)

RIM-116 Rolling Airframe Missile Launcher (Rheinmetall)

RIM-116 Rolling Airframe Missile Launcher (Rheinmetall)

Semoga saja persenjataan Kapal PKR Sigma 10514 mengusung senjata modern sehingga frigate ini disegani dan bisa diandalkan di masa depan (JKGR).

  101 Responses to “Frigate SIGMA 10514, Seperti Apa Barangnya ?”

  1. kayak speknya tiru fregat TLDM malaysia….100% hampir sama…semua aset tentera malaysia d tiru ama indonesia…

    • Coba bung @sotoloyo sy minta link spek Fregat TLDM yg kata bung tu 100% hampir sama ????

      akan lebih bijak kalo coment tu by data..

    • proyek Sigma sudah lama bung, sementara Gowind baru saja diumumkan. sedangkan battle management system dari Thales adalah salah satu dari hanya sedikit penyedia teknologi yang diakui kemampuannya. tidak heran jika produsen2 kapal Eropa banyak menggunakan produk Thales ini, demikian juga dengan produsen persenjataan

      • tul bung. mungkin sontoloyo itu baru baca blog ini, dipikirnya rencana pemasangan senjata KRI kita baru sekarang-sekarang ini aja ditentukan seperti diatas. Padahal sudah berapa tahun lalu Sigma ditender di kontrak. Juga dalam sejarah belum pernah yang namanya TNI nyontek ke ATM. Ke tentara negara maju mungkin iya, tapi ATM? yang ada malah kebalik, saat Soeharto dulu mau pesen Sukhoi, mereka ikut ambil sukhoi. Bgt juga senjata lain. Saat Indobat dihargai karena Anoa, mereka juga ambil anoa untuk peace keeper, dengan spec yang diminta lebih canggih makanya ganti nama jadi Rimau karena lebih bergigi dari anoa (emang anoa cuman vegetarian kok wkwkwk)…prinsipnya mereka akan ikut TNI tapi dengan standar yang lebih tinggi, karena menyadari SDMnya sendiri masih kalah jauh….

        • saya malah curiga alasan TLDM pilih Gowind adalah karena ukurannya yang lebih panjang beberapa meter 😀 soalny mereka memang terlihat mementingkan hal2 yg semacam itu

          Gowind sendiri sebelumnya masuk pertimbangan TNI AL sebelum memutuskan memilih Sigma

      • dasar sontoloyo…..mana linknya. Yang nyontek malon kaleee

    • nah kalo dulu indonesia punya 2 kapal selam malaysia niru beli dua m beli sukhoi ikut beli sekarang mu buat pkr sigma nyontek lagi mu bikin yg hampir mirip mungkin para petinggi malaysia ngak bisa nentuin bags /enggaknya satu prodk jadi ikut aja sama negara yg udah berpengalaman soal kedirgantaraan atau mungkin mereka ingin menunjukan ‘sayapun bisa beli yg ginian’mungkin..heehehehe 😀

  2. CIWS_nya kalo ada 2 depan belakang lebih manteb om..

    • Pada konfigurasi awal, CIWS phalanx diletakkan dibelakang, (sementara di posisi Millennium sekarang dipasang ASW mortar).
      http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2013/11/sigma10514.jpg
      Ini mungkin konfigurasi yang lebih logis karena untuk Sigma yang sedang dibangun dapat dipilih meriam Oto Melara tipe mutakhir, Strales 76/62 yang bersifat multi-mission dan memiliki fire control dan illumination radar sendiri untuk mendukung proyektil DART berkemampuan anti-air dan anti-missile, (sehingga Millennium dapat dipasang di belakang).

      Strales dilengkapi dual-feed loading system, sehingga dapat menembakkan amunisi pintar jenis lain seperti proyektil kendali jarak jauh (GLR / Guided Long Range) Vulcano 76 dengan pemandu GPS/INS dan GPS/INS/IR.
      Proyektil Vulcano dilengkapi multi-modal RF microwave fuse untuk mendukung jenis2 peledakan altimetric (airburst), proximity (untuk target aerial, naval dan surface) atau delayed impact
      (penetrating).

      • Korvet INS Hanit milik israel dengan 1x CIWS Phalanx di depan terkena tembakan C-802 milik gerilyawan Hezbollah, 4 kelasi tewas (disebut the most embarrassing failure of the Summer 2006 war).

        Alasannya Barak ship defense system tidak diaktifkan, Phalanx dan Elbit Deseaver decoy control and launching system sedang dalam standby mode (mungkin disinformasi agar ‘rating’ perangkat2 tsb tidak jatuh di pasar senjata).
        http://img585.imageshack.us/img585/7726/saar53.jpg

      • tidak mengenai sasaran dengan tepat pun masih menimbulkan kerusakan dan tewasnya personil, apalagi kalo kena telak ya kang.. hehe
        tapi itu membuktikan sistem defense korvet belum bisa dikatakan sempurna untuk menangkal rudal2 lawan. saya pernah membaca (lupa linknya) kalo korvet2 rusia minimal ada 3 ato 4 untuk CIWSnya.
        tantangan kedepan selain rudal yg semakin canggih juga pespur lawan generasi 5 yg semakin stealth..

  3. RIM116 ini yg buat kebat-kebit pespur, yg jg bs dijadikan pertahanan anti rudal. Semoga pkr sigma kita punya tuh. biar punya taring.

  4. ha ha ha rudal mica ya hanya 12 cell seuprit mending ganti tuh dengan sea ceptor jangkauanya lebih jauh !!

  5. Kok tdk punya daya pamungkas yg melebihi kapal tetangga. Coba bandingkan dengan Steregushchy class, panjangnya persis sama, versi exportnya Project 20382 Tigr membawa 8 supersonic SS-N-26 (P-800 Yakhont) anti-shipping missiles atau 16 subsonic SS-N-25 ‘Switchblade’ (Kh-35E Uran). Pada tahun 2007 TNI AL secara prinsip setuju beli tapi tdk ada kelanjutan beritanya, akhirnya Yakhont yg sdh dibeli dipasang di KRI OWA dan berhasil.

    Semoga pada KPR ke 2 dan selanjutnya PT PAL dapat memasang Yakhont. Apa nggak kapok diembargo lagi?

    • ToT mungkin?
      PAL masih butuh ToT kapal sekelas ini, dan teknologi kapal SIGMA dipandang lebih maju teknologi kapal permukaan Russia. memang jika melihat persenjataan kapal perang Russia hampir selalu armed to the teeth.
      Embargo memang pengalaman yg menyakitkan, tapi justru itu sebabnya pemerintah mengejar kemandirian alutsista dalam negeri, berharap dalam 5-10 tahun sudah akan mandiri dalam berbagai alutsista
      ToT sendri memang persyaratan pemerintah yg bagai buah simalakama bagi produsen alutsista negara blok NATO. tanpa ToT mereka sulit bertahan, dan dgn ToT berpotensi hilangnya pasar masa depan tanpa adanya teknologi terbaru. nego Sigma juga sangat alot dan sempat diisukan batal

      • setuju… kuasai dulu pembuatan kapalnya, perangkat elektroniknya.. baru senjatanya.. prioritas, karena konflik intensitas tinggi antar negara masih relatif jauh 😀

        btw pemerintah serius kok.. malah sepertinya proses sudah direncanakan utk berjalan paralel.. ehm2x 😀

        ini baru langkah nyata kita siap hadapi konflik.. terarah dan mematikan 😀 😀

      • Tot sih memang penting. Cuma apa yg boleh di Tot kan…Kalau cuma tot hull atau rangka kapal sih percuma saja karena kita masih tergantung dgn negara produsen untuk sistem senjata dan elektronik.. Kecuali kalau tot nya rudal anti kapal exocet blok III or mica misalnya atau CMS tacticos dan radar atau cwis goalkeeper /milenium itu baru oke. Kalau cuma sekedar tot platform or badan kapal ya selamanya kita tetap tergantung dgn negara produsen dan jika diembargo ya nasib. Berbeda jika kita membeli dari negara yg tidak suka mengembargo seperti rusia, mau beli sebanyak apapun asal ada uang mereka bisa kasih tanpa persyaratan apapun. Masalahnya TNI kita termasuk presiden kita itu banyak yg lulusan dari negara 2 barat terutama USA.Dan yg menduduki jabatan2 strategis di TNI adalah jendral2 yg pro USA. Jika ada jendral yg tidak pro USA jangan harap karirnya akan mulus dan cemerlang. Contoh mantan KASAL Laksamana Slamet Subianto yg pada tahun 2006 ketika case ambalat sedang rame2nya merencanakan akan membeli kapal selam kelas kilo dan korvet streguchy dari Rusia dan akan menghentikan kontrak pembelian 4 korvet sigma. Tak lama kemudian beliau dilengserkan… Contoh lain dibidang migas ketika dirut pertamina widya purnama ngotot ingin mendapatkan blok cepu dari exxon mobil yg sdh habis kontrak. Ga lama kemudian menlu USA condeliza rice datang menemui SBY dan seminggu kemudian widya purnama dicopot dan bbrp minggu kemudian exxon mobile menandatangani perpanjangan kontrak di blok cepu…

    • hadeuh bung antonov, jangan membuka luka lama, kasus tigre vs sigma sami mawon dengan kasus kilo vs cingbogo, malah tigre sudah sampai tahap pembuatan yang kemudian bisa digagalkan oleh tim yang sama.

  6. Transfer of technology harusnya 100%, jangan ToT tapi cuma bagian yg tidak penting.. saya yakin membuat radar dan combat management system adalah gampang asal percaya diri.. percuma beli frigate mahal tapi otaknya yaitu modul V dibikin luar negeri.. padahal itu kuncinya..

  7. Opini anti ship missiles:
    Di kawasan Asean/ Asia Tenggara (masukkan Australia) proliferasi terbatas kepada Exocet dan Harpoon saja yg kecepatannya subsonic dan jangkauannya 180 km.
    Di luar kawasan ada India (Brahmos, Yakhont, Klub-S 3M-54E/ SS-N-27B), dan China (Novator) dengan kecepatan jelajah atau terminal supersonic dan jangkauan > 180 km.
    Kalau Indonesia mau menjagoi kawasan, mau tidak mau harus berpaling kepada Yakhont atau Klub-S 3M-54E, sekalian menghindari embargo.

  8. 3 tahun,,,,, lama banget,,,,
    Kalo di instal yakhont compatible gak ya????

  9. jawaban sinchapoh thd perkembangan kapal selam di asteng

    ni negara kutu memang kampret, paling bisa nyari alasan…
    selalu di setiap2 berita soal modernisasi alutsista mereka diselipkan kata2 seperti di paragraf kedua dari bawah… kesannya jadi korban dan perlu menjaga diri melulu.

    ngomong2 tipe 218SG ini apa ya? (kode SG sptnya menunjukkan pesanan khusus cinapoh..)

    Singapore to Acquire Two Submarines from German Firm
    02 Desember 2013

    The RSS Challenger, Singapore’s first submarine. The new vessels, together with two second-hand Archer-class submarines, will replace four ageing Challenger-class submarines. (photo : Straits Times)

    SINGAPORE: Singapore, which has Southeast Asia’s most modern military, said Monday it was acquiring two new submarines from German defence contractor ThyssenKrupp Marine Systems.
    In a statement, the defence ministry said it signed a contract to acquire two “Type 218SG” submarines, which are projected to be delivered in 2020.

    It said the deal included a logistics package and a crew training arrangement in Germany, but did not reveal the total cost.

    The two new submarines, along with Archer-class submarines purchased from Sweden in 2005 will replace its Challenger-class submarines that were built in the 1960s and acquired by the city-state in the 1990s.

    “The replacement submarines will have significantly improved capabilities and be equipped with Air Independent Propulsion Systems,” the ministry said in the statement.

    The German firm said the propulsion system significantly increases a submarine’s underwater range, reducing the risk of discovery.

    Singapore announced in September it was acquiring an advanced European air defence system to replace its ageing US-made Hawk surface-to-air batteries.

    It has set aside Sg$12.34 billion ($9.84 billion) for defence in 2013, up from Sg$11.83 billion in 2012.

    Singapore, surrounded by far larger neighbours, has pursued a robust defence strategy since its acrimonious split from Malaysia in 1965.

    All able-bodied men must serve for two years in the military upon turning 18, providing additional manpower on top of the estimated 20,000 regulars.

    (New Straits Times)
    http://www.nst.com.my/latest/singapore-to-acquire-two-submarines-from-german-firm-1.419154

    • Sbenernya gak ada yg salah dgn pengadaan Kasel Singapura ataw mungkn Destroyer Australia .
      Yg salah pemerintah kita sendiri yg amat sangat teramat INFERIORITY KOMPLEKS.
      Dgn tingkat INFERIORITY KOMPLEKS TERTINGGI DI REGIONAL mau beli Kilo br ditanyain orang udah salah tingkah….keliatan memang pemerintah kita mental gak ada kok.
      Pengadaan alutista masing2 negara itu hakikatnya HAK PREOGRATIVE masing2 negara utk melindungi kedaulatannya.
      Sekali lagi …yg menjadi masalah adalah TINGKAT INFERIORITY KOMPLEKS kita yg pd batas maksimum…. sah2 aja Indonesia ataw Malaysia ataw tetangga2 Singapura mengkritik Singapura dgn pengadaan Kaselnya tp dijamin 1000000% Singapura cuek bebek…..beda dgn kita.

      • Bukan inferiority complex, tapi memang pemerintah/ jenderal kita kelewat pro Barat:
        – 2003 yg pertama beli Sukhoi/Flanker kan Megawati
        – setelah itu didiamkan tanpa senjata, baru pada peristiwa Ambalat kita repot
        – 2007 mau beli korvet Rusia nggak jadi, dialihkan ke Sigma sampai isunya KSAL pada waktu itu yg anti AS karena embargo dicopot/ diganti
        -2009 Kilo dibatalkan, utk selanjutnya diarahkan ke CBG alasan ToT tapi terus jadi masalah
        -2010 hibah F-16, mana ToT-nya?
        – 2011 baru kita melengkapi dan mempersenjatai Sukhoi/Flanker (terpaksa)
        – 2012 proyek KFX di tanda tangani, kelanjutannya?
        – 2012 beli Leo & Marder, mana ToT-nya?
        – 2013 beli Apache, mana ToT-nya?
        – 2013 berita sejak 2009 telah disadap meledak! (pemerintah sdh tahu tapi memilih diam).
        Mau tidak mau suka tidak suka ya itulah kesan saya.
        TNI AU dan AL tetap dikecilkan perannya dibandingkan TNI AD persis gaya orde baru. Coba amati latgab dari masa ke masa. Untung kita masih punya Angkasa Yudha.
        ToT diterapkan secara kaku dan tebang pilih.
        Pada hemat saya, blok Amerika/ Barat dalam 2 periode kepemimpinan SBY telah berhasil dalam misinya, at least utk bidang militer.
        Semoga pengganti SBY nanti tidak jatuh ke dalam pelukan Amerika/Barat, tetapi berpaham Indonesia First.

        • Enggak, maksud saya tadi …sah2 aja siapapun pemerintahnya mau singapura,malaysia,timor leste,australia,filipina,papua nugini dll dll.
          Pengadaan alutista mereka adalah HAK MEREKA.
          Pengadaan alutista kita adalah HAK KITA.
          Nah yg jadi masalah …kenapa kok cuman beli KILO 2 biji ampe njlimet disembunyikan bla bla bla …ampe hrs pake skema “HIBAH” buat penampakannya ckckcckkkk.
          (Ataw cukup “tampakkan” satu aja, sisanya tetep “nyilem”)
          Stidaknya point menggunakan HAK KITA sbg bangsa terwakili.

          @Bang Antonov :
          Utk point cenderung Blok Barat ataw Timur … ini masalah lain lg kl saya perhatikan….sbab banyak skali sudut pandangnya ataw “penyebabnya” ataw mungkin memang sedang bermain “halus” 😀

          Yang lalu biarlah berlalu tp mari kita jaga yg didepan mata ini.
          Liat aja gencarnya GRIPEN mau masuk nelikung “Su-35 MEF II “….pdhl jelas2 Roll Gripen gak masuk utk air superiority dgn geography Indonesia yg luas segambreng.
          Dgn masuknya F-16 hibah maka “lubang” gripen sdh “tertutup” lha kok ini ngotot ?! 😀
          Waspadalah …waspadalah
          (sorry sales gripen, we need more air superiority, not DATA share superiority, now get out !):D

          Maaf makin OOT bung diego , tp jujur kok ini enaknya WARJAG, slama msh nyambung dan gak SARA aplg kata2 kotor 😀

        • Bung @Antonov, tidak semudah itu mendapatkan ToT, harapan terlampau tinggi kalo beli senjata/peralatan militer dlm jumlah yg tidak terlampau besar ttp berharap ToT. Teknologi itu sesuatu yg mahal yg membutuhkan penelitian, pengembangan & perencanaan matang yg mebutuhkan waktu yg cukup panjang & dana yg besar. Negara2 pemilik teknologi tdk akan mudah memberi ToT dari hasil kerja keras mereka. Hal ini yg krg di perhitungkan pengambil kebijakan untuk militer RI.

      • Kebetulan baru lihat berita TV.

        Percuma banget diskusi alutisista, apakah berani digunakan jika situasi memaksa?
        Menghadapi buruh aja gak berani!

        Pandangan pemerintah tentang demo buruh seperti apa sih?

        Mau kerja jadi PRT atau GM bank kan harus dirundingkan dulu gajinya?
        Tidak bisa salah satu pihak memaksakan kehendak.
        Lha kok buruh bisa ? ? ?
        Padahal udah ada wadah tripartit.

        Sweeping, dobrak pabrik yang buruhnya ogah demo lalu dipaksa ikut, dibiarin.
        Satu rumah pagarnya jebol ditabrak sedan mewah langsung jadi urusan polisi.

        Ekonomi udah senin kemis, kalau banyak PMA kabur karena pabrik bisa didobrak setiap waktu tanpa perlindungan/kepastian hukum, kita lagi yang runyam, angka pengangguran meningkat.

        Ini negara macam apa sih?

        • sweeping dan anarkis pedemo itu seperti mentalisme anak geng motor, yg jika banyakan maka merasa hukum lalu lintas tidak berlaku.

          dulu, yg namanya LSM terkesan sangat mulia dan idealis. sekarang kesannya tidak lebih dari organisasi preman. LSM idealis murni nyaris tidak terdengar.

          agar tidak demo/ demo reda maka amplop untuk para ketua serikat buruh dan LSM harus mengalir, sama saja seperti LSM yg kerjanya ngejar2 para Kabag di pemda dan pemkot

          di level lebih lanjut hal seperti ini dipraktekan para anggota dewan yang terhormat kepada eksekutif 😀

          Indonesia.

          • dasar nya saja sudah banyak bermunculan geng.. senior vs junior.. di tambah beban lagi dipuncaknya penuh dengan komisi.. gk kebayang kalo mereka bilang.. komisinya doong.. he..3x

    • maybe british rule the wave but absoluttely german has the ocean

  10. klo perlu tni al punya 100 fregate sigma,ga ada yg keberatankan?

  11. yaaah..ada yg keberatan,apbn sm papan catur..klo gtu 4 dah sigmanya yg 96 dummy hehe
    Kawan danu dan nowyoudont,menurut sepengetahuan anda,kapal perang permukaan apa yg paling handal dan canggih yg layak digunakan utk tni al menjaga luasnya samudera indonesia!

    • ga tau @frans 😀
      meminjam analogi bung @danu sebaiknya memang bidak dalam papan catur lengkap semua, baru ada harapan mengcover luasnya beban wilayah yg harus dijaga.

      dan jangan lupa, dengan 3 wilayah laut artinya Indonesia perlu 3 papan catur komplit dgn semua bidaknya. amiiiin

    • Saya cenderung (balik lagi ke) UAV untuk patroli, kalau perlu tembak2an dengan kapal perang lawan ya pakai Su maritime strike + anti ship missile. Ini mengambil pelajaran dari perang Falkland/ Malvinas, dimana yang menenggelamkan kapal2 Inggris adalah Super Etendard AU Argentina dengan Exocet-nya. AL Argentina sejak cruiser Admiral Belgrano ditorpedo KS Inggris (kalau gak salah) ngumpet di pelabuhan, gak berani keluar.

      Sukhoi lebih cepat tiba di hot spot, khusus untuk versi maritime strike biar dioperasikan AL deh (jangan merebut kapling), AU biar konsentrasi di air superiority.

      Sukhoi dengan ASM (awak satu/dua) bisa sama efektifnya dengan kapal corvette (awak puluhan) dalam menghajar kapal lawan…

    • TNI AL harus utamakan pengadaan kapal selam disamping itu pngadaan destroyer sgt perlu.

  12. Stelah ini TNI harus mempertimbangkan kapal komando yang difokuskan pada sistem senjata defensive yang canggih !!! Stelah itu lanjutin bangun NSIGMA PT PAL !!! 😀

    Corvet sigma yang mengusung RIM 116 Ram itu gedenya berapa kayaknya lebih besar dari punya kita???

    • “Compact SIGMA”, kapal baru yang diluncurkan Damen (DSNS) ukurannya 59 sampai 87 meter, lebih kecil dari sigma 10514 Indonesia.

      Link

      • Klo PT PAL dah dapetin TOT ni SIGMA 10514.. ga menutup kemungkinan pengembangannya nanti bisa membuat variasi ukuran + persenjataan SIGMA kaya “Compact SIGMA” Damen di atas.. ngarep.com

      • Alangkah dahsyatnya jika, Sang Sigma juga menggendong beberapa “Boat F1” yang bisa keluar dari perutnya, yang dijejali juga dengan rudal menengah, sehingga dapat dengan mudah membentuk formasi bulan sabit dengan jarak interval tertentu, tergantung seberapa luas medan perang di laut….

    • Justru kita butuhnya yg gede buat cover laut yg luas. Bentuk compact enaknya buat negara yg lautnya dikit. Lagian dah ada FPB sma KCR, harusnya malah lebih butuh Frigate murni dengan AAW mumpuni bukan sekedar Light Frigate lagi.. CMIIW

      • Menurut saya kita harus bicara ‘payung’nya dulu, apakah sudah merasa kuat sebagai green water navy dan ingin melangkah ke blue water navy?…

        Green water navy memadai untuk menegakkan kedaulatan di ZEE, korvet sudah cukup, puluhan Lanal tersebar antara Sabang dan Sorong untuk resupply, ibaratnya untuk penerbangan domestik B-737 cukup, tidak perlu B-747 / A-360..

      • Ane bicara “Idealnya” bang. Idealnya memang sudah harus mengarah kesono kok (Blue water navy). Seperti kita ketahui PKR10514 itu frigate nanggung dengan AAW sekelas korvet. Lha sudah nanggung, diatas malah usul sigma yang versi mungil.

        Ane dukung ni proyek karena klo lancar ToT, desain modularnya bisa degedein lagi buat bikin real frigate. Badan gede berarti payload tambah banyak plus range nambah nggak sekedar 5000nm lagi. Prospek buat bikin AAW Frigate kayak tetangga sebelah tapi bikin sendiri.

        Sekedar jadi green water navy aja kapal masih kurang, ditambah masih tumpang tindih penindak hukum di laut. Ane trenyuh liat di tv kapal parchim class kita ternyata buat nangkepin nelayan Thailand yg nyuri ikan. Gimana mau fokus ke BWN klo urusan maling ikan aja kapal perang yg turun tangan. Padahal jenis kapal cost guard modal meriam doang cukup, yg penting range-nya cukup buat patroli.

        Punya LPD dan Real frigate VS class meskipun tuwir serta pernah punya wacana bikin LHD (meskipun wacana), itu menandakan dari dulu sebenernya kita punya planning kearah BWN. Cepat atau lambat kita akan kesana. Menurut ane nggak perlu kita fokus ke GWN dulu lalu baru mikir BWN. Tinggal konsep bagi tugas penegakan hukum di laut dipertegas lagi, kita harus fokus ke arah BWN. Negara maritime yg besar yg punya sejarah mengutus gugus tempur berperang melawan invasi militer asing jaman kerajaan dulu, tidak bisa tidak harus punya kemauan kearah sana jika tidak mau dibilang turun kasta.. CMIIW

  13. menarik sekali kalo kita mau baca ambisi malasya di navy, mereka sbtlunya sudah beli blue print meko 100 dng harga yg amat-amat mahal dngn harapan bisa bikin fregate sendiri, syang karena korupsi dan ketidak mampuan teknology akhirnya dibatalkan, tadinya yg mau bikin 16 hanya jadi 6, dan mlasya banting stir meninggalkan desain meko yg udah dibeli dng harga mahal, akhirnya mereka sebenarnya melirik sigma tapi karena sdh ada tetangga yg pakai , sesuai falsafah dan pandangan hidup malsya biar t*ll asal jaguh mereka jadikan gowind sebagai sgpv kacaonya platform ini belum proven, jadi harus keluar biaya lebih besar lagi, kacaounya lagi mereka menemukan kalo jeroan sigma versi maroko (yg lalu diadopt sama tni) adalah yg terbaik untuk class sejenis gowind

  14. Bagusnye ni Sigma diperlengkapin ama rudal nuklir barang 20-30 biji, terus diperlengkapin lagi ama Torpedo, Tomahawk, S-500, jangan lupa helikopter Cobra barang 3 biji, meriamnya kurang gede tuh, paling dikit ukurannya yang 155 mm atau lebih, bodinya dilapisi titanium biar stealth dan ga mempan rudal, gue jamin bakal jadi raja lautan sedunia dan akhirat dah…..

  15. selain masalah kapal selam,program PKR menjadi salah satu hal yg paling sy tgu. jd g sabar melihat wujud asli nih kapal..
    untuk para senior, kalau melihat spek dari PKR diatas apa kira” msh ada ruang untuk penambahan persenjataan yg blm trdpt diatas.?contohx penambahan tabung VLS atau yg lainnya..trus kira” prsenjataan apalagi yg cocok ditambahkn ke PKR sigma ini.?


    • Tabung vertical launchers nya ada di belakang meriam oto melara 76 (hull depan)


      Kalau dipasang RIM 116 lebih hebat lagi


      Exocet blok 3 lumayan jauh jarak tembaknya 180km

      • mksh infox mas..maksud saya apakah tbung vls bisa ditambah dari 12 mnjadi 16 atau 18 tabung,.klu untuk PKR kita berarti blm ada pemasangan RIM 116 ya mas.?

        • Oh bisa kawan… yang penting wani piro

          Katakanlah rudal-anti udara vl mica shorad diinstal dari 12 tabung (2×6) menjadi 24 tabung (4×6), sementara radarnya hanya mampu mendeteksi 10 sasaran sekaligus. Maka radar harus dicopot, diganti yang lebih powerfull, begitu juga sistem kontrol senjata, karena mendapat beban tambahan 12 channel. Combat management system juga diupgrade karena harus mengontorl 12 rudal tambahan.

          Sistem Kontrol Senjata, CMS dan Radar yang lebih mumpuni pasti lebih kompleks dan menyebabkan ukuran dan bobotnya lebih besar. Belum lagi tambahan ruang untuk 12 rudal.

          Ruang Kapal tidak cukup, maka kapal harus diperbesar. Kapal yang lebih besar membutuhkan mesin yang lebih besar dan juga bahan bakar minyak yang lebih banyak. Sistem yang lebih kompleks membutuhkan awak kapal lebih banyak. Otomatis logistik dan makanan yang dibawa harus lebih banyak.

          Kalau itu semua sudah dipenuhi, namanya bukan lagi Frigat, tapi destroyer 😀

          • Dan kita sudah saatnya memerlukan Destroyer bung diego
            melihat dinamika kawasan,,’
            Moga yang bekas jadi beneran datang
            hhehehe

          • hahaha,bener juga ya mas,g kepikiran smpe hal detail bgtu..sy brtnya bgtu krna klu liat gambarnya masih ada space ksong yg mngkn bs ditambhkn untuk prsenjataan..
            kira” heli AKSx apa mas.?

          • Kayaknya AS565 MB Panther

      • apa berarti perlindungan jarak dekat Sigma ini tidak 360 derajat?

  16. Kenapa semuanya pada ngelupain kerjasama C-702/5 dan C-802 dengan China ya? 🙂 kalau diliat spek-nya C-802 mendekati MM40 blk III, malah versi C-805 lbh jauh lg jangkauannya. Tp lagi2, yg namanya senjata strategis (rudal), ToT-nya ya pasti alot. Namun lebih baik RI mati2an utk kerjasama dgn China drpd jatuh lg kena embargo.

    • Cina itu sama saja dgn Amerika mas, buktinya sampai sekarang produksi lokal C-705 masih tdk jelas. Paling aman mendekat ke Rusia.

    • Sebenernya sejenis sih dan jatohnya lebih murah, cuman ongkos politiknya yang mahal. Iming2 ToT c-705 tidak lain menyangkut urusan LCS. Kelihatan China juga masih wait n see melihat politik Indonesia menyangkut LCS kedepan. Nggak usah ampe pro China, kita netral dan nggak nge-blok kemanapun juga bakalan dikasih itu ToT (syarat yg lain adalah kita beli min. 300 biji). Menurut ane proyek ini lanjut setelah 2014 dengan syarat Indonesia tetep netral di LCS dan infrastruktur penunjang sudah siap di PT.DI.. CMIIW

  17. singapore membeli 2 kapal selam type 218SG buatan jerman?

  18. biasa aja kawan..ga perlu sampe mati2an..mah banyak negara2 bekas pecahan uni soviet yg saya yakin mau bekerja sama dgn indonesia membangun industri pertahanan,tdk harus terfokus pd china..terlalu beresiko kawan,kita msh perlu mencermati langkah2 china kedepannya..

  19. sptnya perlu di tmmbhin cantolanya,,
    era modern spt ini masih pakai oerlikon,baiknya brupa rudal”..krg lebih sesangar destroy,,mskpun cm sekelas fregat,tp kalao senjaatanya sekelas destroy,pastilah di segani,

  20. Ya mending sea ceptor kalau dibanding 12 cell vls mica kalau ngomong embargo kok ragam class jadi di ambil oleh ri apa ngak takut di embargo barat ?????

  21. @Bung kucingkura re berita Straits Times:
    SAM Hawk akan diganti. Tebakan saya mereka akan minta Patriot dan akan diberi. Artinya seluruh wilayah udara KepRi (Batam, Bintan, Pekanbaru, Pontianak, Anambas, Natuna) akan dikuasai mereka. Perlombaan senjata Asean telah dimulai. Singapur telah menggantikan Aussie menjadi herder Amerika. Kapan kita punya S300/ 400?

    • benar-benar negeri yang paranoid..

      sebaiknya project terusan di tanah genting Kra secepanya dibuat
      dan kalau ini terjadi, maka sangat mungkin pelabuhan di Aceh akan ramai.
      dan Red Dot bisa berganti jd Brown Dot

      dan pastinya red dot akan mati-matian menggagalkan project tersebut.

      • proyek gagal China yang jika terwujud Indonesiapun bisa gigit jari. Aceh jauh dari letak rencana terusan, kep. Andaman masih lebih strategis sebagai daerah penyangga karena langsung berhadapan. saat ini Batam saja yang secara geografis lebih strategis di jalur perkapalan daripada Johor/Iskandar masih susah walau dgn upaya2 pemerintah belasan tahun

        yg diuntungkan dari terusan itu -jika terwujud- adalah Thailand dan China, yang paling dirugikan adalah Singapura, Malaysia dan Indonesia. LCS dan selat Malaka ini memang dipandang sebagai dilema China. tak heran jika di masa depan mereka akan kembali menoleh pada peta tahun 1938, peta China ‘seharusnya’ menurut mereka yg memasukan Natuna dan semenanjung Malaysia sebagai bagian dari China.

        • benar yang @nowyoudont sampaikan,
          tetapi tidak menutup kemungkinan proyek itu terjadi, jika china menganggap singapura adalah kerikil tajam yg selalu diasah oleh US (rivalnya?).
          Tetapi pandangan terhadap singapura sepertinya belum ke arah sana, sebab secara etnis, pemerintahan dan mayoritas warga singapura adalah tionghoa.

          kalau tidak salah, china masih menerapkan kewarganegaraan berdasar asas ius sanguinis, yg berarti seluruh etnis tionghoa di dunia bisa diakui sebagai galur keturunan yg terhubung dengan china (cmiiw)

          kasus singapura dan taiwan merupakan contoh paradoks sebuah negara, dimana antara galur keturunan dan ideologi bisa sejalan beriringan, sekaligus terikat oleh dua kekuatan yg bertolak belakang.

          Mungkin karena itulah singapura saat ini benar2 memanfaatkan kondisi unik ini semaksimal mungkin.

          (maaf Admin, OOT jauuh banget)

    • gosok2 aja malaysia sampe panas..blg sm malaysia,singapore sengaja blanja alutsista canggih buat nakut2in you tuh..ntar klo you biar2in singapore nglunjak,bs2 ntar you dilecehkan..dikata bangsa plagiat lah,melayu tak guna lah..lah kami sbg bangsa indonesia ga terima dong klo saudara malaysia kami dilecehkan..
      Mending skrg you gempur tuh singapore,,kami bantu dr belakang dah..(sukur2 malaysia blg:iye keeeh..cam tu rupenye singepor yeh,geram nye aku nak nglasing muke nye,tunggu engkau semue yeeh) hehe

  22. Vietnam juga mau beli Sigma 4 unit. Tahap awal beli 2 tipe 9814.

    http://www.janes.com/article/26167/vietnam-to-order-dutch-corvettes

    http://www.defenseindustrydaily.com/more-than-the-sum-of-its-parts-dutch-sigma-ships-for-vietnam-07173/

    Kliatannya pilihan TNI-AL udah pas. Kita tinggal nunggu pesanan Sigma selanjutnya yg bakal dimodifikasi PT.PAL sesuai ‘selera’ & ‘karakteristik’ negeri kita.

    *jd inget senapan SS, LPD, Anoa

  23. Semoga ja PKR ni gk smpai batal, baru ngeliat gambarnya ja gua dah kpengen numpangi piknik ke Ligitan…!.
    Tapi sista nya yg kan di pasangin itu opo iso yo mbledosi ndase kang-Uru ?.

  24. Kapan ya … kita punya kapal segede KRI IRIAN lagi dengan arsenal yang oke punya ???
    Ngarep banget.com

  25. Sebenarnya PKR 10514 yg sedang dibuat ini bukan untuk menggantikan Kapal Fregat jenis ahmad yang class atau fregat yg lain yg jumlahnya 10 buah. Tetapi PKR ini dibuat untuk menggantikan Kapal jenis korvet tua yg jumlahnya sekitar 20 unit. Korvet tua yg dipunya TNI dianggap sudah tidak sesuai utk menghadapi tantangan perang masa depan. contoh SAM yg seadanya (kebanyakan MANPADS), rudal anti kapal yg kurang ganas, helipad yg mungil yg tdk mampu menampung heli dgn beban yg berat, dan tdk semuanya dilengkapi sonar. Juga daya jelajah di laut yg lebih pendek dibandingkan PKR yg menjadi point utama mengingat luasnya indonesia. Jadi ke depan TNI tdk menggunakan kapal jenis korvet, tp langsung loncat ke PKR (Light fregate) karena jeroan yg serba nanggung (seperti Inggris yg tdk mengenal korvet di armadanya. Makanya senjata PKR tdk sebanyak Fregat tapi tetap lebih banyak dan mematikan dari korvet. Setelah Proyek PKR10514 ini lancar, saya yakin New Fregat Sigma ( dgn panjang kira-kira 125 m dan bobot > 3000 ton ) dgn senjata mematikan akan muncul untuk menggantikan Fregat Ahmad Yani Class…

  26. Tetap aja jeroan Alusistanya kelas dua msh kalah dengan negara tetangga apa yang bisa dibanggain

  27. Malaysia selalu ingin lebih gahar dari TNI maka kekuatan TNI selalu di pantau oleh mereka kalau TNI lebih kuat. mari kerja sama , tapi bila TNI lemah ? pikir sendiri

 Leave a Reply