Frigate Sigma kedua, Mulai Produksi

57
89
SIGMA 10514 Guided Missile Frigate (photo DSNS)
SIGMA 10514 Guided Missile Frigate (photo DSNS)

Surabaya – Menteri Pertahanan Ryamizard Riyacudu meninjau galangan kapal PT PAL dan menandatangani prosesi dimulainya produksi ?kapal tipe Perusak Kawal Rudal (PKR) Frigate 10514 yang sudah dipesan Kemenhan sebelumnya.

Kapal PKR Frigate 10514 adalah kapal kedua pesa?nan Kementerian Pertahanan?. Produksi kapal ini dilakukan atas kerjasama PT PAL dengan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS).? Dimana ada modul yang dikerjakan di Belanda dan di dalam negeri.

Prosesi peletakan lunas kapa?l atau proses resmi dimulainya produksi ini dilakukan di galangan PT PAL, di Surabaya, Kamis (11/12/2014). Proses itu dilakukan Menteri Pertahanan Ryamizard Riyacudu,? bersama Dirut PT PAL Firmansyah Arifini dan perwakilan dari DSNS.

Dalam sambutannya, Ryamizard berharap kepada PT PAL dapat memenuhi pesanan Kemehan untuk memperkuat poros maritim Indonesia. ?Proses produksi alutsista itu juga secara bertahap ke depannya diharapkan dapat dilakukan secara mandiri.

“Kita berharap atas pelaksanaanya dilaksanakan dengan sukses dengan Murah dan proses pengerjaannya membawa manfaat bagi model alat pertahanan kita,” ujar mantan KSAD itu.

?Rencananya kapal pesanan Kemenhan itu akan selesai pada tahun 2017. Total anggaran yang dihabiskan untuk kondisi basic $ 220 juta dan apabila sudah terlengkapi sampai akhir anggaran yang dihabiskan sebesar $ 350 juta.

Menurut Menteri Pertahanan, melalui produksi kapal perang tersebut, pemerintah menargetkan dalam kurun waktu 10 tahun mendatang bisa secara mandiri memproduksi alat-alat pertahanan sendiri.

Kapal perang PKR-105 M dibuat dengan panjang 105.11 meter, lebar 14.02 meter, dan 3,7 meter. Berat totalnya 2365 Ton. Kecepatannya 28/18/15 knot dengan jarak jelajah 5000 NM selama 20 hari.

Kapal ini mengangkut awak sebanyak 100 orang dan 22 akomodasi cadangan. Memiliki helipad untuk satu unit dengan maksimum berat 10 ton. Dengan kekuatan mesin pendorong 2X10.000 KW MCR dengan bahan bakar yang sanggup menampung 300 ton.

Kapal PKR-105 ini akan dilengkapi peluncur rudal antikapal permukaan, antiserangan udara, torpedo, dan perangkat perang elektronik. Kapal ini akan dilengkapi helikopter yang membawa torpedo. (Detik.com).

57 COMMENTS

          • Kapal cepat rudal ukuran 50m sangat efektif menenggelamkan kapal kapal besar diperairan litoral atau dangkal dengan banyak pulau seperti indonesia … dulu kita punya komar class yg dilengkapi rudal styx produk rusia dan jaguar class produk bremen jerman .. dengan kapal cepat kecil tapi dapat membawa senjata mematikan dan berjarak tembak jauh akan menjadi momok bagi kapal mkapal besar yg tidak lincah .. sekarang kita punya FPB 50 meter kelas mandau produk korea dan kcr40/60 ..

        • lhoh…berarti konsep blue water navy mau mulai ditinggalkan dong.

          wah berarti ad pergeseran politik luar negri, dan men downgrade perspektif sebagai negara adi daya dalam segala hal nih.

          kayaknya kok gak mungkin dah….

    • Ketiga pesanan pertama dibikin semuanya doi PT Pal tapi ada dua modul dibikin di Belanda & Rumania. Hingga MEF berakhir tahun 2024 ditargetkan 8 kapal. Total kebutuhannya 16 PKR dan mulai kapal kesembilan 100% bikinan dalam negeri

    • Tdk ada bos. Rusia sedang dalam pembangunan galangan kapal raksasa terpadu dengan proses perakitan modern berbasis modular / bimodular dengan bantuan Prancis & Korea di Vladivostok menggantikan galangan warisan Soviet di Ukraina. Rusia baru akan memproduksi kapal perang setidaknya paling cepat 2020. Harapannya proses pembangunan kapal berbasis modular akan dimulai pada tahun 2020 & yang berbasis bimodular (terutama pembangunan kapal raksasa. Harapan Rusia pd tahun 2023 akan mampu membangun kapal destroyer 15000 ton pengganti Kirov Class hanya dalam waktu 2 tahun, Bandingkan dengan proses perakitan lama ala tubular seperti fregate terbaru Admiral Gorskhov yang butuh waktu 9 tahun ato flagship AL Rusia Kirov Class yang butuh 13 tahun

      Bandingkan dengan Arleigh Burke yang pembangunan butuh 3 tahun atau yang gila sperti China dimana destroyer Type 053D cuma butuh 1,5 tahun

        • Bisa aja sih modal gede, sumber daya manusia dgn kemampuan & etos kerja tinggi, perakitan modern berbasis bimodular, ketersediaan bahan baku kalo bisa pabrik baja dekat dengan galangan kapal dan tentunya komitmen pemerintah dll

      • Rusia mau meniru indonesia dalam methode pembuatan kapal dg system modular.
        indonesia dg kapal SIGMA adalah contoh pembuatan kapal secara modular… (Ship Integrated Geometry Modular Approach).

        itu sudah ada sejak 4-5 yahun lalu ada 4 buah SIGMA korvet. sedangkan utk fregat SIGMA PKR 10514 sudah dimulai tahun lalu.

        SIGAM korvet yang bikin Belanda tetapi atas permintaan Indonesia (pengajuanya kalau gak salah sudah dimulai sejak jaman mbah harto …tetapi molor terus karena krisis..).

        tetapi teknik modular dalam pembuatan kapal pertama kali diterapkan oleh Jerman dg pembuatan kapal selam type XXI (CMIIW).

        secara terus terang Rusia kayaknya naga2nya mau meniru Indonesia dalam banyak hal nih…menurut pengamatanku.

        hidup Rusia ….hidup indonesia…jayalah selalu.

      • mungkin juga…tetapi se ingat aku…Rusia sedang dalam pembuatan kapal perang baru juga kok.
        misal projek…gepard utk vietnam, projek stereguschy, projek parchim II,
        projek borei klas, projek upgrade kasel akula, serta typhoon2.

    • tidak ada list A1, list tersebut cuma daftar belanjaan, seperti kalo kita punya uang dan mau beli barang maka kita kumpulkan data semua barang2 yang bagus, tp tidak dibeli semua, intinya syukuri yang ada sekarang

  1. Di Indonesia pengerjaan nya cepet sedangkan di belanda nya molor !

    Sya ga habis fikir kenapa harus ke belanda ?? Emang nya ga ada yg lain gitu ? Rusia atau mana ajalah asal jgn belanda ! Di kibulin trus dong !!

    • Rusia lebih parah lagi. pembangunan Gepard Class pesanan Vietnam yang setara PKR saja butuh 4 tahun. Galangan kapal Rusia jauh lebih kuno dibandingkan PAL ataupun Belanda
      Makanya platfom frigate terbaru Vietnam kini mengambil basis Sigma

      Kalo yang paling kenceng pembangunan kapalnya tetaplah Korea kemudian China disusul dengan Jepang

    • Salam kenal bung@mbeh bewe,.. Kayaknya pernah ada yg jawab deh masalah tersebut, kenapa kita kerjasamanya dengan belanda. Kalau tidak salah sih hal tersebut dikarenakan Belanda sangat faham dengan karakteristik laut kita, makanya jika pihak sono ingin macam2 dengan kita pasti akan nanya dulu dengan Belanda, dan kita akan menghadapinya dengan kapal perang tersebut yg sejatinya adalah tegnologi Belanda. Gitu deh kayaknya…. Maaf kalo salah… Hihihi

  2. tambah sedikit spesifikasi nya,,,

    Design……………..
    Construction: Modular
    Hull material: Steel grade A / AH36
    Standards: Naval / Commercial, naval intact / damaged stability, noise reduced, moderate shock

    Missions
    » Patrol in the EEZ
    » Deterrence
    » Search and Rescue
    » ASW, AAW, ASUW, EW

    Weapons……………………..
    Guns:
    » 1x Oto Melara 76/62 Compact 76mm Main Gun
    » 1x Rheinmetall Millenium 35mm CIWS

    Missiles:
    » 8x MBDA MM40 Blk III antiship missiles
    » 12x MBDA MICA VL surface to air missiles (in VLS)

    Torpedoes:
    » 2x Triple torpedo launchers

    Deck Equipment………………….
    » Helicopter deck: max. 10 tons helicopter, with lashing points
    » Heli operations: day/night with refuelling system
    » Helicopter hangar
    » RAS on helicopter deck PS&SB, astern fuelling
    » Boats: 2 x RHIB

    Sensors, Electronics, Decoys
    Thales Smart-S Mk2 3D-Surveillance & target indication radar & IFF
    Radar / electro optical fire control
    Hull Mounted Sonar
    Thales TACTICOS Combat management system
    ESM & ECM
    Integrated internal & external communication system
    Integrated bridge console
    2 x Navigation radar
    ECDIS
    GMDSS-A3
    Reference gyro
    2 x Decoys / chaff launchers

    Engines/Propulsion/Power…………..
    Propulsion type: CODOE
    Diesel engines: 2 x 10000 kW MCR Propulsion type
    Electric motors: 2 x 1300 kW
    Gearbox: 2 x double input input/single output
    Propellers: 2 x CPP diameter 3.55 m

  3. Ini mah dah sangar om, cuma jumlah misil aja yang nanggung. sisa nambahin aja jumlah misil anti kapal dan anti serangan udara. Bandingin aja ama destro buatan ASU. Pensilnya ampe 64 buah. Mo ngeladenin pesawat ama kaprang musuh ampe 5 lusin pun ayo.

  4. wah seharusnya PKR-105 pesanan yg pertama bisa rampung tahun depan, melihat proses produksinya yg tergolong cepat, ya mau gimna lagi dibuat lama gara2 parlemen Belanda padahal sudah tanda tangan kontrak dri thn 2012
    Radar dan Combat management systemnya pake Thales ya harus sekalian minta ToTnya dari Thales agar kita bisa buat disini radar dan Combat management system nya

LEAVE A REPLY