May 162017
 

Frigate F222 Baden-Wurttemberg dari Kelas F125 sedang dalam pembangunan. © Wikipedia

Kapal perang terbaru Jerman yang mengalami banyak penundaan, dibangun ThyssenKrupp dan Luerssen dengan harga EU € 650 juta per unit, ternyata kelebihan berat dan miring ke kanan, menurut sebuah laporan rahasia yang dilansir dari Reuters.

Kapal perang tersebut dirancang hanya membutuhkan 120 awak, tidak sampai setengah dari frigate pendahulunya dan merupakan elemen penting dalam rencana Angkatan Laut Jerman untuk terus meningkatkan kemampuan militer menghadapi lanskap keamanan di Eropa yang kian tidak menentu serta Rusia yang kini lebih asertif.

Kapal yang dirancang untuk berada di laut jauh lebih lama dibanding armada Angkatan Laut Jerman yang ada, frigate F125 yang baru membutuhkan perbaikan setiap dua tahun sekali, dibanding dengan pendahulunya yang butuh perbaikan setiap sembilan bulan.

Kelebihan berat tersebut muncul saat dilakukan pengujian pada bulan September 2016 lalu, berarti kapal tersebut sekarang mendekati batas parameter desainnya, dan menaikkan biaya perawatan sekitar EU € 20 juta selama masa tugas, menurut sebuah lampiran dari Laporan rahasia Kementerian Pertahanan Jerman.

Seorang juru bicara di Kementerian Pertahanan Jerman yang dikonfirmasi Reuters menolak untuk mengomentari laporan rahasia tersebut, namun mengatakan “secara umum” tentang pengembangan keempat kapal tersebut, dimana kapal pertama telah dikirimkan pada tahun 2014 lalu, dan tetap berada di jalur yang benar.

“Parameter desain dan kinerja akan terpenuhi. Beberapa batasan kadang tak bisa dikesampingkan saat membangun kapal baru. Dalam hal F125, tindakan balasan yang tepat telah disetujui bersama industri’, tambah sumber tersebut.

Perusahaan galangan kapal Luerssen mengajukan pernyataan terkait laporan tersebut pada ThyssenKrupp, yang menurut juru bicaranya: “Kami tidak berkomentari atas proyek klien kami saat ini”.

  18 Responses to “Frigate Terbaru “Kelas F125” Jerman Kelebihan Berat dan Lambat”

  1. Desain gagal kah? Produk gagal kah?

    • Gagal pertamax bung…!!!

    • Gpp gagal, daripada kerjanya cuma “JIPLAK” desain pabrikan lain.

      • Pencipta pesawat terbang pertama adalah orang amerika bung, Orville Wright dan Wilbur Wright bersaudara yg menciptakan. jadi yg lainnya mengembangkan dari tahun ke tahun. Harus kemauan dalam belajar untuk kemandirian membangun teknologi militer dan itu semua butuh proses, sampai pada akhirnya punya teknologi sempurna dan mandiri.
        yg paling gawat itu kalau ada negara tidak ada kemauan para pemangku kebijakan untuk mengembangkan teknologi militer sendiri. negara mana yg tidak copy paste saat ini soal teknologi militer, cuma caranya ada yg beda2. ada kerja sama, ada yg TOT, dan ada yg nyuri. hehe

  2. Desain yang terlalu rumit kadang berbuah cacat produksi….tapi kalo hubungan yang terlalu rumit sering kali berbuah…

  3. mudah”an pkr d bangun skls ini 125 m yg real freegat beneran..

  4. Perhitungannya sebelum membuatnya gmn itu yah? Jgn2 kasel yg dipesan indonesia ke jerman-turki keberatan beban juga…makanya beli alutsista itu ke rusia, bukan negara lain….dibilangin dr dl msh aja ngeyel…!!!

  5. Info ini bermanfaat bagi kita yang rindu jika kapal-2 KCR milik TNI-AL dimuati senjata yang banyak. Pinginnya KCR jadi rasa fregat. Atau korvet Parchim yang ukurannya tidak terlalu besar tetapi ingin disenjatai setara kapal fregat. Jika overload maka kapal akan kelebihan berat dan miring. Akibatnya akan mengorbankan kelincahan dan stabilitas kapal.

    Salam

  6. Pasti Jerman bs menyelesaikan problem dimaksud.

  7. memang tak mudah membuat kapal harus di pikirkan keseimbangan dan keefisienan baik dari segi kemampuan dan bahan bakar. kalo selama ini ada yg mengatakan pst PAL mampu bikin kapal Landing helicopter dock, yah mereka mampu asal ada lisensi dan blueprintnya. kalo buat dari nol siap siap trial and error dan spend more money.

  8. tidak masalah f-125 terlalu berat dan tidak stabil. tolong dimangkrakan saja. nanti setelah 3 tahun silakan dijual ke indonesia dengan harga seken minimal diskon 60%. semoga kasus akuisisi bung tomo class terulang kembali. xixixixixi

 Leave a Reply