Aug 212012
 


Keterlibatan Indonesia dalam pembuatan pesawat tempur KFX/IFX dengan Korea Selatan, menjadi sebuah lompatan bersejarah bagi Indonesia. Hal ini wajar dicapai Indonesia karena memang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia perakitan dan pembuatan pesawat.

Indonesia memasuki fase baru yakni joint production pembuatan pesawat tempur sekelas F-16 dengan Korea Selatan. Adapun pesawat yang akan dibangun kira-kira memiliki spesifikasi:

Peran: Multirole Stealth Fighter
Pabrikan: KAI & PT DI
Target Operasi: 2020 (estimasi)
Populasi: Proses development
Mesin: 2 x GE F414-GE-400 (2 x 97,9 kN)/ F414 EPE
Jumlah Produksi: 250 pesawat

Rencananya pesawat ini akan dilengkapi radar AESA buatan Korsel, IRST, datalink dan memiliki kemampuan supercruise. Dua disain pesawat sedang dianalisa yakni: KFX/IFX-201 (with canards) dan KFX/IFX-101 (conventional).

Korea Selatan mengaku telah memiliki 63% teknologi untuk membuat KFX dan memiliki 60% dana untuk membangunnya. Sisanya diharapkan bisa diperoleh dari pihak asing terutama Indonesia yang mendukung pendanaan sebesar 20 persen dan berniat membeli 50 pesawat.

Apakah Pesawat KFX/IFX akan terealisasi ?

Beberapa pihak meragukan kemampuan Korsel dan Indonesia dalam membuat pesawat tempur siluman. Hal ini dikarenakan teknologi inti masih belum dikuasai, seperti: avionik, mesin, data fusion dan material komposit.

Angkatan Udara Korea Selatan mulai tergoda untuk memiliki T50 PAK FA buatan Sukhoi Rusia karena dirasa lebih tidak beresiko dan pesawat prototype-nya pun telah terbang. Jika AU Korsel memilih T50 PAK FA, bisa jadi Indonesia akan dirugikan karena terlanjur mengeluarkan dana dalam proses pengembangannya.

Jika melihat negara-negara yang mengembangkan pesawat jet tempur, track recordnya memang tidak menggembirakan. China saja yang mengembangkan pesawat tempur selama puluhan tahun, tetap saja mengandalkan pesawat dari Rusia. Begitu pula dengan India, Pakistan, Mesir dan bahkan Israel.

Perancis saja yang sudah malang melintang dalam pembuatan pesawat, tetap saja kesulitan menjual jet tempur Rafale. Hingga saat ini hanya Perancis yang menggunakan Raffale, setelah India akhirnya beralih membeli Typhoon Eurofighter.

Israel pun demikian. Pembuatan jet tempur Kfir tidak sukses. Israel tetap menggunakan F-16 dan F-15 sebagai tulang punggung Angkatan Udara mereka.


Apa yang terjadi dengan Israel ?

Meski Israel gagal membuat jet tempur Kfir menjadi mumpuni, namun efek positifnya banyak didapat. Kegagalan Israel dalam jet tempur Kfir, tidak membuat teknologi dirgantara mereka ikut mati. Israel berhasil menciptakan perlengkapan sensor, elektronik dan sistem senjata bagi pesawat tempur AS yang mereka beli. Bahkan Israel terus berkembang dengan menciptakan: military air system, ground defense system, naval system dan lain sebagainya. Bahkan Israel sangat berkembang dengan teknologi UAV serta AEW&C. Amerika Serikat tidak ketinggalan menggunakan produk UAV dan AEW&C Israel. Begitu pula Rusia yang mulai menggunakan UAV Israel.

Track record negara baru yang mengembangkan jet tempur memang tidak bagus. Namun pembuatan jet tempur KFX/IFX akan memberi banyak efek positif bagi Indonesia dan bahkan bisa memberi efek tidak terduga (invention).

Untuk itulah PT DI telah membuat unit kerja bayangan program KFX/IFX di Bandung. Unit bayangan ini menyalin semua aktifitas KFX-IFX yang dikerjakan para ahli KAI dan PT DI di Korsel. Hal ini untuk pelajaran bagi insinyur Indonesia lainnya maupun antisipasi jika proyek KFX di Korsel terhenti.

Dengan pembuatan KFX/IFX, Indonesia akan belajar membuat sistem senjata, sensor dan elektronik, radar dan sebagainya untuk memenuhi kebutuhan IFX yang dibangun. Tentu insinyur-insinyur Indonesia akan mempelajari sistem terbaik untuk diinstal di pesawat tempur tersebut. Kesempatan inilah yang sangat mahal. Para ahli penerbangan dan militer Indonesia, memiliki kesempatan melakukan “praktek lapangan” dengan medium IFX.

Joint production antara Korsel dan Indonesia dalam membuat jet tempur KFX/IFX merupakan langkah yang jitu.

Diagram efek KFX yang dirilis Korsel

Kasus yang sama sebenarnya sedang terjadi dengan TNI AL. Saat ini TNI AL telah berhasil membuat berbagai jenis kapal perang, yang sistem persenjataannya dibeli dari negara asing. Hal ini sebuah kemajuan. Indonesia telah mampu meng-install rudal yakhont maupun C-802 di berbagai KRI.

Kini Indonesia mulai melangkah dengan membuat Combat Management System (CMS) untuk kapal-kapal perang buatan dalam negeri. Indonesia bisa terus bergerak untuk mendapatkan lompatan teknologi, bukan sekedar membelinya dari negara asing.

Hal-hal yang besar di dunia ini, diawali dengan yang kecil. Kini Indonesian bergerak dengan proyek: Pesawat Tempur IFX, Kapal Cepat Rudal Trimaran, Kapal Selam Chang Bogo, Tank Medium Pindad dan Senjata Serbu Pindad. Merdeka Indonesia (JKGR).

  19 Responses to “Nasib Jet Tempur IFX RI”

  1. 1000% sejutu bro, ilmu itu mahal, jadi jangan ragu ragu untuk membelinya, tidak ada ceritanya ada orang bangkrut karena membeli ilmu (tentunya yang positif), tapi kalau bangkrut karena BERJUDI dan NARKOBA buuuuuamyyyak

  2. “Rencananya pesawat ini akan dilengkapi radar AESA buatan Korsel, IRST, datalink dan memiliki kemampuan supercruise. Dua disain pesawat sedang dianalisa yakni: KFX-201: twin engine dan KFX:-101: single engine.”

    perlu diralat, KFX/IFX-201 dan KFX/IFX-101 sama-sama twin engine cuma bedanya 201 menggunakan konfigurasi canard sedang 101 konfigurasi konvensional.

  3. Indonesia dalam menjalin kerjasama dengan KORSEL, merupakan langkah yg tepat. Indonesia tdk usah takut, jk nantinya KORSEL membeli sukhoi fak-fak, Indonesia bisa belajar cara pembuatan sistem pada pesawat dari negara yang sudah maju. Ini adalah sebuah lompatan dalam teknologi, dimana kelak Indonesia akan menjadi negara maju,juga bisa sebagai polisi di Asia.

  4. 2020 malaysia dan negara tetangga sudah memakai Pakfa

  5. 2020 malaysia dan negara tetangga sudah memakai Pakfa

  6. Kita cukup berhasil membangun CN-235 berbagai versi yang banyak digunakan berbagai negara di dunia. Seperti kita ketahui pesawat ini hasil kerja sama IPTN dengan Cassa di Spanyol. Jika dilihat, pola KFX/IFX ini sangat mirip dengan pola Cassa-IPTN pada waktu itu. Jadi sangatlah logis kalau kita berharap bahwa KFX/IFX ini juga akan menghasilkan hasil yang sama seperti CN-235.

  7. Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Komisi I DPR TB. Hasanuddin mengatakan, proyek bersama Indonesia – Korea Selatan dalam pembuatan pesawat tempur canggih `Korean Fighter eXperiment` (KFX), dibatalkan secara sepihak oleh Korsel mengakibatkan RI mengalami kerugian Rp1,6 triliun.

    “Kami (Komisi I DPR) sudah mendapatkan informasi dalam beberapa hari belakangan ini bahwa pemerintah Korea Selatan sudah membatalkan secara sepihak perjanjian pembuatan pesawat tempur KFX. Akibatnya, negara diduga mengalami kerugian Rp1,6 triliun,” kata TB Hasanuddin ketika ditemui di Kantor DPP PDI Perjuangan di Jakarta, Jumat.

    Dia mengatakan, kerugian itu karena pemerintah telah menginvestasikan dana sebesar Rp1,6 triliun itu selama proyek antara Indonesia dan Korsel tersebut berlangsung.

    “Namun, kini proyek Indonesia-Korea Selatan, Korean Fighter eXperiment, yang dibangga-banggakan itu ternyata sudah dihentikan secara sepihak oleh pemerintah Korsel,” ujarnya.

    Selanjutnya, Hasanuddin menjelaskan, pemerintah sebenarnya tidak pernah melaporkan proyek KFX itu secara jelas kepada DPR.

    Dia menambahkan, pemerintah juga tidak pernah mengajukan anggaran untuk proyek KFX tersebut secara resmi dan terbuka kepada DPR.

    Menurut dia, DPR hanya mendapatkan keterangan mengenai proyek kerja sama KFX itu melalui pernyataan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang dikutip oleh media massa.

    “Sedangkan, laporan anggaran yang diterima oleh DPR berbeda. Dalam laporan, anggaran itu dibuat untuk kebutuhan penelitian dan pengembangan, di mana Kemenhan mengeluarkan uang dengan total Rp1,6 triliun,” jelasnya.

    “Selain itu, sudah ada sekitar 30 orang dari PTDI (PT. Dirgantara Indonesia) yang ikut mendesain pesawat itu di Korea Selatan,” ujar Politisi PDI Perjuangan itu.

    Oleh karena itu, kata dia, dalam waktu dekat, Komisi I DPR akan segera memanggil Panglima TNI dan Menteri Pertahanan untuk menjelaskan secara detail persoalan proyek KFX tersebut.

    “Kerugian ini tanggung jawab Menteri Pertahanan. DPR tidak bertanggung jawab atas hal ini karena kami tidak pernah menerima laporan yang jelas tentang proyek ini,” katanya.

    Dia juga menyebutkan pembatalan proyek KFX oleh pihak Korea Selatan itu diduga karena masa pemerintahan Presiden SBY yang akan berakhir pada 2014.

    Kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan untuk membangun pesawat super canggih KFX sudah berlangsung sejak 2001. Proyek itu dibiayai bersama oleh Indonesia dan Korea Selatan.

    Dalam proyek itu, pemerintah Indonesia diwajibkan menyetor sekitar 20 persen dari total dana Rp80 triliun yang dibutuhkan.(ar)

  8. Menurut TB. Hasanuddin anggota DPR RI bahwa beliau tidak tahu menahu proyek KFX/IFX dan katanya sudah dibatalkan Korsel. Wah ! kalau benar berita tersebut , negara rugi Rp 1,6 T ., padahal proyek prototype sudah berjalan sejak 2001.

    • Koreksi : Th. 2001 itu proyek di Korea sendiri, belum melibatkan negara lain

      Negara lain mulai dilibatkan (hanya Indonesia, Turki mundur) mungkin sekitar tahun 2010

  9. Mahalnya sebuah kemandirian.
    Salah satu representasi sukses kemandirian bangsa indonesia dalam produksi alutsista adalah bisa memproduksi sendiri alutsista teknologi tinggi seperti pesawat tempur KF-X/IF-X dan kapal selam improved CHANGBOGO CLASS.
    Kalau proses TOT kapal selam masih berjalan lurus karena korea selatan jelas sangat menguasai teknologi kapal selam itu dengan CMS yang mutakhir.
    Tapi untuk merancang bangun produksi pesawat tempur canggih generasi 4++ semi stealth jelas jelas memerlukan banyak anggaran dana yg besar.
    Coba kita buka kemandirian negara Perancis dengan pesawat tempur canggihnya RAFALE kebanggaan bangsa Perancis. Analis yg cukup moderat menyebutkan biaya program Rafale jika diproduksi 294 unit (hanya untuk perancis saja) adalah sekitar 45 milyar euro (sekitar 575 Trilyun rupiah) atau rata rata per unit di banderol di kisaran 152 juta euro ( 1,96 trilyun rupiah !!!!!) angka fantatis untuk pesawat tempur kelas medium. Itulah harga yang harus dibayar untuk sebuah KEMANDIRIAN suatu kebangggaan bangsa perancis!!!!.
    Gimana dengan Indonesia?????
    Untuk mandiri , apa yg kita dengungkan selama ini adalah harus belajar, bekerja keras dan bekerjasama dengan bangsa lain yang mempunyai tujuan yang sama!!!!!!
    Dan jelas semua itu memerlukan banyak anggaran dana untuk bisa maju. Langkah2 kemhan, TNI, PT. DI mengirim ke korsel sampai pada Technology Development Phase (TD Phase)masih tepat , lancar . Dan anggaran yg dikeluarkan pemerintah Indonesia masih dalam taraf wajar.
    Ingat di dunia ini yang sukses dalam hal produksi pesawat tempur dan bisa laku terjual laris cuma ada 2 negara = Amerika Serikat dan Rusia/uni soviet dulu seperti : P-51, MIG-21, F-5, A-4, F-16 hingga SU-27/30 , masing2 produksi lebih dari seribu unit (produksi tot semua varian).
    Nah menurut saya, Indonesia jangan mundur selangkahpun dari bocoran team yg dikirim ke korsel mereka masih yakin insyaallah bisa. Semua rancangan design sampai produksi nanti bisa mereka khuasai. Jadi Kita dukung program ini baik kerjasama dengan korsel atau bisa mandiri sendiri sediakan semua sarana dan fasilitas di PT.DI dan rekrut semua tenaga ahli penerbangan asli indonesia yang sudah keluar dari PT. DI karena bangkrut dulu buat team inti yg terdiri dari team yg dikirim ke korsel itu ditambah tenagga ahli yg berkompeten asli indonesia yg bekerja di perusahaan di Boeng dll. Dukung dananya!!! Hidup bangsaku, Jayalah Negeriku!!!

  10. asal kita komit nggak ada yang rugi…Korea mbatalin Proyek ini, bisa nggak ya di laporkan ke Arbitrase Internasional kaya kasus Nakoda Ragam? mohon info

  11. kesuksesan tidak didapat secara instan tapi melalui sebuah perjuangan dan pengorbanan, tidak ada orang sukses tanpa kegagalan kalaupun ada merupakan suatu keberuntungan, bukankah kegalan adalah ilmu yg sangat berharga. teruslah riset walaupun dg kemampuan yg kita miliki

  12. wow korea bisa bikin radar AESA!, benar benar cetar membahana wkwkwk

  13. tot boyband korea sudah banyak yang berhasil…

 Leave a Reply