May 182017
 

Para tentara wanita turut dalam pelatihan dasar di Batalion Lapis Baja Setermeon, Norwegia. © AFP 2017

Tahun lalu, Norwegia menjadi negara Nordik, negara Eropa dan negara NATO pertama yang memperkenalkan wajib militer universal atas dasar kesetaraan gender. Saat ini, para personil militer wanita Norwegia tampak berkembang di angkatan bersenjata dan menikmatinya lebih dari saudara laki-laki mereka, seperti dilansir dari Sputnik News.

Sebuah survei yang diadakan baru-baru ini, untuk pertama kalinya menargetkan draf wanita  telah memperoleh hasil yang menggembirakan bagi para pendukung tentara bebas gender. Dan anehnya, gadis-gadis Norwegia tenyata lebih banyak ditemukan berada di barak militer Norwegia dibandingkan rekan pria mereka.

Sebanyak 90 persen gadis Norwegia yang turut dalam survei sejak tahun 2016 mengatakan bahwa mereka tetap memenuhi tugas militernya, dan melaksanakan tugas tersebut dengan sukarela, sementara survei pria Norwegia hanya 84 persen.

Sebagian besar tentara wanita dalam wajib militer universal itu akan merekomendasikannya kepada gadis-gadis lain, seperti diberitakan harian Aftenposten, Norwegia.

Menurut Panglima Militer Norwegia Haakon Bruun-Hanssen, survei tersebut menunjukkan bahwa harapan orang-orang muda sudah cukup terpenuhi. Secara total, 84 persen tentara Norwegia mengatakan bahwa mereka senang dengan layanan tersebut.

Selain itu, praktik perumahan bersama antara para personil pria dan wanita terbukti sukses dan ditiru oleh negara-negara Nordik lainnya, seperti Finlandia. Menurut seorang personil Angkatan Laut Norwegia, Anna Olivia Mohaugen menyebut bahwa barak-barak campuran memberikan semangat yang baik dan berkontribusi pada hubungan yang lebih baik antara tentara pria dan wanita.

Sebuah studi tahun 2014 menunjukkan bahwa asrama unisex dapat membantu memerangi pelecehan seksual karena apa yang disebut sebagai “degenderisasi” membantu para tentara mengembangkan persahabatan yang hampir seperti saudara kandung.

Angkatan Bersenjata Norwegia saat ini berjumlah sekitar 23.000 personil, termasuk pegawai sipil dan memiliki kekuatan tempur penuh sekitar 83.000 personil. Personil militer wanita Norwegia telah aktif untuk melaksanakan dinas militer selama beberapa dekade, membantu menambahkan sentuhan wanita kepada Angkatan Bersenjata Norwegia. Empat dari lima Menteri Pertahanan Norwegia terakhir adalah seorang wanita.

Bagikan :

  22 Responses to “Gadis Berseragam Norwegia Lebih Menikmati Kehidupan Militer Dibanding Pria”

  1.  

    Test

  2.  

    Berarti di swedie tingkat kriminal pelecehan seksual dan kekerasan perempuan rendah.

  3.  

    saya suka melihat nyonya lagi membidik, apa lagi diatas ranjang? sooo pasti, kau yg ok

  4.  

    Numpang berimajinasi sj..

  5.  

    masih tetap riskan di salvo rudal2 di medan perang

  6.  

    20 – 30 tahun ke depan…..kekurangan penduduk….minimal demografi nya terus menurun…

  7.  

    asrama unisex bisa membuat lebih akrab para prajurit di norwey..iya disana saja..jangan disini..

  8.  

    Wah bs lbh dari kumpul kebo tuh! Tentara wanita lbh riskan dalam pertempuran apabila tertawan bs disalvo rudal2 tentara musuh!he3

  9.  

    artikel kalo udh urusan prikitiw sy suka sekali… tp sy sy udah telat baca ..hadeuhhh.. tp masih bisa caper dikit lah..prikiiitiww

  10.  

    Bakso bung gk pake magkok pincuk aja go gren

  11.  

    hm

 Leave a Reply