Senin, Februari 18, 2019
Beranda Militer Indonesia Gandeng Indonesia, Rusia Kembangkan Peluru Meriam BMP Terbaru

Gandeng Indonesia, Rusia Kembangkan Peluru Meriam BMP Terbaru

41
573

(Photo ilustrasi BMP-3F Marinir TNI AL)

Industri Rusia dan Indonesia tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk mengembangkan peluru meriam 100 mm bagi kendaraan tempur infanteri generasi terbaru milik Rusia, BMP.

β€œKami berharap dalam waktu dekat dapat memasuki tahap uji coba konstruksi bersama dengan Indonesia. Hal ini terkait dengan rencana pembuatan peluru meriam baru untuk BMP. Ini benar-benar bidang pekerjaan yang baru bagi institusi kami,” terang perwakilan resmi perusahaan Mechanical Engineering Research Institute (NIMI), salah satu anak perusahaan pemerintah Rusia Rostec, dalam pameran Indo Defence 2014.

β€œTahap uji coba konstruksi mencakup pembuatan dokumen teknis grafis dan tertulis peluru meriam baru tersebut yang sesuai dengan spesifikasi dari pihak Indonesia, pembuatan prototip, serta pelaksanaan uji coba,” demikian tertulis dalam siaran pers Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Rusia mengutip pernyataan perwakilan NIMI.

Transfer teknologi dan pembuatan pabrik berlisensi di wilayah Indonesia pun bisa menjadi langkah lanjutan yang dapat meningkatkan hubungan kerja sama bilateral. “Pemberian lisensi tersebut akan membantu mempersiapkan kader-kader lokal untuk perindustrian militer Indonesia kelak,” ujar perwakilan NIMI tersebut.

Sebelumnya, Rusia sudah memenuhi dua kontrak untuk pengiriman 54 unit BMP-3F ke Indonesia.

BMP-3F adalah kendaraan tempur BMP-3 yang diperuntukan bagi operasi kelautan pasukan marinir, penjaga berbatasan dan garis pantai, pelaksanaan operasi militer di pesisir dan garis pantai, serta pendaratan pasukan amfibi. BMP-3F dipersenjatai oleh meriam 100 mm, senapan kaliber 30 mm, rudal, dan senapan mesin. BMP dirancang untuk dikendalikan tiga awak dan mengangkut tujuh orang.

Rusia memiliki catatan positif dalam upaya pengembangan senjata bersama dengan negara lain, salah satunya adalah kerja sama perusahaan asal Rusia Bazalt dengan Yordania, yang telah menghasilkan peluncur granat Khoshim. Selain itu, Rusia juga sukses bekerja sama dengan India dalam proyek pembuatan roket Bramos. Hal itu tertulis dalam situs resmi Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di VPK. (RBTH Indonesia)

41 KOMENTAR

  1. Kerja sama?
    Bagus tuh!
    Tapi akan lebih bagus lg klu ri mau berinovasi utk mencipkan senjata sendiri yg keren. Kaya macam kapal buaya terbang dari its itu. Tinggal disempunakan saja, misal diberi aip, dipersenjatai torpedo dan rudal, speednya ditambah, dan stheal Dll. Yakin deh itu akan jadi salah satu senjata tercanggih.
    Selamat bekerja sama. Semoga tambah ilmu. Amin!

  2. naik tangga aja mesti satu undak demi satu undak…begitu juga bekerja sama, Rusia – Indonesia kerja sama buat peluru tank dulu, meningkat yg lain buat tanknya, buat kapal perang, buat kapal selam dst….”teman sejati ngga pernah pindah ke lain hati”……ceileehhh….