Nov 032014
 

http://1.bp.blogspot.com/-LViFbDTGuBc/U9IR-diIO3I/AAAAAAAAE1k/TqRP7C0AqGs/s1600/6989287_20140725125054.jpg

Ilustrasi : Pesawat F-16 C/D

Jakarta – Kementerian pertahanan menggandeng KPK untuk melakukan pengawasan mengenai pengadaan di lingkungan Kemenhan termasuk pengadaan alutsista. Irjen Kemenhan Marsekal Madya Ismono yang bulan lalu menyambangi KPK disebut tengah melakukan konsultasi menyangkut hal itu.

“Ya konsultasi saja, beliau konsul ke sana. Irjen kan pengawasan internal kami. Untuk pencegahan, dari pada nangkap orang-orang kalau sudah kejadian, lebih baik melakukan tindakan pencegahan. Itu juga dalam rangka reformasi birokrasi,” ujar Kapuskom Publik Kemhan, Brigjen TNI Sisriadi kepada detikcom di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Senin (3/11/2014).

Meski begitu, Sisriadi menyatakan tidak semua pengadaan alutsista bisa dibuka ke publik. Hal tersebut karena mengenai pertahanan negara, di mana ada hal-hal yang perlu dirahasiakan.

“Ada yang bisa dipublish ada yang tidak, kan kita uji dari 10 kriteria sesuai UU No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Kalau satu saja memenuhi syarat tidak boleh dipublish. Ada yang kemudian setelah pengadaan bisa dipublis, tapi tergantung waktunya. Kalau kita beli alutsista nggak kayak beli kacang rebus,”  kata Jenderal Bintang 1 itu

Jajaran pertahanan Indonesia sendiri saat ini tengah melakukan pengadaan 6 Helikopter Apache untuk TNI AD. Menurut Sisriadi, helikopter perang tersebut akan datang secara bertahap.

“Tahun depan atau tahun depannya lagi sudah ada yang datang tapi bertahap. Kita kan juga sudah punya 20-an pesawat F-16, yang kita punya block 25 tapi diupgrade mesinnya jadi block 52. Memang bekas pakai, tapi diambil cangkangnya aja. Terus diupgrade sesuai keinginan kita dengan mesin baru. Blok 52 setara dengan punya Amerika,” urai dia.

Sebelumnya Irjen Kemenhan yang baru saja menjabat, Marsekal Madya Ismono mendatangi KPK pada Jumat (3/10). Ismono menyatakan membuka peluang agar KPK pengadaan di lingkungan Kemenhan, termasuk pengadaan alutsista.

“Saya bicara dengan Pak Ketua tindak lanjutnya ke depan terkait pemerintahan baru, kita mau bikin MoU dengan KPK terkait it (pendaan),” jelas Ismono di gedung KPK, Jumat (3/10).

Panglima TNI Jenderal Moeldoko pun mendukung langkah Kemenhan itu. Senada dengan Sisriadi, Moeldoko mengatakan tidak semua alutsista bisa dibuka ke publik.

“Tidak semua bisa dibuka lebar karena alutsista tak boleh dibuka semua ke publik,” tutur Moeldoko di Surabaya, Sabtu (4/10). (news.detik.com)

Bagikan :

  51 Responses to “Pembelian Alutsista Nggak Seperti Kacang Rebus”

  1.  

    absen

  2.  

    ”’Sisriadi menyatakan tidak semua pengadaan alutsista bisa dibuka ke publik. Hal tersebut karena mengenai pertahanan negara, di mana ada hal-hal yang perlu dirahasiakan”’

    poin 😆

  3.  

    2

  4.  

    nyimak… O:-)

  5.  

    Tilu

  6.  

    Kacang se kilo

  7.  

    fa’

  8.  

    Ijin Nyimak…

  9.  

    sutuju daripada nangkep lebih baik melakukan pencegahan

  10.  

    Ikutan ngantri kacang rebus..

    Inii kacaangkuu..

  11.  

    setuju ….biarlah jd rahasia TNI aja yg kagak bisa d publikasikan….

  12.  

    Tidak dibuka ke publik juga tidak apa2, Jangan krn alasan rahasia negara, tetapi malah melindungi oknum, yang rugi adalah institusi. yang penting rakyat dalam hal ini diwakili oleh institusi resmi negara KPK yakin bahwa anggaran pertahanan bener2 dipergunakan sebagaimana mestinya.tapi kalau KPK saja sulit mengawasi, bgn dng rakyat biasa utk bisa mengawasi. Semoga TNI bisa makin bersih, makin transparan demi kejayaan TNI dan NKRI.

  13.  

    pertamax plus

    ngasal aja dah

  14.  

    sepi warjag skrg 🙁

  15.  

    Gimana nih lontong ada rahasia gak

  16.  

    Ceuk saya oge udah kalem indonesia sekarang mah juara 😀

    Maju INDONESIAKU !!!

  17.  

    KaLau soaL PembeLian Alutsista bersifat kemiLiteran ini PASTILAH tidak meLenceng atau ber niat macap2 sampai korupsi begitu , Cuman untuk memPUBLISH jenis atau apa2 saja yg di beLi atau di akusisi ya ga’ bisa di PUBLISH , yakin deh pasti TNI kepada KPK TRANSPARAN soaL jaLur beLi management keungan nya , Tapi sekaLi Lagi Unit2nya itu tidak akan dipubLikasi ke pubLik (yang Ghoib2 Gitu :mrgreen:

  18.  

    lontong…lontong…gimana

  19.  

    Alhamdulillah, semoga Irjennya amanah…

  20.  

    Adem baca artikelnya 🙂

  21.  

    Superrrr

  22.  

    Tidak semua bisa dibuka lebar karena alutsista tak boleh dibuka semua ke publik.ya pak kyal kita beli kapal selam kilo 10unit kan gak di bka ke puplik,sama rudal darat ke udara S-400.hihihi

  23.  

    Ada alutsista yg boleh di publis ada jg yg di rahasiakan
    Yg rahasia ini yg bikin penasaran terus?

  24.  

    Era baru.. Bersih berwibawa

  25.  

    syukur lah pemerentahan yg baru mau buka MoU dg KPK dlm bidang pengadaan sista, yg penting budgeting terawasi … tdk perlu dipublish kualitas & kuantiti nya, rakyat sdh maklum dg kerahasiaan kemampuan prajurit & sista TNI.
    walau netral … ane salut ma langkah penting Pres Jokowi …

  26.  

    Intinyaaa….yg Hoak Hoek tidak boleh di publish ..!!!.biarkan waktu yg bicara nanti..smoga krjasama dgn KPK bisa membuat rakyat makin percaya kpd TNI.

  27.  

    Paklik ku sing siji iki memang joss!!!

  28.  

    Baru pengadaan semua ga di publikasikan, kalau barangnya sudah datang baru dipublish,,,

  29.  

    Kita kan juga sudah punya 20-an pesawat F-16, yang kita punya block 25 tapi diupgrade mesinnya jadi block 52. Memang bekas pakai, tapi diambil cangkangnya aja. Terus diupgrade sesuai keinginan kita dengan mesin baru. Blok 52 setara dengan punya Amerika.

    ===================================================
    Cangkang = Rangka = Casing = Body nya aja yg second Hand
    Mesin = Baru.

    Kesimpulan : Mesin Baru di pasang pada Body sechand = Upgrade
    Mesin “Block 52” dipasang pada Body “Block 25” = Upgrade
    =======================================================

    CMIIW

    slm

  30.  

    si Frans di mana nih? Kog tidak mau komentar nih!! Biasanya dia komentar yg negatif melulu!

 Leave a Reply