Gandeng Pabrikan Swedia, Pindad Bakal Kuasai Teknologi Rudal

47
134

http://cdn1-e.production.liputan6.static6.com/medias/763006/big/058125000_1415417019-MSstocka-3_20090611.jpg

Rudal RBS 70 adalah sebuah sistem pertahanan udara portabel jarak pendek yang dirancang untuk bisa beroperasi di segala cuaca (Saabgroup.com)

Liputan6.com, Jakarta – PT Pindad melakukan kerjasama dengan produsen senjata internasional, yakni pabrikan peluru kendali (rudal) asal Swedia, SAAB Dynamic AB. PT Pindad adalah pembuat kendaraan dan alat tempur yang digunakan oleh TNI maupun Polri.

Kerjasama PT Pindad dan SAAB Dynamic ini dilihat langsung oleh Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu di area Indo Defence 2014, Kemayoran, Jakarta pada 06 November kemarin.

Perjanjian kerjasama tersebut meliputi pengembangan dan peremajaan sistem pertahanan udara berbasis darat RBS 70 Mk2 TNI Angkatan Darat. Selain itu, turut dibicarakan kerjasama jangka panjang terkait pemberian transfer of technology (ToT) sistem dan rudal RBS 70 Mk2 sesuai Undang Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

“Pasti kami mengikuti UU Nomor 16 Tahun 2012, kami akan mengikuti arah kebijakan industri pertahanan Indonesia. Saya yakin SAAB akan melihat ini mulai dari fase-fase teknologi mulai pemeliharaan hingga pembangunan roket nasional. SAAB akan membantu teknologi Indonesia,” Ucapย  Michael Hoglund, Deputy Head of Marketing & Sales-Missile Systems SAAB Dynamics dalam Media Gathering di Jakarta, Kamis (06/11/2014).

Di tempat yang sama, PT Pindad sangat berterima kasih kepada SAAB Dynamic karena membantu kemandirian industri pertahanan Indonesia. Program ToT ini diharapkan dapat membantu kemajuan teknologi sistem pertahanan udara nasional.

“Sementara ini teknologi roket belum kita kuasai apalagi teknologi optiknya, kontrolnya, stabilitasnya. Roket indonesia baru sampai roket meluncur saja nanti ke sana akan kita kuasai. Nanti bisa meliputi misil RBS 70 Mk2, New Batteries of RBS 70 Mk2, serta integrasi misil dengan sub sistem kendaraan tempur. Untuk detailnya nanti akan dirumuskan dalam perjanjian selanjutnya,” ungkapnya.

Dalam kolaborasi ini, PT Pindad menjadi kontraktor utama dan SAAB Dynamic AB menjadi sub-kontraktor. PT Pindad yakin pangsa pasar RBS 70 Mk2 masih ada, untuk itu mereka akan giat mempelajari teknologi ini.

“Masih (pangsa pasar), nanti kalau kita sudah kuasai teknologi itu pangsanya sudah ada tidak hanya di Indonesia kan, masih banyak di negara lain Asia bisa juga,” harap Pria berkaca mata ini.

Rudal RBS 70 adalah sebuah sistem pertahanan udara portabel jarak pendek atau MANPADS (Man Portable Air Defence System) buatan Swedia yang dirancang untuk bisa beroperasi di segala cuaca. Untuk jarak jangkau, RBS 70 Mk2 bisa mencapai 8 kilometer dan melesat hingga ketinggian 4.000 meter. Kecepatan RBS 70 Mk2 yakni 2 Mach dengan sistem pemandu laser.

Selain TNI, tentara negara lain seperti dari Argentina, Brazil, Jerman, Singapura, Thailand, dan masih banyak negara lain menggunakan RBS 70 untuk menjaga pertahanan udara mereka. (news.liputan6.com)

47 KOMENTAR

  1. Swedia dapat menjadi negara netral karena mereka dapat mandiri dalam banyak hal, salah satu dalam bidang militer. Nampaknya Indonesia berencana mengadopsi roadmap Swedia seperti Singapura yang mengadopsi roadmap israel. Dapat dilihat dari kerja sama kedua negara yang semakin intens dalam berbagai matra, nampak pula semakin jelas layangan mana yang akan di akuisisi. Dari segi kepentingan nasional yaitu ToT dan kepentingan politik (tidak berada dalam bayang – bayang siapapun) sudah memenuhi syarat, tinggal masalah kesepakatan harga saja. Namun saya masih berharap Rafale ikut diboyong, tapi entah mengapa tidak ada tanda – tanda hubungan Indonesia-Perancis semakin mengahangat seperti dengan Swedia. Oh Rafale,…

  2. โ€œSementara ini teknologi roket belum kita kuasai apalagi teknologi optiknya, kontrolnya, stabilitasnya. Roket indonesia baru sampai roket meluncur saja nanti ke sana akan kita kuasai.

    diatas adalah kalimat kunci….kayaknya ke depan tehnologi optik, kontrol dan stabilitas mau di aolikasikan di RHAN

    mantap…bungkuslah….
    ๐Ÿ˜€ NKRI JAYA

    • untuk yang satu ini memang sudah mendesak bung. Dan tidak mungkin kalau harus mengembangkannya sekarang juga.. Melihat kawasan yang sudah mulai didatangi burung hantu.. Spertinya pilihan alternatif kita harus pandai2 melobi negara beruang.. Siapa tahu kita bisa beli sekalian dikasih teknologinya.. Mumpung rusia lagi sakit hati sama india.. Sekaranglah peluang emas indonesia..

  3. mantab nih.. Trus kembangkan agar bisa diaplikasikan sebagai atgm diatas rantis2 lincah tni .. Jangan cmn sbgai manpad kasian usernya karena mungkin terlalu berat bagi yang belum terbiasa. Maxnyuss buat berburu mbt. Apalagi ditambah RCWS…

  4. RBS 70 Mk2 bisa mencapai 8 kilometer dan melesat hingga ketinggian 4.000 meter kcpatan 2mach. Dpt lisensi lgi
    Ayo bikin yng banyak tempatin disekitar pantai batam sma perbatasan kalimantan,peswat tetangga yng baru take off 1-2mil dr pantai mreka, udah kna tupeswat hehe mantap Jayalah NKRI