JakartaGreater.com - Forum Militer
Nov 082014
 

http://cdn1-e.production.liputan6.static6.com/medias/763006/big/058125000_1415417019-MSstocka-3_20090611.jpg

Rudal RBS 70 adalah sebuah sistem pertahanan udara portabel jarak pendek yang dirancang untuk bisa beroperasi di segala cuaca (Saabgroup.com)

Liputan6.com, Jakarta – PT Pindad melakukan kerjasama dengan produsen senjata internasional, yakni pabrikan peluru kendali (rudal) asal Swedia, SAAB Dynamic AB. PT Pindad adalah pembuat kendaraan dan alat tempur yang digunakan oleh TNI maupun Polri.

Kerjasama PT Pindad dan SAAB Dynamic ini dilihat langsung oleh Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu di area Indo Defence 2014, Kemayoran, Jakarta pada 06 November kemarin.

Perjanjian kerjasama tersebut meliputi pengembangan dan peremajaan sistem pertahanan udara berbasis darat RBS 70 Mk2 TNI Angkatan Darat. Selain itu, turut dibicarakan kerjasama jangka panjang terkait pemberian transfer of technology (ToT) sistem dan rudal RBS 70 Mk2 sesuai Undang Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

“Pasti kami mengikuti UU Nomor 16 Tahun 2012, kami akan mengikuti arah kebijakan industri pertahanan Indonesia. Saya yakin SAAB akan melihat ini mulai dari fase-fase teknologi mulai pemeliharaan hingga pembangunan roket nasional. SAAB akan membantu teknologi Indonesia,” Ucapย  Michael Hoglund, Deputy Head of Marketing & Sales-Missile Systems SAAB Dynamics dalam Media Gathering di Jakarta, Kamis (06/11/2014).

Di tempat yang sama, PT Pindad sangat berterima kasih kepada SAAB Dynamic karena membantu kemandirian industri pertahanan Indonesia. Program ToT ini diharapkan dapat membantu kemajuan teknologi sistem pertahanan udara nasional.

“Sementara ini teknologi roket belum kita kuasai apalagi teknologi optiknya, kontrolnya, stabilitasnya. Roket indonesia baru sampai roket meluncur saja nanti ke sana akan kita kuasai. Nanti bisa meliputi misil RBS 70 Mk2, New Batteries of RBS 70 Mk2, serta integrasi misil dengan sub sistem kendaraan tempur. Untuk detailnya nanti akan dirumuskan dalam perjanjian selanjutnya,” ungkapnya.

Dalam kolaborasi ini, PT Pindad menjadi kontraktor utama dan SAAB Dynamic AB menjadi sub-kontraktor. PT Pindad yakin pangsa pasar RBS 70 Mk2 masih ada, untuk itu mereka akan giat mempelajari teknologi ini.

“Masih (pangsa pasar), nanti kalau kita sudah kuasai teknologi itu pangsanya sudah ada tidak hanya di Indonesia kan, masih banyak di negara lain Asia bisa juga,” harap Pria berkaca mata ini.

Rudal RBS 70 adalah sebuah sistem pertahanan udara portabel jarak pendek atau MANPADS (Man Portable Air Defence System) buatan Swedia yang dirancang untuk bisa beroperasi di segala cuaca. Untuk jarak jangkau, RBS 70 Mk2 bisa mencapai 8 kilometer dan melesat hingga ketinggian 4.000 meter. Kecepatan RBS 70 Mk2 yakni 2 Mach dengan sistem pemandu laser.

Selain TNI, tentara negara lain seperti dari Argentina, Brazil, Jerman, Singapura, Thailand, dan masih banyak negara lain menggunakan RBS 70 untuk menjaga pertahanan udara mereka. (news.liputan6.com)

Berbagi
 Posted by on November 8, 2014

  47 Responses to “Gandeng Pabrikan Swedia, Pindad Bakal Kuasai Teknologi Rudal”

  1.  

    Rudal hebat dr Indonesia

  2.  

    Woyy, sini komen sini..
    Jgn pd tidur siang terus..

  3.  

    Saya yes

  4.  

    wah, ini nih.
    mantab

  5.  

    mantabz

  6.  

    Masih rudal manpads… tp lumayan lah..

  7.  

    Harus itu, kuasai tekhnologi nya ..

  8.  

    bingung banyak amat kerja sama bikin rudalnya sama tiga negara

  9.  

    s 300 nya kapan nih datang Jadi kagak ni beli so lama kita tunggu nagareeepppppppp

  10.  

    wah gencar ya skrg swedia kerjasama ma Indonesia

  11.  

    asal jangan dikasih TOT yang kita aja dah bisa buat…..

  12.  

    pingin unggah poto gmana caranya bro,

  13.  

    Kemandiriian bangsa adalah pertahanan terbaik buat indonesia

  14.  

    Terimakasih pak Menhan….kerja, kerja, kerja…..smoga target 90% MEF di 2009 tercapai….SEMANGAAAAT…..

  15.  

    hebat

  16.  

    Dengan mengucapkan BasmaLLah PT.Pindad isnya ALLAH pasti bisa !!! Amiiin

  17.  

    yg pelit teknologi ke laut aje…
    Dah pelit pake pengen ketemu presiden indonesia lg?
    klo mo ketemu,sm pak “mantri” aja…klo mo bagi teknologi br ktemu presiden

  18.  

    Sayang kecepatannya cuma 2 mach, semoga PT. Pindad dapat menambah speednya . . .

  19.  

    Swedia dapat menjadi negara netral karena mereka dapat mandiri dalam banyak hal, salah satu dalam bidang militer. Nampaknya Indonesia berencana mengadopsi roadmap Swedia seperti Singapura yang mengadopsi roadmap israel. Dapat dilihat dari kerja sama kedua negara yang semakin intens dalam berbagai matra, nampak pula semakin jelas layangan mana yang akan di akuisisi. Dari segi kepentingan nasional yaitu ToT dan kepentingan politik (tidak berada dalam bayang – bayang siapapun) sudah memenuhi syarat, tinggal masalah kesepakatan harga saja. Namun saya masih berharap Rafale ikut diboyong, tapi entah mengapa tidak ada tanda – tanda hubungan Indonesia-Perancis semakin mengahangat seperti dengan Swedia. Oh Rafale,…

  20.  

    Bentar lagi ada berita penandatanganan kontrak Gripen E

  21.  

    RBS 70 TNI AD yang sudah ada sejak lama….mau diupgrade atau mau beli yang Sama sekali baru?

    •  

      Tadi saya ketemu bosnya SAAB Dynamic di Indodefence, yg mau diupgrade ke versi NG. Ini harus dilakukan karena bentar lagi masa pakai RBS TNI sudah akan habis masa pakainya. Pindad akan dapat lisensi RBS 70 Mk2, jadi sdm mudah2an diperbanyak. Saat ini divisi roket dan rudal pindad hanya mengurus R-Han, dengan adanya ini kan jadi berkembang.

  22.  

    semoga kemandirian indonesia segera terwujud amiiinn……. kita bangsa yg besar, di bawah kepemimpinan jokowi indonesia pasti bisa.

  23.  

    pengennya mah bikin Rudal sekelas S-500/ S-400/ S-300 Buat Menghadapi F-35 Singapur dan Australia… Tapi ga pa pa lah kalo Indonesia kerja sama dengan Swedia Bisa membuat S-1000 ITU JAUH LEBIH BAIK ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

  24.  

    Starsteak
    Mistral
    RBS 70 mk2
    Qw 3
    … Apalagi nanti yah?
    ATGM nya
    Javelin
    Nlaw
    RPG 7
    Ada lg,,,, apa yah?

  25.  

    โ€œSementara ini teknologi roket belum kita kuasai apalagi teknologi optiknya, kontrolnya, stabilitasnya. Roket indonesia baru sampai roket meluncur saja nanti ke sana akan kita kuasai.

    diatas adalah kalimat kunci….kayaknya ke depan tehnologi optik, kontrol dan stabilitas mau di aolikasikan di RHAN

    mantap…bungkuslah….
    ๐Ÿ˜€ NKRI JAYA

  26.  

    Yang URGENT dan TNI belum punya adalah sistem pertahanan udara jarak sedang dan jarak jauh !!!
    kapan ya ???

    •  

      untuk yang satu ini memang sudah mendesak bung. Dan tidak mungkin kalau harus mengembangkannya sekarang juga.. Melihat kawasan yang sudah mulai didatangi burung hantu.. Spertinya pilihan alternatif kita harus pandai2 melobi negara beruang.. Siapa tahu kita bisa beli sekalian dikasih teknologinya.. Mumpung rusia lagi sakit hati sama india.. Sekaranglah peluang emas indonesia..

  27.  

    mantab nih.. Trus kembangkan agar bisa diaplikasikan sebagai atgm diatas rantis2 lincah tni .. Jangan cmn sbgai manpad kasian usernya karena mungkin terlalu berat bagi yang belum terbiasa. Maxnyuss buat berburu mbt. Apalagi ditambah RCWS…

  28.  

    RBS 70 Mk2 bisa mencapai 8 kilometer dan melesat hingga ketinggian 4.000 meter kcpatan 2mach. Dpt lisensi lgi
    Ayo bikin yng banyak tempatin disekitar pantai batam sma perbatasan kalimantan,peswat tetangga yng baru take off 1-2mil dr pantai mreka, udah kna tupeswat hehe mantap Jayalah NKRI

  29.  

    baguslah.

  30.  

    Pelan tapi pasti Indonesia akan menjelma menjadi negara hebat
    mantab maju terus bangsaku

  31.  

    Saab Gripen Swedia jet Gripen aja belum dibeli udah mau kasih ilmu……ko ke AS/Rusia jangan harap dapat ilmu

 Leave a Reply