Mar 112015
 
ATGM NLAW Swedia

ATGM NLAW Swedia

Swedia akan membatalkan perjanjian pertahanan dengan Arab Saudi senilai miliaran crown dikarenakan perdebatan diplomatik terkait pelanggaran HAM negara tersebut.

Pemerintah Swedia yang dipimpin kubu Sosial Demokrat, sejak Oktober tahun lalu, telah memfokuskan kebijakan luar negerinya pada hak asasi manusia.

Namun sikap vokal itu membuatnya bertentangan dengan industri pertahanan, padahal, Swedia adalah eskportir senjata terbesar ke-12 di dunia.

“Keputusan tentang perjanjian dengan Saudi telah dibuat beberapa waktu lalu,” kata Perdana Menteri Stefan Lofven di koran Dagens Nyheter, saat ia berada di Kiev, ibu kota Ukraina. “Apa yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir belum menentukan (akhir perjanjian).”

Pada Senin, Arab Saudi memblokir Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallstrom untuk memberikan pidato di Liga Arab di Kairo. Seorang juru bicara Wallstrom mengatakan pemblokiran itu berasal dari kritik Swedia terhadap catatan hak asasi manusia Arab Saudi.

Pada Februari, Wallstrom mengatakan kepada parlemen, Arab Saudi melanggar hak-hak perempuan termasuk mengkritik hukum cambuk terhadap aktivis hak asasi manusia dan blogger Raif Badawi. Dia juga menyebut Arab Saudi sebagai negara ”diktator.”

Perjanjian pertahanan yang dibatalkan meliputi sistem militer, pelatihan dan transfer teknologi, senilai 4,8 miliar crown Swedia (Rp7,3 triliun) pada 2011-2014.

Sebastian Carlsson, seorang pejabat yang berhubungan dengan pers di perusahaan otomotif Saab mengatakan regulasi lain dikendalikan ekspor perusahaan, bukan perjanjian.

“Arab Saudi merupakan pasar yang sangat penting bagi kami dan pelanggan yang baik,” katanya. “Bagaimana Swedia menangani hal ini dapat mempengaruhi kita.”

Saab tidak mempublikasikan data berapa banyak penjualan mereka ke Arab Saudi atau negara lain di luar Swedia.

Kesepakatan itu ditandatangani pertama kali pada 2005 oleh pemerintah Sosial Demokrat sebelumnya dan diperbaharui oleh pemerintah kanan-tengah tahun 2010.

Partai Hijau, mitra junior dalam koalisi saat ini, telah menyerukan kesepakatan itu dibatalkan.

Nmaun para pelaku industri Swedia telah melobi pemerintah demi perpanjangan perjanjian itu, dengan alasan reputasi Swedia sebagai mitra dagang yang dipertaruhkan.

Pembatalan dapat mempengaruhi tidak hanya perusahaan-perusahaan pertahanan tetapi perusahaan di luar sektor militer, 31 pemimpin bisnis mengatakan dalam sebuah surat terbuka yang diterbitkan pada Jumat pekan lalu di koran Dagens Nyheter. Mereka termasuk pemimpin perusahaan ritel fashion H&M, Stefan Persson, dan Ketua Investor Jacob Wallenberg.

Ulf Bjereld, seorang profesor ilmu politik di Gothenburg University, mengatakan pembatalan kesepakatan dapat menyebabkan Swedia terisolasi dalam politik dunia.

“Tapi itu juga dapat memperkuat peran Swedia, bahwa kita memperlakukan semua orang sama dan kita mempertahankan hak-hak asasi manusia,” katanya. (CNN Indonesia).

  98 Responses to “Gara Gara HAM, Swedia Hentikan Kerjasama Pertahanan”

  1.  

    ini menjadi pelajaran penting bagi pemimpin indonesia sekarang maupun yg akan datang..bahwa haluan politik suatu negara sangat berpengaruh terhadap kerjasama antar negara di kemudian hari..blok barat selama ini dan seterusnya akan selalu mendikte negara2 yg memiliki hubungan kerjasama..no free lunch..hari ini arab saudi di pimpin oleh raja salman..yg nota benenya seorang muslim yg alergi terhadap barat..
    coba cermati ke depan..embargo apalagi yg akan di terima arab saudi setelah batalnya alutsista dari jerman, turunnya harga minyak, alutsista dari swedia..jangan2 akan ada kudeta berdarah lagi..
    ungtungnya mereka negara kaya..
    Bagaimana dengan negara kita yg masih pas2an gini..?

  2.  

    Begal

  3.  

    Nah, klo kita kaitkan sekarang terhadap isue2 HAM yg terkini yaitu eksekusi “Bali Nine”, apabila rencana eksekusi tsb tetap dijalankan oleh Pemerintah, lalu bagaimana reaksi Ausie dan konco2nya, khususnya Swedia terhadap isue HAM di Indonesia? ….. Segala sesuatu bisa saja terjadi!

    Meskipun tidak ada warga negara Swedia yg pernah atau sedang dieksekusi karena kejahatan berat di Indonesia, semoga saja Pemerintahan Swedia (yg sekarang tengah mengedepankan isue HAM didalam setiap hubungannya dgn negara2 lain), bisa tetap menjaga serta menghormati Kedaulatan Hukum yg berlaku di Indonesia, serta tetap memperkuat hubungan mitra yg strategis yg saling menguntungkan. … disamping itu juga mampu mengenyampingkan propaganda2 Ausie yg kian sengit/tajam untuk mendeskreditkan kita didunia Internasional karena persoalan HAM, khususnya dinegara2 Eropa dan AS.

  4.  

    like

  5.  

    Jadi …
    – Hukum setiap negara di dunia mau diseragamkan? Hehehe.. lucu
    – Embargo tetap mungkin… kecuali untuk Indonesia ? Hahaha.. makin lucu
    – Rusia lebih mungkin meng-embargo Indonesia dibanding negara barat? Huhuhu….

    Saya bangga Indonesia bisa menggapai keberhasilan dengan TOT, bukan bangga dengan melihat dari negara mana TOT tersebut.

 Leave a Reply