Garuda Tunda Penerbangan Perdana Rute Kupang-Timor Leste

Garuda Indonesia ATR 72-600 (commons.wikipedia.org)

Kupang. Jakartagreater.com. PT. Garuda Indonesia menunda penerbangan perdana ke dengan rute Kupang-Dili, Timor Leste karena alasan masalah administrasi antara pemerintah Timor Leste dan Indonesia setelah sebelumnya dijadwalkan dilakukan pada 15 November mendatang.

“Saya baru terima informasi bahwa penerbangan ke Dili,Timor Leste pekan depan ditunda, tetapi rute itu akan tetap dibuka karena saat ini masih ada proses administrasi yang harus diselesaikan,” kata General Manager PT. Garuda Indonesia Cabang Kupang Kokoh Ritonga di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis, 9/11/2017.

Hal ini disampaikannya kepada sejumlah wartawan saat mengelar jumpa pers di kantor Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur terkait penundaan penerbangan tersebut.

Kokoh mengatakan saat ini sejumlah staf teknik Garuda sudah berada di Timor Leste untuk mempersiapkan semuanya bahkan sejumlah instruktur Garuda sudah berada di Kota Dili untuk menyiapkan dimulainya penerbangan perdana tersebut.

“Sejumlah instruktur kami (Garuda) sudah berada di Dili untuk mengadakan training dalam rangka persiapan penerbangan perdana tersebut,” tuturnya.

Tak hanya itu. Lanjut Kokoh sejumlah peralatan pesawat Garuda Indonesia juga sudah dibawa ke Kota Dili dan ditempatkan di kota itu jika memang sudah ada kesepakatan soal penerbangan tersebut.

Ia mengatakan akibat proses administrasi tersebut, ia memastikan lagi bahwa penerbangan perdana akan dilakukan pada awal Januari atau akhir Februari 2018 mendatang.

“Sebenarnya semuanya sudah siap karena pagi tadi saya juga berkoordinasi dengan pihak security bandara, kemudian dengan pihak imigrasi soal penerbangan perdana yang direncanakan pada 15 November mendatang,” tuturnya.

Secara spesifik masalah administrasi yang menunda penerbangan perdana tersebut tidak disampaikan oleh Kokoh Ritonga. Sebab menurutnya itu masalah Garuda pusat dan sudah bagian dari urusan pemerintah dan pemerintah kedua negara.

Kokoh juga mengatakan bahwa masalah kendala administrasi tersebut terhambat akibat dari adanya permintaan dari pihak Timor Airways agar proses penerbangan Kupang-Dili tersebut bisa dilakukan secara penuh tanpa hitungan sewa (Charter).

“Sepertinya pihak dari Timor Leste menginginkan agar bukan hanya charter saja, tetapi dilakukan secara terus menerus penerbangannya,” ujarnya. (Antara).

Tinggalkan komentar