Jan 192019
 

JakartaGreater.com – Jika dari ketiga aspek, yakni ekonomi, militer dan politik NATO tidak lagi menguntungkan Amerika Serikat (AS), maka AS akan meninggalkannya, seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet pada hari Sabtu.

“Kuda tua” NATO telah kedaluwarsa

Dapat dikatakan bahwa selama perang dingin, NATO adalah organisasi militer pimpinan AS yang efektif melawan Uni Soviet. Konfrontasi militer, politik dan ideologis Warsawa yang dikepalai oleh Soviet dengan NATO yang kepala AS adalah nyata.

Namun ketika Uni Soviet dan Warsawa hancur, blok NATO tidak bubar tetapi kini diperkuat oleh  anggota-anggota bekas Uni Soviet dan Pakta Warsawa. Dan, objek tempur AS-NATO masih tetap Rusia (negara yang mewarisi Uni Soviet) ditambah “teroris”, serta “negara-negara teroris”.

Secara khusus, NATO memperluas wilayah ke arah timur untuk melingkari dan mengisolasi Rusia guna mematahkan “gigi” beruang Rusia, memaksanya berlutut sebagai pengikut. Dan NATO menggunakan kekuatan militer untuk menyerang pasukan dan negara secara kolektif yang oleh AS-NATO dianggap sebagai “teroris” seperti Afghanistan, Libya, Irak, Yugoslavia. Itulah yang menjadi misi dan fungsi NATO saat ini.

Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump. © Gage Skidmore via Wikimedia Commons

Namun secara tak terduga, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginginkan supaya Amerika meninggalkan NATO. Ini bukanlah keinginan yang muncul sekarang saja, bahwa dia telah mengatakan berkali-kali bila NATO “tidak berguna”, sehingga harus dibubarkan.

Niat Trump telah menyebabkan kepanikan dan manyita perhatian di antara “neocons” dari partai Demokrat dan Republik. Kemarahan dan kekhawatiran mereka terhadap gagasan ini adalah bahwa jaringan media di seluruh Amerika Serikat bahkan telah mengangkat gagasan “memakzulkan” Presiden atau membuat prosedur untuk mengubah hal ke 25 terhadapnya kegilaannya! Dan bahkan menuduh Trump sebagai kepanjangan tangan Rusia.

Amerika meninggalkan NATO?

Ketika Amerika meninggalkan NATO, berarti NATO dibubarkan, semua orang mengetahui ini. Dengan membubarkan NATO, tampaknya akan menguntungkan Rusia, ini membuat Trump dicurigai sebagai kaki tangan FSB (Dinas Intelijen Rusia)

Namun, jangan macam-macam dengan Presiden AS Donald Trump, presiden yang terpilih dari pengusaha sehingga dia tidak perlu tahu siapa yang mendukung keberadaan NATO yang anti-Rusia tetapi mengetahui bahwa ketika Amerika Serikat tidak mendapat manfaat, maka yang harus dilakukan adalah menghilangkan atau merestrukturisasinya. Itu saja.

Simulasi terjadinya serangan kimia oleh US Air Force © USAF via Wikimedia Commons

Ada tiga hal dimana NATO tidak lagi berguna untuk kepentingan AS.

Pertama, sudah saatnya NATO tak mengusik Rusia

Saat ini Rusia terlalu kuat, negara-negara yang terlalu takut pada Rusia meminta bergabung dengan NATO dan bergantung pada Pasal 5. Namun kenyataannya Rusia menganggap Pasal 5 tidak berguna sejak lama.

Bahkan Inggris menuduh “Rusia telah menyerang eks agen gandanya menggunakan bahan kimia” untuk mengaktifkan Pasal 5 melawan Rusia, namun tidak ada yang digerakkan oleh NATO hingga saat ini.

NATO menyerang Rusia? Ini tidak akan pernah terjadi. Mari kita melihat lebih dekat pada doktrin militer terbaru Rusia termasuk meningkatkan strategi perang nuklir. Dan, sampai sekarang, hanya Rusia yang berani “menyerang” anggota NATO tertentu tetapi NATO tidak pernah berani menyerang Rusia untuk membalasnya.

Kapal perusak USS Laboon (DDG 58) meluncurkan rudal jelajah Tomahawk. © US Navy via Wikimedia Commons

Kedua, hegemoni AS-NATO telah berlalu

Saat-saat dimana hegemoni AS-NATO atas dunia, dan membenci kekuatan apa pun dengan menyebutnya sebagai “terorisme”. Negara mana pun yang tidak mendengarkan perkataan AS-NATO akan dituduh “teroris, menyembunyikan dan mensponsori terorisme” lantas rudal Tomahawk menjadi jawabannya. AS-NATO tak segan-segan mendeklarasikan zona larangan terbang untuk membombardir mereka tanpa mengotori kaki dan tangan.

NATO sekarang ini tak mampu menyerang secara kolektif yang ditujukan pada nama-nama yang disebut AS sebagai “pasukan teroris, negara-negara teroris” seperti Afghanistan, Libya, Suriah atau bahkan Yugoslavia dan Irak.

Geopolitik diseluruh wilayah dunia telah berubah dengan cepat, dimana kekuatan unipolar telah berhenti, dan kini digantikan oleh kekuatan multi-kutub. Pasukan yang sangat kuat dan memiliki warisan untuk mencegah swasembada NATO telah meningkat, yakni Federasi Rusia.

Yang ketiga dan yang terpenting bagi Trump adalah bahwa NATO tidak akan meningkatkan anggaran pertahanannya untuk membeli senjata buatan Amerika Serikat, memberi makan industri pertahanan dan industri manufaktur di AS.