Nov 092017
 

White House, Washington DC, AS (commons.wikipedia.org)

Beijing, Jakartagreater.com – Gedung Putih pada Rabu 8-11-2017 mengecam serangan peluru kendali pasukan tempur Houthi Yaman ke Arab Saudi dan mengatakan serangan itu mengancam keamanan wilayah tersebut serta merongrong upaya menghentikan perang.

Arab Saudi mengatakan pasukan pertahanan udaranya mencegat peluru kendali balistik, yang ditembakkan pada Sabtu 4-11-2017 dari Yaman ke ibu kota Riyadh. Roket tersebut ditembak jatuh di dekat bandar udara Raja Khaled di pinggiran Utara ibu kota negara tersebut.

Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan bahwa pasokan roket Iran ke pasukan tempur di Yaman adalah “agresi militer langsung”. Itu bisa menjadi tindakan perang, ujar Mohammed bin Salman .

“Serangan peluru kendali Houthi terhadap Arab Saudi, yang dimungkinkan oleh Korps Garda Revolusi Iran, mengancam keamanan kawasan dan melemahkan upaya PBB merundingkan akhir perang,” kata Gedung Putih dalam pernyataan sewaktu Presiden Amerika Serikat Donald Trump memulai kunjungan ke ibu kota China.

“Sistem peluru kendali ini tidak ada di Yaman sebelum konflik, dan kami menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melakukan sebuah pemeriksaan menyeluruh atas bukti bahwa rezim Iran terlibat perang di Yaman untuk memajukan ambisi regionalnya,” tambah pernyataan tersebut.

Dikatakannya bahwa Amerika Serikat akan terus bekerja dengan mitra “yang berpikiran serupa” untuk menanggapi serangan tersebut dan mengungkapkan apa yang mereka sebut aktivitas destabilisasi Iran di wilayah tersebut.

Iran membantahnya berada di balik peluncuran peluru kendali tersebut. Pada Rabu 8-11-2017, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa serangan peluru kendali dari Yaman merupakan reaksi terhadap apa yang dia sebut agresi Arab Saudi.

Sebagai reaksi terhadap peluru kendalu tersebut, koalisi pimpinan-Arab menutup semua pelabuhan udara, darat dan laut ke negara miskin itu. Negara itu juga meningkatkan serangan udara di wilayah yang dikuasai oleh Huthi termasuk ibu kota Sanaa.

Perang sudah menewaskan lebih dari 10.000 orang dan memicu salah satu bencana kemanusiaan buatan terburuk dalam sejarah baru-baru ini. PBB pada Selasa 7-11-2017 meminta sekutu membuka kembali jalur bantuan ke Yaman, dengan mengatakan bahwa impor makanan dan obat sangat penting bagi 7 juta orang, yang terancam kelaparan. (Antara/Reuters).

  4 Responses to “Gedung Putih Kecam Serangan Peluru Kendali Houthi”

  1. Hmmm

  2. Ok, lanjutkan saling serang agar ada yg diuntungkan dr disstabilitas kawasan! Kasihan rakyat Arab menderita akibat ambisi pribadi para manusia haus kekuasaan.

  3. AS menyalahkan Iran, Iran di suruh ngaku TTM (teman tapi manja) Houthi, Houthi di tuduh Arab Saudi sebagai dalang semua serangan rudal ke wilayah Arab Saudi, Houthi menuntut balas atas ribuan jiwa yang tewas atas seangan udara koalisi Arab, Arab Saudi menuduh Houthi berada di balik penggulingan boneka Arab yang di pasang di Yaman……Houthi menuntut balas….mending nyeruput kopi ajah….orang sono suka sing ruwet2….

  4. Dijaman penuh fitnah susah nyari yg bener.???? Apalagi udah urusannya sama AS kena dah tipuan setan.

 Leave a Reply