Des 042018
 

Latihan bertujuan untuk menguji tingkat kesiapan operasional satuan-satuan di jajaran TNI AU, mulai dari tingkat kotama operasi sampai tingkat lanud beserta unsur kekuatannya dengan berdasar pada doktrin Swa Bhuwana Paksa dalam pelaksanaannya.

Bandung, Jakartagreater.com   –   Latihan Angkasa Yudha 2018, merupakan latihan pertama yang memiliki sifat dua pihak dikendalikan sehingga disebut sebagai geladi posko rasa baru dengan didukung teknologi informatika. Diharapkan latihan tahun ini dapat memberikan atmosfer operasional yang lebih nyata.

Kedua belah pihak dituntut untuk mempunyai taktik dan strategi Wasdal (wasit dan pengendali) yang kuat untuk lancarnya skenario latihan. Keberhasilan latihan ini akan menjadi pilot project bagi latihan-latihan TNI Angkatan Udara selanjutnya, baik di tingkat kotama operasi maupun satuan.

Demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E.,M.M., pada acara pembukaan Latihan Angkasa Yudha 2018 pada Senin 3-12-2018  di gedung Srutasala Kesatrian Seskoau, Lembang Bandung.

“Dihadapkan pada kondisi nyata saat ini, diperlukan kemampuan dan kekuatan udara yang andal untuk meningkatkan kesiapan tugas dari beberapa satuan, terutama Koopsau, Kohanudnas dan Korpaskhas beserta seluruh satuan jajarannya. Satuan operasional ini merupakan aset kekuatan udara yang setiap saat dapat diproyeksikan untuk melaksanakan tugas operasi udara baik dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP),” tegas Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Latihan yang akan berlangsung 5 hari ini bertujuan untuk menguji tingkat kesiapan operasional satuan-satuan di jajaran TNI AU, mulai dari tingkat kotama operasi sampai tingkat lanud beserta unsur kekuatannya dengan berdasar pada doktrin Swa Bhuwana Paksa dalam pelaksanaannya. (tni-au.mil.id)

Bagikan:

 Leave a Reply