Generasi Baru Senjata Nuklir Strategis Rusia. Bagaimana dengan AS ?

Avangard, rudal jelajah nuklir hipersonik buatan Rusia. © Kementerian Pertahanan Rusia

Jakartagreater.com  –   Seorang perancang senjata menilai Rudal nuklir Rusia lebih baik daripada milik Amerika Serikat.

Pasukan nuklir Rusia berada di depan pasukan AS sekitar 10 hingga 15 tahun, ujar Yury Solomonov, perancang umum Institut Teknologi Termal Moskow (MITT) yang merancang Yars Rusia, Topol dan Rudal balistik antarbenua Bulava (ICBM), dirilis Presstv.com, 27-12-2018.

“Mereka tidak akan dapat mengejar dengan cepat ide-ide yang telah kami terapkan, meskipun tidak sulit di dunia modern untuk mengimplementasikannya dan memulai produksi,” media mengutip Solomonov mengatakan kepada surat kabar Argumenty Nedeli dalam sebuah wawancara pada hari Kamis 27-12-2018.

“Ini tidak berarti bahwa mereka tidak akan dapat melakukan hal yang sama. Tetapi jika mereka mulai melakukannya sekarang, mereka akan dapat mengejar ketinggalan dalam 10 hingga 15 tahun,” katanya. Solomonov mencatat bahwa potensi nuklir AS tetap sangat kuat, tetapi sistem modernisasi senjatanya secara fundamental berbeda dari Rusia.

Sebagai contoh, ICBM Minuteman AS yang diproduksi pada 1960-an belum diganti dengan Rudal baru tetapi ditingkatkan untuk memperpanjang umurnya hingga 2030, katanya. Solomonov mengatakan bahwa Rusia, bagaimanapun, telah menghasilkan generasi baru senjata nuklir strategis darat dan laut dengan biaya minimal.

Berkenaan dengan sistem ICBM AS yang dikerahkan di Alaska dan Eropa, Solomonov bersikeras bahwa Rusia seharusnya tidak memiliki ketakutan terhadap sistem Rudal karena, dalam kata-kata Solomonov, efisiensi sistem Rudal AS “efisiensi sangat rendah.”

Dia mencatat, bagaimanapun, bahwa risiko dalam sistem rudal adalah bahwa komponennya yang dapat dengan mudah diubah menjadi senjata untuk diserang.

Tinggalkan komentar