JakartaGreater.com - Forum Militer
Apr 252018
 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa seluruh benda-benda yang berada di Muspusdirla adalah suatu bentuk wahana visualisasi yang dapat digunakan untuk edukasi, rekreasi dan untuk inspirasi generasi penerus.

Yogjakarta, Jakartagreater.com – Generasi penerus bangsa tidak akan pernah tahu dan menghargai sejarah bangsanya tanpa ada benda-benda peninggalan sebagai bukti kejadian masa lampau. Untuk itu, benda-benda peninggalan sejarah tersebut harus dikumpulkan dan diabadikan dalam suatu museum agar sejarah masa lampau tetap abadi dalam pemahaman setiap generasi penerus bangsa.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam sambutannya pada peresmian Koleksi Pesawat Hercules C-130 B, Hercules T-1301, Foker F-27 T-2707, Avia-14, Hawkers Hunter F.Mk.4 N-112 dan Museum Engine R. Achmad Imanullah, pada Selasa 24 April 2018 bertempat di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogjakarta.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa seluruh benda-benda yang berada di Muspusdirla adalah suatu bentuk wahana visualisasi yang dapat digunakan untuk edukasi, rekreasi dan untuk inspirasi generasi penerus.

“Pada saat menjadi Kepala Staf Angkatan Udara, yang pertama kali saya sentuh adalah sejarah, agar generasi penerus mampu melihat sejarahnya sendiri dan memiliki kebanggaan bahwa Angkatan Udara Indonesia pernah menjadi yang terbesar di Asia Tenggara,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh senior TNI AU yang telah bergabung di TNI Angkatan Udara demi menegakkan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI. “Alutsista yang pernah mereka gunakan untuk mempertahankan NKRI waktu itu, diantaranya Hercules C-130 dan Hawker Hunter,” ujarnya.

“Pesawat-pesawat tersebut memiliki keterkaitan sejarah dengan Operasi Trikora, karena mampu menembus blokade musuh dan bekerja sama dengan Pesawat T-16 untuk mempertahankan Wilayah Udara Indonesia,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, sesuai dengan catatan sejarah bahwa Indonesia adalah negara pertama di luar Amerika yang memiliki pesawat Hercules. Pesawat dengan nomor Regristasi T-1301 merupakan pesawat Hercules yang pertama kali menyentuh bumi nusantara di Kemayoran Jakarta.

Hal tersebut yang menjadi pertimbangan untuk mengabadikan Hercules T-1303 di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala. “Ini adalah bukti bahwa Air Power Indonesia pada saat itu benar-benar menunjukan kedigdayaannya Indonesia pada masa itu,” katanya.

Di hadapan awak media, Panglima TNI menyampaikan bahwa peresmian Museum Engine R. Achmad Imanullah ini adalah untuk mengabadikan mesin-mesin atau engine yang pernah digunakan untuk melengkapi pesawat-pesawat militer TNI AU.

“Museum ini diharapkan sebagai edukasi dan rekreasi kepada generasi penerus dan kita sampaikan bahwa Indonesia dulu pernah menjadi Angkatan Udara terbesar di Asia Tenggara,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

“Kebanggaan itu bisa disampaikan kepada generasi penerus. Ingat, bahwa dua pertiga wilayah Indonesia adalah lautan, sepertiga adalah daratan dan di atasnya adalah tiga pertiga wilayah udara, kita harus memanfaatkan udara ini untuk meningkatkan kedirgantaraan,”ujar Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (Puspen TNI)

Berbagi

  4 Responses to “Generasi Penerus Tidak Akan Tahu Sejarah Tanpa Adanya Benda Sejarah”

  1.  

    Akibat pembelian 11 unit Su-35, Indonesia berpotensi terkena sanksi embargo lagi nih dari AS

    http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/2018/04/membeli-11-unit-su-35-indonesia.html

    •  

      Mereka Embargo justru Rugi bung. kita kan Negara Netral dan tak memihak Blok siapa saja dan lagi masih banyak potensi Uang di kita bisa masuk ke mereka seperti F16 Viper, Pesawat Angkut MRO Pesawat, dll
      Dan lagi sekarang bukan jamanya Emabrgo justru jamanya Soft Power atau Tekanan alias Sanksi. tapi di kasih sanksi pun yang ada kita malah makin deket dengan Blok Timur di saat mereka butuh Rekan untuk halau Pengaruh China.
      Toh kita beli dari Russia juga ga full Duit, jadi masih di bilang gak terlalu ngaruh thd ekonomi mereka langsung.
      Mungkin begitu kura2…

  2.  

    Bung listrik, biarkan embargo saja. Agar semua alutsista kita bisa di support Rusia. Sudah muak dengan tingkah Amerika, terus apa sanksi bagi Israel yg telah mencaplok daerah Palestina? Serta apa sanksi bagi Amerika sendiri yg ikut campur perang di timteng? Emang asu

  3.  

    Sejarah saya yang saya tahu rudal jaman sekarang berbahaya dan membahayakan hahahah

 Leave a Reply