Nov 142016
 
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro di di Perbanas. (Merdeka.com / Hana Adi Perdana)

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro di di Perbanas. (Merdeka.com / Hana Adi Perdana)

Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan pandangannya tentang pembangunan Indonesia dan geo politik yang menyertainya. Pemaparannya terasa segar karena memunculkan telaahan yang baru dan berani secara lugas memaparkannya. Pemaparan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional ini menarik untuk didalami dan menjadi bahan diskusi, seperti yang ditulis oleh Medeka.com :

1.Andalan ekonomi kembali ke komoditas, kayak jaman penjajahan Belanda

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, menilai perekonomian Indonesia saat ini tak ubahnya dengan kondisi perekonomian di masa penjajahan, karena sampai saat ini Indonesia masih mengandalkan pendapatan dari komoditas seperti rempah-rempah di zaman penjajahan.

“Kenapa? Karena waktu Belanda masuk Indonesia mereka punya alasan. Apa yang mereka kejar? Sumber Daya Alam. Tahun 1600-an, 1700-an. Portugis, Spanyol, Belanda mereka kejar rempah-rempah kita. Kalian mikir ngapain mereka jauh-jauh cari rempah-rempah kita. Komoditas yang menjadi andalan kita,” ujarnya di Perbanas Institute, Jakarta, Sabtu (12/11/2016).

“Jangan lupa waktu itu mereka di Eropa pengen makan enak karena kehidupannya bagus. Akhirnya mereka tahu kalau makan enak itu pakai bumbu. Maka mereka datang ke Indonesia,” sambungnya.

Setelah bertahun-tahun dijajah dan terus digerus hasil kekayaan alamnya dengan melakukan sistem tanam paksa, Indonesia akhirnya merdeka. Selepas era tersebut, Indonesia tidak lagi mengandalkan komoditas melainkan hasil minyak yang ditemukan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Belanda yakni Royal Deutch Shell.

“Hasil minyak kita menjadi andalan pada saat itu yang ditemukan oleh Shell. Setelah itu hasil-hasil oleahan kayu juga menjadi andalan. Kemudian masuk ke manufkatur, tekstil, garmen itu bagus. Tapi sayangnya karena kolaps akhirnya kita balik lagi ke komoditas. Mulai dari batu bara, tambang, sawit dan lainnya. Makanya ekonomi Indonesia kayak jaman penjajahan Belanda,” ujarnya.

2. Kemenkop cuma rajin cetak pengusaha UKM

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kepala Bappenas, mengkritik kinerja Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop). Menurutnya, Kemenkop terlalu fokus memperbanyak UKM tapi tidak meningkatkan level UKM itu sendiri.

“Saya kritik Kementerian UKM memperbanyak pengusaha UKM. Tapi lupa mendorong untuk menaikan kelas UKM menjadi pengusaha besar. Masa mau jadi pengusaha UKM mulu,” ujarnya di Perbanas Institute, Jakarta, (12/11/2016).

Mantan Menteri Keuangan ini khawatir, jika di saat Kemenkop memperbanyak jumlah UKM, tapi banyak juga UKM yang mati. Hal ini dinilai akan membuat UKM menjadi sulit naik kelas dan tidak akan memberi kontribusi lebih bagi negara.

“Dia lupa kalau ada cerita sebanyak 1000 UKM bangkrut walau ada 1000 UKM baru. Saya enggak menyalahkan kementerian nya, tapi mentalnya,” tuturnya.

3. Pengusaha di Indonesia itu-itu saja, tak ada yang baru

Bambang Brodjonegoro mengeluhkan kurangnya enterpreneur atau wirausaha yang ada di Indonesia. Padahal, keberadaan pengusaha tersebut mempengaruhi kualitas suatu negara.

“Indonesia kekurangan enterpreneur. Nah ini menjadi pembeda antara negara maju dan negara biasa,” ujarnya.

Salah satu penyebab kurangnya enterpreneur di Indonesia karena disebabkan adanya dominasi dari wirausaha lain yang sudah lama. Bambang menyebut, dalam beberapa puluh tahun terakhir, para enterpreneur hanya seolah turun menurun dari satu keluarga.

Bambang mencontohkan, pada saat dahulu dirinya masih kuliah sampai beberapa tahun terakhir, dalam peringkat-peringkat pengusaha maupun perusahaan yang mendominasi jajaran atas dunia kerap diisi oleh orang yang sama dan perusahaan yang sama.

“Istilahnya 4L, lo lagi lo lagi. Yang sama itu anaknya, bapaknya, cucunya. Waktu saya mahasiswa di UI saya rajin baca majalah. Rajin bikin rangking warga terkaya, orang terkaya, itu saya amati. Ranking itu dilakukan oleh majalah Forbes. Tidak beda enggak yang tua, yang muda, grup perusahaannya dia dia lagi. Sangat sedikit pengusaha baru yang masuk ke peringkat tinggi,” jelas dia.

Untuk itu, dia meminta kepada semua pihak untuk bersama-sama mendorong keberadaan wirausaha beserta kualitasnya. Selain itu, dia pun mendorong agar anak muda sekarang terutama mahasiswa memiliki pola pikir untuk menciptakan usaha, bukan sebagai budak korporasi.

“Makanya kita harus menambah enterpreneur. Nah makanya kita dorong ke mahasiswa agar jadi enterpreneur. Jangan lulus mikirnya mau jadi karyawan,” ujarnya.

4. Negara besar perang agar industri senjata mereka laku.

Bambang Brodjonegoro bercerita mengenai perbedaan negara besar dengan negara kecil dalam melakukan perang. Menurut Bambang, negara besar seperti Amerika melakukan perang dengan negara lain karena tujuan bisnis.

“Amerika dan negara besar lainnya itu hobi perang itu semata-mata bisnis. Yang namanya peta politik global ketika Amerika dan negara lain inisiasi perang itu tujuannya jelas. Agar industri senjata mereka laku,” ujarnya.

Sedangkan negara kecil, menurut Bambang, mereka melakukan perang murni untuk membela kepentingan bangsanya. Sebab, mereka tidak ingin kekayaan mereka tergerus oleh negara kecil lainnya maupun negara besar.

“Negara kecil saja yang murni perang untuk mempertahankan negaranya,” ucapnya.

Selain itu, mantan Menteri Keuangan ini menambahkan, apabila negara-negara besar melakukan perang di Timur Tengah, ada dua keuntungan yang mereka dapat. Pertama dari sisi industri dan kedua dari sisi sumber daya alamnya dengan menggerus minyak di negara-negara di sana.

“Kalau perang di Timur Tengah itu mereka dapat untung double. Senjata dan minyak. Itu jelas tujuannya ekonomi. Kalau negara besar perang itu tujuannya kalau tidak untuk keuntungan industri senjata mereka ya untuk SDA,” ucapnya.

5. Asing kuras kekayaan SDA Indonesia

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki sumber daya alam (SDA) yang sangat melimpah. Besarnya potensi tersebut membuat Indonesia dilirik negara-negara lain untuk digerus nilai tambahnya.

Bambang Brodjonegoro bercerita mengenai cara pihak asing menggerogoti nilai tambah tambang dalam negeri. Salah satunya terjadi pada 2014 silam saat Bambang menjadi delegasi Indonesia untuk menghadiri forum The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) atau forum negara-negara maju.

Bambang yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Keuangan dan menceritakan bahwa Indonesia tengah di review oleh negara-negara maju perihal kebijakan dalam negeri.

Dalam kesempatan tersebut, ada kebijakan pemerintah yang begitu dikritisi keras oleh negara-negara yang tergabung dalam OECD, yaitu hilirisasi di sektor pertambangan salah satunya pelarangan ekspor tambang mentah.

“Itu saya alami langsung tahun 2013-2014, ketika Indonesia akan melarang ekspor tambang mentah. Kelihatan sekali negara-negara luar sangat tidak suka sehingga dalam forum OECD saat saya menjabat sebagai Menkeu yang menjadi delegasi Indonesia, kita sedang di review oleh OECD yang merupakan perkumpulan negara-negara maju. Ketika di review mereka mengkritisi kebijakan-kebijakan itu. kritisinya luar biasa tajam, pokoknya kita dianggap bodoh, enggak ngerti perdagangan comparative dan segala macam,” ujarnya.

Mendapat kritik tersebut, mantan Menteri Keuangan ini tak terima dan merespons dengan sebuah jawaban yang cukup membuat delegasi dalam forum OECD bungkam.

“Indonesia melakukan ini karena Indonesia ingin seperti kalian semua, Indonesia ingin menjadi negara maju seperti kalian. Sejauh yang saya tahu, tidak ada satu-pun negara maju di dunia yang hidup dengan hanya ekspor bahan mentah. Cuma yang saya tekankan adalah, kamu bujuk-bujuk Indonesia masuk OECD karena kamu berpikir Indonesia akan menjadi negara maju. Karena itulah kita membuat kebijakan yang mendorong Indonesia menjadi negara maju,” jelas dia.

Kemudian, Bambang menegaskan jika tidak ada satu pun negara yang ada di belahan bumi ini dapat hidup hanya dengan mengandalkan kekayaan SDA-nya. Jika ada negara yang seperti itu, kata dia, maka negara tersebut akan mendapatkan kutukan SDA.

“Artinya apa sih ? kalau Anda pelajari seputar SDA negara yang kebanyakan SDA itu malah menjadi negara yang tidak maju-maju. malah berpotensi berantakan,” kata dia.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada seluruh kementerian terkait maupun para pemangku kepentingan saat ini agar tidak terpengaruh dengan bujuk rayu negara lain untuk menjual hasil kekayaan SDA-nya. Bambang berpendapat, kekayaan SDA yang dimiliki Indonesia saat ini lebih baik di optimalkan di dalam negeri agar menjadi nilai tambah yang bermanfaat untuk perekonomian dalam negeri.

“Jangan terus-terusan kita dijebak untuk menjadi negara yang ekstraktif tadi. Negara yang enggak peduli sama nilai tambah, dan di sini, Anda secara tidak langsung berhadapan dengan pihak asing, pemodal asing. itu akan dengan segala cara atau taktik akan membujuk Indonesia seperti ini. ‘udah deh kamu nggak usah mikirin nilai tambah atau kelapa sawit di ekspor CPO ke kita, ekspor saja nikel mentahnya ke kita, ekspor aja batu bara ke kita. kamu dapat duit, kita senang kamu senang’. Mereka senang karena mereka mendapat nilai lebih yang sebenarnya melalui nilai tambah itu,” tutupnya.

Sumber : Merdeka.com

Bagikan:

  44 Responses to “Geo Politik dan Pembangunan Indonesia”

  1.  

    Kabar cangkul impornya gmn pak.? Sdh ditelusuri.?

    •  

      Berita dari tetangga sebelah..5 Tank Leopard TNI Rontok Di Natuna Dalam Lattis Ancab 2016

    •  

      LHOOOOO ….
      Cangkul itu alutsista multirole, bung!
      Di tangan orang Indonesia, canggul bisa buat mencangkul sawah sampai mencangkul orang.
      bahkan gagangnya juga bisa jadi tongkat sodok. Sungguh alutsista murah tapi efektif, sipil boleh punya. Mencari TOT cangkul sangat mandatory untuk negara Barat mengingat mereka gak penah menyadari efektifitas gaya balistik ayunan cangkul ke jidat orang. Tetapi meminta TOT cangkul adalah tragedi memilukan untuk negara berkembang.seperti Indonesia.

      •  

        Jd menurut bung, kita impor cangkul dr Chipeng spy kita dpt TOT cara buat alutsista strategis spt cangkul.?
        Saya setuju banget dbg ide bung Joss.
        Klo gt bsk kita impor arit sama sapu lidi dr chipeng ya bung biar dpt TOT buat sapu lidi alutsista yg lebih strategis…..xixixi

  2.  

    Intinya seperti ini,

    Negara-negara maju: “Anj*ng lo gak mau ngasih SDA ke kami.”

    Kalau minta, sopan dikit kenapa?
    Kalian kayak pengemis dengan harga diri tinggi, menadahkan tangan bukan dengan rendah hati supaya dikasihani tapi malah menadahkan tangan dengan tinggi hati.

  3.  

    ..Kelihatan sekali negara-negara luar sangat tidak suka sehingga dalam forum OECD, kita sedang di review oleh OECD yang merupakan perkumpulan negara-negara maju. Ketika di review mereka mengkritisi kebijakan-kebijakan itu. kritisinya luar biasa tajam…

    jangan dikira mereka berhenti di “sangat tidak suka”, tanpa bertindak,
    di indonesia banyak banget pihak yang bisa dibayar untuk merekayasa segala aksi, saking semangatnya kemaren ada yang kebablasan ngomong “pemakzulan” -padahal itu masih agenda rahasia..

    •  

      di indonesia, 2 menteri agama divonis penjara, ustadz korupsi sapi, ada yang diberi bagian keuntungan oleh perusahaan investasi bodong (proses hukumnya gak jelas), proyek pengadaan quran dikorupsi..

      kurang apa lagi?

      •  

        baca aja tuh di bawah,

        *Upaya* *melengserkan* *Presiden* *Jokowi*

      •  

        “di indonesia, 2 menteri agama divonis
        penjara, ustadz korupsi sapi, ada yang diberi
        bagian keuntungan oleh perusahaan
        investasi bodong (proses hukumnya gak
        jelas), proyek pengadaan quran dikorupsi..
        kurang apa lagi?”

        – coba ente cek lagi tulisan ente yg ane copy bed yg selalu menjelekkan umat islam, sampe bawa2 ustad segala…vihara di bom ente rusuh nya minta ampun, pas waktu mesjid dibakar dan yg mbakar nya di undang pakde ente ke istana BAK PAHLAWAN ente ngumpet dimana???? atau jangan2 ente yg di undang kemaren ke istana ya waktu mbakar mesjid????

      •  

        apanya lagi yang mo dicek? itu fakta, ngerti fakta gak ente ?

        soal yang bakar masjid ya ente tulis & analisa sendiri dong, yang panjang klo perlu ! – jadi komen no 17 tuh di bawah..

      •  

        gak usah bawa2 ras, klo ente merasa muslim yang baik, coba bawa terjemahan kata auliya’ dari al maidah 51 kemari..

        itu titik tolaknya, ente mo debat seharian hayo !

      •  

        wkwkwkwkkw….ente ngelarang orang lain membawa2 ras, sedangkan ente demi ngebela “majikan” ente sampai ngejelekin agama lain dan itu lebih parah….
        kok lari nya ke almaidah bed, SORI BED ane bukan ahli agama,,, terus apakah ente muslim yg baik???sedangkan ente yg paling kuat teriak nya kalau dana zakat dari muslim di pake pemerintah buat seluruh rakyat ( termasuk masyarakat agama lain )berarti ente kaga ngerti sama sekali arti dari ZAKAT….lagi pula yg ane masalahin ntu masalah ente bawa2 agama islam sedangkan pelaku nya cuma oknum…haddeeehhhh…sambil garuk2 pantat ane…xixixixi

      •  

        Emang ada manfaat debat dari ente bed???
        coba ente cek lg tulisan ente yg mengatakan yg ikut demo 411 dg mudah nya di tipu agenda politik, berarti ente secara langsung mengatakan kyai2 dg mudahnya ditipu demi junjungan ente, padahal secara ilmu agama mereka jauuuuuuuuhhhhhh lebih pinter dari ente yg kosong ( kaga ada isi apa2 ) , lah wong arti ZAKAT aja ente KAGAK TAU, ehhh malah mau ngajakin orang lain debat masalah arti dari ayat2 al quran…belajar dulu bed arti dari zakat, ntar jalau udah tau arti dari zakar, belajar iqra dulu baru belajar alquran oke bed….bye bye…wkwkwkwkwwkk

    •  

      udahlah, tupoksi ente biasanya kan cuma hate speech, sasaran tembak jokowi..

      dan kagak usah pake trik murahan bawa2 umat islam, ane kagak tulis “umat islam”

      soal yang lain2nya itu, link udah lengkap di thread lain…

      dan apanya yang kagak ada hubungan, judulnya udah jelas geopolitik & pembangunan indonesia..(bukan pemangkrakan indonesia)…

    •  

      kemarin bom molotov di gereja samarinda, hari ini bom molotov di vihara singkawang, masih mau bantah ada rekayasa?

    •  

      tuh mulut jahiliyah sekolahin dulu, bisanya cuman bilang babx & anjixx aja udah merasa pinter bahkan mukmin –huh !

    •  

      bullshit ente, itu si fahri udah jelas bilang pemakzulan di panggung demo !

  4.  

    Rasio entrepreneur dg jml penduduk d indonesia memang masih kecil, masih dibawah 2% (rasio minimal). Mendorong mahasiswa agar lebih berminat menjadi entrepreneur dibandingkan menjadi karyawan sudah digalakkan sejak beberapa tahun lalu, dan berita baiknya saat ini generasi muda sudah banyak yg membuka mata bahwa lebih baik uang di pakai untuk modal usaha daripada jd PNS pakai uang suap.

  5.  

    Mau buka usaha ,izinnya ribet banyak meja yang harus di lalui . Butuh waktu banyak hanya untuk surat izin .

  6.  

    Pak mendingan kasih Tax Holiday untuk usaha kecil dan menengah yang baru(kurang dari 5 th) supaya banyak pengusaha muda.

  7.  

    pengusaha-pengusaha baru, sudah rontok, karena atmosfir usaha yang kurang sehat…. bunga, persaingan, ketenagakerjaan, birokrasi, daaaaannnn lain sebagainya.

  8.  

    detikfinance
    MENU
    FokusMarket WatchIndeks
    ###########################
    Cangkul china lebih berkwalitas dan mendominasi pangsa pasar cangkul di Indonesia
    ###########################

    Petani: Cangkul Impor China Enak Dipakai dan Tahan Lama
    Muhammad Idris – detikFinance
    Petani: Cangkul Impor China Enak Dipakai dan Tahan Lama
    Foto: Dana Aditiasari
    Jakarta – Impor cangkul tengah jadi polemik. Meski volume impornya dianggap tak besar, masuknya cangkul yang berasal dari China tersebut diprotes banyak kalangan. Alasannya, cangkul merupakan perkakas sederhana yang bisa dibuat dengan mudah oleh pengrajin pandai besi lokal.

    Para petani di sejumlah daerah rupanya sudah puluhan tahun mengandalkan cangkul made in China di sawah.

    Fajar, Ketua Kelompok Tani Mudi Rahayu Purbalingga, Jawa Tengah, mengaku sudah puluhan tahun lamanya mengandalkan cangkul impor China dengan merek Crocodile. Menurutnya, cangkul asal China tersebut sudah lama populer dipakai para petani di daerahnya.

    “Sudah puluhan tahun pakai cangkul China yang Crocodile, kalau petani di Purbalingga beli cangkul ya belinya yang merek yang ada cap buayanya. Karena memang enak dipakai, awet tahan lama,” ucap Fajar dihubungi detikFinance, Selasa (1/11/2016).

    Cangkul merek China, kata Fajar, banyak dijumpai di toko material. Selama ini, dirinya dan petani lainnya tak mempermasalahkan cangkul yang dipakainya buatan China atau lokal.

    “Kita tahunya pakai yang memang cocok dan bagus dipakai. Yang sudah terkenal di sini ada 2, cap mata dan cap buaya. Belinya di toko material, harganya antara Rp 80.000-100.000. Itu baru cangkulnya saja, belum gagangnya,” ujar petani gabah asal Desa Baleraksa, Kecamatan Karangmoncol, Purbalingga ini.

    Setali tiga uang, petani bawang merah asal Bima, Amirudin, juga mengaku dirinya dan petani di daerahnya sudah puluhan tahun menggunakan cangkul pabrikan China.

    “Petani di Bima kalau pakai cangkul biasanya pakai yang merek cap buaya juga. Ada stiker pakai Bahasa Mandarin, dipakai enak saja. Saya beli 2 tahun lalu sampai sekarang masih bagus,” tutur Amirudin. (wdl/wdl)

    Copyright
    All right reserved

    Kah kah kah …….dono dono
    Komentator yg bijak jujur dan baik itu
    Yg mampu meliat REALITA

  9.  

    Kah kah kah

    Haibat Indonesia

    Ngatur negara sendiri masih tak mampu
    Gimana ngatur dunia

    Kah kah kah

    Tak ajarin ya…
    Indonesia harus ada BUMN yg bisa memproduksi produk produk low end maupun high end yg selama selalu menguras keuangan indonesia.
    Mulai sisir sendal jarum dll

    Jangan semua di serahkan swata karena swasta terbukti tak mampu ato kedodoran.

    Pintar dikit aje nape…
    Kah kah kah

  10.  

    Kalau begini beritanya, komentatornya sedikit.. Karena topiknya mengena kepada diri kita masing masing

  11.  

    saya hanya manambahkan saja bahwa untuk mengubah struktur ekonomi Indonesia agar menjadi negara industri maka diperlukan perubahan mentalitas dan cara berpikir para pengusaha kita yang sudah eksis apalagi tergolong pengusaha besar untuk menjadi para industrialis sejati dan bukan sekedar menjadi pedagang, memang lebih mudah cari duit jadi pedagang, tapi bagi pengusaha besar itu terlalu kemaruk, perdagangan serahkan ke level UMKM saja

    yang kedua terus lanjutkan pemberantasan ekonomi biaya tinggi

    yang ketiga akses perbankan bagi UMKM dipermudah, plafon kredit tanpa agunan ditingkatkan

    yang keempat adalah jaminan keamanan yang nyata bagi para pelaku usaha

  12.  

    Pe’a lu lon

  13.  

    =-O

  14.  

    Saran saya, jgn kerjasama dgn bangsa asing, apalagi negara mantan penjajah kita seperti portugal, belanda dan inggris. Itu negara sekarang mulai jadi miskin, itu harta negara dah tipis….makanya mereka bikin ulah ke Libya dan tetangga afrika lainnya, utk membiayai roda kebutuhan negaranya. Mereka sdh apes di timur tengah, byk cost yg mereka keluarkan di banding income. Indonesia adalah negara agraris, mereka pasti akan mencari lg keuntungan ke Indonesia, spt cara mereka dulu.

  15.  

    Mulai embargo diri kita sendiri!!!!
    DIMULAI:
    1. DENGAN MENURUNKAN NILAI TUKAR RUPIAH SETARA DENGAN VIETNAM Sehingga 1. dollar bisa 20-22rb rupiah,
    – Ini bisa menggairahkan ekspor kita
    – ini membuat barang2 import jadi mahal sehingga kreatifitas anak bangsa bisa bangun dan mulai memikirkan memproduksi sendjrj
    – ini juga bisa menyelamatkan devisa dari perilaku konsumtif import2
    – Merangsang investor berduyun2 membuka pabriknya kembali di indonesia, di saat itulah kita tanamkan semangat belajar meniru produk2 mereka dan membuatnya sendiri

    Kebijakan ini akan diprotest anak2 gaul hedon konsumtif dan para pelaku ziarah spiritual ke luar negeri

 Leave a Reply