Jan 032019
 

Kendaraan evakuasi medis lapis baja (AMEV) Didgori buatan Georgia © STC Delta via Army Technology

JakartaGreater.com – Indonesia dilaporkan telah memesan Kendaraan Evakuasi Medis Lapis Baja (AMEV) Didgori dari Pusat Sains-Teknis Militer Georgia (STC Delta), menurut laporan blog militer yang berbasis di Georgia, The Dead District, pada hari Jumat.

Menurut blog tersebut, Ucha Dzidzuashvili, Direktur Jenderal STC Delta, berbicara tentang hasil yang telah dicapai perusahaan selama tahun 2018 dan melaporkan bahwa perusahaan telah menandatangani kontrak dengan Indonesia untuk pengiriman AMEV Didgori.

“Sebuah kontrak telah ditandatangani, uang muka telah dibayarkan, dan saat ini pekerjaan sedang berlangsung”, kata Ucha Dzidzuashvili.

Meski dilaporkan telah mendapatkan pesanan AMEV Didgori dari Indonesia, akan tetapi berapa banyak kendaraan yang dipesan dan besarnya nilai kontrak tidak diungkap. AMEV Didgori adalah varian evakuasi medis dari Didgori 4×4 light armored vehicle (LAV) buatan STC Delta, Georgia, yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2011 silam.

Kendaraan evakuasi medis lapis baja Didgori ini dilengkapi sasis “super heavy-duty truck” F550 super 4×4 buatan Ford yang telah didukung oleh mesin diesel turbocharged V8 6,7 liter yang menghasilkan 300 daya kuda dan dipadukan dengan transmisi otomatis dengan tujuh percepatan (6 gigi maju dan 1 gigi mundur) yang memungkinkan kendaraan bisa mencapai kecepatan maksimum hingga 120 km/jam.

Kendaraan evakuasi medis lapis baja (AMEV) Didgori buatan Georgia © STC Delta via Army Technology

Kendaraan AMEV Didgori ini memiliki panjang 6,55 meter, lebar 2,39 meter, wheel base 3,57 meter dan ground clearance 0,5 meter. Ini dilengkapi dengan sistem pendingin udara atau AC, power steering, lampu portabel, lampu strobo dan pusat sistem tyre-inflation.

Kabin medis dilengkapi dengan dua pintu belakang yang memungkinkan akses secara cepat dan mengeluarkan personel yang terluka. Dilengkapi dengan bingkai kaca anti-peluru, dua pada sisi kabin medis (masing-masing), dua dibagian masing-masing pada pintu depan dan pintu belakang.

Kendaraan ini dilengkapi sistem interkom dan walkie-talkie untuk komunikasi. Dua lampu pencarian LED yang dipasang pada bagian atap untuk mendukung misi evakuasi medis di malam hari. Baik kru dan kabin medis dilengkapi dengan sistem pemanas serta pendingin udara, serta alat pemadam kebakaran.

AMEV Didgori dengan dua orang kru ini dapat membawa hingga 4 prajurit yang terluka.

  16 Responses to “Georgia Mulai Produksi AMEV Didgori Pesanan Indonesia”

  1.  

    Selamat tahun baru 2019 dan selamat atas “akan” kedatangan Su-35 di tahun ini

  2.  

    Kenapa harus expor?? Emangnya pindad gak bisa buat kendaraan seperti ini??

  3.  

    Impor lagi impor lagi
    Pindad mana? Mana suaranya?
    Padahal yang ginian pindad mah sudah bisa bikin yang lebih canggih dan kuat
    Gini minta anak negeri sukses di negeri sendiri, nyatanya pemerintah masih saja tidak menghargai karya dan hasil buatan anak dalam negeri
    Gimana mau maju bangsa
    Memang benar kita ini dianak tirikan dinegeri sendiri

  4.  

    Napa engak pesan sama jepang aja,sapa tau dapat tot for tit.

  5.  

    Modelnya bagus

  6.  

    Hadeeeh….yg sekelas beginian pun masih impor…mana kemauan pak menhan kita ni…menhan membleee…kitakan udah bsa buat level yg gnian….mang bnar2 negri ini alutsistanya asal comot dan gado2…coba bayangin…kndaraan lapis bja bginian udah banyaaaak modelnya d inventori…trus manpads banyaaaak banget jnisnya…coba klau skels gni gunakan produk lokal..wah..banyak banget keuntunganya..tp yahh….maklum…semua ada d menhan…

  7.  

    Coba…banyakin pesenan panser badak,anoa dan tank harimau…banyakin psenan Mlrs Buatan pindad untun spanjang perbatasan…pesan kasel midget yg dah kluar prototypenya…banyakin agar bsa jd siluman bawah air dan sebar k smua pangkalan terdepan…semua udah bsa d buat d indonesia…gunakan modifikasi psawat n219 untuk psawat counter alias serang ringan…pasti negri ini akan mantap.gunakan banyaknya pulau2 kcil negri ini untuk kapal2 perang kcil sembunyi dg sistim perang serang dan lari sembunyi….maaf kalau ada yg salah

  8.  

    Kenapa harus improttt….bikin kayak gituan mudah….Anoapun ada versi medisnya….jangan2 Georgia salah berita

  9.  

    Kan ada komodo bisa dibikin sendiri ini perlu dipertanyakan kalo memang benar berita ini. Haaawdeeeh

  10.  

    Apa karena PT.PINDAD tdk bs memenuhi kebutuhan TNI yg banyak dan mendesak makanya harus import?

  11.  

    kenapa import from georgia,,,yg di butuhkan bukan kendaraan nya tetapi perlengkapan medis nya,,,,blum ada kayanya di indonesia,,maka perlu import sekalian dapat ToT dan ATM.. amati,,tiru,,modifikasi,

    coba baca lagi…

    Kendaraan evakuasi medis lapis baja Didgori ini dilengkapi sasis “super heavy-duty truck” F550 super 4×4 buatan Ford yang telah didukung oleh mesin diesel turbocharged V8 6,7 liter yang menghasilkan 300 daya kuda dan dipadukan dengan transmisi otomatis dengan tujuh percepatan (6 gigi maju dan 1 gigi mundur) yang memungkinkan kendaraan bisa mencapai kecepatan maksimum hingga 120 km/jam.

    Kendaraan AMEV Didgori ini memiliki panjang 6,55 meter, lebar 2,39 meter, wheel base 3,57 meter dan ground clearance 0,5 meter. Ini dilengkapi dengan sistem pendingin udara atau AC, power steering, lampu portabel, lampu strobo dan pusat sistem tyre-inflation.

    TNI punya,,APR IV cuma punya speed 100km..dan di ambil dari sasis isuzu panther bukan buat medis
    lalu ada komodo lapis baja juga,,tapi bukan buat medis
    adalagi lapis baja sanca buat kopasus,,bukan buat medis,,
    anoa bukan buat medis..
    dll

    ,saya rasa klo cuma bikin mobil nya PINDAD bisa,,, tapi buat medis nya.teknologi medis tempur.?
    belajar lah membaca dan memahami,,,jgn asal jeplak dan asbun…..

  12.  

    Yg asbun y anda bang yulyani…anoa udah ada bersi medisnya…kalau peralatan medisnya saya rasa smua standar internasional….kecepatan 120km perjam tak akan d gunakan maksimum bang…contohnya mbil truk kbanyakan kecepatanya bisa sampai 160km perjam…tp apa pernah d geber sampai sgtunya…paling banter 100 bos…

  13.  

    Kenapa untuk kendaraan yg ecek ecek beginian harus impor?