Gerakan Non-Blok Tuntut Israel Mundur ke Perbatasan 1967

Jakatrtagreater – Israel menduduki sekitar 1.200 km persegi Dataran Tinggi Golan Suriah pada tahun 1967 setelah melancarkan serangan udara mendadak terhadap sekutu Sekutu Mesir Damaskus yang memicu Perang 6 Hari pada bulan Juni tahun itu. Pada tahun 1981, Tel Aviv secara resmi mencaplok wilayah tersebut. PBB mengutuk keputusan itu sebagai “batal demi hukum dan tanpa efek hukum internasional.

Gerakan Non-Blok (GNB) yang beranggotakan 120 orang telah mengeluarkan deklarasi politik yang menuntut Israel menarik diri dari wilayah pendudukan Suriah di Dataran Tinggi Golan, dirilis Sputniknews.com, Sabtu 10-10-2020.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada Jumat 9-10-2020, setelah pertemuan tingkat menteri virtual, anggota GNB mengatakan :

  1. Mengutuk semua tindakan yang diambil oleh Israel untuk mengubah status hukum, fisik dan demografis dari Golan Suriah yang diduduki, dan menuntut sekali lagi bahwa Israel harus mematuhi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
  2. Resolusi dewan keamanan 497 (1981), dan penarikan penuh dari Golan Suriah yang Diduduki ke perbatasan 4 Juni 1967, dalam implementasi resolusi Dewan Keamanan 242 (1967) dan 338 (1973).

Selain itu, GNB menegaskan kembali bahwa “solusi yang adil dan langgeng atas masalah Palestina dalam segala aspeknya harus tetap menjadi prioritasnya dan juga menjadi tanggung jawab tetap Perserikatan Bangsa-Bangsa sampai penyelesaiannya secara memuaskan di semua aspek sesuai dengan hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang relevan.”

Sekelompok negara juga menegaskan kembali kebutuhan untuk “menghormati integritas wilayah, kedaulatan, kesetaraan kedaulatan, kemerdekaan politik dan batas internasional negara lain yang tidak dapat diganggu gugat,” dan untuk menahan diri dari intervensi dalam urusan internal negara lain.

Didirikan pada tahun 1961 pada puncak Perang Dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat, GNB dipandang sebagai alternatif dari gagasan tatanan dunia bipolar dari dua blok militer yang saat itu sedang bersaing.

Saat ini, GNB terdiri dari 120 negara anggota, dengan sebagian besar negara di Timur Tengah dan Afrika, ditambah sebagian besar Amerika Latin dan Asia, serta beberapa republik pasca-Soviet di antara anggotanya. Cina, Meksiko, Brasil, dan lebih dari selusin negara lain bertindak sebagai pengamat.

Pemerintahan Trump secara resmi mengakui “kedaulatan” Israel atas Dataran Tinggi Golan pada Maret 2019. Lusinan negara, termasuk sekutu AS di Eropa, mengutuk keputusan tersebut. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyebutnya sebagai “demonstrasi pelanggaran hukum yang disengaja dan disengaja”.

Awal musim panas ini, pada kesempatan ulang tahun Presiden Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan “langkah-langkah praktis” untuk menciptakan apa yang disebut pemukiman “Trump Heights” di daerah tersebut untuk menghormati pengakuan Presiden atas kendali Israel atas wilayah tersebut. Pemerintah Israel berencana mengalokasikan sekitar $ 2,3 juta untuk pembangunan pemukiman tersebut.

Israel menduduki Dataran Tinggi Golan pada Juni 1967 setelah melancarkan serangan udara preemptive terhadap lapangan udara Mesir dan dengan demikian memulai Perang Enam Hari melawan koalisi negara-negara Arab termasuk Mesir, Suriah dan Yordania.

Pada tahun 1981, Tel Aviv secara resmi mencaplok wilayah tersebut, tetapi keputusan itu tidak diakui oleh Dewan Keamanan, termasuk AS, meskipun beraliansi dengan Israel.

Pada bulan Desember 1981, Dewan Keamanan dengan suara bulat menyatakan bahwa langkah Israel “batal demi hukum”. Namun, di balik layar, pemerintahan Reagan tidak menekan Israel untuk membatalkan keputusannya, dan pada Januari 1982 Washington dan sekutunya memveto resolusi kedua yang menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil tindakan guna menekan Israel.

Druse berpartisipasi dalam unjuk rasa, menuntut pengembalian Dataran Tinggi Golan, yang direbut oleh Israel pada tahun 1967, dekat perbatasan Suriah di Buqata di Dataran Tinggi Golan, Minggu, 14 Februari 2016.

Damaskus telah berulang kali menekankan bahwa mereka tidak akan pernah menyerahkan kedaulatannya atas Dataran Tinggi Golan, dan telah memperingatkan bahwa mereka memiliki hak berdasarkan hukum internasional untuk mendapatkan kembali wilayahnya menggunakan cara apa pun yang diperlukan.

Seiring dengan Dataran Tinggi Golan, Israel terus menempati wilayah seluas 22 km persegi di Lebanon yang dikenal sebagai Peternakan Shebaa, serta wilayah Palestina yang diakui secara internasional di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza.

Sharing

Satu pemikiran pada “Gerakan Non-Blok Tuntut Israel Mundur ke Perbatasan 1967”

  1. Percuma lah ya mengkutuk kutuk doang, toh negara negara arab yang kaya kaya pilih minta normalisasi hubungan sama Israel..yang tersisa tinggal negara2 arab dan afrika yg miskin krna dilanda perang berkepanjangan yang masih kekeuh membela Palestina. Kalau gk digebuk militernya Israel ya tetep ae nyengir disitu wkwkwk. Tapi militer dunia Islam mana juga yg sanggup gebuk Israel. Teknologi militer aja kalah jauh..wkwkwkwk Lucuw

Tinggalkan komentar