Apr 132017
 

ilustrasi kapal selam Type 212 milik Angkatan Laut jerman

Angkatan Laut Indonesia (TNI-AL) telah menerima penawaran dari Golcuk Shipyard Turki untuk pasokan varian tercanggih dari kapal selam diesel elektrik Reis class Type 214.

Sejumlah sumber TNI AL telah dikonfirmasi oleh Janes.com bahwa Tim dari GΓΆlcΓΌk Shipyard Turki dan pejabat TKMS Jerman telah mengadakan rapat dan presentasi kapal selam Type 214 pada awal tahun 2017 di markas TNI-AL di Cilangkap, Jakarta.

Pertemuan berikutnya akan dilanjutkan dengan kunjungan pejabat TNI-AL ke fasilitas GΓΆlcΓΌk Shipyard di dekat Istanbul, di mana pihak TNI AL akan mengamati perakitan dan pengerjaan konstruksi kapal selam pertama Type 214 Angkatan Laut Turki, Pirireis (S 330). Kunjungan dijadwalkan berlangsung tanggal 07-12 Mei 2017.

Kapal selam Type 214 adalah salah satu kapal selam diesel elektrik tercanggih yang sudah dilengkapi sistem AIP (air independent propulsion) dengan dua sel bahan bakar yang memungkinkannya menyelam selama dua minggu tanpa perlu snorkeling ataupun muncul ke permukaan, menjadikannya lebih sulit dideteksi daripada kapal selam diesel elektrik konvensional tanpa sistem AIP.

Selain itu kapal selam Type 214 menggunakan bahan lambung bertekanan yang ditingkatkan, membuatnya mampu menyelam hingga kedalaman 400 meter, dan lapisan lambung luar yang terbuat dari bahan non steel membuatnya semakin stealth dari deteksi magnet atapun dari serangan ranjau laut yang menggunakan pemicu peledak magnetic.

Menggunakan rancangan desain lambung dengan karakteristik hidrodinamika dan stealth serta dikombinasi dengan baling-baling rendah kebisingan semakin meminimalkan jejak akustik pada kapal selam. Membuatnya layak dinobatkan sebagai salah satu kapal selam paling stealth di dunia.

Janes.com

Author : Muhidin

  115 Responses to “Goodbye Kilo, Indonesia Tertarik Kapal Selam Stealth Type 214”

  1. Kok good bye kilo? Mungkin good bye nambah kilo kali ya? Indonesia kan sdh punya kilo he he

  2. Setelah kelar 3 changbogo..mungkin PAL..mo langsung ke 214…
    No said..Akan again..nya heu euh..

  3. Kan itu baru penawaran ke TNI AL, belum dikaji, dipertimbangkan, ditimbang baru dimintakan ke dephan, nanti menhan mempertimbangkan, mensurvey dan baru AKAN membelinya… proses masih panjang, turki aja baru komplit terima pesanan th 2025, lah RI kapan?

  4. Wah minat minat doang

  5. Seharusnya dari dulu TNI AL menerima tawaran turki utk pembangunan kapal selam 209,. Mrk pegang lisensi serta bonus d sewakan dlu kasel 209 mrk selama proses prod kasel tsb

  6. Aki 2 Gimana… Nyatanya Kalo Aki2 Kok Bisa Dpt Julakan Black Hole Dari Nato… πŸ˜›

  7. Tertarik aje trus :v

  8. grasias….

  9. Harga Kilo Class Per Unit Sekitar 300-350 Jt Usd Sedangkan U-214 Versi Ekspor Per Unit Itu 500-610 Jt USD…

    • Kisanak, pantang etikanya membahas harga produk kompetitor…biarlah salesnya yang menjelaskan ttg harga produknya

      • Biarlah Resi, mungkin salesnya mau kejar komisi..
        Saya rasa, TNI AL akan mencari kasel yg pakai AIP..
        AIP kilo, belum meyakinkan.
        Kilo tanpa AIP, tinggal tunggu nongol di Palu..
        AIP terbaik, punya Gotland. Mengapa masih berminat 214, sementara Saab Kockums sdh menawarkan ke RI? Kemungkinan ada kesulitan utk penginstalannya ke Next CBG.
        Apakah kesulitan teknis ataupun ijin dari TKMS, mengingat DSME tidak punya lisensi..
        Sebetulnya roadmap kasel RI sudah jelas. Kerjasama perakitan dengan DSME, pembuatan batterey dengan DCNS dan sekarang penginstalan AIP…..

  10. satu kilo dua kilo tiga kilo, sales rusial kabur tiga kilo, hahaha

  11. Lalu siapa dinegri ini yang sanggup melakukannya ki patih…?

    Sampai saat ini,regio belum punya fasilitas apapun disini

    Mungkin kisanak salah memahami…seandainya pt.di tidak terlibat dalam bentuk investasi, maka tidak ada jaminan bhw pt.di akan dijadikan sbg salah satu vendor pesawat regio.

    • Itu hanya kekhawatiran saya saja mengingat program anyar di PTDI sudah cukup padat dengan N-219 yang segera masuk lini produksi. Juga N-245 yang akan segera digarap.
      Belum lagi pesawat lainnya dan helikopter yang kadang membuat mereka keteteran memenuhi tenggat waktu pengiriman. Dengan kondisi seperti itu apakah masih ada sisa tenaga untuk menggarap R-80?

      • Entahlah…aku juga bingung ki patih.

        Mungkin ada baiknya kita membahas hal yang lain saja ki patih…ngomong-ngomong belakangan ini kenapa sembodro terlihat lebih berisi ya kakangmas?

        • Aeesh.. Wakne Gondel ojo ngurusi wong wedok sing wes duwe bojo.
          Pikirno kae Aswatama sing durung payu-payu. Mesakke, nganti kecut.

        • Dasar aswata bocah pengung…

          Dikenalkan sama prawan semengit kok malah plewah-pleweh thok…lha mbok klo gak cocok itu ngomong biar dicarikan prawan yang lainnya…(daripada mubazir,mengko tak tlatenane wae)

      • dan prediksi saya kakang patih, R-80 akan d ambil negara tetangga apabila RI tidk berminat mendanai

  12. owh, masih mungkin, berarti akan

  13. bisa gendong rudal brapa biji nih..
    klu ga bisa nembakin sama aja boong, malahan lebih parah dr kilo dong..

  14. oh masih akan dan pembicaraan dulu.

  15. Jika Mau Kasel Yg Lebih Senyap,Pake AIP dan Gotongan Sangar… Amur-1650 Siap Untuk Di Pasarkan Dgn Harga 450Jt USD…

  16. Kilo di bayar lunas oleh cecunguk hoaxer…
    Diboromg 1000 biji…..

  17. Yg dibeli spek lengkap kah? Pake IDAS dan Blackshark? Semoga

  18. Kilo dan su35 sudah deal Kok malah siap di kirim. Hehehe… Buat apa ada kredit dr rusia… Itu jawabanya… Masalah bangun kapal selam sendiri. Tni dapat Dr Rusia. Korsel dan prancis. Jerman……. Jadi kapal selam tni. Ada macam2 alias blok barat dan timur…. Pada nimbrung di perairan nusantara….. G percaya buktikan saja

  19. O+>

  20. Saya paling setuju jika RI beli seri U 214, secara tetangga sebelah juga sudah pesen dengan konfigurasi yg paling top, jd mesti RI beli yg sekelas dan dibuat yg mutant shg lbh lethal,,dengan beli seri U 214 ini maka Kasel TNI AL semua dr Kelaur HWD seri U, U 209, U 209 mutant (Changbogo) dan U 214,,,

  21. Masih panjang tuhh..
    Yg dri ruskye jha belom deal…

    Aplgi ini..??
    Apakah “AKAN”??
    Dari ruskye, gak dapat TOT kalii, @bung jimmy gak mau bantu sihh…

    Bagi2 rejeki @Bung Jimmy

    SEPERTINYA MAU BELI SATU PAKET AMA TANK LEOPARD…
    Ane doakan dapat TOT Kaselnya khususnya AIP nya…
    Klo yg ini kemungkinan jadi..,soalnya kita kan udah beli leopard jadi harus dapat TOT kaselnya lah…

    Minta Bantuan Pak HABIBIE untuk nego, Pak HABIBIE kan orang yg disegani di jerman…
    FOR YOUR INFORMATION:
    Angkatan Laut Turki menanti pengiriman enam kapal selam Type 214 dari Golcuk Shipyard.

    Kapal selam pertama dari kelas ini dijadwalkan dapat diluncurkan pada tahun 2019, dan semua kapal selam diharapkan dapat ditugaskan pada tahun 2025.

    Reis class memiliki panjang keseluruhan 67,6 m, overall beam 6,3 m, dan hull draught 6,0 m. Platform dapat menampung 27 awak, termasuk lima petugas, memiliki kecepatan tertinggi 20 knot saat menyelam, dan 12 knot ketika muncul di permukaan.

    Kapal selam ini dilengkapi dengan bow (busur), flank (sayap) dan towed array sonars, serta delapan tabung yang bisa meluncurkan torpedo 533 mm termasuk Raytheon Mk 48 Mod 6, dan Atlas Elektronik DM2A4

  22. kalo mau lsg beli sm Jerman….
    Ini malah rncn mau beli sm Turki….
    Hsl’x pasti beda dgn original Jerman…

  23. Wouww.. perang nyalesnya semakin seruu.. klo kasel rusia lebih pada senjatanya yg powerful, tapi klo masalah teknologi sonar aqustic, flank sonar, dan sistem AIP, msh d pegang kasel barat. Kilo blm ada AIP, Bahkan d amur jg blm d pasang karena masih dlm tahap pengembangan. Amur ato kilo jg g punya flank/side sonar,. Lain halnya d U series ato scorpene. Tetapi senjata ofensif harus d akui kasel rusia lebih unggul. Terutama misilnya sperti kalibr series yg berkemampuan anti kapal maupun land attack capability

  24. Tes

  25. Test

  26. Aiisss

  27. lapisan lambung luar yang terbuat dari bahan non steel…?????…maksudnya dilapisi karet ato gimana????……..ane kurang paham

  28. Galau
    Ingin ini itu…

  29. saya recommended Scorpene 1000 aja yang perlu diperbanyak

  30. On the trek
    lisensi 209 di turki 214 di indonesia plus bengkel dan sales se asia pasifik….imho
    Tambahannya leo dkk….

  31. dari korsel beli 209 mutan brgnya CBG..
    dari turki beli 214 mutan brgnya Piri Reis class merujuk subs pertama dari 6 lisensian 214TN…. yg mana structural dan mechanical parts, sel bhn bakar ,propulsi sistem katanya msh dari jerman(HDW/TKMS)…..CMS(command, kontrol, komunikasi, computers, intelligence )buatan turki mungkin dr HAVELSAN….
    tetot mgkin dapat dari HAVELSAN turki….klo hull, aip, structural dan mechanical parts selain CMS seharusnya nego ke HDW/TKMS….. apakah tetot juga dikasih klo pesennya ke turki..kecuali mungkin pembelian dari jatah turki dari ke 6 subs yg dpt lisensi..spt CBG korea..

  32. Haduh sebenarnya apa maunya Indonesia…PLIN plan ingin ini ingin itu Tp anggaran cekak..Semoga segera diputuskan kapal selam mana selain changbogo yg akan diborong..u214,scorpene 1000 atau kilo 636

  33. Mengapa ke Turki dan tidak ke Jerman langsung ?

    Tuh lihat jawabannya di artikel “pejabat TKMS”.

    TKMS kalau nggak salah singkatan dari Thyssen Krupp Manufacturing Shipyard.

    TKMS adalah yang punya hak cipta design U209, U212, U214 dan U218, juga Kilo.

    Kemarin waktu beli Changbogo gosipnya hanya TOT learning by seeing karena belum minta ijin ke TKMS.

    Bisa jadi ini adalah benar2 TOT, entah U214 atau U218 atau minta lisensi untuk bikin 19 unit U209 lainnya.

    RI memang dikenal karena keberagaman alutsistanya.

    Bisa jadi baik U209, U212, U214 dan U218 ataupun Scorpene semua akan masuk dalam alutsista RI.

    Berapa unit ? Buaaanyaaaaak.

    Kapan realisasi ? Bertahap.

    Apakah jumlahnya akan mampu kejar jumlah KS China atau amrik ? Nggak akan mampu sampai kapan pun.

    Jadi apa solusinya ? Make friend aja.

  34. Test

  35. Iya bung ngitung kenapa tidak ke jerman kalo memang kapal2 ini utk mengejar kuantitas…atau scorpene 1000,kalo beli langsung ke produsennya..kalo bisa beli alutsista spt pesawat,kasel,kaprang langsung ke negara produsen yg netral..paling tidak mendekati netral..dan produk alutsistanya dari A-Z hasil buatan negri tersebut..malah saya curiga..pengadaanya..sekarang contoh leopard kemaren..akhirnya dg mengeluarkan jumlah uang yg sama dapat lebih banyak drpd yg ditawarkan belanda…memang benar beda seri..2a6 dan 2a4..akhirnya disolusikan upgrade,itu jika pangsung ke negri,pencipta, pembuat sekaligus pemakai..

  36. Belum tentu rencana pembelian submarines advanced Kilo itu batal sama sekali …
    Mungkin….ada rencana mau produksi submarines Seperti ini …setelah KS Ke 3 selesai semua

  37. Baguslah bs berkesinambungan dgn Changbogo TOTnya!

  38. Sahabat sejati indonesia hanya RUSSIA.
    Bagi sy hanya killo RUSSIA saja yang JΓ“OOZ

  39. Rusia paling pelit TOT jadi lebih baik ambil yang ini, ngapain beli tanpa TOT…

  40. Test…

  41. kasel ini lebih canggih dr u209(versi lebih canggih cbg)212,214(versi dophin2 katanya paling canggih)versi216 ditawarkan ke aussie akhirnya batal, terakhir versi218 katanya selesai tahun 2020 untuk negara tetangga unyil.

    dr semua kalo dilihat adalah lebih gampang operasionalnya,juga senjatanya dan paling utama adalah itu rahasia tni al heheheeheeh

    opini saja salam damai selalu:)

  42. trus state kredit yg 700 jt dr rusia khusus pembelian kasel kilo gimana tuh ???
    apakah boleh untuk membiayai pembelian Su-35 dan gotongannya ???

  43. Hihihi…Mimpi Cemana Orang Kita Yg Di Tawari… Yg Penting Ini Bisa Silam Tak Seperti Scorpung Malon… πŸ˜›

  44. Pabrik nya di turki? Buatan Turki?
    Hadeeh ntar kita ditertawakan malon hahaha

  45. Kalau belinya dari barat sesenyap apapun tetap bisa di pelototin, gimanapun itu bikinan mereka… Dan bukan Kilonya doang yang black hole tapi Kalbr nya itu yang bikin panas dingin… Kalau gado2 ngapain nanggung??? Punya alutista kalau masih bisa dikecengin ya keki lah…

 Leave a Reply