Sep 122017
 

Angkatan Udara India (IAF) akan segera menerbitkan Request for Information (RFI) kepada dua produsen pesawat tempur mesin tunggal, Lockheed Martin dengan F-16 dan SAAB dengan Gripen-nya. Sementara Tata grup telah terikat dengan Lockheed Martin untuk kemungkinan pembuatan F-16 di India, SAAB minggu lalu mengumumkan adanya ikatan dengan Adani Grup.

“Dalam skema sekarang, Gripen menikmati keuntungan yang jelas karena kemampuannya,” kata seorang sumber di Angkatan Udara. Sementara F-16 sudah lahir 50 tahun lalu, Gripen adalah pesawat tempur terbaru dari generasi 4,5.

IAF telah mengirimkan permintaan informal yang meminta kedua produsen uintuk memberi rincian produk mereka. Berdasarkan masukan dan analisis lainnya, RFI akan dikeluarkan dengan model Kemitraan Strategis dalam beberapa bulan. Sasarannya adalah untuk mengakuisisi setidaknya 100 pesawat tempur di tahap pertama, namun permintaan tersebut diperkirakan akan meningkat lebih jauh.

Pemerintah akan memilih pesawat tempur dari mitra India berdasarkan pengajuan. Setelah dipilih, pabrik pesawat tempur yang terpilih akan didirikan di India, dengan mitra India memegang saham mayoritas dalam usaha tersebut.

“Dengan tidak mengambil keputusan cepat, pemerintah telah mengacaukan proses MMRCA (Medium Multi-Role Combat Aircraft),” kata Marsekal Muda (pensiunan) M Matheswaran, yang memainkan peran penting dalam penyusunan persyaratan dan konseptualisasi tender aslinya di awal tahun 2000an.

“MMRCA asli tidak hanya untuk mendapatkan pesawat tempur tapi juga untuk mendapatkan teknologi di India. Semua tujuan tersebut telah dikalahkan, “katanya.

IAF pada tahun 2001 memproyeksikan persyaratan untuk 126 pesawat tempur, untuk mengisi kesenjangan antara pesawat tempur ringan masa depan dan Sukhoi Su-30 yang berat.

Meskipun langkah awalnya adalah untuk membeli lebih banyak Mirage 2000, namun kemudian berevolusi menjadi tender global MMRCA.

Pada Januari 2012, pesawat tempur Rafale bermesin ganda dinyatakan sebagai pemenang, dan akhirnya negosiasi dimulai dengan produsen Perancis.

Sumber Angkatan Udara menunjukkan bahwa satu-satunya alasan pemerintah sekarang telah mengeluarkan persyaratan mesin tunggal saat ini adalah biayanya. Pembelian 36 Rafale dari Perancis tidak hanya menghabiskan sebagian besar sumber dana militer namun juga mengganggu proyek keuangan untuk modernisasi armada, kata beberapa sumber.

Sumber Angkatan Udara menunjukkan kebutuhan Angkatan Udara India sekarang adalah lebih dari 200 pesawat tempur dan Rafales dibatasi hanya 36 unit saja.

Thehindu

  24 Responses to “Gripen dan F-16 “Dogfight” di India”

  1. “Dalam skema sekarang, Gripen menikmati keuntungan yang jelas karena kemampuannya,” kata seorang sumber di Angkatan Udara. Sementara F-16 sudah lahir 50 tahun lalu, Gripen adalah pesawat tempur terbaru dari generasi 4,5.

    sales gripen kali berpikir yg dogfight adalah f16 type a/b, 50tahun lalu???

    • betul itu, jadi sebagai konsumen kita bisa juga berkilah, oh ternyata gripen unggul terhadap F-16A/B xixixi…

    • F16 sudah 3kali mengalami perubahan, yang terakhir ini disektor mesin & radarnya, jika f16 vs gripen yg sama2 seasal? Maka pemenangnya tergantung pilotnya, tapi jika india memilih kualitas mungkin rafale atau mirage2000 yg sudah mengalami perubahan, jika bermasalah di harga? Kasikan ajja goyang nehi nehi aca aca acaaa, mungkin marcon sudah klepek2 & pesawat itu boleh dibawa pulang.
      Tapi jika india tidak memilih kualitas melainkan karna menjaga hubungan politik mungkin f16.
      Hahhahaaaa

    • Xixixi…padahal kalau liat Di warungnya gripik juga banyak Artikel yg menjadikan F 16 sebagai Referensi perbandingan Single Engine dan double engine… Ironis xixixi…

      • Ada perbedaan yg jelas di mesin tunggal dgn mesin kembar, yaitu cuma menang hemat bbm tapi tidak lincah bertarung, dibandingkan dgn mesin kembar & lockheed mncetak pesawat hanya mengandalkan radar aesa bukan energi mesin yg membuat tidak sebanding,
        karna radar yg akan mengikuti gerak gerik pesawat lawannya tanpa pesawat pembidik hrs bermanuver membidik pesawat lawannya, tapi aesa juga memiliki kekurangan, tidak bisa mndetek dgn cepat pesawat jenis siluman, karna aesa blm memiliki rumus itu.
        Tapi mesin tunggal menarik juga, jika energi mesin tunggal terasa energi mesin kembar.
        Hahhahaaaa

  2. Gripen NG vs f16v…

    Bukanya versi NG masih prototipe?
    Atau pakai skema dipinjami versi sebelumnya dulu sambil nunggu NG produksi ya……
    Jd inget brasil wkwk

  3. F16 sudah 3kali mengalami perubahan, yang terakhir ini disektor mesin & radarnya, jika f16 vs gripen yg sama2 seasal? Maka pemenangnya tergantung pilotnya, tapi jika india memilih kualitas mungkin rafale atau mirage2000 yg sudah mengalami perubahan, jika tidak memilih kualitas melainkan karna menjaga hubungan politik mungkin f16

  4. Indihe kagak ada matinye pake acara borong dan memboyong pabriknya lgsg ke Indihe! Ayo PT.DI dipercepat IFX nya! Ngomong2 Program LFX dan Gandiwa kok gak ada kabar perkembangannya, dillanjutkan atau dihentikan?

  5. F16 sudah 3kali mengalami perubahan, yang terakhir ini disektor mesin & radarnya, jika f16 vs gripen yg sama2 seasal? Maka pemenangnya tergantung pilotnya, tapi jika india memilih kualitas mungkin rafale atau mirage2000 yg sudah mengalami perubahan, jika bermasalah di harga? Kasikan ajja goyang nehi nehi aca aca acaaa, mungkin marcon sudah klepek2 & pesawat itu boleh dibawa pulang.
    Tapi jika india tidak memilih kualitas melainkan karna menjaga hubungan politik mungkin f16.
    Hahhahaaaa

  6. Gripen VS F16 .? Gripen itu pesawat odong2 yg lagi gencar dipromosikan di Indonesia oleh kakak beradik DR dan Tukang Ngitung, Phd, gak ada tenaganya alias loyo. Payloadnya pun sedikit. Gak cocok utk negara kepulauan eperti Indonesia. Promosi TOT nya aja bualan tingkat tinggi. Liat aja noh dua selesnya yg gencar promosi sampe mulut berbusa menjual krupuk melempemnya.
    Dari spek aja sebagian besar dimenangkan oleh F16-V dan terbukti si keluarga elang botak sudah betel prupen ketimbang pesaingnya.
    Pokoke ” SAY NO TO GRIPEN “

    • kalo mbak @TN Phd bukan salesnya gripong bung @rusakye, tp cuma cheer leaders si@kukurunyuk sok jago warung remang sebelah.

      jangan begitu ya bung..
      kasihan mbak @TN Phd g tau apa2…
      bhuuaahahahhahaha…..

    • Hahaha… Jng gitulah bung Ruskye bung Tn mungkin liat Gripen dari F 16 dari sisi Murahnya… Kalau sales yg satu lagi baru sesat… segala pespur dibilang Rongsokan dan hanya Gripen pesawat impian dng Deterrence super tinggi wkkkk…

    • Ruskye iki ngomong opo toh ?

      saya bukan sales apa pun.

      Bagi saya nggak masalah RI mau beli pespur yang merek mana dan dari mana ASAL pespur yang dari Rusia itu diminimalkan. Air frame hanya tahan 6000 jam, mesin pun hanya tahan 4000 jam. Jadi tidak ekonomis dari segi biaya.

      Udah gitu Rusia itu pelit TOT, mbulet terus walau rapat bertahun-tahun. Kapalnya aja harga hullnya 3 x lipat dari kapal Denmark.

      Kalau mau ambil yang dari Rusia itu kendaraan amfibi dan alutsista darat seperti jenis SPAAG, MLRS bagus.

      Saya lebih suka pesawat kecil seperti FA-50 tapi jumlahnya dibanyakin sebanyak-banyaknya daripada pesawat bongsor Sukhoi kelihatannya saja gagah dan keren tapi life hoursnya dikit dan menyedihkan.

      • sudah mbak.. sudah…
        jangan terlalu kebawa eskopi eh .. emosi,
        bung @rusakye cm becanda ngomporin mbak @TN Phd…

        sudah ya mbak.. ingat tekanan darahnya ntar naik.. kasihan sibungsu, nanti dia jd sedih kl mbak sakit…

        oh ya jangan lupa minum juice seledri yaa, kurangi makan coklatnya…

        bhhuuaahahahahaha…
        hooooeeekkkk……
        soorryy….

        • Mbak mbek mbok terus

          Udah dibilangin kalau saya ini mantan playboy kok terus disebut mbak.

          Dasar teler…

          • maaf… maaf… ya…
            anda emang playgirl number wahid…
            banyak cwo2 suka sama anda waktu kuliah dulu.. (membuat iri cwe yg lain)

            tp btw sukhoi g menyedihkan lho.. tetap superior, bikin goyang karawang kawasan..
            bikin singaprot nyari base ampe zeland, bikin australili keluar duit bnyk untuk f35 (apes)

            bhuuaahahahahaha..
            hooeeekk….

          • Gue itu laki-laki.
            Bukan perempuan.

            Kalau nggak percaya coba aja tanya para cyber intel yg monitor web ini.

            Xixixixi

      • & memang tebukti, gaya bertarung mesin tunggal yg hanya mengandalkan radar aesa sangat sempit tidak memiliki manuver bebas yg hanya mengandalkan radar rasanya & jatuh ditembak mirage2000 yunani dgn waktu singkat, blm lg ditembak mig25 & mig23 waktu perang teluk & kosovo.
        Yg pasti pesawat tempur dicetak bukan utk piknik yg hrs hemat bbm, tapi utk Intersep & brtarung.
        Hahhahaaaa

  7. ah mending ngocok aza

    brrrrr

  8. Tes..

  9. Knapa India gak join sama Indonesia-Korea aja buat IFX.

 Leave a Reply