Aug 202019
 

Pada 22 Mei hingga 5 Juni 2019 lalu, jet tempur Rafale Prancis mengikuti Latihan Tantangan Arktik (l’Arctic Challenge Exercise – ACE) bersama seratusan pesawat militer yang berasal dari Norwegia, Swedia dan Finlandia.

Dilansir dari Lepoint fr, latihan besar ini tidak dilewatkan oleh Angkatan Udara Prancis, dan para pilot dari Eropa dan Amerika yang dapat berlatih melawan ancaman udara – yang secara virtual – diwujudkan sebaga jet tempur Sukhoi dan MiG.

ACE sebagian besar berfokus pada kerja sama NATO dalam skenario memerangi Perang Dingin melawan Rusia, meskipun Swedia dan Finlandia tidak termasuk Negara yang terlibat dalam Perang Dingin.

Keikutsertaan banyak negara tersebut menjadikan beragamnya pesawat tempur yang terlibat, seperti JAS-39 Gripen Swedia, Eurofighter Typhoon Jerman, F-15 AS dan F-16 Norwegia.

Prancis sendiri mengerahkan sepuluh jet tempur Rafale dari skuadron tempur La Fayette 2/4 dari Saint-Dizier, empat Mirage 2000-5 dari skuadron tempur 1/2 Bangau Luxeuil dan pesawat radar Awacs dari Airborne Detection and Control Squadron (EDCA) ke-36 Avord.

Dalam latihan kali ini semua personel dari pengontrol udara dan pilot tempur harus ekstra waspada. Dalam latihan ACE sebelumnya, pada tahun 2017, Mirage 2000C Prancis hampir berabrakan dengan jet tempur JAS39 Gripen Swedia.

Kedua pilot yang terbang berlawanan arah bahkan dapat melihat satu sama lain pada saat terakhir dan bahkan hampir tidak punya waktu untuk melakukan manuver penghindaran. Sebagaimana dirilis dari laporan Dewan Keselamatan Penerbangan Swedia, yang mengecam “risiko tabrakan” selama latihan ACE tahun itu.

 Posted by on August 20, 2019