Nov 142018
 

Jet tempur Gripen C Angkatan Udara Thailand (RTAF). © Fuws260 via Wikimedia Commons

Sebuah pesawat tempur superioritas Gripen E berhasil menyelesaikan uji peluncuran Meteor Beyond Visual Range Air-to-Air Missile untuk pertama kalinya. Uji peluncuran dilaksanakan di lapangan terbang perusahaan Saab di Linköping, Swedia.

Pilot uji coba Gripen Saab, Robin Nordlander, mengatakan bahwa pesawat itu terus berkinerja mulus sebagaimana terlihat sepanjang fase uji terbang.

“Saya sangat menantikan langkah-langkah yang akan datang dalam program uji terbang, membawa kita lebih dekat dan lebih dekat untuk menyelesaikan integrasi senjata. Meteor membuat Gripen E sangat mampu dalam peran dominasi udara”, kata Robin sebagaimana dikutip dari UPI.

Pengujian peluncuran adalah bagian dari proses untuk mengintegrasikan rudal dengan Gripen E, dengan fase berikutnya menggunakan konfigurasi yang berbeda dan amplop penerbangan.

Meteor adalah rudal udara ke udara yang dipandu radar-radar aktif yang mampu menggerakkan target udara secara mandiri dalam lingkungan peperangan elektronik. Rudal ini memiliki mesin ramjet, memberikannya kecepatan tertinggi di atas Mach 4 dan jangkauan lebih dari 60 mil.

Angkatan Udara Swedia menjadikan armada tempur C / E sebagai pesawat tempur pertama yang beroperasi dengan rudal Meteor pada tahun 2016.

Program Meteor merupakan kolaborasi antara Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol dan Swedia guna meningkatkan kesamaan di antara sekutu. Saab bermitra dengan kontraktor utama MBDA Inggris untuk mengembangkan rudal.

Gripen E merupakan pesawat tempur multi-peran yang mampu melakukan misi udara-ke-udara, udara ke permukaan, dan pengintaian. Pesawat ini memiliki kecepatan maksimum Mach 2 dan memiliki kemampuan supercruise, memungkinkan untuk melebihi Mach 1 tanpa menggunakan afterburner dan memperluas jangkauannya.

Sumber: UPI

Bagikan:

  8 Responses to “Gripen E Sukses Uji Coba Rudal Meteor”

  1.  

    cuma satu kekurangannya.
    cuma 1 mesin dan kaku
    tdk bisa bermanuver cobra mematuk.

  2.  

    Meteor Beyond Visual Range Air-to-Air Missile untuk pertama kalinya Uji peluncuran pada GRIPEN.

    Rudal METEOR gak diminati TNI…. Gripen E juga tidak di butuhkan TNI….

    Hemmm………..SUDAH KU DUGA

  3.  

    Gripen has many competitors, must work even harder to convince prospective buyers

  4.  

    yg diminati kesandung,sandung…oh su,35.

  5.  

    Yang menggiurkan tot nya loh

  6.  

    Gripen radius tempur nya 800 km sedangkan f16 cuma 500 km, kenapa tidak laku keras? Mungkin soal kelincahan dan ketangguhan mesin kale atau amrik jualan f16 dengan ancaman sanksi embargo kale … 😀

 Leave a Reply