Mar 162019
 

Jet tempur Gripen Angkatan Udara Hongaria © Human Kemhan Hongaria

JakartaGreater.com – Selama penembakan langsung, salah satu pesawat tempur Pasukan Pertahanan Hongaria mengalami kerusakan pada tanggal 11 Maret 2019, dari lapangan tembak Hairmáskér, seperti dilansir dari laman Honvedelem.hu pada hari Rabu.

Pilot pesawat tempur Gripen Angkatan Udara Hongaria mendeteksi bug, menghentikan penembakan dan kembali ke pangkalan Kecskemét dengan pesawat tersebut. Tidak ada cedera personel yang terjadi selama acara tersebut.

Mengenai penyebab kesalahan dan keadaan yang pasti dari kasus tersebut, akan diperiksa oleh para ahli domestik Hongaria dan Swedia dalam beberapa hari mendatang.

Mengikuti keanggotaan Hongaria atas NATO di tahun 1999, ada beberapa proposal untuk mencapai pasukan tempur yang kompatibel dengan NATO. Perhatian yang cukup besar ini tertuju pada mempelajari opsi-opsi pesawat bekas serta modifikasi armada MiG-29 yang ada di Angkatan Udara Hongaria.

Jet tempur multiperan Mig-29 buatan Rusia

Pada tahun 2001, Hongaria pun menerima beberapa tawaran pesawat baru dan bekas dari berbagai negara, termasuk Swedia, Belgia, Israel, Turki, dan AS. Meskipun pemerintah Hungaria awalnya bermaksud untuk membeli F-16, pada November 2001 sedang dalam proses negosiasi kontrak sewa 10 tahun untuk 12 unit pesawat Gripen, dengan opsi untuk membeli pesawat pada akhir periode sewa.

Sebagai bagian dari pengaturan pengadaan, Saab menawarkan kesepakatan penggantian kerugian senilai 110 persen dari biaya 14 pesawat tempur. Pada awalnya, Hongaria telah merencanakan untuk menyewa beberapa pesawat Batch II; namun atas ketidakmampuan untuk melakukan pengisian bahan bakar di udara dan pembatasan kompatibilitas senjata telah menimbulkan keraguan di Hongaria.

Kontrak dinegosiasikan ulang dan ditandatangani pada tanggal 2 Februari 2003 dengan total 14 jet tempur Gripen, yang awalnya merupakan standar A/B lalu mengalami proses upgrade dengan standar Gripen C/D (varian ekspor) yang kompatibel dengan NATO.

Pengiriman pesawat terakhir terjadi pada Desember 2007.

Sementara Angkatan Udara Hongaria mengoperasikan total 14 unit pesawat Gripen yang disewakan, pada 2011, negara itu dilaporkan berniat membeli pesawat ini secara langsung. Namun, pada bulan Januari 2012, pemerintah Hongaria dan Swedia telah sepakat untuk memperpanjang masa sewa selama sepuluh tahun berikutnya.

Dua Gripen telah musnah dalam kecelakaan pada bulan Mei dan Juni 2015, meninggalkan 12 Gripen saat ini beroperasi di Angkatan Udara Hongaria.

Bagikan: