Mar 212015
 
Perwira TNI AU dan

Foto bersama Perwira TNI AU dan RTAF di depan jet tempur Gripen dan pesawat AEW@C SAAB Swedia, di Thailand.

Beberapa waktu lalu TNI AU berkunjung ke Angaktann Udara Thailand (RTAF), dimana maksud dari kunjungan ini adalah meningkatkan kerja sama militer antara kedua negara dan khususnya TNI AU dan Thailand AU. Namun terdapat misi lain yang menurut sumber adalah melihat secara langsung “kondisi” Gripen dan pesawat radar SAAB yang saat ini ngontrak di negeri gajah putih.

Sumber lain mengatakan, kunjungan ini sekaligus menanyakan secara langsung kinerja Gripen SAAB dalam hubungannya dengan rencana pengantian F-5 Tiger TNI AU.

Kunjungan TNI AU ke RTAF Thailand

Kunjungan TNI AU ke RTAF Thailand

Dari kunjungan TNI AU ke Thailand Air Force, kalau boleh saya membuat kesimpulan :

1. Persaingan Rusia,Euro konsorsium dan SAAB Gripen masih terbuka lebar, selama belum adanya MoU resmi dan ketok palu oleh pemerintah RI dalam memutuskan siapa pemenangnya.

2. Pemerintah R.I tampaknya sangat hati hati dalam memilih siapa penganti F-5 Tiger, karenanya semua kandidat yang ada dipelajari kekurangan dan kelebihannya.

3. Perang sales antara Rusia, Euro typhoon dan SAAB sangat kuat untuk menjadi pemenang penganti F-5 Tiger.

4. Pesawat manapun yang akan dipilih tampaknya menjadi pilihan terbaik oleh TNI AU.

Kunjungan TNI AU ke RTAF Thailand

Kunjungan TNI AU ke RTAF Thailand

Seperti diketahui bahwa kandidat utama penganti F-5 Tiger bisa kita ketahui mulai dari SU-35, Euro Typhoon dan SAAB Gripen. Dari berita di atas semua kontestan masih bersaing ketat untuk menjadi penganti F-5 Tiger yang akan masuk purna tugas.

Silakan yang mau menambahkan 🙂

Salam NKRI

Telik Sandi

  116 Responses to “Gripen Still Alive”

  1.  

    indonesia gak jadi beli su 35….
    belinya SU 27M.

  2.  

    Beritanya diputar-putar enggak karuan.. maju mundur … bosan mbah….

  3.  

    Mau merk apapun silahkan digoreng sampe jadi arang, tapi klo bisa pilih yg kreterianya :
    – sepadan atau lebih unggul dr F35
    – belu tdk ngeteng
    – harga lebih murah
    – ada TOT (pembuatan suku cadang), bonus cara membuat navigasi untuk rudal seperti yokhon.
    Klo itu bisa disetujui, harga murah pa mahal tdk masalah, nga da dana ya credit, yg pasti secepatnya Indonesia bisa bikin Rudal dan di produksi dengan jumlah banyak, berbagai jangkauan.

  4.  

    maaf kalimat ini apa maksudnya ya….”Namun terdapat misi lain yang menurut sumber adalah melihat secara langsung “kondisi” Gripen dan pesawat radar SAAB yang saat ini ngontrak di negeri gajah putih”
    hehehe… banget…
    Sukro 35 udaha hilir mudik…..nyari makanan…..

    bagaimanapun lanjutkan….

  5.  

    saya tdk melarang atau memperbolehkan pemerintah untuk membeli jas gripen guna menggantikan F5 kita yg dah uzur, saya hanya memberikan bahan pertimbangan, apakah pemerintah utk mengantisipasi jika setelah pemeringah setuju utk menggantikan F5 kita dng jas gripen dan telah melakukan pembayaran ternyata jas gripen melakukan embargo kpd indonesia baik dlm pengadaan pesawat jas gripen maupun utk suku cadang termasuk kapal perang new klewang, coba belajar oengalaman arab saudi yg diembargo ma swedia setelah swedia menerima laporan ttg pelanggaran HAM yg terjadi arab saudi, dan juga apa indonesia sdh belajar dng sikap perancis yg melakukan embargo thd rusia dng tdk mengirimkan kapal serbu amphibi setelah perancis menerima tekanan dr USA, dan juga menerima laporan ttg dugaan keterlibatan rusia yg memberikab dukungan alutsista kpd pemberontak di krimea sbg antisipasi jika indonesia mengadakan pesawat rafale

  6.  

    we need multirole long range heavy fighter pilihannya tetap SU-35, setelah satu skadron SU-35 lengkap dengan senjatanya terbeli bolehlah kalau mau ditambah mau gripen atau ep 16 tidak masalah …

  7.  

    Ayo pilih2…., kalau gini bisa berabe tuh…mimpi dapat SU 35, ternyata dapat pesawat kelas tempe…enak dilihat, enak dimakan tapi kualitasnya tdk mumpuni, mau jadi MACAN ASIA mimpi kali….hai para pemimpin Republik ini sadarlah kau bahwa Republik ini sekilas damai tapi rawan, lihat tetanggamu kelompok negara persemakmuran itu, kelihatannya bersahabat tapi bisa jadi lawan, jangan pernah mengganggap persemakmuran itu baik, belajarlah dengan kasus ambalat,kasus sabotase dan lain2, mereka itu berteman bila ada kepentingan ingat itu, jangan pernah berkata MACAN ASIA kalau belanja Alusista kelas dua dan bekas, malu kita sama tetangga kita ( Singapore, malasya dan Australia ) yang peralatan alusistanya lebih modern dan baru.

  8.  

    List a1 bung nr mengatakan SU35, kita harus yakin 😎

  9.  

    STUDI BANDING kan ngga ada salahnya……..utk mencari tahu apa benar sebombastis spt kata para sales gripen….atau cuma burung pipit aja yg sekali keplok udah ngga kelihatan bentuknya….(udah jadi serpihan…)

  10.  

    Mau SU-35, Gripen, at mkn F-16 smp F-35 skalipun. Kalau semua impor dan gak kunjung bikin kita mandiri….
    Sama aja boonk bro. Kita cm Bangsa konsumtif.
    Kedaulatan industri alutsista untuk kkedaulatan politik pertahanan kita, mjd tulang punggung ketahanan bangsa ini…

 Leave a Reply