Aug 232018
 

Jet tempur Gripen E buatan Swedia © Saab via Youtube

JakartaGreater.com – Angkatan Bersenjata Swedia mengumumkan bahwa salah satu jet tempur JAS 39 Gripen jatuh sekitar 8 km di sebelah utara Ronneby, wilayah Blekinge, Swedia setelah mendapat serangan serangan burung pada ketinggian 1.000 meter di udara, seperti dilansir dari laman The Local.

“Pilot berhasil menyelamatkan diri dan ia pun melambai kepada helikopter penyelamat dan terlihat dia baik-baik saja. Kami tidak tahu banyak saat ini”, jelas juru bicara militer Swedia, Johan Lundberg.

Alarm berbunyi pada pukul 09.41 waktu setempat setelah saksi melihat ada sebuah jet tempur yang terbang rendah dan kemudian muncul asap. Sang pilot dibawa ke rumah sakit, tetapi dikatakan bahwa ia berada dalam kondisi baik.

Pihak berwenang mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi di wilayah hutan dan tidak ada korban lain yang dilaporkan.

Regu pemadam kebakaran dan penyelamat tetap berjaga di tempat kejadian pada sore hari untuk mencoba memadamkan api yang membakar pesawat tempur itu. Mereka memperingatkan kepada orang-orang untuk menjauh, menghindari menghirup asap beracun.

Pemerintah Swedia pun melaporkan telah terjadi sekitar 400 insiden, di mana pesawat bertabrakan dengan burung setiap tahunnya, menurut Charlotte Billgren dari Swedish Transport Agency.

Saab Defense and Security adalah pengekspor utama material militer seperti jet tempur Gripen ke Republik Ceko, Hungaria, Afrika Selatan, Thailand dan Brasil. Pada tahun 2017, jet tempur Gripen telah jatuh di Thailand selama pertunjukan udara dan sang pilot meninggal.

Sementara itu pada tahun 2015, jet Gripen yang disewa oleh Hongaria tergelincir dari landasan pacunya di Pangkalan Udara Ceko sehingga kondisi pesawat tempur benar-benar rusak.