Nov 222014
 
RBS70 NG

RBS70 NG

Jakarta – Divisi Pertahanan dan Keamanan SAAB, Swedia, menandatangani kerja sama dengan PT PINDAD untuk memasarkan Sistem Pertahanan Udara Berbasis Darat (GBAD), menyusul kesepakatan memperpanjang usia pakai sistem peluru kendali darat-ke-udara RBS70 TNI.

Kesepakatan itu mengikat dalam jangka waktu panjang, dengan tujuan memenangi bisnis pertahanan udara nasional di Indonesia. Disepakati pengembangannya dilakukan secara bertahap.

Kepala Komunikasi SAAB Asia Pasifik, Susanne Dalskog, dari Swedia, Jumat, menyatakan, kesepakatan itu juga mencakup transfer teknologi dari SAAB untuk meningkatkan kinerja sistem RBS70 yang telah berada di Indonesia sejak dasawarsa ’80-an.

Pada tahap awal, fokus diarahkan pada peningkatan usia operasional peluru kendali RBS70 Mark II, yang melibatkan mitra Indonesia, yaitu PT PINDAD. Oleh SAAB, ditawarkan juga sistem RBS70 NG.

“Kesepakatan ini memungkinkan kedua pihak memiliki kesempatan terbaik untuk berkolaborasi hingga di tingkat praktik. Bersama-sama, kami akan menjawab tantangan memenangi persyaratan pengadaan sistem peluru kendali utama GBAD. PT PINDAD adalah mitra paling tepat bagi SAAB,” kata VP dan Kepala SAAB Indonesia, Peter Carlqvist.

saab gbad

SAAB Ground Based Air Defence (GBAD) systems

Sistem GBAD yang dimiliki SAAB, yang telah beroperasi sekitar 30 tahun, telah dikembangkan menuju rancangan sistem lebih canggih, tingkat kegagalan rendah, dan fungsi dukungan perawatan.

Semuanya dinyatakan menjamin konsumen mendapat nilai paling maksimal dari dana yang telah dikeluarkan, dihadapkan dengan performansi, kelenturan taktis, biaya operasional, ketersediaan, dan biaya pakai lain. (ANTARA News).

Bagikan Artikel :

  28 Responses to “Ground Based Air Defence systems SAAB – Pindad”

  1. Semakin mantab

    • Makin jelas Gripen NG bakal diakuisisi. Lengkap sudah.
      RBS-70 dengan Pindad
      Sea Giraffe + RBS 15 dengan Klewang, Lundin
      Gripen NG dengan PTDI

      makin terang, selamat Gripen NG
      Semoga Sukhoi-35 tetap diakuisis meski 1 skuadron. Sebagaimana ibu berani mengambil SU-27 SK/30-MK.

  2. umpan gripen neeh

  3. siaaang waaah banjir artikel mantab

  4. Yah jgn sampe ini DP supaya pilih gripen

  5. Mantappp maju teruuss

  6. Lanjutkan

  7. Gripen, X3K, RBS70NG dan GBAD makin strong…..

  8. Iya sambil menunggu TOT C705 yang kagak tahu jluntrungannya…

  9. Produk swedia yg akan dibeli dan sudah di beli,,
    KRI klewang
    USV bonefish
    RBS 15mk3
    RBS 70 NG & RBS 70 upgrade
    NLAW
    Gripen NG
    …..
    …..

  10. Jkgr lg sepi artikel.. Bung diego, bung gue, bung jalo lg pada sibuk apa nih..

  11. apakah ini berarti kemadirian ATGM..

  12. Gripen NG

  13. RBS 70NG
    jangkauan max. : 8000m
    altitude max. : 5000m
    top speed max. : 2 mach
    msh tetep jarak pendek, musti bisa dapat yg medium diatas 50 km, kalo jarak pendek kagak efektif buat nahan pespur … jarak 50km dari target … pespur/bomber sdh bisa release maverick tuh, kasian prajurit di lokasi target bisa gosong satu kompi …

  14. Hmmmmmm jadi SAAB memberikan TOT dan Harga menarik agar meng akusisi GRIPEN karna mereka tau JET FIGHTER mereka ini bukan semua TeknoLogi mereka jadi SAAB mengLihkan tawaran TOT ke ALutsista yang Lain mereka agar para pembeLi sedikit terhibur , Ya anggap saja en Manis Mereka :mrgreen:

  15. Suatu langkah yg menarik, dgn penguasaan teknologi ini mudah2an bisa memperkaya teknologi rudal dan pertahanan udara kita.

  16. Teknologi swedia….bagus..!!

  17. tender gbad ada 3 pihak yang mengajukan diri
    rusia via rosoboronexport menawarkan advanced air defence system almaz antey

    swedia / saab via pt. pindad menawarkan kombinasi rbs70mk3 & rbs23mk1

    thales via pt. len menawarkan kombo forceshield & starstreak

    artinya ada langkah maju tni. mdh2an kita bisa sprt vietnam dgn kombo iron dome & s300 ato india dgn kombo buk & iron dome

 Leave a Reply