Gudang Meledak, Ribuan Amunisi Ukraina Musnah

Guadang amunisi Rumania meledak © Youtube

JakartaGreater.com – Setelah terjadinya ledakan di gudang senjata Ukraina pada tanggal 9 Oktober lalu, sekitar 95% persenjataan di gudang tersebut musnah dan Kiev tidak lagi memiliki senjata baru untuk digunakan, seperti dilansir dari laman media ZN.UA.

Penyelidik utama negara itu, mengatakan bahwa 95 persen dari total 69.000 ton amunisi yang tersimpan di depot Ichtya telah musnah. Konsekuensi dari ledakan itu sangat berat, dengan angka kerusakan spesifik sebagai berikut: 20.000 amunisi 152 mm untuk SPG Akatsiya, 9,000 amunisi 152 mm SPG Msta-S, menurut laporan resmi.

Juga ada 1.300 amunisi SPG 203 mm, 5.500 amunisi 120 mm untuk SPG Gvosdika dan 335.000 amunisi mortir 567 mm serta 34.000 amunisi ringan hingga berat. Ditambah 3.000 amunisi 220 mm untuk sistem peluncur roket Uragan, 22.000 amunisi 125 mm untuk tank, 117.000 amunsii 122 mm untuk peluncur roket Grad.

Lebih dari 76.000 roket 122 mm untuk sistem peluncur 9A51 Prusia, 175.000 hulu ledak untuk sistem pertahanan udara swagerak Tunguska, 150.000 amunisi 23 mm untuk Grup Tempur Swagerak .

Kendaraan tempur BMP-2 Ukraina sangat terpengaruh akibat kejadian tersebut ketika 1.176.000 amunisi 30 mm meledak. Ada juga 700.000 granat tangan, 537 juta peluru kaliber 5,45 mm, 148.000 peluru kaliber 7,62 mm ikut terbakar.

Sementara itu, kendati jumlahnya tidak banyak, Nikolai Makarovets, mengatakan setelah terjadinya kebakaran pada 9 Oktober, Ukraina tidak memiliki prototipe pesawat tempur dan prototipe Smerch buatan sendiri untuk melaksanakan uji coba.

Ini adalah salah satu gudang rudal terbesar di Ukraina, termasuk misil yang digunakan untuk sistem peluncur multi-barrel seperti Smerch, Uragan dan Grad. Api menyebabkan banyak peluru meledak, melesat ke udara, serta menyebabkan kepanikan di sekitar area tersebut.

Menurut ahli, hal yang paling disesali di Kiev adalah dokumen dan beberapa prototipe dari sistem peluncur roket Smerch yang sama seperti yang dikembangkan Rusia telah terbakar habis. Tidak ada yang tersisa untuk diuji.

Peluncur roket multi-laras Smerch Ukraina adalah produk dari studio desain Yuzhnoye. Ini adalah satu-satunya fasilitas Ukraina yang telah mengerjakan desain rudal Uni Soviet.

Dia mengatakan bahwa dalam rencana induk industri pertahanan Soviet, Institut Desain Ukraina memiliki akses kepada dokumentasi teknis pada peluncur roket ini dan mampu merancang dan memproduksi semua jenis. Namun akan sangat sulit bagi mereka untuk melakukannya secara mandiri.

Saat ini, industri pertahanan Ukraina tak akan mampu untuk membuat hulu ledak rudal balistik skala besar seperti Rusia, karena mereka tak memiliki jenis material yang dapat membuat badan atau nosel berdiameter besar.

Namun, Kiev mampu menghasilkan beberapa prototipe dan berhasil melakukan tes. Tapi sayang bagi Ukraina bahwa hampir semua keterlibatan program telah berubah menjadi abu dalam baku tembak yang terjadi pada tanggal 9 Oktober silam.

Tinggalkan komentar