AS Gusar, Rudal Nuklir Korut Jangkau Washington dan New York

Washington – Keberhasilan Korea Utara menguji mesin rudal balistik antar benua (ICBM) pekan lalu menandakan tingkat ancaman yang semakin tinggi bagi dunia. Seorang pakar Amerika Serikat, Senin (11/4/2016), memperingatkan, rudal itu dapat melesatkan hulu ledak nuklir hingga ke pantai timur AS, termasuk ke Washington dan New York.

Korea Utara (Korut) Sabtu (9/4/2016) mengklaim sukses menguji mesin peluncur rudal balistik antarbenua dan dengan mesin itu, Korut bisa menyerang daratan AS dengan hulu ledak nuklir.

“Sekarang kita bisa meletakkan hulu ledak nuklir yang lebih kuat pada roket balistik antar benua yang baru dan menempatkan AS dan seluruh dunia ke dalam jangkauan serangan kami,” ujar Kim Jong Un, dirilis kantor berita Korut, KCNA.

Korut mengklaim berhasil melakukan ground test jet tipe baru ICBM dan Kim Jong Un mengatakan pengujian itu semakin membuktikan negaranya dapat menyerang “imperialis AS” dengan hulu ledak nukilir.

Kim Jong Un bersama para Jenderalnya
Kim Jong Un bersama para Jenderalnya

Pakar kedirgantaraan dari Aerospace Corporation AS, John Schilling, mengatakan, uji coba mesin rudal Korut melibatkan dua tenaga penggerak rudal balistik kapal selam Unit Soviet yang usang. Namun, mesin ICBM varian R-27 atau SS-N-6 itu tetap menjadi ancaman besar.

“Dengan menggunakan teknologi ini, rudal balistik antarbenua Korut, dapat mengirim hulu ledak hingga 10.000 hingga 13.000 km,” ujar Schilling dalam artikelnya di situs berita 38 North.

“Jangkuan jelajah itu, lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya dan memungkinkan Pyongyang bisa menjangkau target hingga pantai timur AS, termasuk New York atau Washington DC,” ujar Schilling.

Rudal balistik terbaru Korut, KN-08, kemungkinan terdiri dari tiga bagian. Badan penelitian yang berafiliasi dengan Universitas Johns Hopkins, AS, 38 North, menerbitkan laporan terbaru Schilling yang mengatakan bahwa bagian pertama KN-08 terdiri dari empat mesin Scud.

Schilling memperkirakan panjang rudal KN-08 adalah 17,1 meter dengan diameter 1,9 meter. Korea Utara pertama kali menampilkan KN-08 pada tahun 2012, namun belum pernah melakukan ujicoba.

Sumber : Kompas.com

Tinggalkan komentar

Most Popular

Komentar