Des 212018
 

Helikopter tempur next-gen Kamov Ka-52 Alligator © Russian Helicopters

JakartaGreater.com – Ketika ketegangan antara Rusia dan Ukraina tetap tinggi dan Moskow telah mengindikasikan kesediaan dan kesiapannya untuk membalas provokasi lebih lanjut dari Kiev, pilihan yang diambil militer Rusia untuk melemahkan pertahanan tetangganya semakin dieksplorasi, seperti dilansir dari laman majalah Military Watch.

Barangkali halangan paling kritis bagi aksi militer Rusia adalah jaringan pertahanan udara Ukraina, salah satu yang paling mampu di Eropa, dan dapat menimbulkan ancaman besar terhadap pesawat tempur Rusia yang telah dipersiapkan dengan baik untuk kemungkinan pecahnya perang.

Ketika Angkatan Udara Rusia (VKS) mengetahui risiko dalam perang singkat dengan negara tetangganya, Georgia, kurangnya kesiapan ketika melibatkan jaringan rudal permukaan-ke-udara dapat menyebabkan kerugian besar dan berpotensi memperlambat serangan.

Sementara jaringan pertahanan udara Ukraina jauh lebih mampu daripada Georgia, pasukan bersenjata Rusia dalam 10 tahun terakhir telah memodernkan kemampuan serangan mereka secara komprehensif dan saat ini jauh lebih siap untuk menembus wilayah udara musuh yang sangat dipertahankan.

Armada sistem rudal S-300P (SA-10 Grumble) Ukraina dalam parade hari kemerdekaan 2018 © Michael via Wikimedia Commons

Ukraina telah menyebarkan banyak platform pertahanan udara kelas atas Soviet, termasuk sejumlah besar sistem rudal S-300P dan BuK-M1. Meskipun sistem tersebut telah berusia beberapa dekade dan sebagian besar telah dihapus dari layanan angkatan bersenjata Rusia, mereka masih menjadi ancaman potensial bagi pesawat tempur Rusia yang beroperasi di wilayah udara Ukraina.

Rusia punya sejumlah aset yang cocok untuk menetralisir sistem ini, termasuk rudal jelajah Kalibr yang diluncurkan dari kapal selam di Laut Hitam dan berbagai amunisi presisi yang dikerahkan oleh pembom tempur Su-34 yang sangat ideal untuk melenyapkan pertahanan udara musuh dari luar jangkauan mereka.

Peluncuran rudal jelajah jarak jauh, Kalibr © Kemenhan Rusia via TASS

Dengan hanya berbekal S-300P yang sangat terbatas jangkauannya (jauh di bawah 100 km), dan tak bisa mencegat amunisi kecepatan tinggi seperti Kalibr, kemungkinan akan terbukti sangat rentan terhadap serangan pembukaan dari Rusia yang akan meninggalkan wilayah udara Ukraina jauh lebih terbuka untuk pesawat tempur Rusia.

Penghancuran pertahanan udara Ukraina saja, bahkan jika tidak diikuti dengan penetrasi wilayah udara Ukraina oleh pesawat tempur Rusia, dapat dianggap sebagai “demonstrasi” kekuatan yang cukup dari Moskow untuk mengirim pesan kepada pemerintah di Kiev.

Pilihan lain yang lebih radikal dari pasukan Rusia yang berpotensi menetralisir pertahanan udara Ukraina adalah dengan menyebarkan helikopter serang Kamov Ka-52 Alligator baru untuk peran tersebut.

Armada helikopter tempur next-gen Kamov Ka-52 Alligator Rusia © Russian MoD

Sejumlah laporan mengindikasikan bahwa Skuadron ke-3 Resimen Penerbangan Helikopter ke-39 Rusia telah berlatih keras untuk “menekan pertahanan udara musuh” menggunakan 16 pesawat sayap putar Ka-52.

Peperangan eletronika mutakhir yang dikerahkan helikopter ini dan dikombinasikan dengan akses mereka pada amunisi jarak jauh, mungkin yang paling kritis adalah berupa ketinggian operasionalnya yang ultra rendah, menjadikannya sebagai aset ideal yang potensial untuk mencapai tujuan tersebut.

Peluncuran sistem rudal pertahanan udara S-400 China © CGTN via Youtube

Tidak seperti sistem pertahanan udara yang lebih modern seperti S-400 Rusia yang dapat menargetkan pesawat pada ketinggian 5 meter dari tanah, S-300P Ukraina tidak memiliki kemampuan untuk menargetkan pesawat yang terbang rendah – yang memainkan peranan dalam grup serang helikopter Ka-52.

Lemahnya ketahanan S-300P Ukraina terhadap gangguan juga menguntungkan unit Ka-52 Rusia yang meningkatkan peluang menghindari deteksi radar sampai mereka meluncurkan serangan presisi dan kembali ke Rusia.

Sementara taktik itu akan sangat berisiko jika Angkatan Udara Ukraina mempertahankan kehadiran serangan di atas wilayah udara negara itu, armada tempur yang kecil dan tua di negara itu telah mengalami tingkat kecelakaan yang sangat tinggi dalam beberapa pekan terakhir dan tak memiliki amunisi jarak jauh modern yang akan memungkinkan mereka untuk menimbulkan ancaman bagi helikopter lawan dari jarak jauh.

  3 Responses to “Hadapi Pertahanan Udara Ukraina, Rusia Andalkan Ka-52”

  1.  

    Ka-52 Alligator – The Next Generation Reconnaissance and Combat Helicopter

    https://www.youtube.com/watch?v=fFCOvUiK3nc

  2.  

    klo hadapi FPDA cukup pakai Mbah Bejo,…. Ahli menagani Sluman

  3.  

    Tapi mesti diperhitungkan jg NATO dibelakang Ukraina, apa mau Rusia dikeroyok NATO seperti gerombolan serigala dgn AS sebagai Alfanya.he3.

 Leave a Reply