Mar 272017
 

Helikopter tempur ringan (LCH) buatan Hindustan Aeronautics Limited (HAL), India

NEW DELHI – Perusahaan kedirgantaraan raksasa Hindustan Aeronautics Limited (HAL) India telah menyelesaikan rencana besar untuk memproduksi sekitar 1.000 unit helikopter militer dan lebih dari seratus pesawat tempur, selaras dengan fokus pemerintah untuk mempercepat kemandirian pertahanan, sebagaimana dilansir dari Defence Update.

Pimpinan dan Managing Director HAL, T. Suvarna Raju mengatakan bahwa perusahaan juga telah menggenjot infrastrukturnya untuk memberikan 123 unit Pesawat Tempur Ringan (LCA) Tejas kepada Angkatan Udara India dengan jumlah pengiriman tahunan sebanyak 16 unit jet tempur mulai tahun 2018-2019 dan seterusnya.

Dalam lima tahun ke depan, HAL juga akan melakukan upgrade besar dari hampir seluruh armada tempur dari Angkatan Udara India (IAF) termasuk jet tempur Sukhoi Su-30MKI, Jaguar dan Mirage, agar membuat mereka lebih mematikan.

“Lima tahun mendatang akan menjadi waktu yang benar-benar bersemangat bagi HAL. Kami akan meng-upgrade hampir semua platform tempur utama termasuk Sukhoi, Jaguar, Mirage dan Hawks”, kata T. Suvarna Raju.

“Kami akan membangun sekitar 1.000 helikopter militer termasuk Kamov 226, LCH (Light Combat Helicopter) dan ALH (Advanced Light Helicopter) dalam 10 tahun ke depan”, tambah T. Suvarna Raju.

HAL dan perusahaan pertahanan Rusia telah menyelesaikan perjanjian Joint Venture untuk produksi helikopter multiperan ringan Kamov Ka-226T di India yang akan menggantikan armada usang dari helikopter Cheetah dan Chetak.

Pada pembuatan pesawat tempur ringa LCA Tejas, HAL mengatakan bahwa produksinya akan ditingkatkan 2 kali lipat dari kapasitas produksi saat ini yaitu 16 unit per tahun mulai 2018-2019. Jet tempur Tejas adalah pesawat terkecil dan teringan di kelasnya, dilantik ke Angkatan Udara India pada bulan Juli tahun lalu.

HAL mendapatkan pesanan dari Angkatan Udara untuk memasok 40 unit Tejas. Pemerintah juga telah menyetujui pengadaan 83 unit Tejas Mk-1A dengan total pesawat yang akan diproduksi oleh HAL adalah 123 unit.

Raju mengatakan selain meningkatkan infrastruktur untuk melipatgandakan pembuatan Tejas, HAL juga telah membagikan pembuatan beberapa komponen utama termasuk sayap dan badan pesawat jet kepada industri swasta yang selanjutnya akan mempercepat laju produksi.

Program utama untuk meng-upgrade armada Su-30MKI menjadi “Super Sukhoi Su-30” akan dilengkapi dengan rudal, avionik dan sensor terbaru. India dan Rusia telah dalam negosiasi untuk upgrade Sukhoi Su-30MKI mendekati kemampuan pesawat tempur generasi kelima dan akan lebih canggih dari armada jet tempur multiperan Su-35 yang ada saat ini.

Awal bulan ini, India dan Rusia menandatangani dua perjanjian kunci untuk pemeliharaan jangka panjang dan dukungan teknis untuk armada Su-30MKI.

  21 Responses to “HAL India Siapkan Rencana Produksi 1.000 Helikopter Militer dan Lebih 100 Pesawat Tempur”

  1. Kerja keras bung Anu utk memasarkan..

  2. Tejas ku.?…..

  3. 1000 Heli dan 123 Pesawat Tempur mau diBUAT..luaaaaar biasa India..

  4. Wow…. Banyaknya…. ( tp, palingg2 juga yang di produksi 50 helycopter). Kebanyakan cingcong, yang pada akhir produksinya pasti akan ada pemangkasan.

    • Setidaknya India SUDAH melakukan upaya untuk MEWUJUDKAN programnya dalam rangka swadesi (kemandirian) dengan langkah yang nyata. Bukan cuma seminar, simposium, sarasehan, diskusi dll.

  5. India sudah berpengalaman membuat heli untuk dataran tinggi pegunungan.

  6. India siap perang… Indonesia…?

  7. Bedanya Super Sukhoi India pake radar AESA, sedangkan SU35 masih pake radar PESA. . . nanti jika SU 35 di upgrade pake radar AESA bisa lebih unggul dari Super Sukhoi nya India šŸ™‚

  8. PT.DI harus mengikuti langkah HAL dlm hal kemampuan Pengembangan dan Produksi. Masak mau kalah dgn India.

  9. NGabisin Anggaran…

  10. begini kalau punya musuh sejak masih belum lahir
    tidak ada yang menganggap sebagai langkah menumpuk senjata untuk menyerang
    kalau tidak punya musuh satu pun ya jangan ditanya
    bahkan musuh mendatangi sekalipun masih belum dianggap sehingga sembunyi sembunyi kalau beli senjata
    takutnya dikategorikan siap siap memerangi musuh

  11. golden eagle latihan dog fight pagi ini.. setidak nya ada 6 pesawat duel udara..

  12. Mirip GANDIWA ya…

  13. boleh tahu anggaran berapa % PDBnya? ? kok bnyak banget kalo beli maen borongan ini patut dicari tahu dan ditiru dicontek negara negara miskin SDA tp kok punya bnyak uang, dapatnya dari sektor mana? langkah apa yg mereka lakukan? jangan2 uang panas atau ada yg salah dg pengelolaan uang dan birokrasi kita. bnyak koruptornya.

    • nyontek india? sorry aje. mereka pendapatan perkapita masih lebih miskin dari indonesia. sda mereka melimpah. mereka hidup dari sektor jasa dan ekspor bahan mentah ke cina dan import elektronik terbesar dari cina juga.

  14. india kalau bikin berita isinya bombastis, tapi kosong. tahun 2012 mereka klam jadi negara super power. kenyataannya,… total rakyat miskin mereka paling besar sedunia. dah gitu belanja impor mululu. bikin tank arjunk. eh ujung ujungnya beli t90 dari rusia lagi.

 Leave a Reply