Hamas Siap Ladeni Operasi Darat Militer Israel

JakartaGreater  –  Juru bicara Hamas Fawzi Barhum mengatakan pada hari Sabtu, 15-5-2021 bahwa gerakan Palestina siap untuk skenario apa pun dalam menanggapi kemungkinan operasi darat oleh Israel.

“Mengenai invasi darat (di Jalur Gaza). Penjajah melakukan terlalu banyak hal bodoh yang dapat mendorong mereka untuk membuat keputusan bodoh kapan pun. Kami siap untuk skenario apa pun,” kata Barhum, dikutip Sputniknews.com.

Sementara, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengatakan bahwa pertempuran “belum berakhir” dan Israel “akan melakukan segalanya untuk memulihkan keamanan kota dan warga kami”.

Namun, sumber diplomatik yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Times of Israel, bahwa konflik di perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza mungkin mencapai kesepakatan gencatan senjata dalam beberapa hari mendatang, dikutip Sputniknews.com.

Menurut sumber tersebut, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, para mediator telah menyatakan optimisme yang hati-hati untuk menghentikan pertempuran antara kedua belah pihak. Sumber diplomatik mengacu pada “membaca ruangan dengan jelas”, ketika mereka memberikan penilaian mereka.

Diplomat itu juga mengatakan bahwa negosiator percaya serangan besar-besaran Israel di Gaza pada Kamis dan Jumat mengindikasikan bahwa mereka akan setuju untuk segera menghentikan gencatan senjata.

Sebelumnya, seorang pejabat intelijen Mesir yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Associated Press bahwa Israel telah menolak proposal gencatan senjata dengan waktu yang panjang dari Mesir, tetapi Hamas bersedia menerimanya. Pejabat itu mengatakan Israel ingin menunda gencatan senjata untuk menghancurkan lebih banyak kemampuan militer Hamas dan Jihad Islam.

Pada 8 Mei 2021, bentrokan besar-besaran antara warga Palestina dan polisi Israel terjadi di Yerusalem Timur. Kerusuhan dimulai di dua wilayah sekaligus, dekat Temple Mount dan di lingkungan Sheikh Jarrah, dipicu oleh keputusan pengadilan Israel untuk mengusir beberapa keluarga Arab dari rumah mereka.

Konflik di perbatasan antara Israel dan kantong Palestina di Jalur Gaza meningkat pada malam 10 Mei. Sejak itu, Pasukan Pertahanan Israel melaporkan bahwa lebih dari 2.000 roket telah ditembakkan dari Jalur Gaza ke wilayah Israel, dengan sekitar 350 peluncuran gagal. Menurut data terakhir, tujuh warga sipil dan satu tentara tewas di Israel.

*Foto: Brigade Al Qassam Hamas. (@Hamas)

Tinggalkan komentar