Apr 072014
 
Desain Midget / Kapal Selam Mini RI

Desain Midget / Kapal Selam Mini RI

Antara midget, seal carrier, human torpedo, sotong dan sea ghost, saling melengkapi atau saling meniadakan ?. Perbandingan midget, seal carrier, human torpedo, sotong dan sea ghost akan didasari pada misi yang bisa dan tidak bisa dilakukan.

Midget, sotong dan sea ghost memiliki kapabilitas yang sama dalam melaksanan misi: patroli bawah air di perairan dangkal, underwater litoral patrol.

Kelebihan Midget ketimbang Sotong dan Sea ghost.
Faktor wawasan fikir pengawak midget membuat wahana ini dapat langsung mengantisipasi tiap ancaman yang terjadi tanpa harus berkoordinasi dengan pusat komando, selama paremeter operasional telah ditetapkan terlebih dahulu. Dalam skenario pusat komando tidak dapat melakukan komunikasi dengan pengawak midget, maka pengawak midget dapat mengambil keputusan sendiri.

Sotong dan sea ghost sudah pasti akan dilengkapi dengan pendeteksi kawan atau lawan, IFF – identify friend of foe, parameter ini berlaku 0 atau 1, tidak ada parameter diantara kedua pilihan tadi. Ketika sotong atau sea ghost tidak dapat terkoneksi dengan pusat komando, maka secara otomatis sotong atau sea ghost akan mengeksekusi program yang telah dibenamkan dalam memorinya, yaitu 0 atau 1. Pilihan yang akan diambil sotong maupun sea ghost adalah kuntit, kemudian hancurkan atau lepaskan.

Seal Carrier Kopaska (photo: targetabloid.com)

Seal Carrier Kopaska (photo: targetabloid.com)

Suatu kebolehjadian, eksekusi yang ingin diambil kantor pusat adalah sekedar menguntit atau bahkan menggertak, seperti kejadian kapal selam kita menyundul kapal selam aggressor. Langkah cerdas ‘menyundul’ ini hanya bisa diambil oleh perwira yang telah memiliki jam menyelam tinggi dan kemampuan berfikir yang matang dalam mensikapi parameter yang diberikan oleh pusat komando.

Untuk misi patroli perairan dangkal, maka saya berpendapat bahwa kemampuan patrol litoral midget akan saling melengkapi dengan kemampuan patroli sotong maupun sea ghost. Terlalu beresiko jika sotong maupun sea ghost menggantikan fungsi midget.

Wahana Infiltrasi Pasukan Khusus
Kegiatan infiltrasi pasukan khusus hanya dapat dilakukan oleh midget dan seal carrier dan tidak dapat dilakukan oleh sotong maupun sea ghost.

Jumlah personel yang dapat diangkut midget dibandingkan dengan seal carrier relative sama, mengingat sekarang kita telah mengakuisisi seal carrier yang dapat membawah lebih dari 6 personel.

Kelebihan midget dibandingkan seal carrier adalah faktor jarak tempuh. Karena dilengkapi dengan mesin penggerak dan baterai yang memiliki kemampuan yang lebih besar dan atau bahan bakar yang lebih banyak dari seal carrier, maka midget dapat mulai diturunkan dari jarak yang cukup jauh dari target misi tersebut.

Seal carrier memiliki radius tempuh terbatas, biasanya ditumpangkan di atas kapal selam berukuran normal atau kapal perang tertentu, kapal selam/kapal perang pengangkut ini, atau lebih sering disebut kapal selam induk/kapal perang induk harus relatif berada dalam jarak yang dekat dengan target misi agar seal carrier dapat mencapai posisi target tanpa kehabisan bahan bakar (beberapa seal carrier mengandalkan baterai sebagai sumber tenaga gerak).

Sotong

Sotong

Arsenal dalam Misi Penyerangan Pelabuhan.
Midget, seal carrier, sotong dan sea ghost memiliki kapabilitas yang relatif sama dalam menunaikan misi penyerangan pelabuhan, port raid. Misi penyerangan pelabuhan dapat dilakukan dengan melibatkan pasukan khusus atau dapat dilakukan tanpa melibatkan pasukan khusus.

Jika melibatkan pasukan khusus, maka seal carrier dapat memberikan bantuan perlindungan tembakan bagi para anggota pasukan khusus, terlepas kita sudah mengakuisisi varian ini atau belum, sudah tersedia wahana seal carrier yang dilengkapi dengan senapan mesin ringan.

Jika tidak melibatkan pasukan khusus, maka midget dapat lebih memainkan peranan karena jumlah torpedo yang dibawa midget lebih banyak dari jumlah torpedo yang dibawa sotong maupun sea ghost.

Dalam misi port raid yang melibatkan pasukan khusus, seal carrier dapat saling melengkapi dengan midget. Dalam misi port raid yang tidak melibatkan pasukan khusus, midget dapat meniadakan fungsi sotong maupun sea ghost.

Tapi jika parameter nyawa prajurit yang jadi pertimbangan, maka pilihannya jatuh pada sotong dan sea ghost. Kerugian tenggelamnya sotong maupun sea ghost hanya berdampak pada kerugian finansial dan kemungkinan bocornya teknologi kedua wahana tadi (dapat diantisipasi dengan kemampuan self destruct). Jika midget yang tenggelam, maka selain keluarga prajurit kehilangan anggotanya keluarganya, negara kita kehilangan asset berharga dan mahal, belum tentu gampang mencetak prajurit baru dengan kemampuan yang setara. Untuk pertimbangan ini, sotong dan sea ghost dapat meniadakan fungsi midget.

Sea Ghost

Sea Ghost (photo: Laurencius)

Misi Bunuh Diri
Misi ini mutlak hanya dapat dieksekusi dengan baik oleh human torpedo dan sotong. Human torpedo merupakan teknologi usang, teknologi ini ditiadakan dengan hadirnya sotong. Dengan kemampuan yang sama sama mematikan, kerugian sisi manusia dari human torpedo tidak lagi dapat diterima.

Sotong juga dapat meniadakan sea ghost dalam mengeksekusi misi ini, kemampuan menyelam sotong yang jauh lebih baik dari kemampuan menyelam sea ghost merupakan faktor mutlak yang dimiliki sotong.

Wahana Angkut Logistik
Ketika pasukan khusus berhasil disusupkan ke dalam daerah target, suplai material dan tentunya bahan makanan menjadi faktor penting. Bukan saja untuk mempertahankan hidup, tapi juga berfungsi sebagai pendorong moral bagi pasukan khusus.

Atau mengacu pada pengepungan Dunkirk, midget dapat difungsikan sebagai wahana angkut penarikan mundur pasukan. Misi infiltrasi ini hanya dapat dilaksanakan midget karena ruang kargo yang dimilikinya tidak didapati pada wahana sotong maupun sea ghost.

Human Torpedo

Human Torpedo

Unsur Pencegat, Interceptor Kapal Aggressor
Berdasarkan tayangan yang dapat diunduh via youtube, ditampilkan bahwa sea ghost dibebankan tugas sebagai interceptor, pencegat. Sebuah pilihan yang bijak. Kehilangan 10 sea ghost sebagai konsekuensi atas upaya mencegat dan menenggelamkan kapal perang aggressor dapat diterima akal sehat, ketimbang kehilangan yang timbul atas tenggelamnya kapal perang permukaan dalam melakukan misi pencegatan.

Berdasarkan tayangan tersebut, sepertinya sea ghost lebih diposisikan sebagai sebuah kapal perang mini dengan kemampuan serang terbatas yang bergerak berdasarkan panduan pusat komando. Sesudah sea ghost diturunkan, barulah kemudian armada kapal perang atas air maupun bawah air kita bergerak ke lokasi kejadian.

Sotong maupun sea ghost dapat meniadakan fungsi midget dalam misi ini. Karena sotong maupun sea ghost diturunkan setelah kapal aggressor diberi peringatan untuk segera keluar dari wilayak NKRI, jadi unsur dadakan, surprise attack tidak lagi begitu berperan. Ukuran sotong dan sea ghost yang lebih kecil dari midget sekalipun memberikan nilai lebih tersendiri disamping kemampuan stealth tentunya. (ukuran midget aja lebih kecil dari kapal selam berukuran normal).

Lalu manakah yang lebih unggul, kemampuan sotong atau sea ghost ? Hehehe… karena saya bukan operator kedua wahana tadi, agak bingung saya menjawabnya. Salah Mas Narayana sih… nggak paripurna memberikan kisi-kisinya…peace mas…bercanda doang.

Sotong punya kelebihan kemampuan menyelam yang lebih baik. Sea ghost tentunya bebas dari ancaman depth charges tapi rentan atas tembakan senapan mesin maupun rudal. Ampun deh… Untuk menjawab pertanyaan ini, kita kembalikan kepada user…

Penilaian di atas didasari pada :

1. Tidak terjadi penurunan semangat juang dan penurunan loyalitas pada pengawak midget dalam situasi perang.
2. Sotong dan midget diasumsikan dapat secara rutin muncul ke permukaan untuk mengisi ulang baterai tiap wahana.
3. Midget dilengkapi dengan AIP mini seperti layaknya sebuah kapal selam standar.

Tapi satu yang jadi imajinasi saya yang awam ini, penggunaan sotong maupun sea ghost dapat dijadikan sebagai cara menguras cadangan rudal yang dibawa kapal aggressor. Jadi ketika kapal aggressor telah kehabisan rudal pertahanan diri karena telah menenggelamkan 10 atau lebih sea ghost dengan menembakkan rudal-rudal pertahanan dirinya, otomatis mereka jadi sasaran empuk kapal permukaan kita.

Seperti singa yang menerkam banteng yang kelelahan setelah dikeroyok sekumpulan serigala. Ibarat pesawat tempur, flare mereka sudah keburu habis duluan untuk mengantisipasi rudal susulan yang ditembakkan pesawat tempur kita.

Kesimpulannya, midget, seal carrier, sotong dan sea ghost dapat saling melengkapi. Kita harus membangun armada tersendiri dengan kesatuan tugas tersendiri untuk tiap arsenal ini. Tidak ada wahana yang dapat melakukan semua misi, tiap wahana ada sisi plus dan minusnya.

Harga yang murah dalam memproduksi midget, sotong maupun sea ghost ketimbang membuat kapal selam berukuran normal maupun memproduksi kapal perang permukaan merupakan alasan yang tidak dapat dibantahkan untuk memperbanyak jumlah armada midget, sotong maupun sea ghost. Mengutip ucapan Stalin, “jumlah merupakan kekuatan tersendiri”. (by Afiq0110).

  100 Responses to “Hantu Laut Indonesia”

  1. Indonesia setroooong……………….

    • Numpang aaah

    • Sotong setlonggg..

    • Salam kenal bung aspire.one. saya suka dengan cara anda menyatakan kesangsian dengan permintaan clue. tidak teriak-teriak hoax .. ok Bung

    • saya paham dengan apa yang bung aspire one sangsikan, memang semenjak di warung sebelah muncul beberapa akun yang dipercaya sebagai orang dalam dan terpercaya ternyata adalah seorang penipu, ternyata memang terbawa hingga ke warung yang lain..bukannya menjelekkan tetapi hal ini wajar.. “image menjadi rusak/disangsikan karena ulah oknum tertentu”..

      cara bung aspire one menyatakan kesangsian dengan permintaan clue,tidak hoax/hoex patut diapresiasi… 🙂 salam

  2. Menyimak…

  3. ini dia yang ditunggu2…

  4. pertama om

  5. Semoga cepat talisasi 😀 amin

  6. cepuluhhhh besarrrrrr

  7. mantapppppppp……..

    jayalah bangsaku

  8. wah ada kontributor baru rupanya. salam kenal bung.

  9. Kedua….. mantap nkri jaya…..

  10. semoga cepet terbentuk menjadi beberapa armada..
    mau nanya bung jika di perbolehkan. ancaman bawah laut kita selama ini seringnya terjadi di perairan dangkal atau yg dalam bung?..

    • @ mas boom

      kalo untuk pertanyaan ini, baiknya yang jawab mas kri ato mas jalo deh…

      ane cuma ngumpulin kliping lalu diringkas ulang mas… maaf nggak bisa banyak bantu…

      nggak banyak informasi pelanggaran teritorial yang dipublikasikan… ini terkait dengan nilai tawar kita kepada negara yang melakukan pelanggaran… kita bisa nego dengan mereka atas pelanggaran yang mereka lakukan… begitu sih sepertinya berdasarkan kesimpulan yang ane ambil setelah rajin ngikutin ulasan para suhu…

    • perairan dalam bung@boom..kebanyakan klo dari berita hoax di tipi dan media , ada nya penyusupan KS negara tetanga yang isenk..ada yg di sundul balik oleh KS kita , ada yang di usir pulang oleh KS kita yang lain

      • Bung Afiq0110 & Bung Kancil : terima kasih banyak atas penjelasannya..saya berharap untuk perairan dalam, sudah bertebaran hantu2 laut TNI AL yang selalu siaga menjaga kedaulatan NKRI di bawah air

  11. ketinggalan lagi 😀

    artikel yang menarik, terima kasih sudah sharing bung @Afiq

    • @ mas nowyoudont,

      terima kasih sudah dimuat mas… mencoba belajar meniru mas nowy… kalo murid nggak bisa ngikutin jejak gurunya ntar murid didepak dari perguruan hoaxiyah… rugi dong ane…

  12. salam kenal untuk kontributor bung Afiq…
    butuh informasi dari para senior nih mengenai kemampuan sotong dan sea ghost, mengenai penggunaan kedepannya dan user khusus yang mengendalikan “hantu laut kecil” ini..antara permukaan dan underwater, mungkin saya lebih memilih yang underwater untuk lebih ditingkatkan kemampuannya dalam menghadapi era pertempuran laut kedepannya.. 🙂

    • buat bung@dewakembar mungkin bisa dikitbantu tentang si sea ghost ..ini ulasan nya

      Kode Sandi “Project Hantu Laut” hasil joint strike antara Universitas Teknik Indonesia dan Mabes TNI.

      Prototype hasil kerjasama tersebut mengambil basis USV (Unmanned Surface Vessel) atau kata lain dari Kapal tanpa awak yang diberi nama Makara-02 yang berdimensi 4.94ft x 2.96ft 0.73ft dengan sistem kendali otomatis berdasarkan sensor kamera (image processing).

      Makara-02 berdesain berteknologi tinggi yang memperhatikan aspek stabilitas dan hambatan yang sangat rendah merupakan perpaduan antara SWATH (Small Waterplane Area Twin Hull) dan teknologi Wave Piercing sehingga kapal jauh memiliki nilai stealth dan determinasi yang tinggi yang bisa digunakan untuk keperluan intai, jaga dan serang.
      Makara-02 ini nantinya akan digunakan sebagai model untuk uji towing tank untuk memprediksi hambatan pada SEA GHOST yang berukuran FLEET CLASS yaitu memiliki panjang kurang lebih 10 m dan memiliki payload lebih dari 2 ton, sehingga stabilitas kapal sangat baik ketika dilengkapi persenjataan dan sistem komunikasi satelit yang canggih.
      Selain itu, Makara-02 mampu memberikan perlawan terhadap serangan hacker atau virus yang menyusup ke dalam Jaringan komunikasi Pengendali sehingga menjadikan gerakan kapal tanpa awak ini menjadi kacau atau tak terkendali bahkan berpindah tangan, Lewat teknologi yang di punyai PUSINFOLAHTA-Mabes TNI, Makara-02 akan mudah melakukan perlawanan terhadap virus atau serangan hacker sehingga kapal tanpa awak ini akan mampu dikendalikan kembali dan memulai penyerangan terhadap kapal musuh ataupun penyusup kembali seandainya kapal ini berhasil di retes jaringan komunikasinya.
      Teknologi inipun tak lantas didapatkan begitu saja, Ter-ilhami oleh pesawat tanpa awak canggih Amerika RQ-170 Santinel yang dimana jaringan komunikasi pengendalinya berhasil di retes negara iran. sehingga berpindah tangan. Inilah yang mendasari penerapan Cyberwarfare pada Prototype Makara-02.

      Sebelumnya, Makara-02 telah meraih penghargaan desain terbaik se-Indonesia dan berhasil melampaui 4 rintangan secara otomatis (fully autonomous) tanpa kendali dibandingkan peserta lain pada Kontes Kapal Cepat Tak Berawak 2012 Kategori Autonomous dan Pernah di tampilkan pada acara pameran Industri Pertahanan Indonesia pada November 2012

      salam TNI

  13. waduh ada yg bilang hoax ga berita ini yah… 🙂 FYI : keren… pasti den karung eh den jaka udah punya kan ni mainan..gosip nya ini dipakai pada kasus ambalat dimana 2 tentara TNI AL naik ke kapal perang malasia tanpa ketahuan…

  14. bung @NYD, bung @DIEGO kenapa ya artikel ini tidak seperti biasanya untuk masuk artikel ini saya harus klik dudu di FORUM baru ada artikel ini

    • Oh…seharusnya Log in itu hanya untuk forum. Terintegrasi mungkin ya. Nanti saya cek lagi. BTW bagus juga kali ya, biar pada register 😀 Asli sebenarnya tidak di-setting demikian.

      • bung @Diego ada beberapa usulan dari warjagers, saya baru keingetan 😀

        – ada tombol like/dislike
        – cara penempatan komen degan quote seperti di forum
        – menambah akses ke tampilan komen di sisi kanan layar
        – dll, yang saya inget kurang lebih itu

        • lay out sebelah kiri
          ada indicator yg lagi ngakses jkgr menggunakan akun member jkgr nantinya.
          kolom admin paling atas.
          kolom member dibawah nya.
          atau dibedakan warna indicatornya saja.
          PeminatSR tetap sepertin biasanya tidak perlu registrasi.

          • Bung Donnie, bisa utak-atiknya ?. Kalau mau coba, minta email anda, agar saya bukakan aksesnya. Saya agak Gaptek 😀

          • xixixi..nuwun sewune..cuma usulan thok..
            sama gaptek lah. 😀

            siapa tau ada kawan lain yg terbiasa ngurus website..sok monggo..

          • Kalau ada warjager yang bisa mohon bantuan. Keren juga ya kalau avatarnya pakai tanda pangkat. Member baru: Kopral. Yang Senior, perwira. Ada yang ngerti gak ya bikin simmbolnya 😀

          • Bung diego.. masukan dari ane sih ga perlu lah bung buat pangkat2 gitu.. kesan’y jd membeda2kan antara sesepuh dan newbie dsni.. saya lbh suka format spt ini kesetaraan antara sesama para warjag tidak perlu pke status pangkat2an.. karna dsni kan kita menimba ilmu dan berdiskusi scra sama2

          • Setuju bung Andry .. hehe

          • Saya cuma bisa kalau edit web nya pakai CMS (content management system). Kalau nggak, musti pakai text command, nyerah .. 🙂

        • Saya akan coba semampu saya Bung NYD. Siap

      • bung@diego menta email nya : lupa saya ..siapatahu nanti ada hoax baru saya mau kirim

      • Bung Diego, kalau mau lebih aman, pake plugin disqus untuk manajemen komentar. Satu nama yg terdaftar beserta email gak bisa diganti lagi. Link nya: http://wordpress.org/plugins/disqus-comment-system/

        Terus kalau mau pake rating comment, biar ada like dislike kayak di fb, bisa install plugin ini:
        http://wordpress.org/plugins/disqus-comment-system/

        Pendapat saya neh, plugin disqus emang lebih aman, tapi ada efek orang jadi malas kasih komentar.

      • @ mas diego

        usulan mas, terkadang nara sumber memberikan tambahan informasi berdasarkan pertanyaan yang diajukan pengunjung pada artikel yang sudah lama terbit…

        contohnya…

        artikel tentang road map pengembangan kapal selam sudah muncul setelah sebelumnya artikel tentang batalyon mekanis naik tayang

        ternyata walaupun artikel baru udah naik tayang… ada yang mengajukan pertanyaan pada nara sumber pada artikel lama tentang ‘batalyon mekanis angkatan darat’…

        pengunjung baru atau lama seperti ane otomatis lebih mantengin/melototin artikel baru…
        dan melewatkan diskusi menarik yang sedang terjadi di artikel lama…. kan rugi mas… hehehe…

        gimana kalo diskusi yang sedang berlangsung di artikel lama dipindahkan dalam judul baru… bisa memakai judul ‘artikel xyz – diskusi lanjutan….

        terima kasih mas diego

  15. Punten…

  16. berapa sich muat nya pasukan d dalam hantu laut mini tu. . .pencerahan nya dong sesupuh2 d sni. . .

  17. muantafff,,,,jayalah selalu tni

  18. Entah..mengapa saya kurang setuju sotong dibahas diforum terbuka ini

    • Sama kita bung takut keceplosan…
      Tangan gatel mau ngetik, cuman inget pesan “papa” gak boleh lagi…
      Nih efek deterentnya tinggi banget, seperti yg dipernah ditulis di media, laut kita 50 persen mempunyai kedalam rata-rata di bawah 100 meter. Cuman saya jadi inget pesan “papa”, 🙂

      • @jalo : papa yang mana nih bung? awas bung sudah ada yang bilang kalo sampeyan Hoaxer 🙂 nanti papa nya dibilang Hoax juga 🙂

        owh iya saya mau tanya, dana untuk segala macam riset antar lembaga dengan TNI sampai Univ itu diambil dari mana ya?maaf awam banget

        • Ama Papa TB, gak apa Papa TB ini…
          Hehehehehe

          Di setiap angkatan TNI itu punya anggaran litbang. Nah anggaran ini digeser untuk pengembangan bersama dengan universitas surya..

    • Setuju bung… klo barang yg msh dlm tahap penelitian, pengembangan ataupun udh jd prototype jgn diumbar scra vulgar dulu takut’y byk pihak dr dalam atau luar negri yg berkepentingan untuk menggagalkan penelitian dan pengembangan alutsista made in ilmuwan indonesia.. klo udh siap di produksi massal baru silahkan di publish

    • Setuju tdk stuju sdh terlanjur dpublish bung,.
      Intinya informasi rahasia tetang sotong cs dikeep rapat2 dulu, krna msh tahap pngembangan..
      Tp klo yg brsifat umum tdk ad salahnya dishare..

      Salam

    • @satrio : kalau bakso langsung ditelan sepertinya ga mungkin bung..kecuali pada punya tembolok 🙂 kalau bakso tahu Ungaran saya suka

    • Info Hoax…
      Sy prnh melihat sekilas penampakn hantu laut di sektr perairan cilacap waktu ada sekoci ausy trdmpr di dekt pantai sukabumi.tp hantu laut itu bentk pundknya kecil,ngga tau badannya bsr/kecl.krna lihat dr jauh,nongol sbntr trs nyelm lg.para sesepuh warjag kira2 itu penampakn apa ya?sy smpt merekm kejadian itu tp dengn hp jadul,yg resolusinya cm vga.jd gambrnya agak buram.

  19. Terima kasih sudah berbagi ilmunya bung Afiq…
    Senang sekali, makin ramai yang sharing ilmunya, apalgi masalah produk dalam negeri…
    Ngikutin bung Gue, saya angkat jempol untuk bung Afiq…
    Makin senang lagi bung Gue, hehehheehe

    • @ mas jalo

      masih belajar nulis mas… maaf jika analisa nya kurang akurat… analisa murni kacamata awam…

      terima kasih atas pencerahan yang sudah mas jalo berikan kepada kami semua selama ini

      • Bagus loh, malah saya kira bung afiq pengamat…
        Tulisannya kereen bung apalagi ditambah analisa, kereen banget..
        Sama2 Bung Afiq, saya jadi akan menunggu2 tulisan bung berikutnya…

  20. Semoga semua hasil jerih payah putra putri terbaik bangsa ini berbuah ranum ya..hehehe

  21. absen dlu ah,, hadir pak.
    biasa nya nitip barcode ,,,, hihihihi

  22. dari segi alutsista sedikit demi sedikit mengalami kemajuan utk pasukan hantu laut indonesia,,
    klo dilihat dari pelatihan utk menjadi pasukan intai amfibi (hantu laut) calon diseleksi dari prajurit marinir yang memenuhi persyaratan mental, fisik, kesehatan, dan telah berdinas aktif minimal dua tahun. Bukti beratnya memperoleh kualifikasi intai amfibi, bisa dilihat dari pengalaman selama ini, bahwa tingkat keberhasilan calon anggota memperoleh brevet intai amfibi hanyalah sepuluh persen. Artinya, dari 500 siswa yang mengikuti pelatihan, paling hanya sekitar 50 siswa yang lulus, dan berhak memperoleh brevet intai amfibi.

    Salah satu program latihan yang mendebarkan bagi siswa pendidikan intai amfibi, adalah berenang dalam kondisi tangan dan kaki terikat, sejauh 3 km. Karena kedua tangan dan kaki terikat, maka cara berenangnya mengikuti gaya lumba-lumba. Renang gaya lumba-lumba ini sebagai antisipasi, bila suatu saat anggota ditawan musuh.

    mau coba berenang gaya lumba – lumba , 100meter aja???

  23. Iya saya pernah menggunakan ini waktu topan haiyan di Taclobaan Filipina…
    Itu punya tentara amerika bekerjasama dengan pihak operator Filipina, jaraknya cuman 500 m, itu alatnya kayak kecil modelnya kayak kommob. Jadi ingat dempet2an ama warga Tacloban karena ada satu tempat sinyalnya bagus, :-)…

    Jadi teringat kasus sedih di negara tetangga. Waktu itu lagi sakit perut, saya titip teman karena kebetulan lagi loading kirim file. eh temannya tinggalin laptop gw tergeletak disitu karena harus mengejar moment. Untungnya gak hilang tuh laptop, tapi air mineral 5 liter gw hilang… Nih air sudah gw bawa jauh2 dari kota Cebu untuk persedian 3 hari merantau di Tacloban, kejadian hari terakhir gw disitu. Saat itu air minum lebih berharga karena cuacanya panaaaas banget dan juga air susah apalagi sumur2 sudah tercemar mayat2…. Terpaksa harus ke kota mengemis air ke posko2 pengungsi negara2 asing. hehehehhehe, pulang ke Indonesia berat badan turun 7 kilo gara2 jarang makan, 🙂

  24. nyumbang berita hoax

    salah satu karya anak bangsa hasil kerja sama TNI dan BPPT dan Institute Teknologi sepuluh November surabaya

    Kapal Hydro ( CROCODILE HYDROFOIL) bisa nyelem dan jalan diatas air

    Indonesia kembali akan unjuk kekuatan dalam bidang teknologi militer salah satunya yang akan di ujicoba pada tahun 2013 adalah kapal Militer Crocodile Hydrofoil dengan sandi Buaya Terbang buatan Seorang Dosen Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

    Kapal “buaya” ini sebenarnya kapal militer yang terinspirasi dari pergerakan unik hewan reptil zaman purba tersebut. Dr Ir Wisnu Wardhana SE Msc, dosen di Jurusan Teknik Kelautan ITS, menamai kapal rancangannya itu dengan Kapal Perang Crocodile-Hydrofoil (KPC-H).

    Kapal buaya merupakan kapal non permukaan pertama yang dirancang khusus menggabungkan antara teknologi kapal selam dengan teknologi kapal cepat hydrofoil permukaan, karena desainnya yang unik dan pertama di dunia, kapal ini mampu bergerak dengan kecepatan tinggi dan memiliki kemampuan kamuflase layaknya siluman guna memenuhi tantangan teknologi militer masa depan.

    Tugas pokok dari “Buaya” ini nantinya, diklaim mampu menyamar, mencegat, menyusup, melepaskan pasukan komando dengan hening merekam atau mengirim data kondisi awan serta spionase. Tak hanya itu, kapal buaya juga saya rancang untuk bisa menebar ranjau, serta menyerang atau menghindar dengan cepat.

    Filosofi buaya diambil karena predator ini mampu memangsa dengan cepat. Buaya juga terkenal sebagai hewan yang kuat, tangguh, dan berada pada rantai makanan cukup tinggi. “Kelihatannya saja buaya diam dan tenang, tapi tiba-tiba langsung menyambar. Kita butuh yang seperti itu, kapal perang yang mampu mengejutkan musuh,” tuturnya kata si Dosen.

    KEMAMPUAN dan Spesipikasi dasar

    1.penyamaran/kamuflase/detectability
    2.interceptions
    3.penyusupan /infiltrations
    4.pelepasan pasukan khusus komando ex: ( den jaka,intai amfibi, team selam kopassus DACOR)
    5.intai ,merekam gambar, suara
    6.menebar ranjau
    7.skill menghindar dari serangan senjata musuh

    dimensi:

    1.panjang = 12 meter
    2.lebar = 2.8 meter
    3.tingi = 2meter
    4.berat = 14 ton
    5.kecepatan saat menyelam = 20 knot atau 36km/jam
    6.kecepatan melayang ( diatas air) 72km/jam atau 40 knot
    7.kemampuan menyelam 5-7 meter maksimal 10 meter
    8.angkut personil 6-8 orang

    Dosen asli Surabaya ini juga merancang KPC-H dengan mengadaptasi perilaku buaya. Dia bisa menjadi kapal normal permukaan, kapal selam (submarine), dan kapal Hydrofoil (di atas permukaan).

    Mode kapal selam dapat digunakan ketika melakukan penyamaran. Dengan demikian, kapal akan sulit dideteksi karena radar tidak bisa menembus air. Sedangkan mode hydrofil digunakan ketika sedang mengejar musuh dan memerlukan kecepatan.

    KPC-H atau kapal buaya dibangun dengan panjang 12 m, lebar 2,8 m, dan tinggi dua meter. Dengan berat 14,35 ton, kapal ini mampu melaju 20 knot atau sekira 36 km per jam ketika menyelam. Sedangkan kecepatan ketika tidak sedang menyelam adalah 40 knot (72 km per jam) karena resistivitynya lebih kecil.

    Kapal buaya dapat mengangkut hingga enam awak kapal. Kapal ini juga dilengkapi cerobong udara yang digunakan ketika menyelam. Cerobong tersebut berfungsi menyuplai udara yang dibutuhkan ketika kedua mesin dieselnya sedang bekerja. Sayangnya, kemampuan menyelam kapal buaya hanya di kedalaman maksimal 10 m.

    Saat ini, TNI Angkatan Laut bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta dengan perusahaan dan perguruan tinggi lain sedang mengkaji rancangan KPH-C. Diperkirakan, penelitian tersebut membutuhkan waktu sekira tiga tahun. Jika semua berjalan sesuai rencana,

  25. Bung Nara apa benar kri banjarmasin mao berangkat keqingdao? Klo benar kira2 pulangnya bawa oleh2 apaan ya? Apa oleh2nya ada hubungannya dengan kunjungan pak moel waktu itu.Berharap se bawa oleh2 mohon pencerahannya bung Nara XIE2

  26. Bagus juga sih tapi setidaknya ini rahasiakan karena musuh bakal ketahui di mana keberadaan hantu laut kita..

    Salam indonesia stronng

  27. Jadi ini yang dimaksud Bung Satrio dulu Sotong sakti di artikel http://jakartagreater.com/sistem-pertahanan-udara-kapal-permukaan/

    Kabarnya ada Kapal RAN yang nyaris kena sotong sakti.

  28. Pagi warjager & sesepuh

    Ijin nyimak & belajar

    Salam

  29. Klo sdah dipublish sprti ini bkn rahasia lg bung namanya, tdk ad salahnya dipublish, toh nantinya jg akn dproduksi masal..mlah ini akn mnjadi warning buat tetangga yg selalu usil maen slonong boy diperairan kita..
    Dan ini akn mnjadi tonggak utk mnuju kemandirian alutsista TNI..dgn produksi lokal tp kualitas setara negara maju.

    Salam

  30. “seperti kejadian kapal selam kita menyundul kapal selam aggressor”. penasaran dengan cerita ini… apa cuma ane yg ktinggalan 😀

  31. Mau komen sedikit soal BUAYA… sekedar berimajinasi…
    kapal jenis ini mungkin akan punya kelebihan ANTI TORPEDO dan ANTI SURFACE TO SURFACE MISSILE. Karena jika di tembak dgn torpedo, BUAYA bisa cepat2 ke posisi “melayang”. Sehingga toropedo hanya akan lewat di bawah kaki2 nya. Dan kalau di kombinasi dengan CAT ANTI RADAR buatan ITS, maka BUAYA juga akan susyah dilacak radar pada saat dia muncul di permukaan. Jika pun tertangkap radar dan di tembak rudal surface to surface dari kapal lawan,, BUAYA bisa segera “menyelam” masuk air. Sehingga rudal anti permukaan akan kehilangan jejak. Kuncinya adalah kecepatan utk pindah mode dari menyelam ke melayang dan sebaliknya.
    Jika BUAYA dikejar oleh Heli atau pesawat ASW, dan ketangkap radar. Tetap saja dgn kemampuannya utk menyelam dan melayang BUAYA tdk bisa ditembak dgn torpedo atau rudal permukaan.
    Malah jika BUAYA punya kemampuan utk mendeteksi kapal dan pesawat dari jarak 150km. Dan dilengkapi rudal ke udara atau ke permukaan, BUAYA akan sangat mematikan utk pesawat ataupun kapal lawan.
    Sekali lagi sekedar ber imajinasi… masih byk kekurangan krn terbatasnya pengetahuan …. salam

  32. Nerusin ngayal….hehehe…
    Bayangkan jika 10 BUAYA berenang mendekati kapal induk om Sam. Itu kapal induk mungkin grogi.karena di radar muncul 10 titik mendekat.di torpedo gak bisa. Di tembak rudal permukaan, eh masih nongol. Lalu setelah mencapai jarak tembak, BUAYA membalas dgn yakhon… apa gak keringet dingin om Sam…
    Hehehe… khayalan ku….

  33. sotong bakar khas bogor yukk di beli cek IG kita ya gak digembok kok

 Leave a Reply