Sep 032018
 

Penanggulangan Infarmerah Terarah (DIRCM) AN/AAQ-24 buatan Northrop Grumman © Greg Goebel via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Korea Selatan telah memulai pengembangan sistem penanggulangan rudal canggih yang dapat melindungi pesawat dari serangan rudal dipandu inframerah, berdasarkan keterangan pemerintah Korea Selatan pada hari Minggu, seperti diwartakan Yonhap News.

Administrasi Program Akuisi Pertahanan Korea Selatan atau dikenal sebagai Defense Acquisition Programs Administration (DAPA) mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan kontraktor pertahanan lokal yaitu Hanwha Systems untuk membangun penanggulangan inframerah terarah (DIRCM).

Korea Selatan adalah yang keenam di dunia yang mengembangkan sistem pertahanan jenis ini, yang secara efektif dapat menghambat rudal pencari panas karena mencoba untuk mengunci ke sasaran udara seperti pesawat tempur atau helikopter.

Fungsi DIRCM © Hanwha System

Heat-seeker biasanya melacak pesawat dengan mendeteksi “panas” yang dihasilkan oleh mesin atau bahkan gesekan yang disebabkan oleh benda yang bergerak di udara dengan kecepatan tinggi.

DIRCM, ketika dimasukkan ke dalam perlengkapan pertahanan pesawat terbang, memberikan alarm otomatis jika mendetaksi rudal inframerah telah diluncurkan dan menembakkan laser “quantum cascade” berintensitas tinggi pada sensor pemandu rudal yang mendekati pesawat, sehingga menyebabkan rudal kehilangan kunciannya.

Hanwha Systems dan DAPA mengatakan bahwa mereka telah melakukan beberapa tes langsung menggunakan sistem pencari panas yang sebenarnya di mana pesawat uji berhasil memisahkan diri dari rudal yang mengejar.

Sistem DIRCM yang dikembangkan Hanwha Systems dan DAPA ini pertama akan diadopsi oleh helikopter militer sebelum digunakan pada jenis pesawat udara lainnya.

  26 Responses to “Hanwha Systems & DAPA Kini Kembangkan DIRCM Canggih”

  1.  

    bakal dipasang pada proyek KF-X juga kah? 😀

    •  

      ngak lah….
      dircm kan dipake buat slow moving, sprt heli, v-22, s-2 tracker/s-3 viking, dan e-2 awacs.

      klo pespur kayanya cukup pake chaff & flare.

      •  

        Owh, berarti berdasarkan komen anda diatas bahwa F-35 termasuk slow-moving ya? 😛 wkwkwkw

        After the Soviet invasion of Afghanistan, shoulder-fired surface-to-air missiles turned the tables on Russia’s helicopter gunships and helped end the occupation. In the U.S.-led war in Afghanistan, missile jammers have largely neutralized the threat. But still only a fraction of the aircraft that could find themselves in combat zones is protected by directional infrared countermeasures (DIRCM) systems.

        A major reason is size. DIRCM started out big and have shrunk with time, but are only now becoming small enough to be carried by most military helicopters. And the next step is to make them even smaller—and powerful enough—to defend fast-jet combat aircraft against not only ground-to-air, but also air-to-air missiles.

        Anticipating a requirement to protect the Lockheed Martin F-35 Joint Strike Fighter, leading DIRCM manufacturer Northrop Grumman has begun company-funded development of a directed infrared countermeasures system that can fit within a limited volume and preserve the aircraft’s stealth characteristics, but be more powerful than existing DIRCM.

        Semoga anda mendapat pencerahan setelah membaca copasan diatas 😛

        •  

          lha pencerahan apanya…..wkwkwkkkk
          geli gw…hahaha

          F-35 ya memang termasuk slow moving, krn F-35B diharapkan mampu mengisi bahan bakar di area hostile, dengan bantuan FARP, sehingga ketika mendarat / terbang vtol, F-35B perlu dipasang dircm supaya menambah survivability dan kgk kena sambit manpads……

          ngerti ora ?

          •  

            Sepertinya anda perlu belajar bahasa inggris deh 😆

            Jawaban anda lebih lucu dari pelawak 😆 wkwkwkwk

          •  

            Gak perlu maen tebak-tebakan, sesuai jadwal DIRCM akan diterapkan pada F-35 Blok 5, kapan itu pastinya? Lihat aja timeline dibawah (klo gak molor lagi lho ya)

            http://www.f-16.net/forum/download/file.php?id=11261&sid=144eb2454ab72291c6b2814ff2619025&mode=view

            Sekali lagi, siapin kamus, itu pake bahasa inggris 😀

          •  

            xixixi,,,,geli gw sampe ketawa guling2….xixi

            masih kgk terima ya bung ?

            jadi dircm mau dipasang dimana ?
            padahal F-35 adalah pesawat stealth…

            coba bung jelaskan secara elegan….

            klo saya sih sudah jelaskan diatas, hanya F-35B yg dipasang.

          •  

            😀 ya sudah, berarti anda tak mau membaca 😆 wkwkwk…

            kasiaaan…

          •  

            seperti biasa panasboy klo kepepet personel insulin…..

          •  

            padahal semua tulisan dia sudah gw balas semua di komen gw, mungkin bung lingkar yg kurang nalar…..

            ujung2 malah personal insult….

            nih ya….

            1.shoulder SAM, udah gw jawab

            2. only small fraction, udah gw jawab, hanya F-35B saja.

            3. small dircm, preserve aircraft stealth –> ini gw tanya ke lingkar mau taruh dimana ?

            tpi ujung2 panasboy cuma bisa personal insult…..

          •  

            Silahkan baca disini

            Incorporation of the Northrop Grumman Threat Nullification Defensive Resource (ThNDR) Directional Infrared Countermeassure System DIRCM system.

            The system is integrated into the existing AN/AAQ-37 and employs quantum cascading laser technology derived from the US Army’s Common Infrared Countermeassures (CIRCM) program.

            The improved ThNDR system utilizes a modulated laser beam, which requires liquid cooling, to confuse and misdirect heat seeking AAM vector guidance.

            Due to the LO requirement, the system will be internally located inside the AN/AAQ-37 housing.

            Sudah ketemu yg anda cari?

          •  

            Apaluh Petantang Petenteng tertawa guling-guling,terkencing-kencing, terberak- berak……brot bret brut ngentuut……hiii bau

          •  

            wow, berarti hebat ya si amrik, bisa tembak rudal yg datang ke arahnya, hanya dengan laser…..

            klo rusky kan masih rencana, yg katanya mau pasang laser buat tembak incoming rudal di pespur gen-6 nya.

            nah ini F-35 pespur gen-5 sudah pasang alat canggih……

      •  

        Wajar Bung APP, si lingkar ini gak bisa bahasa Inggris jadi dia nangkepnya DIRCM cuman dipake untuk aircraft yg jalannya lambat. Maunya sih ngasih kopian pake bahasa Inggris buat ngolok2 ternyata si Lingkar gak bisa bahasa Inggris toh.
        Hhhhhhhhhh
        Hhhhhhhhhh

        •  

          lagian saya beri copas bukan utk orang “sok pintar” seperti anda yg ternyata “pin-pin-bo” dan gak menyimak komentar diatas saya 😀 wkwkwwk… coba baca komen adik tiri anda itu

          apa perlu saya copas komen beliau?

          ternyata kedengkian membutakan anda 😆 wkwkwkw

        •  

          Sugimura Agato belajar bahasa Inggris di Kumon ya?? wk wk wk cekakkkkkka

        •  

          Maaf, bung Lingkar. Kalo yg itu Ane nyerah. Hhhhhhhhhh

          DIRCM memang akan dipasang di aircraft seperti F-35 setelah komponennya bisa diminiaturkan. Tentunya setelah disesuaikan dg bodi pesawat agar tidak menambah signature yg membuatnya bisa terdeteksi radar musuh dan sistem itu bisa kompak dg radar AN/AAQ-37. Jadi gitu Bung Lingkar. Karena udah bisa diminiaturisasi dan disesuaikan dg pespur generasi kelima seperti F-35, makanya DIRCM tidak hanya dipakai buat heli yg jalannya lambat tapi juga bisa dipake buat pespur yg jalannya cepat. Jadi kalo F-35 pake DIRCM bukan berarti F-35 jalannya lambat. Gitu Bung Lingkar dan Bung APP.

  2.  

    sesuai info dari bung lingkar. northrop grumman sedang mengembang dircm yang ukuranbya lebih kecil dan lebih bertenaga untuk pesawat tempur f 35. ini bisa niy buat kfx.

  3.  

    Apaluh Petantang Petenteng tertawa guling-guling,terkencing-kencing, terberak- berak……brot bret brut ngentuut……hiii bau

  4.  

    Wajar Bung Lingkar si Sugimura Agato dan Apaluh Petantang Petenteng ini gak bisa bahasa Inggris jadi dia nangkepnya DIRCM cuman dipake untuk aircraft yg jalannya lambat. Maunya sih ngasih kopian pake bahasa Inggris buat ngolok2 ternyata si Lingkar gak bisa bahasa Inggris toh.
    Hhhhhhhhhh
    Hhhhhhhhhh

  5.  

    Wajar Bung Lingkar si Sugimura Agato dan Apaluh Petantang Petenteng ini gak bisa bahasa Inggris jadi dia nangkepnya DIRCM cuman dipake untuk aircraft yg jalannya lambat. Maunya sih ngasih kopian pake bahasa Inggris buat ngolok2 ternyata si Apaluh Petantang Petenteng dan Sugimura Agato gak bisa bahasa Inggris toh.
    Hhhhhhhhhh
    Hhhhhhhhhh

  6.  

    Wajar Bung Lingkar si Sugimura Agato dan Apaluh Petantang Petenteng ini gak bisa bahasa Inggris jadi dia nangkepnya DIRCM cuman dipake untuk aircraft yg jalannya lambat. Maunya sih ngasih kopian pake bahasa Inggris buat ngolok2 ternyata si Apaluh Petantang Petenteng dan Sugimura Agato gak bisa bahasa Inggris toh.
    Hhhhhhhhhh

  7.  

    wah, bung @alfaritzy pratama terlalu bersemangat nih 😀 hehehe

  8.  

    Kalo buatan usa, udh jelas dirancang dn di bangun bersama2, n masalah teknis bisa di hadapi dgn kepala dingin …nah kalo buatan rusia hanya Allah SWT yg mengetahui apa kendala2 teknisnya. fikir aja bro… mobil honda saja ada update alat khusus pengapian , apa lagi pespur, rusia n fans2 cecunguknya hanya mengandalkan faktor kebencian saajaa, gw pribadi suka bgt sukhoi , sampai2 buat stiker di mobil, ttpi begitu dengar mesin sukhoi mati satu di sumatera, hati gw langsung miris

 Leave a Reply