Mar 022018
 

Jet tempur F-35 Lightning II tiba di Edwards AFB. © US Air Force via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Kesabaran Kantor Bersama Joint Strike Fighter F-35 Pentagon bergerak tipis karena Lockheed Martin tak mampu untuk mengurangi harga pesawat tersebut lebih cepat seperti yang dijanjikan, seperti dilansir dari laman Sputnik News.

“Harganya turun tapi tidak turun cukup cepat”, menurut pejabat tinggi di Pentagon yang menjalankan program F-35 tersebut.

“Saya akan mengatakan bahwa saya tidak puas dengan kolaborasi dan kerjasama dari Lockheed Martin”, kata Wakil Laksamana Mat Winter, direktur Kantor Program F-35 kepada wartawan pada hari Rabu.

“Mereka seharusnya bisa lebih, jauh lebih kooperatif dan kolaboratif,” katanya.

Departemen Pertahanan AS dan Lockheed Martin kini sedang menegosiasikan harga setiap pesawat untuk jet tempur F-35 pada Lot 11. Kontraktor mengirimkan proposal sekitar 18 bulan yang lalu namun hanya mengirim sebuah penawaran baru-baru ini.

Winter mengakui bahwa dia berharap kesepakatan tersebut dapat segera diselesaikan pada akhir tahun lalu, lapor USNI News.

“Kita harusnya bisa menutup kesepakatan ini lebih cepat, kita bisa memilih, itu adalah keputusan negosiasi. Kita tidak tahu tingkat perincian yang ingin diketahui, apakah ini benar biaya untuk memproduksi pesawat ini”, kata Winter.

Kepala program F-35 mengatakan bahwa skema penetapan harga ini tidak terjangkau, namun ia tak akan mengungkapkan target harga pemerintah. Sementara F-35A dibeli dengan biaya rata-rata $ 94 juta di Lot 10, pesanan F-35B dan F-35C mencapai lebih dari $ 120 juta per unit pesawat.

Winters mengharapkan bisa membahas topik biaya F-35 saat bertemu dengan House Armed Services Committee (Senat AS) minggu depan.

Komponen utama lainnya dari biaya siklus hidup F-35 selain biaya akuisisi yakni biaya pemeliharaan dan operasional juga menimbulkan masalah yang sama. “Saat ini, kami tak mampu membayar biaya pemeliharaan pada F-35 yang telah kami peroleh”, kata wakil sekretaris pertahanan Pentagon pada tanggal 2 Februari lalu.