JakartaGreater.com - Forum Militer
Jul 162018
 

Jet tempur siluman F-35 (atas) dan F-22 (bawah) © US Air Force via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Langkah Departemen Pertahanan Jepang yang saat ini mencoba pengembangan kolaboratif internasional yang dipimpin oleh Jepang untuk mencari penerus pesawat tempur F2 Angkatan Udara Jepang sedang terguncang, seperti dilansir dari laman Yomiuri Shimbun.

Proposal pengembangan yang diajukan oleh Lockheed Martin, yang dianggap sebagai favorit, ternyata jauh lebih mahal daripada yang seharusnya. Dan karena fakta itu maka keraguan telah mulai meningkat dalam hal efektivitas biaya.

Perkiraan Departemen Pertahanan Jepang hanyalah $ 133 juta per unit

Sekitar 90 unit pesawat tempur F2 Angkatan Udara Jepang akan mulai pensiun sekitar tahun 2030. Karena akan dibutuhkan sekitar 10 tahun untuk mengembangkan pesawat tempur, maka Departemen Pertahanan Jepang bermaksud untuk menetapkan kebijakan pembangunan konkret pada akhir tahun untuk rencana pengembangan kemampuan pertahanan jangka menengah antara 2019-2023.

Kandidat pengganti F2 Jepang ada 3 (tiga), yakni:

  1. Skema Lockheed Martin AS, jet tempur “hibrida” dimana airframe F-22 yang akan dilengkapi dengan peralatan elektronik berkinerja tinggi yang ada pada F-35.
  2. Skema Boeing AS, jet tempur canggih yang memanfaatkan keterampilan teknologi jet tempur F-15.
  3. Skema BAE Systems Inggris, jet tempur canggih yang memanfaatkan teknologi Typhoon, dimana pengembangan bersama dengan Jepang adalah premisnya.

Di antara ketiga rencana tersebut, draft dari Lockheed Martin lebih unggul oleh karena kinerja penerbangan dan kemampuan siluman, sementara Departemen Pertahanan punn telah melihat ke depan dari tahap pengumpulan informasi.

Namun, menurut proposal resmi dari Lockheed Martin pada tanggal 13 Juli 2018, harga per unit jet siluman hibrida tersebut lebih dari 20 miliar yen, atau sekitar $ 177 juta, dan harga tersebut ternyata jauh diatas perkiraan Departemen Pertahanan Jepang.

Menurut perkiraan Departemen Pertahanan Jepang, harga per unit hanyalah 15 miliar yen atau sekitar $ 133 juta, sementara harga F-35 pesanan Jepang sekitar 13,1 miliar yen atau $ 116 juta.

Maka secara signifikan, proposal yang diajukan oleh Lockheed lebih tinggi dari prediksi. Seorang pejabat senior di Departemen Pertahanan Jepang berkata bahwa “Proposal ini terlalu mahal, kita tidak bisa menerimanya seperti itu”.

Bagikan :

  17 Responses to “Harga F3 Jepang Tembus $177 Juta Per Unit”

  1.  

    No comment

  2.  

    LM bagaimanapun mau menang banyak! He3

  3.  

    ga jadi yah ATDX nya

  4.  

    Mahal amit…amit-amit, mahal bingit…

  5.  

    Mungkin Jepang bisa tertarik dg produk Northrop, YF-23. Yg jelas gak mungkin dari Rusia apalagi Chinok. Hhhhhhhhhh

  6.  

    ada kemungkinan akal-akalan LM harga mahal, agar F-35 tetep laris… misal jet tempur jepang lebih murah dari F-35 tapi kemampuan mendekati secara bisnis untung di jepang… yang punya LM, mamarika juga g bakalan terima

  7.  

    Itu krn Jepang Anak Bawang, Mkx Kata Menhan Jgn Bkin sendiri2 hrs join dg Negara Lain

  8.  

    Masa sh negara sehebat jepang tdak da niat utk mmbuat pswt jet sndri

 Leave a Reply