Jul 042017
 

Oil Offshore (Bureau of Safety and Environmental Enforcement BSEE)

New York – Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada perdagangan Senin 3-7-2017 (Selasa pagi WIB), sesudah data memperlihatkan produksi minyak mentah Amerika Serikat mengalami penurunan.

Jumlah rig minyak AS turun 2 rig menjadi sebanyak 756 rig pada minggu lalu, menurut perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes pada Jumat 30-6-2017, mengakhiri rekor kenaikan jumlah rig selama 23-minggu berturut-turut.

Para analis mengatakan bahwa berita tersebut membikin investor percaya bahwa produksi minyak serpih AS mungkin sudah mencapai sesuatu kemacetan, setelah harga minyak murah yang berkepanjangan.

Sementara itu, data ekonomi AS yang positif juga memicu sentimen pasar karena investor berusaha memperbesar permintaan mereka.

Indeks pembelian manajer (PMI) untuk Juni 2017 mencapai 57,8 persen, meningkat 2,9 persen dari angka Mei 2017 sebesar 54,9 persen dan mengalahkan konsensus pasar sebesar 55,1 persen, Institute for Supply Management (ISM) mengatakan pada Senin 3-7-2017

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus 2017, bertambah 1,03 dolar AS menjadi menetap di 47,07 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September 2017, naik 0,91 dolar AS menjadi ditutup pada 49,68 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Antara/Xinhua

Bagikan:

  4 Responses to “Harga Minyak Dunia Naik Karena Produksi AS Melemah”

  1.  

    keliatan bngt kalo as sangat berpengaruh didunia

  2.  

    Test

  3.  

    I’m back

  4.  

    Indonesia kenapa tidak bikin pengolahan minyak bumi sendiri, harusnya bisa kejasama dengan negara negara berteknologi tinggi seperti rusia untuk membuat kilang dan pengolahan miyak bumi di sini

 Leave a Reply