Nov 202017
 

Desain Pesawat Tempur KFX (photo : IHS Markit/Gareth Jennings Janes.com)

Jakartagreater.com. Harris Electronic Systems dipilih oleh Korea Aerospace Industries (KAI) untuk menyediakan sistem pengangkutan dan pelepasan bom/rudal untuk program pesawat tempur next-generation Korea Fighter-Experimental (KF-X), ujar situs Harris.com, 14/11/2017.

Jet tempur KAI-KF-X adalah sebuah program pengembangan pesawat tempur multirole advanced untuk Republik Korea Air Force. “Pesawat KF-X merupakan pelanggan strategis baru untuk Harris di pasar Asia,” kata Ed Zoiss, President, Harris Electronic Systems. “Pemilihan ini menegaskan kembali posisi Harris sebagai pemasok pilihan di seluruh dunia untuk solusi pengangkutan dan pelepasan rudal/bom”.

BRU 47 (photo : harris.com)

BRU-47 single store carrier (pengangkut tunggal bom BRU-47) atau istilahnya Bomb Rack Unit (BRU) / Bomb Release Unit, dikenal dengan keandalan dan kemudahan perawatannya, juga mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memuat barang/bom/rudal/tank external dengan menggunakan sway-brace technology yang dipatenkan – yang meminimalkan goyangan rak karena manuver pesawat terbang dan pelepasan amunisi.

BRU-46/A dan BRU-47/A menawarkan manfaat yang signifikan bagi pengguna, termasuk waktu pemuatan materi (bom/rudal/external tank -red) yang lebih pendek dan perawatan yang sangat singkat. Akibatnya, pengguna dapat dengan cepat mengisi ulang amunisi pesawat dan mengurangi ketergantungan pada infrastruktur logistik. Hal ini sangat penting selama misi pada sortie tinggi. Teknologi swaybrace yang dipatenkan Harris memfasilitasi pemuatan amunisi dalam situasi akses yang sulit, sekaligus menghilangkan kebutuhan untuk memperketat jack sekrup individu dengan nilai torsi yang tepat.

BRU 57 (photo : harris.com)

BRU-46/A dan BRU-47/A digunakan di Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) untuk F-15E EAGLE dan RAPTOR F/A-22. Selain itu, BRU-46/A bagian dari BRU-57 Smart Rack) juga digunakan pada jet tempur F-16 FALCON.

BRU-46/A dan BRU-47/A telah mendapatkan reputasi yang sangat baik di antara operator dan pengelola pesawat sebagai bom rack unit yang mudah dirawat.

BRU-57 adalah alat cerdas yang mampu menampung muatan twin dengan beban double tanpa perlu memodifikasi hardware -menyediakan beragam konfigurasi muatan.

BRU-55/A smart rack doubles (MIL-STD-1760) dapat digunakan pesawat serang taktis, seperti F/A-18 C-F. Hal ini dilakukan tanpa modifikasi kabel pesawat.

Penggunaan BRU 57 (MIL-STD-1760) twin bomb. (photo : Afwing.com)

Dalam catatan Globalsecurity.org, sebagai gambaran, satu pesawat tempur F-15 Amerika Serikat menggunakan 9 BRU 47 dan 6 BRU 46, untuk menghadirkan total 15 rak bom/rudal per pesawat.

Desain BRU 46 dan 47 memungkinkan pemuatan bom/rudal lebih cepat dan mudah serta mengurangi perawatan dan pembersihan.

Pada jet tempur F-22 Raptor yang baru, sebuah rak BRU-47/A digunakan pada masing-masing tiang/pylon untuk menahan tangki eksternal. Dan Angkatan Udara AS mengangkut bom GBU-32 JDAM dengan rak bom BRU-46/A. Tidak ada rencana untuk membawa JDAM secara eksternal ke pesawat F-22, dan BRU-47 hanya akan digunakan untuk menampung tangki bahan bakar eksternal di F-22 Raptor.

  28 Responses to “Harris Terpilih Penyuplai Bomb Rack Unit Jet Tempur KFX”

  1. Tak pikir haris kapten kapal temen ku

  2. bruuuurrrrr

  3. rak lemari nya udah tinggal bajunya aja, atau bisa pilih daster………heemmmmm
    coba pindah kategori……kalok ga suka pindah toko lain, jalan2 ke tokopedia, atau lazada……

    • Bung WI ngomongin daster terus nih. Apa gak mabok Bung? Ntar bisa disambit sama Duta Daster Nasional loh Bung, soalnya Bung WI suka take over kerjaannya sih.

      Hhhhhhhhhh

  4. Jumlah Prototype IFX Tdk Jelas Apa 1 atau 2

    • hasil kerjasama proyek kfx/ifx indonesia-korea kabarnya sebatas sampai protipe, menghasilkan 5 prototipe 1 unit di berikan ke indonesia dan korsel dapat 4 unit, artinya baik korsel maupun indonesia kemungkinan “berpisah” di persimpangan protipe dan mereka masing2 mengembangkan prototipe sesuai angkatan udara mereka, canggih tdk IFX tergantung kemampuan ahli-ahli indonesia. Terkait kabar indonesia mendapatkan 50 unit pesawat mungkin ada yg bisa jelaskan apakah 50 unit masih dlm kerjadama dgn korsel atau tidak ?

      • 50 itu dari blok 1, masih kerjasama dgn Korsel. Nah mereka baru berpisah waktu pengembangan blok 2 dst. Kalo Indonesia jual/ekspor IFX blok 1 masih kena Royalti ke Korsel. Kalo blok 2 kita gak perlu bayar royalti lagi.

      • Indonesia mendapat jatah 50 jet tempur dari hasil produksi bersama, pastinya produksi masih di korsel, mungkin akan bertahap pada proses assembling dilakukan di Indonesia… tetapi yang diambil Indonesia masih Blok 1 dimana tidak ada vitur siluman dan tidak ada weapon bay… dan Indonesia memiliki opsi menjual jatah yang didapatkan, kalau hemat saya, terlalu riskan menjual, karena kita bukanlah pembuat murni pespur ini sehingga tidak akan bisa memberikan suport teknis 100%, lebih baiknya digunakan sendiri…

        • Bung Yuli,

          Jangan mikir kejauhan sampai ekspor segala.

          RI masih butuh banyak sekali pespur, jadi IFX akan jadi tulang punggung TNI AU bersama dengan F16 viper, FA-50 dan Gripen.

  5. Laku kertas juga dagangan cak Haris! Kok yg masuk berita dunia KFX aja ya gak ada penulisan IFX, nasib dana pengembangan 20%.he3

  6. Semoga bisa menganti f16 dan tdk ada ketergantungan sama mamarika lagi

 Leave a Reply