Mar 212017
 

Rusia selalu membanggakan dan mengiklankan Su-35 sebagai pesawat tempur terbaik, bahkan bisa mengalahkan pesawat tempur siluman F-22 Raptor milik AS, tapi benarkah seperti itu kenyataannya?

Ahli militer dan media Rusia sering menyatakan bahwa sejumlah karakteristik teknis dari Su-35 menggunakan sebagian teknologi pesawat tempur generasi ke-5 seperti yang digunakan pada F -22 Raptor.

Misalnya, Su-35S dilengkapi dengan radar passive electronically scanned array Irbis yang dapat mendeteksi target udara pada jarak hingga 400 km, melacak hingga 30 target dan mengeksekusi 8 target secara bersamaan, sementara radar pada F-22 lebih lemah dengan jangkauan deteksi maksimum 300 km.

Tentu saja itu hanya pernyataan satu arah, sekarang mari kita bedah perbandingan teknis dan fitur dari Su-35 dan F-22.

Desain dan Rancangan

Ahli militer AS menyatakan bahwa F-22 dirancang dan didesain sebagai pesawat tempur generasi ke-5 sehingga mencapai standar teknis meliputi 4S : super-siluman, super-manuver, super-sonik dan super-information. Oleh karena itu F-22 memiliki kemampuan luar biasa dibandingkan dengan pesawat tempur generasi ke-4.

Sedangkan tujuan Rusia merancang Su-35 adalah untuk mengimbangi pesawat tempur generasi 4 atau 4 ++ sebelum pesawat tempur generasi ke 5 yakni T-50 siap operasional. Pada saat yang sama, Rusia juga meluncurkan Su-35 untuk membantunya mempersempit kesenjangan kekuatan dari pesawat tempur generasi ke-5 milik AS.

Dengan demikian, Su-35 hanyalah pesawat tempur generasi 4 ++, dengan teknologi dan perangkat yang mendekati pesawat tempur generasi 5. Namun karena pengembangan Su-35 dilakukan hampir 10 tahun setelah lahirnya F-22, menjadikan fitur teknis Su-35 sedikit lebih modern dari F-22.

Radar dan radar cross section (RCS)

F-22 dilengkapi dengan radar active electronically scanned array (AESA) AN / APG-77 yang dapat mendeteksi target dengan RCS 5 m2 pada jarak hingga 257 km, sedangkan pada RCS 1 m2, AN / APG-77 dapat mendeteksi target dari jarak 193 km.

Su-35 sendiri dilengkapi dengan radar pasif N035E X band multirole (Irbis-E), yang mampu mendeteksi target sebesar RCS 3 m2 pada jarak hingga 350 – 400 km . Namun, karena RCS siluman F-22 sangat kecil sekitar 0,01 – 0,1m2 atau sebesar kelereng, membuat Su-35 hanya dapat mendeteksi F-22 dari jarak 90 km.

Sementara Su-35 meskipun hanya pesawat tempur dari generasi 4 ++, namun karena penerapan teknologi modern dan bahan manufaktur modern menjadikan RCS Su-35 menjadi sekitar 0,3 – 0,5m2. Sayangnya karena Su-35 masih menggunakan cantelan persenjataan diluar menjadikan RCS Su-35 bisa membengkak menjadi 1 m2.

Mesin dengan thrust vectoring control

F-22 adalah pesawat tempur pertama di dunia yang menerapkan rekayasa gabungan mesin turboprop dan trust vectoring control, menjadikan F-22 pesawat tempur yang super manuver. F-22 juga dapat melesat dengan kecepatan supersonic Mach 1.5 terus-menerus selama 30 menit tanpa menyalakan ufterburner.

Sementara itu, Su-35 juga menggunakan teknologi gabungan mesin turboprop dan knalpot trust vectoring control. Namun, karena mesin 117S adalah mesin generasi baru, menjadikan manuver Su-35 sangat fleksibel. Teknologi mesin 117S menggunakan turbin bertekanan rendah dan turbin bertekanan tinggi dengan sistem kontrol digital akurat SDU-D. Teknologi baru ini membuat daya dorong mesin meningkat sebesar 16%.

Selain itu, Su-35 dilengkapi dengan sistem motor tambahan TA14-130-35. Berkat tambahan mesin ini, rasio daya dorong Su-35 meningkat menjadi 1,1 dengan kecepatan maksimum bisa mencapai Mach 2,25.

Senjata

F-22 dilengkapi dengan meriam M61A2 di sisi kanan dengan jumlah amunisi 480 butir. Amunisi F-22 akan habis apabila ditembakkan terus-menerus selama 5 detik.

Selain itu F-22 memiliki tiga kantung senjata (internal weapon bay), satu rongga besar di bawah badan pesawat dan dua rongga kecil di sisi intake udara. Senjata yang dibawa oleh F-22 dapat bervariasi tergantung pada misi yang diembannya. Untuk misi pertempuran di udara, F-22 dapat membawa enam rudal AIM-120C AMRAAM yang memiliki jangkauan 90 km dan dua rudal AIM-9 Sidewinder.

Untuk serangan darat, F-22 dapat membawa dua rudal AIM-9 Sidewinder dan dua bom cerdas GBU-32 JDAM. Selama misi patroli, F-22 dapat membawa empat tangki bahan bakar tambahan dan 8 rudal jarak pendek AIM-9 Sidewinder.

Sementara itu, Su-35 menggunakan 12 gantungan senjata di luar badan, dengan demikian, Su-35 dapat membawa kombinasi 10 rudal udara ke udara jarak menengah R-77 atau 10 rudal udara-ke-udara RVV-SD yang memiliki jangkauan 200 km. 2 cantelan yang tersisa dapat diisi 2 rudal udara ke-udara R-73E yang memiliki jangkauan 30 km atau rudal R-74 yang memiliki jangkauan 40 km. Dengan demikian Su-35 lebih unggul pada segi persenjataanya dibandingkan F-22.

Secara head-to-head dapat dilihat, radar dan kemampuan siluman F-22 lebih unggul dari Su-35, sementara Su-35 lebih unggul pada manuver dan daya tembak.

Namun, dalam pertempuran udara, kemampuan siluman memainkan peran yang sangat penting, apalagi dikombinasi dengan rudal AIM-120C menjadikan F-22 dapat melihat dan menembak lebih dulu daripada Su-35. Hasil akhir menjadi jelas, bagaimanapun harus diakui F-22 lebih unggul tipis dibandingkan Su-35.

Author : Muhidin

https://www.facebook.com/muhidin.jepara
https://twitter.com/muhidinjkgr

  104 Responses to “Harus Diakui, F-22 Lebih Unggul dari Su-35”

    • Wah apakah q bermimpi sudah pertamax . Xixixi

      • Berapa sih harga F22. Anggaran 10 SU-35 1M USD, 850juta utang. Jadi SU-35 satuan 100jt. Keknya ud dpt F22 harga segitu.

        • Cuma dapet 3-4 unit doank hihihihi tapi F-22 gk di jual…

        • Beberapa tahun yang lalu USD 250 juta, mungkin sekarang bisa naik, karena tidak diproduksi lagi 😛 silahkan dibagikan saja sendiri 😀
          USD 850jt : USD 250jt

      • kalah dibanding F-22 raptor ga soal…; yg penting Su-35 hadir duluan di tanah air.; lainnya dipikir sambil ngopi..

        • WALAU F22 dapat mencium duluan, tapi tembakan rudal hanya dapat dilakukan saat target berjarak 90 km…. karena keterbatasan jangkauan rudal… Berarti F22 masuk dulu ke dalam Jangkauan Radar SU-35 untuk dapat menembakan Rudal. Seperti nya seri….

    • mantap nih…

      mimin… boleh request gak nih?
      mohon diulas Super Tukino lawan F-22 😀 ulas yg seadil-adilnya

      hehehehe…

    • Data lama mas…tidak Up to Date

      Radar F-22 sudah memakai versi terbaru perkiraan berjangkauan 500km untuk RCS 1m2
      Avionicnya juga telah diupgrade
      Apalagi kemarin catnya pun telah diperbarui
      F-22 sudah SUPERCRUISE di Mach 1.7 sehingga sangat menghemat BBM

      Su-35 belum Supercruise, apabila ingin mengejar F-22 dia akan mengaktifhan Afterburner yang sangat cepat menyedot BBM

      Su-35 masih memakai bagian tegak dan bagian RCS besar lainnya
      Meskipun memakai Cat penyerap radar, dia kurang efektif melawan AESA radar

      Su-35 memakai radar lama PESA, karena memakai pemancar tunggal sehingga mudah di jamming, dan tidak tahan lama karena kepanasan (over heating)

      Su-35 mudah tertangkap IRST atau rudal IR, karena panas knalpot nya tidak terlindungi, beda jauh dengan F-22 yang sangat terlindung

      Su-35 punya 12 cantelan, tapi bila dipakai semua, kemampuan Manuvernya melorot lebih dari 50%, jadi kalau dogfight paling hanya 4 cantelan yang dipakai
      berbeda dengan F-22 yang berada di dalam, sama sekali ngak ada hambatan angin

      Sekarang USA sudah membuat prototipe Rudal AIM-9 dan AIM-120 dengan mesin Ramjet

      Jadi jangan bandingkan F-22 dengan Su-35
      PAK-FA pun belum siluman penuh karena banyak bagian silumannya dikorbankan demi High-Manouver

      • Terima kasih infonya bung

        Memang SU-35 masih inferior dibandingkan F-22

        F-22 yang punya hanya AS notabene terkuat militernya se dunia, kalau kita beli SU-35 lalu manusia-manusia berpaspor Indonesia yang overproud ngarep bisa superior dibanding F-22 mending nyemplung ke laut

    • dukungan dan komunikasi dengan radar darat, gimana ya? apakah radar darat tdk mendeteksi F22?

  1. Pertarungan sebenarnya ada disuriah.bukan adu bacot antar pengamat. dan silahkan nilai sendiri pemenang perang suriah hehe

  2. Macam cihhh

  3. SU35 pilihan terbaik Negara indonesia ,, ketimbang rafael ,typon , tejas , f16 dan saab !!!

  4. Yang penting jangan beli alutsista buatan china barang hasil jiplakan dan belum teruji di pertempuran…percuma beli harga murah tapi cuma dipakai 2-5tahun sudah rusak dan terbakar

  5. kalo saya sih maklum aja …emang harga udah beda..ga usah muluk muluk…yg penting pesawat pensiun segera diganti..lengkap tentengannya….

  6. Bagaimana dengan kelebihan F22 pada radar AN/APG77? Tdk disebutkan, padahal Radar tsb dapat mengurang resiko terdeksi oleh RWR musuh, atau bahkan sangat sulit untuk dideteksi oleh RWR musuh
    Dn bukannya F22 juga memiliki LPI yg sangat kuat?
    lalu bagaimana dengan kemampuan stealth F22? Bukannya F22 juga memiliki Low IR Signature?

    • mungkin ada ulasan bagian kedua nnti bung @Jef 😀 hahah

    • Gua kira ni F-22 internal bay / kantong senjatanya 6 ternyata cuma 3

    • RCS Su35 juga sekitar 1-3m2, itu artinya radar F22 mampu mendeteksi Su35 dari jarak 230km. Tapi untunglah ada Jamming knirty, yg pastinya mampu mengibuli radar F22, jd mungkin F22 akan secara “pasti” mendeteksi dan mengunci su35 dari jarak sekitar 50km.

      lalu bagaimana su35 mampu mengunci f22?
      Dari data yg saya baca, su35 mampu mengunci f22 dari jarak 46-74km (tergantung posisi)

      Dan yg kemudian jd penentu adalah rudal, jumlah rudal yg dibawa su35 jauh lebih bnyk dari f22

      Tapi sejak dulu ada yg mengganjal hati saya, apakah AIM20 mampu menembus sistem ECM Su35? Ternyata Ya. AIM120D dilengkapi dengan “X-Band” antenna. Yg membuatnya kebal jamming dan memiliki NOZ hingga 45km. Sedangkan R77 hanya 20km.

      Jd menurut saya, F22 memang unggul dari Su35

      @analisa_asal2an

      • @Jef

        F-22 tidak memiliki radar dibagian samping, sehingga F-22 tidak boleh bergerak mengindar lebih dari 90 derajat dari jalur lintasan rudal yang telah ditembakkannya, apalagi berputar 180 derajat.

        Tanpa radar seperti itu, sebuah pesawat F-22 harus tetap menunjuk ke arah pesawat musuh, berarti semakin mendekati setiap rudal musuh yang mungkin diluncurkan.

        Artinya F-22 harus melihat dengan mata kepala sendiri lawannya hancur baru bisa memilih sasaran lain (kecuali beberapa sasaran ada di depannya, bukan disamping apalagi dibelakangnya).

        • Repot dong, bung mod. Lgsg aja kirim 4 rudal bvr, pasti pilot su-35 lgsg spot jantung.

          • Hahahah… emang F-22 bisa angkut berapa banyak rudal BVR? 😀 emangnya Su-35 yg patroli cuma 1 ya?

          • Bung @Lingkar. Jika bung beranggapan bahwa su35 yg patroli bukan cuma satu, maka berarti F22 juga gerombolan donk? Ditemenin sama F35 dan sahabat sejatinya F15

            Masalah rudal, F22 mampu angkut 6 rudal AIM120 BVR, dan 2 Rudal AIM9X WVR

          • Nah, itu dia harga 1 F-22 = 3 Su-35

            Pastinya Su-35 ditemeni Su-30SM dan Su-27 😀 jadi gak main sendirian 😀 hahaha

            Maksud saya, kemampuan AS kerahkan 10 F-22 bisa aja Rusia kerahkan 30 Su-35 (buat imbangin harganya lho)

          • Tapi tentunya tdk hanya 10 F22 bung, pastinya akan ditemani 20 F15 (untuk mengimbangi jumlah) 😆 😆 😆

          • Hmmm, ternyata bung momod, manggil bekingan Su 30 dan Su 27, xixixi
            Gapapa, klo gitu saya juga panggil bekingan, cukup drone aja.
            Kirim 2 rudal utk 1 pesawat, abis itu lgsg kabur, biar drone aja yg memandu rudal bvr tsb. Kalau F-22 bisa membawa 6 rudal bvr berarti total ada 3 pesawat yg mungkin jatuh.

          • @F16.
            Dari data/info yg saya baca, setidaknya butuh 4 Rudal AIM120D untuk menjatuhkan su35, karna system jamming Su35 yg begitu kuat, maka akan membuat PK dari aim120 melemah

          • Rudal skrg kan lincah2. Dan sulit utk dihindari.
            Cara yg paling aman ya kabur. Cari tempat sembunyi.

        • Karna saya kurang tau, boleh dibabar kenapa F22 tdk boleh keluar dari jalur lintasan rudal yg ditembakan? Lalu kenapa F22 harus Mengikuti jalur lintasan rudal yg ditembakannya? Mohon dibabar penjelasannya bung, supaya tambah rame 🙂

          • masalah radar dimilikinya bung, tidak bisa mendeteksi di sisi kiri dan kanan pesawat 😀

            saya tadi baca disini koq

            http://nationalinterest.org/blog/the-buzz/russias-su-35-fighter-has-key-edge-over-americas-f-22-19073

          • Klo di gim fire n forget, rudalnya nyampe sendiri ke arah musuh, sedangkan di dunia nyata, ada namanya mode aktif. Jdi rudal harus dibimbing ke target supaya akurat. Setelah sudah agak dekat, baru rudal menyalakan mode aktifnya.

            Two way itu maksudnya, pesawat lain bisa membimbing rudal tsb, tanpa si penembak mengarahkan moncongnya ke target.

          • Thanks link-nya bung 🙂

          • sama-sama bung @Jef, meski demikian emang utk saat ini saya juga masih pegang F-22 yg lebih unggul, meski begitu kita juga harus mengetahui hal-hal yang bisa menjadi dinamika dlm sebuah pertempuran.

            Semua tergantung pada siapa yg lebih dulu menyempurnakan tunggangannya…

            apalagi saat ini F-22 juga sedang upgrade perangkat lunak, ditambah cat penyerap radar baru

          • @F16.
            Nah itu dia. AIM120D kan sdh dilengkapi Two-way datalink. Jadi bisa saja yg mengarahkan adalah pesawat lain selain si penembak (F22)

          • Klo target sudah hancur otomatis rudal yg masih hidup akan self destruct.

            Don’t worry be happy.

      • Saya ralat, aim120D tdk sepenuhnya kebal jamming 😆 tapi aim120D juga sdh dilengkapi sistem Home-on-jam (HOJ) jd
        Meskipun kena jamming, itu tdk akan terlalu berpengaruh pada Aim120D (meskipun mungkin akan mengurangi PK 🙂 ), dan juga Aim120D sdh memakai system Two-Way datalink.

        • Makanya negara maju pake dekoi yg serba guna, kaya ALE-50 yg ada disayap gw. Hehe

          Jdi klo beli pespur, beli yg ada smart decoynya.
          Saab juga mau pakai britecloud utk dipasang di grippen enjinya.

    • Tpi Raptor saat ini belum combat ready, dan harus secepatnya di upgrade. Krn yg selama ini yg dimanjakan itu F-35.

  7. Maksa banget harus wajib mengakui kalau F22 raptor adalah yg terunggul hihihi

    • bahasa “sales” 😀

    • TNI sudah paham mana yg dibutuhkan utk Indonesia, jadi tidak mungkin beli F35 atau F22 (tidak dijual ke negara lain yg bukan sahabat kental), yg dibutuhkan Indonesia adalah penjaga atau polisi udara yg rajin sweeping dan tentunya krn “polisi” harus memperlihatkan diri bukan kayak siluman (copet, maling,begal) karena hal tsblah maka butuh pesawat yg garang, bisa menjangkau jauh, BBM lebih murah dari F35 dan F22.

      Jadi yang tepat adalah Su35, sebagai “polisi udara” bukan pesawat penyerbu penyerang penjajah ke daerah musuh, apalagi Indonesia negara non blok, jika beli F35 disamping harganya mahal juga perlu bikin perjanjian khusus lagi sebagai “Teman dekat” dgn seabrek poin2 yg harus disetujui.

      Apalagi kita bukan dalam posisi sedang perang, walaupun kita bisa beli banyak pesawat tetap harus ditunda sampai tahun 2022 karena diperkirakan setelah tahun 2022 akan muncul teknologi baru, setelah 2022 kita baru beli banyak peralatan perang. dan apapun pesawatnya yg dibutuhkan dalam perang adalah munisi nya baik itu berupa bom, peluru, rudal dll, sebagai contoh adalah KORUT negara kecil tapi tidak dipandang sebelah mata oleh USA, karena korut punya Rudal dan bom nuklir yg bisa diumpetin di kapal selam nya yg konon kasel nya berjumlah 50 buah.

  8. Noh dengerin kepala suku, wahai sales dan fan boy rusia.
    Kepala suku warung ini sudah bilang F-22 is the king dengan apg-77nya, apalagi dgn kemampuan stealthnya.
    Su-35 diuber 4 rudal BVR juga udah kelar hidupnya.

    • Bang bangga amat sama F22 punya negeri orang, harusnya bangga sama F16 kita yg kepleset kulit pisang di iswahyudi. Dia jasanya keren loh, ngusir F/A-18 punya negri asalnya. Jadi ngapain banggain alutsista negara lain.

    • nanti kalau mau tahlilan bisa panggil si Tejas buat pemimpin doanya

    • Yang penting “hanya” unggul tipis…Lagian Kalo beli F22 juga gak bisa,kalaupun bisa apa kita mampu…Semampunya aja deh..Berarti juga gak salah pilihan TNI AU..Makanya pembelian Sukhoi dari dulu tidaklah gampang(kalo dari pembanding diatas memang hebat)…Selain itu Harga terjangkau..Wajarlah..Kalo Russia pelit TOT,Kalo dari pembanding diatas..Teknologinya hanya “tipis”dibawah F22…

  9. beda kelas,tapi boleh di uji

  10. Jika 10 unit su35 milik tni au sdh tiba dimari, judulnya mau ga mau hrs dirubah….
    “Harus diakui, su35 super flanker mampu mengungguli kehebatan f22 raptor”…bgmnpun milik sendiri hrs dipuji dan krn kita yakin bahwa su35 tidak gentar dgn f22 raptor milik as….

    • Klo yg datang Tejas atau JF-17, gimana.
      Xixixixi

    • memuji juga harus pake akal bung

      klau kepaksa pake sayap delta juga bisa

    • Sabar bung, nanti diatur dulu bareng AS agar bisa dibuat simulasi tempur F-22 vs Su-35 ya 😆 tapi sebelum itu, bakal ada Su-35RI vs F-15SG, trus Su35RI vs F/A-18 Australi, ada juga Su-35RI vs F-35A Australi 😀 dan masih banyak lagi, termasuk vs Super Tukino, vs F-5 dan macem-macem deh… biar bisa memenuhi rasa penasaran para warjag disini 😆 hehehe

  11. lebih gahar tejas dari f22 dan su 35 hi.hi kabuur

  12. SU35….mimpi buruk tetangga…f22 utk sekutunya mamirika jg di pilih2 utk di jual….apalagi untuk indonesia….no no no nooo…SU35 wajib hukum nya….hihihi…dengar berita tentang su35 malam nya lgsung bikin mimpi basah…?

    • F-22 gak ditawarkan ke sekutunya AS lagi, dulu prnh ada yg ditawarin, itupun UK, tp sayangnya UK gak minat 😛 hahahha

  13. Tes

  14. pakai super tucano 2 skuadron nyerang kamikaze kapal induk yang isinya 60 f 18, 4 seahawk, dan 4 ec 2 hawk eye tenggelam se kru kapalnya #hanyaguyonan

  15. ane mau tanya bung.. kenapa pesawat f22 gag dijual ya?

  16. 1 S siluman F-22 vs SU-35 , 1-0
    2 S menufer F-22 vs SU-35 , 0-1
    2 S sonik. F-22 vs SU-35 , 0-1
    3 S informasi F-22 vs SU35 , 1-0
    S++ jumlah rudal 8 vs 12
    S++ tanker 400 ltr. vs 600 ltr.
    jelas di medan tempur SU-35 unggul jumlah rudal dan daya jlajah, tentu SU-35 lah pemenangnya..

  17. Mending beli gripen-E tiga skuardon minta TOT radar AESA sama minta rudal mateor buat ifx lumayan buat saingan f-15SG singapura pasti halus

  18. Internal bay dan rudalnya apa gak kedeteksi saat mau nembak.

  19. Hanya SU-35 harapan kita saat ini tuk menghadapi F22 dan F35 AS&Australala!

  20. Judulnya kita ganti “Harus Diakui,Su-35 Lebih Unggul dari F-22

  21. kalo susan dibandingin sama fikri dan anggaplah fikri lebih baik, ya wajar ajalah… orang susan lahir dari generasi ke 4 fikri lahir dari generasi kelima…sama aja dengan ngebandingin sepedah sama motor kalo balapan menang motor. ini mah namanya bukan berita :D:D:D:D tapi kalo balapan antara sepedah sama motor dan dimenangkan sama sepedah…nah ini baru berita :D:D:D:D:D:D

  22. Gini sodara2,, F22 dg radar AN/APG 77nya udah bisa deteksi Su35 yg RCSnya 1 m3 dari jarak 193 km tapi karena AAW yg dibawa masih AMRAAM C7 ( kalo pake AMRAAM D baru menang, jangkauannya bisa 120 km) maka baru bisa nembak Su 35 dari jarak 90 km. Nah, Su 30 pake Ibris E & IRST bisa detek F22 juga dari jarak 90 km dan punya R 77D yg jangkauannya 200 km. otomatis secara teori, keduanya bisa saling liat dan saling nembak dari jarak 90 km. Kecepatan R77D lebih bagus dari AMRAAM jadi waktu yg perkenaan rudal R77D lebih cepat kena daripada AMRAAM D. Dalam strategi tempur, R77 D belum fire & forget jadi Su35 tetep harus ngarahin rudal sedangkan AMRAAM sudah fire & forget (rudal AAW terbaru Rusia udah dibuat fire & forget) jadi F22 udah bisa kabur sebelum ditembak. Namun, Su 35 punya pod Knirby yg bisa melumpuhkan rudal, belum termasuk flare jadi butuh 4 AMRAAM buat nembak dg tk keberhasilan sekitar 30-40%. Kalo mau berhasil, F22 harus nembak semua rudal AMRAAM yg jumlahnya 6. Probabilitas bisa naik jadi 60%-70%. Cara terbaik bagi Su 35 buat ngadepin salvo 6 rudal adalah begitu dilock langsung balik kanan, maen knirby, manuver dan flare. Begitu bisa lepas, giliran F22 yg jadi sasaran buruan. Dikejar R77D bisa sangat berbahaya karena F22 gak punya pod/pengecoh kayak knirby. Kalo dipaksa dipasang pod seperti milik F15 SG maka kemampuan silumannya bisa berkurang. Estimasinya bisa sampai 130-140 km kalo didetek pake Ibris E. Paling aman adalah pake AMRAAM D yg jangkauannya bisa 120 km dan dijarak itu Su35 belum bisa deteksi F22. Disinilah pengambilan timing penembakan, kondisi cuaca dan geografi bermain. Kalo tepat, walo Su 35 punya knirby tetep bisa ditembak jatuh. Kesimpulan: Jika pake AMRAAM C7, F22 VS SU 35 : 1:1. kalo pake AMRAAM D, perbandingannya 1:2 (Su 35 sudah dengan Knirby).

    • @Putra. Jangkauan AIM120D itu 160km

      Tapi meskipun punya rudal yg jangkauannya 160km. F22 Tetap saja tdk akan bisa mengelock su35 dari jarak sejauh itu, karna jamming knirty bisa memberikan Target palsu kepada F22

  23. Komennya masuk gak ?

  24. Aaahh.. nulis konen capek2 malah gak masuk..

  25. sudahlah,,
    F22 memang beda kelas..

    tapi untuk saat ini SU35 BM tepat bagi Indonesia…

  26. kualitas hanya bisa diimbangi dg kuantitas yg anti embargo. ini bs tercapai jika inhan mandiri dalam 3 hal permesinan, rudal dan radar.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)