Jun 272018
 

JakartaGreater.com – Angkatan Udara Nigeria atau Nigerian Air Force (NAF) pada hari Senin, mengatakan telah mencatat terobosan yang sangat signifikan dalam penelitian dan pengembangan (litbang) dengan reaktivasi Communication Control Unit (CCU) dari jet pelatih tempur, seperti dilansir dari laman Vanguard.

Perkembangan itu, menurut pernyataan dari juru bicara Angkatan Udara, Marsekal Udara Olatokunbo Adesanya, merupakan prestasi besar dalam hal penelitian dan pengembangan pada layanan tersebut.

“Hasil penelitian dan pengembangan ini termasuk reaktivasi Unit Kendali Komunikasi (CCU) dari versi pelatih pesawat tempur F-7Ni”, tambahnya.

CCU, menurut penjelasan pernyataan itu, “memungkinkan instruktur pilot dan peserta pelatihan untuk dapat saling berkomunikasi satu sama lain dan menara kontrol pada saat melaksanakan misi pelatihan”. Permasalahan pada CCU itu telah mengakibatkan grounded pesawat sehingga menghambat pelatihan pilot pesawat tempur.

“Biasanya, diperlukan waktu minimal sekitar 10 bulan dan biaya yang cukup besar dalam pertukaran valuta asing untuk perbaikan CCU tersebut. “Namun, melalui kepandaian dan ketekunan para insinyur serta teknisi NAF di Pusat Kalibrasi Central Avionics Overhaul yang baru-baru ini didirikan, CCU yang rusak dapat diperbaiki secara lokal hanya dalam waktu satu minggu saja”, tambah pernyataan itu.

Adesanya menambahkan bahwa “Angkatan Udara Nigeria (NAF) telah mencatatkan rekor terobosan baru dalam upaya litbang (R&D) yang mengarah pada peningkatan lebih lanjut dari kemampuan perawatan pesawat.

Ini menjadi jelas ketika Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal Udara Sadique Abubakar, mendampingi Ketua Komite Senat Samson Okwu, mengunjungi berbagai unit NAF di Makurdi pada tanggal 23 Juni 2018.

Komandan CAOCC NAF, Kapten Osichinaka Ubadike, saat memberikan pengarahannya di hadapan Okwu, CAS dan perwira senior, menyatakan bahwa CCU FT-7Ni dapat diperbaiki dengan biaya lebih murah daripada diperbaiki di luar negeri.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa prestasi lainnya oleh Teknisi Air Defense Group (ADG) 101, di mana Head-Up Display (HUD) kokpit depan yang berupa layar CRT dari pesawat F-7Ni telah diganti dengan layar LCD seharga 100.000 Naira atau sekitar $ 278, dibandingkan 80 juta Naira atau sekitar $ 200.000 bila memesan unit yang sama dari luar negeri.

Kapten Penerbang Precious Amadi, Panglima ADG 101, didampingi salah satu petugasnya, kemudian melakukan uji terbang dan melakukan sejumlah aerobatik dengan pesawat latih FT-7Ni untuk menunjukkan hasil dari perbaikan/modifikasi pada sistem pesawat.

Pada Group Engineering 131, Komodor Udara Pius Oahimire, mengungkapkan pula bahwa Peralatan Bengkel Mesin yang baru saja diaktifkan kembali telah membantu memodifikasi tempat baterai pesawat tempur F-7Ni.

Sebelumnya tempat baterai selalu rusak setelah digunakan selama satu tahun sehingga membutuhkan waktu tunggu yang signifikan untuk penggantian baterai dari vendor luar negeri.

Namun, teknisi dapat memodifikasi tempat baterai dengan membuat aksesoris yang akan memungkinkan penggunaan baterai yang ada di Nigeria, sehingga bisa mengurangi biaya dan waktu.