Oct 072014
 
Helikopter AH-64 Apache Longbow.

Helikopter AH-64 Apache

SURABAYA — Modernisasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI terus dilakukan. Untuk TNI AD, dalam beberapa tahun ke depan akan diperkuat helikopter AH-64D Apache Longbow. Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, pengadaan helikopter serang buatan Amerika Serikat tersebut segera memperkuat jajaran TNI AD.

“Apache, sudah berjalan. Uang muka sudah ada, uang cicilan sudah ada. Sudah kontrak, semoga terpenuhi pada 2019, sebanyak delapan unit,” ujar Moeldoko di Markas Koarmatim pada akhir pekan lalu.

Menurut dia, pengadaan helikopter AH-64D Apache Longbow sudah masuk ke dalam rencana strategis (Renstra) II pada 2015-2019. Dia berharap, pemerintahan baru nanti ikut mendukung penguatan alutsista TNI. Dengan begitu, lima tahun lagi delapan unit helikopter serang terbaik di kelasnya itu bisa semakin meningkatkan daya gentar TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI.

“Apabila pemerintahan baru tidak mengubah kebijakan. Kalau dilanjutkan terus, ini bisa dipenuhi,” kata mantan kepala staf Angkatan Darat (KSAD) itu.

Moeldoko juga menyinggung bakal terjadi pergantian pesawat F-5 Tiger milik TNI AU. Menurut dia, jet tempur buatan negeri Paman Sam itu sudah tidak layak pakai lantaran teknologinya sudah ketinggalan zaman. Karena itu, sedang dikaji oleh Mabes TNI AU beberapa pesawat sejenis yang akan dibeli dalam waktu segera untuk menjaga wilayah udara Indonesia.

Moeldoko menyatakan, terdapat tiga opsi sebagai pengganti F-5 Tiger, yaitu pesawat buatan Rusia, Swedia, dan AS. “Untuk udara, ada pengajuan penggantian F-5. Sukhoi Su-35 menjadi pilihan pertama, Saab JAS 39 Gripen pilihan kedua, dan pesawat F-16 pilihan ketiga,” kata mantan wakil gubernur Lemhannas itu.

Sedangkan untuk TNI AL, Moeldoko menyebut, saat ini sedang dilakukan pembuatan tiga kapal selam Changbogo buatan Daewoo Shipbuilding, Korea Selatan. Karena dilakukan transfer of technology, maka satu kalap selam dibuat di PT PAL. Dia mengharapkan, rencana itu berjalan sesuai target dan 2017, tiga kapal selam baru bisa memperkuat jajaran TNI AL.

“Saya yakin kemampuan TNI di kawasan semakin diperhitungkan, walapaun baru 30 persen dalam konteks MEF (minimum essential forces), perubahan ini sangat signifikan. Kalau kapal selam datang, pasti memiliki daya gentar,” ujar Moeldoko. (www.republika.co.id)

  136 Responses to “Apache dan Su-35 Segera Perkuat TNI”

  1.  

    PENGHANCUR F35 YA SU35 LAAH.., MOSOK KAPAL UNYIL..

    •  

      Ada kasus begini, teman2 selalu mengaku bahwa pilot kita lebih hebat dari pada pilot tetangga. Kalau saya lihat sukhoio tetangga lebih bagus dikit dalam hal aplikasinya dibanding kita. Jadi jangan pernah berburuk sangka dulu bung, karena itu belum terbukti. Lebih baiklow profile dan perbanyak radar itu yg sangat diperlukan, radar2 menarik (anti-siluman) sudah mulai bermunculan.

  2.  

    SU35 lebih tepat menggantikan F5 kita. Selain karena faktor ancaman dan kondisi geopolitik sekitarnya yg sudah mempunyai pesawat generasi mutakhir spt F35 dan F15, juga para penerbang kita sudah familiar dgn pesawat sukhoi. Masalah TOT memang kita harus fight bernegoisasinya karena itu merupakan amanat undang-undang, tapi bila kondisi memaksa sebetulnya kita memang harus membelinya. Seperti pembelian apache saja kita tidak ada TOTnya.

    Grippen, menurut saya tidak perlu dipilih karena kelasnya dibawah F16 kita, termasuk kelas light fighter dan bahkan menurut saya sekelas dengan pesawat T50 korea yaitu pesawat latih. kita perlu pesawat penggentar sekaligus penyeimbang di kawasan jangan sampai pesawat F35 australia bisa wara wiri lagi di langit nusantara,

  3.  

    Sebagai orang awam, heran saja kenapa masih mempertimbangkan F16. Sebagai alutsista penggentar, F16 sama sekali tidak menggentarkan bagi sonotan,sonora dan si upil. apalagi tidak dikasih aim 120 (pembelian aim 120 utk f16 hibah saja dipersulit, entah sudah disetujui apa belum, colek sesepuh). kalau sidewinder kayaknya dikasih.
    Jadinya Ibarat pendekar pedang tapi bersenjata belati.
    Podo2 ngetokne duwit akeh, sing sangar pisan opo’o cak. xixixixi.

  4.  

    Se7 bung masjanto, mau beli mainan canggih atau senjata ampuh, kalau mainan bisa bikin geli, kalau senjata ampuh bisa bikin gentar. xixixixi.

  5.  

    Sebagai newbie…saya sgt menikmati forum diskusi ttg SU 35 ini..bagi saya segala kekurangan dan kelebihan semua pilihan yg ada kalau dirangking berdasar Spesifikasi radar, senjata, harga, maintenance, daya tahan, daya gentar, tetap SU-35 pilihan terbaik…mgkn kekurangannya ada di umur frame dan maintenance-nya yg Waaww…tapi itu tdk seberapa dengan poin-poin kelebihannya yg dimiliki SU 35, mnrt saya jg percuma pny Pespur tp kl mudah di lock asing, sekalian yg Herder..walaupun baru punya sedikit..yg penting Nakutin yg mau sembarang lewat tanpa permisi……

  6.  

    selamat datang flanker E, tapi ngumpet dulu di brunnei

  7.  

    Semoga pilihan jatuh ke su 35 karena su 35 sudah dilengkapi radar canggih l band dan x band yg mampu melacak pespur siluman dalam jarak 90 km

  8.  

    dari komen 2 di atas,, saya pribadi dpt mengambil ksimpulan su 35 pilihan yg paling tepat utk Indonesia saat ini, dgn melihat potensi ancaman kawasan dan adanya masalah di kontestan no 2 serta potensi embargo pd no 3,,

  9.  

    Klo sya gk salah rafale deh bung bkn’y tipon…

  10.  

    Ooh ternyata yg dipublikasikan nanti adalah Sukhoi- Su-35 s super flanker to ??? Rafale (baru)dan Typhoon (ex AU Jerman ) jadi barang ghoib to ???

  11.  

    Artinya…….ketiganya tetap dibeli !!! Tapi hanya Su-35s yang diumumkan resmi sebagai pengganti F-5E/F Tiger II . Rafale dan typhoon (ex AU Jerman) gak jadi dipublikasikan alias jadi pesawat GHOIB !!

  12.  

    Kumpulan pesawat ghoib di sini : Rafale, Typhoon,Su-34 Pylatyus/Fullback, Tu-22M3 Backfire dan The Last But Not Least Sukhoi PAK FA ( datang paling akhir).

  13.  

    Klo mmg mngakuisisi su35 sdh mjdi program resmi kemenhan n tni ane brharap nantinya tu pespur kbradaannya tdk digoibkn, jadi hrs ditampakkn didpan rakyat. Biar rakyat mrsakn kbnggaan dijaga dg alutsista trbaik yg dmiliki para hulubalang nusantara. Klo ttp dsembunyikn ya sm aja rakyat gk tau apa2. Klo soal jumlh sich gpp dirahasiakn wlpun cm 6biji hrs ada yg di realis ke media biar sonora sonotan au klo indonesia tdk bs diprmainkn mrk.

  14.  

    Percuma kalau beli SU35 tp gak di backup dgn medium dan long SAM sekelas S400 buk-ME dan pantsir apalagi beli pespurnya ketengan termasuk rudalnya. saya lbh memilih memperkuat radar2 dan pertahanan udara sekelas S400 puluhan baterei dan pantsir, dibanding membeli beberapa biji pespur SU35. moga2 anggaran MEF2 hanud kita sdh mendapatkan medium dan long range SAM.

 Leave a Reply