May 272012
 

AS 550 Fennec

Selain memesan 8 unit AH 64 Apache, TNI AD terus memperkuat skuadron helikopter dengan berencana mendatangkan AS 550 Fennec multi-role helicopter, untuk mendampingi MI-35, MI-17.

Mesti berbadan kecil dan single engine, namun varian terbaru AS 550 Fennec sangat mematikan. Helokopter AS 550 C2 dilengkapi HeliTOW sighting system dan TOW anti-tank missiles.

HeliTOW sight ini, dipasang di atap helikopter untuk menyuplai: direct view optics, day and night vision serta laser rangefinder.

Untuk persenjataan serang darat, AS 550 C2 Fennec mengusung 7 misil x 2 roket launcher Forges de Zeebrugge atau 12 x 2 roket launcher Thales Brandt 68mm.

Fennec juga bisa membawa empat rudal anti-tank seperti BGM-71 TOW atau anti-pesawat (air to air missile). Bahkan varian AS 555 SN, mengusung torpedo sebagai anti-submarine warfare.

AS 550 Fennec


Persenjataan lainnya adalah: Senjata mesin Giat 20mm tipe M621, FN Hershal twin 7.62mm dan 12.7mm machine gun pod. Sistem surveillance dan observation-nya menggunakan Forward-looking infrared (FLIR), optical cameras dan Spectrolab SX 16 searchlights.

Heli ini juga bisa menggunakan Radar warning receiver Thales Detexis EWR-99 dan countermeasures Alkan ELIPS.

Fennec PT DI

Helikopter AS 550 Fennec untuk Angkatan Darat, akan diproduksi PT Dirgantara INdonesia (PT DI). Saat ini, PT DI sedang mengembangkan dua helikopter baru untuk menggantikan NBO 105 yang produksinya bakal berakhir.

“Kedua jenis helikopter yang akan diproduksi adalah Fennec dan Ecureuil. “Kami sudah menandatangani kerjasama lanjutan dengan Eurocopter”, ujar Juru bicara PT DI, Rakhendi Triyatna.

“Produksi helikopter terbaru Fennec (militer) dan Ecureuil (sipil) bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar di dalam negeri terutama untuk TNI”, ujar Rakhendi Triyatna.

Selain untuk kebutuhan dalam negeri helikopter Fennec dan Ecuirrel akan dipasarkan ke berbagai negara. Pengguna helikopter Eurocopter AS 550 Fennec antara lain: Militer Malaysia, Singapura, Thailand, Royal Australian Army, Angkatan Darat dan Udara Brasil, Angkatan Darat Denmark, Perancis, Uni Emirat dan Pakistan.

Helikopter AS 550 diproduksi oleh Perancis serta lisensi untuk Brasil, China dan Indonesia.

Hingga saat ini 3150 helikopter Fennec telah dipesan pembeli dari 70 negara dan 2500 diantaranya telah dikirim.

Helikopter ini mampu 6 penumpang berikut persenjataannya. Fennec memiliki automatic direction finder (ADF) dan distance measuring equipment (DME). Dalam operasinya pilot akan dipandu oleh dual layar LCD yang menampilkan sistem senjata dan engine parameter.

AS 550 dilengkapi single Turbomeca Arril 2B engine, yang mampu menyediakan 632 kW untuk take-off power. Kecepatan maksimum 287km/jam, jelajah 258km/jam dan mampu terbang 4 jam lebih.

Pada tahun 2005, Pasukan Denmark menggunakan helikopter Fennec untuk mendukung pasukan mereka di Irak.

Selain helicopter Fennec, PT DI juga bekerjasama dengan Eurocopter, Perancis untuk memproduksi helikopter EC 725 dan EC 225. Namun untuk dua jenis helikopter ini, PT DI hanya membuat badan dan ekor helikopter. Sedangkan perakitannya dilakukan oleh Eurocopter di Perancis. (Jkgr).

  One Response to “Helikopter AS 550 Fennec untuk Penerbad”

  1. Bung pesawat baru PT Dirgantara Indonesia, pesawat atau heli militer pesanan tni itu sudah include dgn persenjataannya apa blm? Nanti waktu dikirim ke kemhan/TNI

 Leave a Reply