Jun 162014
 
Ujicoba helikopter EC725 membawa rudal Exocet (photo: eurocopter).

Ujicoba helikopter EC725 membawa rudal Exocet (photo: eurocopter).

Tim khusus dari Helibras dan Airbus Helicopter menguji coba prototipe helikopter EC725 Cougar yang membawa rudal anti kapal permukaan dipasang di kedua sisi helikopter.

Rudal Exocet AM39 ini akan melengkapi 8 dari 16 helikopter EC725 milik Angkatan Laut Brazil, yang merupakan bagian dari kontrak pengadaan 50 helikopter EC725 yang ditandatangani oleh Menteri Pertahanan Brazil untuk keperluan tiga korps militer Brazil.

Ujicoba ini telah melibatkan 20 penerbangan di Marignane dalam periode satu bulan, sejak April 2014.

Ujicoba EC725 Brazilian Navy, mengusung rudal Exocet (photo: eurocopter)

Ujicoba EC725 Brazilian Navy, mengusung rudal Exocet (photo: eurocopter)

Ujicoba dilakukan dengan membawa senjata berat 700 kg per rudal dan merupakan hal yang langka, membutuhkan kordinasi dan kolaborasi yang kuat dari sejumlah departemen, termasuk: persenjataan, struktur, integrasi, komputerisasi, aerodinamik, beban, vibrasi dan uji penerbangan.

Ujicoba untuk mengevaluasi kinerja dari helikopter dalam phase penerbangan kritis. Level getaran, kualitas handling dan performanya dievaluasi serta menguji struktur aerodinamik beban helikopter.

Helikopter ini terbang dipasang sensor instrumen dan accelerometer untuk mencatat dan merekam hasilnya, yang akan membantu tim enginer Helibras dan Airbus Helicopter bergerak ke tahapan berikutnya dari sistem integrasi dan pengembangan helikopter EC725 versi Angkatan Laut.

Helicopter EC725 membawa sejumlah alat sensor, untuk menguji kinerja helikopter yang membawa rudal Exocet

Helicopter EC725 membawa sejumlah alat sensor, untuk menguji kinerja helikopter yang membawa rudal Exocet

EC725 TNI AU
TNI Angkatan Udara sendiri berencana menambah Skadron baru di Jawa Barat yang akan diisi helikopter Eurocopter, EC725 Cougar.

“Skadron 9 adalah sebagai skadron baru berkedudukan di lanud SDM Subang/Kalijati dengan kekuatan 16 pesawat cougar full combat,” ujar Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto, pada tahun 2013 silam.

Untuk membentuk satu Skadron, Hadi menuturkan, TNI AU akan memesan kembali pada renstra berikutnya. Pada Maret 2012 TNI AU menandatangi kontrak pembelian 6 helikopter multi-role EC725 dengan Eurocopter melalui PT. Dirgantara Indonesia. Ke-enam heli akan selesai pada 2014.

“Rencana menjadi kekuatan skadron udara 9 lanud SDM, akan tiba secara bertahap pada tahun 2015 dengan kekuatan satu skadron,” tambah Jenderal bintang satu ini.

EC 725 Cougar (photo: http://mxsecurity.files.wordpress.com)

EC 725 Cougar

Helikopter buatan Prancis ini merupakan pengangkut jarak jauh dengan menggunakan mesin ganda yaitu 2x Tubomeca Makila 1A4 tuboshafts. Helikopter generasi terbaru ini bisa mengangkut 29 penumpang dan 2 kru.

TNI AU akan mempersenjatai heli multi fungsi ini, namun untuk tipe senjata akan disesuaikan sesuai kondisi dilapangan. “Karena helikopter tersebut juga sebagai unsur pam (pengamanan) pada operasi SARPUR (Safe and Resque Tempur) sehingga dipersenjatai,” tutup Hadi. (Eurocopter / Jalo).

Bagikan Artikel :

  141 Responses to “Helikopter EC725 Naval Version”

  1. siapa duluuan

  2. ayo yang kedua siapa

  3. ketiga juga siapa

  4. 3

  5. Pertamax…..salam bung diego..

  6. 1 ska tiap kogabwilhan

  7. sips dah…

  8. Jiaah ko lima..slam jg wat warjag smua…yg pling ane hrap slama ini gandiwa terbang dilangit RI.. apa daya mimpi itu msih jauh..

  9. Sambil jualan ayam di pasar, menyimak JKGR.

  10. Heli dipasangi rudal buat hantam kapal permukaan ko kayaknya gmana gtu ya…apa bisa segesit pespur..kecuali bwaanya dah bisa bvr..kayaknya lbh cucok buat hantam musuh didarat deh..

    • Lha bukannya exocet konsepnya fire n forget? (habis release wahana pembawa lsg cikar kanan kabur karena nih rudal bs menjangkau sasaran OTH)

      Masalahnya emang heli rentan diserang pespur musuh yg CAP…kecuali kalo di kawal saat menyerang…tp gak seimbang kecepatan yg ngawal sm yg dikawal…makanya sy gak antusias dgn Apache kita yg katanya versi naval…gak efisien…keruan buat produksi CN series yg berkemampuan naval strikes…lha ini AD gaya gayaan mau ambil kerjaan AL…terlihat MEF kita tdk terarah dan terkesan asal murah dan hibah ya sudahlah…

      Rentan penggembosan musuh dlm selimut 😛

      • Masalahnya yg kpikiran jga gt bung whermacht…ga efisien..btw bung wermacht makananya apaan ya,di liat2 penuh dgn suapan strategi yg cukup maknyus..

      • Kalo yang di pelem air wolf gimana tuh bung werh
        Kan pake mesin jet ganda di kanan kiri bareng landing gear. Apalagi di pelem sixth day nya arnold keren banget. Hanya angan angan pingin punya tni gahar

        • Heli Yg di airwolf bukannya dauphin yak? Itu sih lebih kecil dari Cougar ato Puma…keberatan exocet dan sensor kalo pake dauphin…entah kalo pake C705

          • Itu bell 209 om wr heli executive yg di remodel

          • Bung rexaine…kebetulan lg baca kitab primbon ane he he…

            Itu heli bell 222A dgn no seri 47085 punya perusahaan jetcopter inc…setelah kontrak dgn film airwolf selama 79 episode dijadikan ambulans udara di jerman dan jatuh karena badai…

      • Setuju bung wermacht (susah banget nick-nya). Heli itu cucok nya buat support di darat/anti gerilya/anti tank. Kalo di laut ya perpanjangan radar utk kapur/saja atau Anti Kapal Selam gitu.

    • Bung Wehr, bung Freax dan bung IWOY, menurut teman ane yg saat ini di Perancis untuk versi Naval kita menggunakan AS 565 MBe. Sudah disiapkan 6 heli untuk anti-Ship modelnya seperti ini… 😀

  11. Sepaham bung !! Kayaknya harus nunggu saya super kaya dulu buat bkin nyata tu gandiwa,hehehe kagak bkal jadi2 kalau ngandelin tu pejabat2..somplak mentalnya

  12. Inovasi yg tiada henti,Lanjutkan…….!!!!

  13. Bagus juga ni heli

  14. Pengembangan heli tempur indonesia bgmana perkembangannya ya? Coba Colek bung jalo ah….,bung jalo bgmana bung,ada info enggak?

  15. Ini bukannya sesuatu yang lama? Saya pernah punya calender thn 80an dgn Photo Super Puma TNI AL menggotong tidal anti kapal exocet.

  16. Hebat bener fuselage buatan bandung bisa gendong macem2 nih

  17. berharap PT.DI mengembangkan heli NBO 105 versi besar seperti super puma tuk temani M17


  18. Bung Jalo bukanya super puma sudah mengotong rudal ini waktu namanya buatan IPTN/ PT DI
    mohon penjelasannya Salam & Trim

    • Tahun 1986 sudah pernah ditest AM-39 menggunakan AS-332 versi C oleh IPTN tapi ada sedikit masalah di struktur dan tingkat stres getaran. Dan sudah ada versi F yg digunakan Penerbal skrg yg strukturnya lebih kokoh, 😀

      • berarti……
        hehehehe
        menunggu saatnya bangsa ini merajai teknologi di suatu saat nanti

        • @ urakan
          kenapa harus menunggu..? lakukan sekarang..!
          karena sangat banyak pemuda pemudi bangsa ini yang pintar2,
          tapi mungkin mereka kurang di perhatikan oleh pemerintah.,
          ehhh dapat tawaran dari luar negeri..
          1 pertamanya dapat bea siswa
          2 keduanya di kasih pekerjaan dengan gaji yang baik. sesuai bidangnya
          3 ketiga di perbolehkan jadi warga negaranya,bila sukses dibidangnya
          4 akhirnya dibolehkan mengajak keluarganya menetap di luar negeri..
          5 hilang deh genius2 indonesia satu persatu

      • benar bung @jalo, IPTN dulu pernah coba tapi tdk lanjut & suksesnya di CN235Naval dipasang Harpoon 2 biji wing kiri & kanan

  19. absen dulu

  20. urutan 23 mungkin saya….apakah varian klewang berikutnya dilengkapi landing dock untuk menampung helikopter jenis ini…ya

  21. Setahu saya PT DI lebih dulu experimen nyantolin Exocet ke heli super puma tapi kurang dapet respon nah sekarang ilmu itu diangkat sama pihak asing, sekarang baiknya heli bikinan PT DI dicantolin sama yakhont aja buat nenggelemin kapal ampibi serang punya australi

  22. Masalah balance of gravity nya gimana ya klo satu rudal launched..secara sebiji aja berat banget dan pengaruh ke performance cougar itu sendiri..kecuali salvo..aman deh.. :mrgreen:

  23. katanyasih urusan mesin kurang kuat bung tapi ya ngga tau juga

    • Bung Freaxout, masalahnya di user bukan di pengembangannya. Dulu pernah mau dirakit tapi kalau tidak ada yg beli kasihan PT DI rugi jadinya sia-sia prototipenya. Untuk mesin waktu itu sudah ditawarkan menggunakan Turboshaft tapi user gak mau. Nah dibawah KSAD yg skrg ada rencana memunculkan lagi wacana pengembangan helikopter tempur buatan dalam negeri. Makanya APache kita beli cuman 8 alias versi tanggung karena nanti ada yg mengisi 1 skadron full. 😀

  24. Sialan negara sebelah provokasi terus…
    Ini copy koran kompas hari ini….

  25. kalo sudah masuk teritori Indonesia kenapa g dirudal aja bung?

    • tidak semudah itu..ada “rule of engagement” nya, kita ini sangat legowo kalau mereka tidak menyerang duluan kita tidak akan menyerang. lebih baik pakai cara “halus” diatas

  26. kawan jalo@kata media beberapa kapal perang kita sdh ngjagain pulau datuk,trus mo dibgn pangkalan angkatan laut..tp koq kapal perang malaysia malah pd nantangin,trus yg di tantangin malah hilang..berarti tempo hr yg di usir angkatan laut bkn kapal perangnya malaysia,pantesan..

  27. kirim pesawat tempur barang 5 biji,manuver terbang rendah diatas kapal malaysia,biar masuk dikit wilayah malaysia gpp..giliran kita yg provokasi mreka,liat reaksinya..

  28. Moga sehat semua, salam kenal. Yg dilakukan Brasil sama dengan yg dilakukan oleh IPTN dahulu. Jangan2 ada tuh ahli IPTN dulu yg eksodus ke Brasil ya dikala krisis dulu….., salam NKRI

    • Ada puluhan tenaga kerja kita tg membantu memajukan dirgantara Brazil. Beberapa adalah ahli struktur yg terkenal di dunia internasional. Begitu juga airbus ada ratusan orang termasuk yg menguji super puma pada 1986, 🙂

  29. bung @ ps…
    Itu tiang pancang kan udah di cat merah putih menandakan kedaulatan kita, lah kalau kapal tongkang, kapal coastguardnya atau kaprangnya masih nekat deket2 tangkap aja biar dicat merah putih kapal perang sak pasukan upin upin nya sekalian…hehehe…”nggregetke bae”….

  30. uji coba gatling gun pindad bung werhmarct.. hehe.

  31. Salam kenal buat para sesepuh n warjager. Slma ini saya SR aja. Maaf ni OOT cuma penasaran aja tadi pagi kok sy dengar suara gemuruh jet tempur ya. Pagi2 jm 6 warmup engine kenceng pol. Jam 9an ada suara kenceng bgt khas jet fighter ltihan sprti di IWJ. Clingak-clinguk nguwasi ndukur tp g onok wujudE. Bukannya latgab udah slesai n fighter2 udah pd balik k homebase masing2? Mohon pencerahannya bung. Salam dri sedati agung.

  32. Lebih keren Heli Basarnas… bisa serang KS… 😀

  33. Kapur malay sundul aja sama “ikan hiu” piaraan Bung PS 🙂 atau kirim kopaska buat ngiket baling2 kapal patroli malay luncurin dari KS he..he..

  34. Bung PS,

    Utk masalah tanjung datuk ini mungkin gak malay open fire duluan? Siap gak kita lempar2an lemper dgn mereka (sayang bung tomo grup lon dateng ya). Dan yg paling penting: kalo mmg kejadian, kita akan menang gak?

    Salam

 Leave a Reply