Nov 092013
 
Helikopter Mi-17 TNI AD

Helikopter Mi-17 TNI AD

Helikopter MI-17 TNI AD yang jatuh di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Sabtu (9/11/2013), menewaskan 13 penumpangnya. Sementara enam penumpang yang selamat dievakuasi ke Tarakan melalui udara.

Menurut Komandan Kodim 0910 Malinau Letkol Inf Yamin Danao, korban tewas terdiri dari lima anggota TNI AD dan delapan warga sipil. Sementara penumpang selamat, dua anggota TNI dan empat warga sipil.

Helikopter Mi-17 TNI AD jatuh sekitar pukul 10.30 Wita saat mengangkut material pembangunan pos pengamanan perbatasan di sekitar Desa Apoping, Kecamatan Bahau Ulu, Malinau.

Kepala Dinas TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Rukman Ahman menjelaskan, helikopter tersebut mengalami musibah saat hendak mendarat di helipad yang ada di Malinau.

Helikopter Mi-17 TNI AD

Helikopter Mi-17 TNI AD

Informasi sementara yang dihimpun dari Malinau, helikopter kehilangan tenaga saat akan mendarat, lalu jatuh dan terbakar. Belum diketahui persis masalah mesin apa yang dialami helikopter buatan tahun 2012 tersebut.

Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul mengatakan helikopter yang jatuh di Malinau tengah membawa bahan bangunan untuk membangun pos di perbatasan Malinau. Delapan kru dan 13 pekerja konstruksi bangunan.

Kecelakaan helikopter MI-17 TNI AD di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, merupakan kecelakaan ke tiga yang dialami helikopter sejenis.

Agustus 2013, pintu helikopter MI-17 jatuh menimpa atap rumah dan kendaraan di Jalan Karina Sayang I, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (24/8/2013). Pintu terlepas saat terbang latihan rutin.

Bulan Oktober 2013, MI-17 melakukan pendaratam darurat sekitar 600 meter dari Bandara Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Jumat (11/10/2013). 14 kru dan personel TNI dari Satgas-126 selamat dari kecelakaan Mi-17 tersebut.

Helikopter Mi 17 merupakan helikopter angkut yang mampu membawa 35 tentara bersenjata lengkap. Helikopter kelas menengah berat ini biasanya digunakan untuk pengamanan perbatasan, baik untuk pemantauan, maupun pengerahan pasukan dan logistiknya. Kini TNI AD membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab jatuhnya helikopter seharga 11 juta USD tersebut.

  51 Responses to “Helikopter Mi-17 TNI AD Jatuh di Kalimantan Utara”

  1. Buatan tahun 2012 ya? Bukannya heli2 jenis ini punya TNI-AD yg terbaru dikirim untuk misi PBB?
    Saya kira ini heli yg pembelian gelombang pertama (zaman Mega?).

    *nunggu ulasan Bung Melektech*

  2. berkurang lg heli ny!!..apa ini bukti buatan rusia msh kalah kualitas dibanding buatan barat ya????

  3. Jadi pengen tahu:
    1. Bagaimana jika dibandingkan dgn helikopter jenis lain dalam hal kecelakaan dan insiden?
    2. Apa kabar Mi 35, nggak pernah ada beritanya, apakah masih aktif atau hanya kadang2 terbang atau grounded atau…?

  4. inalilahiwainailaihirojiun.

    dengan banyaknya masalah helikopter Hind harus sudah di-grounded. heli model jadul macam huey terbukti handal dan murah jika hanya untuk supply dan support. lagipula dibangun lokal oleh PT.DI hingga maintenance lebih terjamin

  5. Bingung juga ya…kenapa helikopter baru ini bisa jatuh.

    Saya pernah berkunjung ke Lanud Kalijati. Seorang pilot helikopter berpangkat Kapten mengatakan..helikopter itu relatif aman…susah untuk jatuh. “Lihat…ya,…saya akan terbang dan mematikan mesin helikopter di udara”.

    Setelah ngomong seperti itu…dia menghampiri helikopter Bell 47 G Soloy lalu terbang. Setelah cukup tinggi dan ambil ancang ancang…mesin helikopter dimatikan…helikopter turun agak cepat, namun dia masih mampu mendaratkannya dengan mulus di lapangan rumput kalijati. Helikopter itu mendarat, skid, seperti seorang yang main ski di rumput kalijati. Beberapa meter kemudian helikopter mendarat dan berhenti.

    “Helikopter susah jatuh…Kalau mesinnya mati…sisa putaran mesin pada baling-baling masih bisa digunakan untuk mendarat”, tuturnya.

    Pernah sekali perasaan waswas, saat naik helikopter bolcow TNI AD single engine di pegunungan bukit barisan. Helikopter sedikit bergetar dan agak ngos-ngosan..ketika harus melalui salah satu puncak gunung. Saya terdiam melihat peristiwa itu…”dapat gak nih gunung (bisa dilalui atau tidak) dalam hati saya”. Pada akhirnya puncak gunung itu terlalui dan saya pun merasa lega.

    Pulangnya saya menggunakan helikopter dua engine bell -412 TNI AD. Lebih bertenaga dan lebih mudah mengatasi pegunungan bukit barisan. Pernah juga menggunakan helikopter black hawk milik Australia di bukit barisan….wah tenaganya besar sekali. Pesawat terasa ringan saat hendak take off…padahal membawa beban yang maksimal.

    Terakhir tahun 2013 saya naik Eurocopter model lima bilah baling baling di Kalimantan. tenaganya powerfull sekali dan pergerakannya halus. Take off dan landingnya halus, terasa seperti naik pesawat.

    Jadi saya pikir, semakin besar tenaga mesin helikopter, semakin ringan saat terbang dan semakin mudah dikendalikan. Pikiran kedua…teringat ucapan Kapten di Kalijati…jika mesin helikopter mati, masih ada sisa putaran mesin pada baling-baling yang bisa digunakan untuk mendarat.

    • helikopter teknologi jaman sekarang memang harusnya lebih aman, baling2 akan tetap berputar dengan gaya grafitasi heli yang turun dengan mesin mati hingga bisa mendarat dgn aman. apalagi ini juga helikopter militer keluaran baru. tidak ada berita mengenai kondisi cuaca? puting beliung barangkali? kebetulan Pilipina kan dilewati cuaca buruk sekarang ini

      theory konspirasi bisa muncul juga mengingat kasus Sukhoi di Gn Salak dan persaingan pengaruh dan persaingan ekonomi Russia-US yang semakin memanas

    • Barang baru setelah dipakai akan jadi bekas, dan yang akan menentukan nasibnya adalah perawatan, skill & perilaku pilot, lingkungan dan operasinya, .. selebihnya takdir. Dalam hal perawatan, kepatuhan terhadap manual perawatan (maintenance system factor), skill & perilaku personel (human factor), dan ketersediaan spare parts sangat vital (betul spt yg disinyalir bung Melektech barusan).
      Dengan demikian kecelakaan heli/pesawat bisa menimpa buatan mana saja.
       
      Helo Singapore buatan AS juga pernah kecelakaan (Apache goes up with some help …

       
      F-18 crash ..


       
      Salut kepada Kapten TNI (AU, AD?) temannya Bung Diego yang berhasil mendaratkan helikopternya dgn engine off. Skillnya jelas di atas rata-rata. Sebagai sharing, diagram Height-Velocity berikut menunjukkan daerah “aman” helikopter (yg tidak di arsir merah) bila mendarat darurat dgn engine mati …  http://en.wikipedia.org/wiki/File:Hvcurve.png. Diagram ini mengilustrasikan daerah aman dan tidak aman sebagai fungsi dari kecepatan dan ketinggian helikopter saat engine off. Kecepatan dan posisi makin tinggi akan cenderung makin “aman”.

    • @ pak Diego, sayapun pernah melihat, dan membaca artikel ttg putaran sisa/daya angkat
      baling baling helikopter jika mesin mati, secara logika, maaf, kondisi penyebabnya adalah
      ‘kelebihan beban’ walaupun telah di’declare’ bahwa beban yang dibawa tidak melebihi
      kapasitas max loads…
      Turut berduka cita and Keep Faith Penerbad…..

    • Klo benar bgitu, mungkin nabrak burung / kena tembak ???

      • ini helikopter gan, turbolensi udara di sekitar heli akan membuat burung terlempar menjauh 🙂 kasus kecelakaan penerbangan akibat burung biasanya terjadi pada pesawat jet yang menghisap udara

    • sy kok punya firasat ada hal lain yg terjadi di heli ini, ini mngkn bukan kecelakaan murni.,
      ane butuh pencerahan dr pr sesepuh dimari

    • Jadi bisa ditarik kesimpulan sedikit :

      Kondisi Cuaca ==> BMKG menyatakan bagus, jadi tidak ada sangkut pautnya dengan Bencana di
      Philipina

      Overload ==> TNI membantah, bahkan menyatakan masih kurang 30% dari maksimal

      Kondisi Heli ==> nah ini yang paling meragukan plus mencurigakan, meskipun katanya laik terbang, kenapa begitu ? karena TNI hitungannya masih baru dengan teknologi Rusia meski dulu pernah punya (Teknisi dulu mungkin sudah Jompo, Pensiun, Dll), teknisi kita belum berkenalan, sudah terbiasa dengan Teknologi barat, bahkan saya curiga dipakainya Komponen China (KW), dengan hasil akhir : KURANG TERAWAT

      Human Error ==> Mungkin ??? karena banyak orang sipil di heli + bahan bangunan yang mungkin letaknya bergeser tiba-tiba sehingga HELI TIDAK STABIL/OLENG, apalagi posisi sudah mendekati tanah (landing)

      Tembakan Musuh ==> Diabaikan saja……………

      Mudah mudahan ada yang selamat sehingga bisa ada titik terang penyebabnya

  6. turut berduka cita….juga sedih dengernya…jd ingat kata-kata bung melektech ttg alutsista rusia…ku tunggu pencerahannya bung melektech

  7. turut berduka cita…

  8. so sad to hear that,,,,,,

  9. Inna lillahi wa inna lillahi rojiun, semoga yang meninggal diterima disisi-Nya, amin yra. dan yg selamat semoga lekas sembuh. Tgl 10 nopember 2013 hari Pahlawan, mereka yg meninggal mengemban tugas negara untuk membuat pos perbatasan kalimantan-malaysia, mereka layak mjd pahlawan bangsa.

  10. Produk Uni-Soviet/Rusia terkenal kuat seperti badak, namun sangat lemah dalam hal Safety, hebat di pertempuran namun sangat mengabaikan kenyamanan kru dan penumpang, simple memang, kita diberi senjata hebat namun bisa jadi senjata makan tuan, hal itu jelas dipengaruhi oleh asas KOMUNIS. asas TUTUP MULUT

    berbeda dengan produk BARAT, disana berasaskan DEMOKRASI, asas KEBEBASAN BERPENDAPAT, jadi syaratnya buanyyak, sangat ketat, harus lolos uji A, lolos uji B, lolos uji C dan seterusnya. banyak produk CHINA dan RUSIA yang GAGAL masuk ke barat karena banyaknya aturan

    Contohnya Civil Avia macam Xian MA-60 yang dipakai Merpati, yang TANPA Sertifikat Standart Barat. Apalagi perangkat Militery yang penuh Kerahasian sehingga hanya dibutuhkan Standar Negara Produsen masing masing

    yang paling merisaukan adalah KETERSEDIAAN SPARE PART Rusia, yang ngak terorganisir dengan baik, bahkan Presiden SBY dan Dephan sampai meminta INDIA dan CHINA agar membantu menyediakan Spare-Part Sukhoi dan Produk Rusia lainnya, Bahkan bila terpaksa masuk Black-Market (padahal tidak di EMBARGO), yang merisaukan saya adanya Part MADE-IN CHINA…………….

    hal itu sangat jauh berbeda dengan Produk barat, sangat mudah mendapatkanya, bahkan yang punya EADS dan MBDA berjuluk “The City of Parts”. Berkualitas, dijamin Asli, syaratnya hanya : Resmi, tidak diembargo dan punya uang.

    Bagaimana masih lanjut dengan KILO dan S-300 ???……………………Waspadalah…..Waspadalah……

    Kalau penyebab jatuhnya Mi-17 mending serahkan pada KNKT, meski ngak bisa dipercaya 99%

    • Alutsista buatan barat mempunyai SISTIM perawatan berkala yang disebut dengan ILS
      Pada sistim pemeliharaan dan perawatan material. Amerika mempunyai sistim yg sangat baik,
      Mereka memakai metode ILS (Integrated Logistic Support) dimana pada sistim ini secara on line akan TERMONITOR setiap material Alutsista kapan harus diganti, kapan harus masuk bengkel, dan kapan harus masuk perawatan /pemeliharaan berat
      dan kesemuanya dilaksanakan dengan penuh kedisiplinan tinggi.
      Semoga kita menuju kesuatu sistim yang sama dan BERDISIPLIN tinggi.

      Pertimbangan UTAMA pemeritah membeli alutsista yaitu: life cycle maintanance cost, communalities, dan established.sekarang ditambahi ote ote.
      Seharusnya dalam setiap komentar tuk mengkaji kebijakan pemerintah janganlah dilihat secara parsial.
      Semua kebijakan pasti ada tujuannya, baik kebijakan retrofit maupun pengadaan alutsista baru.
      Semua kebijakan DIAMBIL karena pertimbangan Anggaran, Teknologi, Kapasitas tempur dan kondisi lingkungan strategis.
      Semua ada hitungan & analisanya .jadi setiap pembelian sudah dihitung dengan MATANG
      Jadi tidak bisa MELIHATNYA dari satu sisi saja misal dikarenakan membeli produk barat yang mahal dijamin AMAN ataupun membeli dari pihak Timur rawan crash etc etc ..
      Sekarang kasus ini aja menuju dipolitisasi lho,,

      Tugas kita sebagai rakyat MENCEGAH perpecahan bangsa dengan lebih dewasa berdemokrasi..dan mementingkan kepentingan bangsa dilevel priority.
      Semoga setiap kebijakan pembelian dan pengembangan alutsista membawa Indonesia untuk menuju lebih kuat dan lebih maju dan mandiri .Amiennn

  11. Hari Pahlawan, ikut berduka cita atas kecelakaan Helikopter Mi17.

  12. helicopter mau baru / lama itu tetap safe terbangnya klu pemeliharaannya memenuhi standard yg sdh ditentukan soal helicopter jatuh itu tergantung dari maintenance schedule yang sdh ditentukan tdk boleh ada endors ? kita pernah pakai bolkow bo 105c buatan th 1975 dan sampai th 1998 masih baik dipakai dan ga ada masalah ? karena maintenancenya baik dan disiplin, jadi bukan masalah baru dan lama heli tsb dibuat ?

  13. Sebelumnya ane mengucapkaan innalilahi wa inna lilahi rojiun kpd korban yg tewas dan semoga cpt sembuh bg yg luka. Ane sebenarnya sdh lama mengamati komentar disini alias silent rider, yg mw ane komentari mengenai prdk rusia itu dr bbrp komen suhu diatas tdklh sepenuhnya salah dan tdk jg bnr semuanya. klw dibilang mi17 prdk cacad sprtny jauh, couse byk negara pengguna trmsk rusia menerbangkan heli ini stp harinya blm prnh ada record dlm bbrp bln/thn kebalakang mengalami kecelakaan beruntun kec ttg bbrp kecelakaan yg berturut2 menimpa mi17 milik indo. jd mnrt ane jls faktor naas itu sdh pst dan yg plg mgkn adlh faktor teknisi,perawatan dan spareparts yg lbh dominan, yg mnjd penyebab bbrp kecelakaan yg menimpa prdk bwtn rusia disamping tdk menutup kmngkn sabotase dr phk “dalam” yg mgkn lbh menginginkan agr arah militer kita kembali condong ke barat dgn menyabotase bbrp keluaran prdk militer non barat utamanya rusia. mhn maaf bila ada yg krg berkenan.

  14. Inna lillahi wa Inna lillahi Rojiun.
    Semoga tidak akan terulang kejadian seperti ini lagi kedepannya.
    Selamat Hari Pahlawan !.

  15. Indonesia, Selamat Hari Pahlawan

  16. Ikut berduka cita dan selamat hari pahlawan…

    Setelah 3 tahun kayaknya sudah mulai keliahatan jelas kualitasnya. Nambah NB 412 mungkin? Atau nambah Eurocopter mungkin? Atau ntar bakal ambil blackhawk bisa-bisa?

  17. Bisa jadi pertanyaan, 1. sukoi super jet nabrak gunung padahal tidak seharusnya 2. teknisi sukoi SU 30 /27 TNI mati di hanggar. Sy tetep curiga agen USA di tubuh TNI ikut main-main

  18. mungkin blackhawk lbh bgs ya,made in amerika klo ga salah ya,tp tergantung penggunanya(tni) mau vendor yg mana,amerika/barat bgs tp mahal atau rusia bgs dan harga yg bersahabat(maaf klo keliru,ada yg mudah terbakar)

  19. Padahal tahun depan US berencana membelikan Afghanistan puluhan Mi-17. Apa Mi-17 dipilih hanya karena harganya yang murah, bukan karena kualitasnya?

  20. Sungguh miris helikopter mi-17 jadi berkurang dan banyak berjatuhan merugikan…. Tapi saya pikir heli m-17 produk rusia gak bagus dan lemah…. Coba kalo beli helikopter chinook itu tangguh dan mampu angkut mobilisasi…

  21. Saya baca di koran Kompas, helikopter ini buatan tahun 2011 dan serah terima ke TNI juga tahun itu.

  22. Semua pesawat yang sudah dijual dan bisa dibeli pasti melewati uji kelayakan. Helikopter amerika juga sering jatuh. Tapi lihat dulu operatornya siapa. Kalo negara besar, apalagi negara pembuat, mereka rajin service tepat waktu. Cassa misalnya sebuah pesawat buatan non amerika yg terkenal kualitasnya diakui dunia. Jet tempur Sukhoi juga diakui kualitasnya oleh dunia. Juga system tempur tanpa awak Israel. Juga System transport ruang angkasa soyuz, yang tingkat keberhasilnya di atas 90 %. Dan sekarang menjadi satu-satunya yang bisa ke ruang angkasa. Bahkan NASA menggunaakn 50% system soyuz untuk menerbangkan Coriusity.
    Percayakah kita kalo MI -17 jauh lebih sukses ketimbang Sikorsky Blackhawak dibuat 12.000 banding 4000 unit.
    Jadi Amerika pasti terbaik ??? Gak juga tuh …Namanya Kamera yang terbaik pasti Canon… Dan Canon adalah buatan Jepang.

    Keanehan Helikopter bisa meledak ?
    Teori .. jika mesin bermasalah di udara dan mati, pilot bisa mematikan aliran BBM ke mesin dan bersiap menghadapi Crash. Tenaga baling2 yang masih berputar, selalu dirancang cukup untuk mendarat dan memberikan impact yang tidak besar. Sebagian besar kecelakaan helikopter karena mesin ini, berarkhir dengan selamat. Tangki BBM dan katupnya selalu dirancang untuk kuat menerima benturan.

    Tenaga helikopter kecil ?
    Salah besar … MI-17 bisa angkut 30 orang sementara Blackhawk hanya 13 orang. Seharusnya tenaga tidak akan pernah jadi masalah untuk MI-17.

    Penyebab Kecelakaan
    Karena ini bukan pesawat sipil, jadi tidak akan pernah KNKT bisa menyelidiki ini.. sebab militer punya penyelidik sendiri yang langsung melapor ke presiden. Tapi penyebab kecelakaan pasti 60% kesalahan manusia, 30 teknis, dan hanya 10% alam. Dan dari “human error”, ini sebagian besar disumbang oleh “Perawatan yang tidak memadai”.

  23. biarkan statistik berbicara…

  24. Ngintip statistik acha-acha:

    AU India adalah salah satu operator Mi-8 (role: high altitude transport) dan Mi-17 (role: scout, evacuation dan supply carrier) terbesar di dunia, sekitar 200 unit.
    Mi-17 adalah workhorse untuk pengangkutan logistik bagi pos2 perbatasan terpencil di kawasan utara India, total sekitar 10,000 ton per tahun.
    Sepertinya AU India puas2 aja dengan kinerja armada Mi-17, karena sedang pesan 71 unit versi terbaru, Mi-17 V-5 senilai $1.3M.

    • Justru versi terbaru itulah yg jatuh, juni 2013 di india. Dalam 3 thn terakhir sedikitnya ada 9 yg jatuh (di luar Indonesia) dan semua heli relatif baru (cmiiw). Anehnya di rusia sendiri aman2 saja. Apakah ada sesuatu yg terlewat oleh operator di luar rusia?

    • Justru kalau bicara statistik, jumlah 1 unit Mi-17 V5 yang jatuh Juni lalu itu sama sekali gak bunyiI.
      Baru bunyi kalau ada konteksnya, berapa unit Mi-17 V5 yang telah diterima AU India sejak 2012, dan berapa sorties penerbangan / akumulasi jam terbang hingga kecelakaan pertama tsb, sehingga keluar data mis. 1 kecelakaan fatal / n(1,000) jam.

      Faktanya penyebab kecelakaan adalah cuaca (juga):
      An Indian Air Force (IAF) spokesperson said in Delhi, ?One Mi-17 V5 chopper on a rescue mission from Gauchar to Guptkashi and Kedarnath while returning from Kedarnath crashed north of Gaurikund.
      A senior Air Force officer in Gauchar said the ill-fated Mi-17 V5 chopper had made two sorties to the Kedarnath area since this morning and was on its third sortie when it crashed.
      The crash occurred in ?difficult? weather conditions created by rains and fog, he said.

    • Bicara statistik lagi, sebetulnya saya ingin bilang:
      AU India sebagai salah satu operator Mi-8/Mi-17 terbesar itu ibarat seorang peneliti yang melakukan riset dengan jumlah sample yang banyak, atau lembaga survei politik (yang lagi marak belakangan ini) melakukan survei elektabilitas capres dengan jumlah responden yang banyak juga. Jumlah sample/responden yang banyak akan membuat kesimpulan riset/survei lebih akurat dan lebih bisa diandalkan.
      Idem kesimpulan AU India untuk memesan varian terbaru Mi-17 adalah keputusan yang bisa diandalkan karena didasarkan atas pengalaman dan pengamatan pada jumlah “sample”/ “responden” yang banyak juga.

  25. Grounded- kan dulu lah semua armada MI-17. Hingga diketahui penyebab pasti terjadinya kecelakaan. periksa semuanya.
    Nih mo evakuasi masih pake MI-17, apa engga jantungan penumpangnya..

    POKOKNYA GROUNDED-KAN DULU SEMUA MI-17…..!!!!

  26. apa ada jaminan jk kwalitas produk yg mereka jual dgn yg mereka gunakan adalah sama?
    Apalg rusia msh enggan berbagi sedikit teknologi alutsistanya kpd indonesia.
    cm china dan india yg bs mencicipi resep lezatnya kaviar rusia,namun rusia tetap rusia,china dan india tak mungkin mendapatkan bumbu lengkapnya hahaha (joke)

    • tumben lo normal kayak anak formil @frans 😀 silakan mengkritik pemerintah, legislatif, TNI/Polri atau sesama forumer. asal jangan menyebar racun perpecahan bangsa dan negara

      Russia ga ada ToT dari penjualan, dengan India mereka produksi bersama pada berbagai alutsista dan bisa memilih spek yang berbeda. Su30MKI India lebih canggih dari Su-30 yang digunakan AU Russia sendiri.

      Russia_India sama2 menguasai teknologi tinggi rocket dan peluru kendali, jadi lebih gampang. Lain hal jika kerjasamanya terjadi timpang antara negara penguasa tekologi rudal dengan negara yang belum menguasai ilmu rocket dan system kendali karena aturan ketat penyebaran teknologi itu (Missile Technology Control Regime/MTCR). Yakhont TNI AL itu termasuk maksimal yang bisa diperoleh Indonesia, yg lebih dari itu harapan bergantung pada Lapan. untu mengejar ketinggalan ada berbagai cara ToT, R&D atau nyolong teknologi negara asing

      Atau berpuas diri dengan hanya menjadi negara konsumen dan terus berada dibawah ancaman tekanan negara adidaya

      • kawan terlalu agresif jk merespon koment saya tp saya senang jika kita bertolak belakang.agar saya bs tahu kelemahan saya!
        mungkin kawan mendapat informasi cm sebatas referensi media atau bs jd kawan adalah bagian dr dunia militer indonesia,sedikit berbeda jika saya yg cm mengutip secuil dr media,lbh dominan pendapat pribadi dan pengalaman saya dibeberapa negara(paling lama china 6thn) yg saya kunjungi,puji tuhan saya byk mendapat masukan yg lmyn berharga dr beberapa teman di negara2 mereka mulai dr sejarah budaya,pendidikan,industri sampe militer,jd saya lbh senang berbicara yg riil dan kurang berani mengatakan sesuatu yg br wacana..satu lg,saya suka tertarik membaca ulasan yg bernuansa sentimen kebangsaan,krn itulah indonesia hehe

  27. Nah, ternyata baling2 mengenai pohon.
    Biar kata heli gres baru keluar dari pabrik kalau baling2 kena pohon ataupun cabang pohon yang cukup besar, bisa fatal.
    Akan lebih fair kepada pihak pabrikan atau negara lain jika ada kejadian serupa (semoga jangan) komen2 bisa lebih ditahan, jangan yang bernada memojokkan terlalu dini seperti:

    ada agen asing
    heli baru (kok jatuh?),
    kualitas / gak bagus dan lemah / alutsista rusia (-) -> alutsista barat (+) & usulan tipe2 heli Barat
    safety (-)

    komen yang reasonable:
    masalah perawatan/suku cadang
    usulan grounded

    • Di Kompas hari ini KSAD seolah2 menanggapi komen yang reasonable di atas:

      > AD sangat memperhatikan perawatan

      > Tidak ada main2 dengan suku cadang karena risikonya nyawa

  28. Ikut berduka cita kepada para pahlawan pembela merah putih yang gugur.
    Seingat saya TNI -AL juga pernah mengoperasikan heli Super Puma versi Naval.
    Sayang Heli Super Puma (barat) yg masih tergolong” Gress”/BARU tersebut hancur karena beberapa hal diantaranya :
    1. Crash Down di Baucau, TimorTimur waktu itu.
    2. Crash Down di Tanjung Perak dekat pabrik terigu Bogasari, Surabaya.
    3. Total Damage karena tertimpa shelternya yang kecabut oleh angin “Lesus” di bandara Juanda, Sby.
    gak jaminan kan

    Prajurit yang bodoh dikalahkan oleh prajurit yang pandai
    Prajurit yang pandai dikalahkan oleh prajurit yang cerdik
    Prajurit yang cerdik dikalahkan oleh prajurit yang Licik
    Prajurit yang licik dikalahkan oleh prajurit yang nekat
    Prajurit yang nekat dikalahkan oleh prajurit yang gila
    dan kesemua prajurit diatas dikalahkan oleh prajurit yang BERUNTUNG
    diBERUNTUNGkan oleh Tuhannya karena KEDEKATAN nya

    Jadi Kita hambil HIKMAHNYA saja kejadian ini

  29. Harga Mi-17 adalah 1/3 dari Black Hawk, bahkan konon (sumber A1) yang dibeli TNI lebih murah lagi dengan melolosi beberapa perangkat. hal ini hampir sama kasusnya dengan MA-60 Merpati, pesawat laris-manis bak kacang goreng, BELI 2 BONUS 1

    Bahkan Amerika akhirnya menggunakan Mi-17 plus pilot sewaan di Afghanistan dan beberapa lainnya untuk menggantikan black hawk, bukan karena kebandelannya namun karena murah-meriah.

    Dephan mencoba memenuhi MEF dengan cara secepat-cepatnya dan sebanyak-banyaknya, namun yang wajib di penuhi adalah suku-cadang, biaya suku cadang jauh lebih besar dari membeli. semoga Dephan beserta TNI tidak mengabaikan masalah ini demi mengejar Rangking Power saja. apalagi kita semakin dekat dengan pemilu (semoga ngak ada hubunganya)…………

    • Betul Mr. melektech, menurut sumber saya dapat sbb:

      “Harga 6 Mi-17V-5 armed version menurut Dubes Rusia untuk RI Alexander Ivanov mengatakan pengadaan helikopter MI-17 itu menggunakan “state loan” yang diberikan Pemerintah Rusia kepada Indonesia. “Besarnya ‘state loan’ itu adalah 56 juta dolar AS dengan persyaratan yang sangat ringan dan menguntungkan Indonesia “.
      Jadi harga rata2 sekitar 9,3 juta dollars/helikopter.
      Kalau menurut koran Jawa Pos tgl 11 nopember 2013, Harga perbiji 5,6 juta dollars. Atas nama efisiensi anggaran , Indonesia memilih yg lebih murah daripada heli dari AS yg harganya lebih mahal dan rawan embargo (wlo akhirnya TNI ad juga memilih untuk heli serang heli apache) . Heli MI-17 ini sudah diproduksi banyak dan teruji di berbagai negara terutama di rusia sendiri.

      Tapi kita kembali ke kontrak. Kontrak pengadaan barang pasti akan berbunyi (syarat2 umum pengadaan barang) :
      Evaluasi penawaran dari penyedia barang dan jasa yg nanti dimasukan dalam kontrak
      1. Syarat2 administrasi
      2. Jenis, type, merk model barang
      3. Jumlah barang (unit)
      4. Harga barang
      5. Spesifikasi teknis barang (sesuai nggak dgn spek dari user)
      6. Jaminan suply dari pabrikan misalnya.
      7. Jaminan Suku Cadang
      8. Jaminan pemeliharaan
      9. Garansi Pabrik.
      10 Transver tehnologi misalnya
      11. Klo barang khusus alutsista pasti ada point2 khusus.

      Memang diluar masalah musibah dari jatuhnya MI-17, pasti ada hikmah yg tersembunyi (semoga), dan perlu :
      1. Biar KNKT yg meneliti penyebab jatuhnya (dan harus bersifat independen) sesuai instruksi Presiden kemarin.
      2. TNI AD khususnya dan TNI pada umumnya tdk perlu malu untuk mengevaluasi program MEF dgn keterbatasan anggaran. Kalau ternyata ada persoalan dlm perawatan alutsista atau ada kendala teknis terkait alutsista tsb, misalkan ternyata kita tidak memiliki suku cadang yg komplet dan kesulitan perawatan misalnya terutama alutsista dari rusia dll.
      3. Yg paling penting adl NYAWA prajurit/manusia, semoga dgn musibah ini mereka yg telah meninggal di terima di sisi-Nya , amin

  30. kalau penyebabnya adalah tidak adanya daya dorong pada baling2 heli akibat tidak ada angin, itu bagaimana…

  31. Ini itu semua faktor dri overload,sy crew yang selamat waktu kejadian ada sebagian temn sy meninggal karena melompat dan sy hanya patah tulang lengan,asal tau ?j? di penerbad ini walaupun pesawat baru tapi mitra yang jual spare partnya ini bukan barng baru tetapi barang bekas dijadikan baru contohnya seperti PT luxury mahatunggal,aeronusa,azkazam putra mandiri,jackron semua kecurangan mereka2

 Leave a Reply